My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Lampu hijau



Sambil berjalan menuju kompleks perumahan elea dan Rangga menikmati angin malam, meski masih memakai baju seragam sekolah. keduanya berjalan saling berdampingan.


Tidak banyak kata yang terucap, mereka hanya menikmati kebersamaan, Elea tidak berani mengatakan apa-apa, karena ia merasa nyaman berada di dekat Rangga, meski jantungnya terus berdegup kencang elea tidak perduli dengan situasi di rumahnya sekarang.


" Ga.... " panggil Elea ketika melihat anak anjing di komplek B21 yang terlepas dari kandang nya.


Anjing dengan jenis papillon itu keluar memghampiri elea, bahkan berdiri terus mengelilingi kaki mungil elea.


" Ga, tunggu sebentar... " ucap Elea lagi yang tidak tega melihat anak anjing berukuran mini tersebut memutari kaki nya dengan wajah murung.


" Loh, anjing punya siapa?" ucap Rangga nampak heran


" Kayak nya pemilik rumah di depan sana deh, tapi kok anjing lucu ini keluar tanpa pemilik nya?" ucap Elea, ia langsung menggendong anjing jenis papillon berwarna putih tersebut.


" jauhkan itu dari ku, el ..."


" Atchewww.... Atcheew.... "


Rangga bersin terus menerus ketika elea mulai jail memberikan anjing kecil tersebut ke arah Rangga, Elea sama sekali tidak mengetahui kalau Rangga alergi terhadap bulu hewan, mau kucing ataupun anjing makanya ia tidak memiliki hewan peliharaan di rumah.


" Anjing ini lucu ga, sama kayak aku kan! coba kamu lihat... "


" Jauhkan itu dari ku, aku alergi elea... "


Rangga terus menjauh dari elea, sementara elea malah semakin menjadi, memberikan anjing ke arah rangga sampai salah satu anjinh besar milik rumah nomor B21 menggonggong dan hendak menghampiri elea.


" Yatuhan, jangan.... "


Elea teriak dan menaruh anjinh kecil itu kembali di depan rumah nomor B21, Elea sangat takut dengan anjing besar jenis pitbull yang sudah menggonggong dan ingin menerkam elea.


" Ayo rangga kita lari...... "


Elea menarik lengan Rangga, dan berlari dengn sangat lincah untuk menghindari anjing besar yang ingin menerkam nya.


" Ayo Ga kita lari, jangan sampai anjing besar itu menerkam kita, aku masih ingin hidup aku belum menikah, belum melakukan semuanya...."


dengan tergesa-gesa, elea terus berlari sementara dengan santai nya Rangga berjalan di belakang sambil mengucek hidung nya yang memerah akibat mencium bulus anjing , Rangga memang alergi terhadap bulu hewan.


" Atchewww.... Atchew... "


Elea menunggu Rangga, sambil memperhatikan hidung Rangga yang memerah.


" Kamu alergi beneran ?" tanya Elea merasa penasaran.


" Aku berdoa anjing besar tadi menerkam kamu... " ucap Rangga sambil terus bersin.


" Heheh, aku nggak tau kalau kamu alergi terhadap bulu, tapi seneng kan?" ucap Elea sambil menyenggol tubuh Rangga dan tersenyum nakal.


Rangga menaikkan alis sebelah kiri nya.


" Bukan seneng lagi, tapi tersiksa.... " ketus nya, lalu berjalan meninggalkan elea sendiri.


" Tapi, kamu lebih lucu kalau hidungnya merah seperti itu ga.... " Teriak Elea sampai rambut Rangga menutup telinga nya.


" Rangga.... " ucap Elea terus menerus, karena Rangga tidak merespon nya.


" Sudah sampai, tolong jangan membuat cerita yang terlalu mengada-ada, aku tidak ingin mendengar kejadian kemarin lagi..." ucap Rangga sambil memperingati Elea.


Tak lama, Alvin yang sedang sibuk menunggu kedatangan Elea akhirnya bangun dari duduk nya ketika melihat Rangga dan Elea dengan baju yang berantakan dan rambut yang basah.


Alvin menatap ke arah rangga dan elea dengan heran, dan penuh tanda tanya.


" Apa yang kalian lakukan? kenapa tidak masuk sekolah?" ucap Alvin ketika Rangga dan Elea datang


" Aku telat kak, terus aku nggak sengaja mengikuti orang lain ke arah jalan tikus eh ternyata orang itu rangga.... " ucap Elea sambil ngos-ngosan karena lelah


" Haha, justru aku percaya sama kamu , Kamu bukan pria pengecut seperti Juno kan?" ucap Alvin sambil menepuk bahu Rangga. Rangga menatap wajah elea namun elea langsung mengalihkan pandangannya, ia segera masuk ke dalam rumah.


" begitulah, kalau menyangkut juno pasti dia sensitif... " ucap Alvin,


" duduk dulu Ga, aku sudah menyuruh Bibi untuk membuatkan air jeruk hangat... "


" Makasih vin, tapi maaf sebelumnya aku telah merepotkan kamu... "


" Apanya yang repot, tidak ada sama sekali "


Rangga dan alvin pun duduk di teras sambil di temani air jeruk hangat dan cemilan ringan, mereka membahas tentang kegiatan waktu pagi di sekolah.


Karena banyak hal yang tidak Rangga ketahui, kalau sekolah akan mengadakan Camping selama tiga hari di Puncak, Bogor.


***


Dengan rasa lelah, dan baju yang sedikit basah Elea masuk ke dalam rumah sambil menyeret tas ransel nya. Aleyna bahkan terkejut ketika melihat Elea yang begitu lelah. Bahkan dari tadi Aleyna terus menunggu Elea, dan ia mendapatkan kabar kalau Elea sedang bersama Rangga.


Hati aleyna mulai tenang, di saat ia tahu Elea sedang bersama Rangga, karena Aleyna yakin Rangga anak baik-baik sama seperti kedua orang tuanya.


Kebetulan Adnan memang tidak ada di rumah karena ia sedang bertugas di rumah sakit dari pagi, dan akan pulang kembali tengah malam. Aleyna bisa bernafas dengan lega ketika Adnan belum pulang, karena ia pasti akan keras kepala menikahkan Elea dan Rangga secepatnya, sedangkan Aleyna tidak ingin merusak masa remaja Elea maupun Rangga, karena ia pernah ada dalam fase remaja.


" Sayang, kenapa baru pulang? katanya kamu telat nggak masuk sekolah?" ucap Aleyna sambil menghampiri Elea.


Elea memeluk erat Aleyna, ia mengingat kembali suara telepone dari Juno, dan hancur hatinya ketika yang mengangkat telepone itu adalah kekasih juno.


" Momy..... " ucap Elea sambil memeluk Momy nya dengan sangat erat, Aleyna mengelus rambut elea dengan sangat lembut dan hangat.


" Kenapa sayang, ayo duduk dulu cerita sama momy, apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Aleyna merasa penasaran.


" elea pasrah deh kalau sampai Daddy mau menikahkan el sama rangga..." ucap Elea


" Yampun el, momy tidak akan mengijinkan el menikah di usia muda kayak gini, momy nggak akan mau... "


" Percuma saja mom, ternyata semua cowok sama saja, el benci sama cowok!"


" Jangan gitu el, nggak semua cowok kayak gitu kamu belum menemukan yang tepat saja, saran momy lebih baik kamu fokus belajar ya sayang, habiskan masa remaja kamu dengan penuh kegiatan, karena momy sendiri menyesal telah mengabaikan masa remaja momy. .. " ucap Aleyna sambil terus memeluk hangat anak perempuan nya.


" el janji akan lebih rajin belajar mom, tapi semua itu butuh proses, el kadang benci kenapa el tidak sepintar kak Alvin. Kayaknya el cuma jadi beban doang ...."


" jangan pernah berbicara seperti itu sayang, momy tidak pernah membedakan kamu dan kak alvin, semua nya anak momy.... "


" daddy kemana ?"


" Daddy pulang tengah malam nanti, eh rangga nya kemana ? kenapa nggak di suruh masuk?"


" Bodoamat mom, elea capek ! lagi pula Rangga sama kak alvin ada di teras..."


" Loh, yasudah bersihkan badan dulu habis itu tidur yah, jangan jorok! anak perempuan nggak boleh jorok nanti nggak ada yang mau sama el gimana?"


" Iya mom, kalau nggak lupa... "


" el, ingat apa kata momy?"


" Mmmm.... mandi terus tidur...."


" Yasudah, momy mau bertemu rangga dulu. "


Elea nampak penasaran apa yang ingin momy katakan kepada Rangga, tapi elea sendiri sudah sangat lelah dengan aktivitas seharian ini, terpaksa ia masuk kamar dan mulai membersihkan diri, badan nya sudah terlalu lengket akibat hujan,dan debu.


Nahloh, Rangga dapet lampu hijau apa lampu kuning ya dari mom aley?


Guys, Di vote dong :(