My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Jet pribadi ?



Setelah semua masalah yang mereka hadapi akhirnya mereka bisa bernafas dengan lega tanpa ada rasa bersalah karena semua nya sudah kembali seperti biasa.


Adnan pun merebahkan tubuh nya di kamar yang tidak terlalu besar, untung beristirahat sejenak karena ia sudah sangat lelah dengan semua aktivitas nya sampai tidak tidur dalam dua hari ini.


Setelah minum beberapa vitamin yang biasa Rio siapkan, akhirnya Adnan bisa lebih tenang dari biasa karena Aleyna lah ia tidak perduli kalau saja ia terlalu bergantung dengan Aleyna, nyata nya Aleyna memang hal terindah yang ia miliki.


Aleyna pun menghampiri Adnan dan kedua anak nya yang sudah tertidur. Aleyna duduk di samping tempat tidur sambil mengelus rambut Adnan, ia memang sudah memejamkan mata nya.


" Mas, maaf aku telah membuat mu seperti ini" ucap Aleyna ia mengecup kening Adnan namun, badan nya pun tertarik oleh pelukan Adnan secara tiba-tiba memang Adnan memejamkan mata tapi, ia bisa merasakan kehangatan tubuh Aleyna yang tengah berada di samping nya.


" Kau mau memancingku?" ucap Adnan sambil memeluk Aleyna


" Mas, ingat ini di rumah Bi Nani, bukan rumah kita !" ucap Aleyna sambil menegok ke arah pintu karena kamar ini memang tidak memiliki pintu, ia takut ada orang lain yang melihat nya


" kalau kau mau membeli rumah ini, aku bisa saja membeli nya " ucap Adnan


" Mas aku hampir tidak bisa bernafas!" ucap Adnan sambil berdiri memangku tubuh Aleyna dan ia memeluk nya dengan erat.


" Biarkan saja orang lain melihat nya" ucap Adnan ia nyaman berada dekat dengan Aleyna.


" Mas, jangan bilang kau mau melakukan nya " ujar Aleyna ia masih melirik ke arah kamar yang tidak ada pintu nya.


" kalau iya bagaimana ? aku sudah lama tidak merasakan nya " ucap Adnan lagi


" aku tidak mau melakukan nya, sebelum kau menuruti keinginan ku" ucap Manja Aleyna


" Katakan saja apa mau mu sayang, aku tidak akan menolak nya" ucap Adnan


" Permintaan aku sedikit menyebalkan sih" ucap Aleyna


" katakan saja, aku sudah tidak sabar ingin mendengarkan nya" gumam Adnan


" pertama Aku ingin ikut setiap kamu pergi ke luar kota, karena aku tidak ingin berada jauh dari mu, apalagi sampai kejadian ini terulang kembali " ucap Aleyna dengan tegas sampai menekan kan kata demi kata


ntah, Aleyna memang manja kalau sudah berdua dengan Adnan, karena Adnan memang selalu mewujudkan apapun keinginan Aleyna, dan keinginan pertama Aleyna yaitu ia ingin terus berada di samping Adnan ketika ia sedang pergi ke luar kota karena dengan berada jauh dari Adnan, Aleyna merasa gelisah dan pikiran negatif tentang Adnan selalu muncul di dalam benak nya, maka nya Aleyna sama sekali tidak bisa kalau harus jauh dari Adnan.


" Aku senang kalau saja kamu ingin mengikuti ku kemana pun aku pergi!" ucap Adnan sambil tersenyum


" Permintaan kedua aku, yaitu aku mau jadi team medis juga supaya aku bisa mengerti kesibukan kamu! kalau bisa, aku ingin menjadi seorang dokter seperti kamu juga" ucap Aleyna dengan lincah nya.


untuk permintaan kedua, Adnan tidak bisa berhenti ketawa karena permintaan yang benar- benar aneh dan tidak masuk akal.


mana mungkin seorang Aleyna ingin menjadi dokter seperti Adnan, apalagi Aleyna tidak menyukai kamar atau isi nya di Rumah sakit, dan Aleyna sangat membenci jarum suntikan karena menurut nya lebih berbahaya daripada ular berbisa, dan Aleyna sangat tidak menyukai bau obat-obatan, itu alasan Aleyna tidak suka minum obat, padahal Adnan seorang dokter tapi Aleyna sendiri tidak menyukai hal-hal yang berbau rumah sakit, sampai ia membenci ruangan rawat di rumah sakit menurutnya sangat menyeramkan.


Adnan tidak bisa berhenti tertawa, mendengar permintaan aneh dari Aleyna.


" kamu yakin sayang ?" ucap Adnan


" Kamu kenapa mentertawakan aku, apa aku terlihat konyol ?" ucap Aleyna sambil melipatkan kedua tangan di dada nya


" kau ingin menjadi dokter sedangkan kau tidak menyukai area Rumah sakit. " Ucap Adnan sambil tertawa


" Terus, kamu meragukan aku ? apa salah nya kalau aku mau mencoba nya ?" ucap Aleyna yang sedikit kesal


" nggak sayang, kalau kamu mau? aku sangat mendukung mu" ucap Adnan namun ia masih tertawa


" enggak jadi Mas, Aku cuma kesal sama kedua dokter yang bekerja di klinik bunda, kerjaan mereka cuma gibahin aku sama kamu,kalau bisa pecat saja sayang!" ucap Aleyna yang memang kesal


" sayang, cukup jadi Aleyna irawan yang aku kenal seperti sekarang ini. Gadis kecil yang aku nikahi dan aku sayangi selama ini, aku tidak mau menuntut kamu terlalu banyak sayang" ucap Adnan


" sayang, peluk sini " ucap Aleyna lagi sambil memeluk Adnan akan tetapi, pelukan kali ini untuk merayu Adnan agar ia mau menyusul kedua teman nya ke Lombok


" Sayang, permintaan ketiga nya belum?" ucap Aleyna


" Yasudah ini permintaan terakhir ? katakan saja sayang" ucap Adnan


Jet pribadi ? apa mungkin Mas Adnan akan membelikan nya untuk ku ?


" Hanya itu saja sayang ?" ucap Adnan sambil menatap wajah Aleyna


" Iya sayang, tapi masalah jet pribadi aku cuma bercanda kok , yang terpenting liburan nya jadi " ucap Aleyna sambil menyandarkan kepala nya di dada bidang Adnan


" Aku akan suruh Rio untuk menyiapkan segala nya, dan kamu bisa menikmati jet pribadi milik keluarga Raden!" tegas Adnan, dan membuat Aleyna terbelakak karena selama ini Aleyna tidak mengetahui kalau keluarga Raden memiliki Jet Pribadi


padahal aku hanya bercanda saja.


" Mas serius ?" ucap Aleyna


" Iya, untuk kamu apa sih yang nggak! " Rayu Adnan


" Mas, aku mau terbang !" Rayu Aleyna lagi


" Mau terbang kemana ?"


" Ke hati kamu Mas, "


Adnan hanya menggelengkan kepala saja, ia mengingat bagaimana nakal nya Aleyna dulu yang sering menggoda nya seperti sekarang ini, Aleyna tetap saja tidak berubah.


***


Keesokan hari nya, Adnan dan Aleyna beserta Rio dan Bi Nani pun akan kembali ke Jakarta dan meninggalkan Mirna lagi sendiri di Bandung, sebenarnya Rio sendiri menginginkan Mirna untuk ikut bersama Bi Nani ke jakarta sampai ia membujuk Adnan untuk mengajak nya, karena di rumah juga Bi Nani sering sekali kerepotan karena hanya ada satu asisten rumah tangga, akhirnya Adnan pun menyetujui permintaan Rio untuk mengajak Mirna pergi ke Jakarta juga.


" Kau ingin membantu nya atau kau memang menyukai anak dari Bi Nani ?" ucap Adnan kepada Rio


" itu masalah hati Pak" ucap Rio


" Aku sudah menduga nya kau akan terpikat dengan anak gadis dari pembantu ku" Ucap Adnan sambil tertawa


" Saya hanya ingin membantu Mirna menjadi gadis yang lebih di hargai oleh semua orang terutama masalah pendidikan nya " ucap Rio


" Kau memang pintar mencari alasan, untuk menutupi rasa kagum kamu itu? " ucap Adnan sambil meledek Rio


" Pak, saya serius hanya ingin membantu nya saja." dusta Rio.


" terserah apa kata mu, jangan salahkan aku kalau kamu terjebak oleh perasaan kamu sendiri" ucap Adnan sambil tertawa


" Tidak Pak " ucap Rio lagi lalu mengikuti arah Adnan .


Aleyna dan keluarga Bi Nani sedang berkumpul untuk menyambut kepulangan mereka, sementara ada kesedihan mendalam ketika seorang ibu berpisah dengan anak-anak nya, Mirna tidak kuat menahan air mata yang jatuh di pipi nya karena harus kembali tinggal sendiri di Bandung mengurus semua adik-adik nya.


Adnan memang sudah membicarakan keinginan Rio untuk membawa semua anak bi Nani tinggal di Jakarta bersama Adnan, dan Aleyna juga menyetujui rencana tersebut.


" Bi , Saya rasa Mirna dan anak-anak Bibi yang lain boleh ikut saya ke Jakarta" ucap Adnan sambil melemparkan senyuman .


" Apa Tuan? apa Non Aleyna dan Tuan tidak keberatan kalau saya mengajak Mirna dan adik-Adik nya untuk tinggal bersama?" Tanya Bi Nani seolah ragu.


" Bi saya dan Mas Adnan akan senang kalau bisa membantu bibi " ucap Aleyna lagi


" Mirna apa kamu bersedia ikut bersama kami ?" ucap Adnan


Mirna menatap ke arah ibu nya untuk meminta persetujuan dan Akhirnya Mirna pun menyetujui permintaan Adnan.


Sementara Rio, ia tak henti nya melemparkan senyuma kebahagiaan, ntah perasaan apa yang tumbuh di dalam hati Rio karena ia juga semasa hidup nya hanya ia habiskan untuk keluarga Raden dan usia nya sudah tidak muda lagi karena sudah memasuki kepala tiga, hanya saja wajah nya terlihat masih sangat muda, ia memang baru kali ini merasa kagum terhadap seorang wanita, apalagi Mirna pekerja keras dan mampu bekerja di usia nya yang masih sembilan belas tahun.


Guys, Gaspoll Di Vote , Like dan Komen


Terimakasih sudah mendukung