
Setelah menerima pengakuan dari Elea, Karin dan juga Kiara nampak tersentuh, apalagi selama ini Elea terus menyembunyikan hubungannya dengan Rangga, dan bahkan Elea sendiri mempunyai alasan untuk menyembunyikan hubungan mereka.
Kiara pun nampak tersentuh, ia bahkan ingin jujur dengan perasaannya sendiri, perasaan yang sudah ia simpan beberapa tahun kepada kak juno, dan ia sendiri ingin mengakui kepada kedua sahabatnya
" aku juga mempunyai rahasia yang selama ini aku memendam nya.... " Ucap Kiara
" Kamu punya rahasia juga?" Ucap Karin
" katakan saja, aku ingin mendengar nya!" Ucap Elea
" aku menyukai kak juno, jauh sebelum elea menyukai kak juno, bahkan aku tahu diri karena aku tidak akan bisa memiliki kak juno.... " Ucap Kiara yang begitu tenang
elea nampak bersalah, ia bahkan tidak mengetahui kalau Kiara menyukai Kak juno.
" Kenapa kamu tidak jujur dari awal, kalau kamu begitu menyukai kak juno, kenapa ra?" Ucap Elea yang menatap ke arah kiara
" el, kalau memang kamu benar-benar tulus mencintai seseorang, kamu pasti akan bahagia kalau ternyata orang yang kamu cintai, amat bahagia dengan wanita pilihannya....." ucap Kiara sambil tersenyum
" Kalau begitu, aku minta maaf ra, mungkin aku dulu orang yang paling jahat buat kamu.... " Ucap Elea yang memeluk Kiara
" kamu nggak jahat el, karena sekarang aku sudah membuang semua perasaan aku untuk kak juno, dan aku begitu beruntung saat aku tahu kalau kak juno cowok kasar yang tidak pantas untuk di sukai... " Ucap Kiara sambil memeluk elea lagi.
" kenapa sih cerita kalian bikin aku mewek, aku jadi ngeri apalagi aku belum pernah pacaran..." Ucap Karin yang tiba-tiba terbawa suasana sedih
" Menurutku, tidak salah kamu menerima Dylan, karena Dylan sahabatku, dia begitu baik dan tulus Rin.." ucap Elea
" aku tidak mau membohongi perasaanku sendiri el.. "
" Tidak salah kamu mulai membuka hati kamu untuk Dylan..."
" nanti akan aku coba!"
***
Pluit yang begitu kencang terdengar sampai ke dalam tenda, Pak Krisna menyuruh semua siswa untuk kumpul karena siang ini akan melakukan penjelajahan, Pak Krisna dan beberapa anggota osis sudah merancang kegiatan menjelajah, lumayan jauh karena harus melintasi sungai dan perjalanan yang amat terjal serta hutan yang begitu lebat, semua harus ekstra hati-hati banyak sekali rintangan namun dipastikan aman.
Elea bertemu lagi dengan Rangga, Elea sedang sibuk menghisap dan mengemut lolipop pemberian dari Rangga, Karin sengaja pindah posisi karena ia baris tepat dengan Rangga di sampingnya, Karin sengaja menyuruh Elea pindah ke belakang agar ia satu sejajar dengan Rangga.
" Masih marah sama aku?" Ucap Rangga sambil menyentuh sepatu Elea dengan kakinya.
" Masih... " Ucap Elea sambil menghisap permen lolipop
" Jangan lama-lama marahnya, nanti aku kangen!" Bisik Rangga lagi di telinga Elea.
elea hanya bisa tersenyum, apalagi dengan ucapan Rangga, karena elea juga merindukan Rangga.
" kok aku nggak kangen!" Ucap Elea sambil meledek kearah Rangga.
" Masa sih?" Ucap Rangga seolah tidak percaya dengan Elea.
" Iya biasa saja..." Ucap nya lagi
" Kalau gitu, aku juga batal kangen sama kamu..." Ucap Rangga yang tidak mau kalah
" jangan batalin kangennya, kok batal sih... " Ucap Elea
" Untuk apa kangen sama cewek pecicilan seperti kamu!" Ucap Rangga sambil membuang muka.
" Nanti kamu nyesel kalau tidak jadi kangen sama aku..." Rayu Elea lagi
" Aku kangen banget soalnya sama cowok dingin plus nyebelin disamping aku ini..." Ucap Elea sambil menginjak kaki Rangga sampai yang empunya meringis kesakitan
" kangen sampai injak kaki, bukannya di peluk atau di cium gitu?" Ucap Rangga sambil mendengus kesal
" Aku cium pake kaki aku dulu, nanti kalau sudah menikah baru deh... " Ucap Elea sambil tertawa
" Baru apa.... ?" Ucap Rangga
" Dasar nyebelin... " Ucap Elea yang menginjak kaki Rangga lagi.
Bukannya mendengar ucapan pembina di depan, Rangga maupun Elea malah sibuk dengan dirinya sendiri. Memang kalau cinta sudah melekat, yang lain cuma ngontrak.
Begitu yang dirasakan oleh Rangga, maupun Elea.
Pak Krisna selesai berbicara, dan menyuruh semu siswa untuk menjelajah karena setiap anggota sudah memiliki maps atau peta masing-masing, Sayang sekali Rangga dan Elea harus terpisah , karena ia tidak satu tim dengan Elea. Elea nampak kecewa dengan keputusan ketua osis dan anggotanya, mengapa mereka membuat Rangga dan Nadine satu tim, sedangkan elea harus berpisah dengan Rangga.
" Kalau sampai genit, aku balikin rasa cinta kamu ...." ucap Elea yang memperingati Rangga, namun Rangga membalasnya hanya dengan senyuman, sementara Nadine malah kegirangan bisa satu tim dengan Rangga.
Kiara dan Karin menghampiri Elea, dan memberikan semangat untuk Elea.
" Kalau cuma masalah Nadine mah, gampang el!" ucap Kiara sambil memberikan elea semangat
tiba-tiba saja Alvin menghampiri Elea
" Jangan nakal, apalagi keluar dari arah peta!" ucap Alvin
" Memangnya , kamu mau tidur sendirian di tenda nanti ada hewan buas gimana?" ucap Alvin
" Kalau hewan buas kayak kak alvin, aku mana tahan!" ucap Karin sambil tersipu malu dan Kiara menegurnya.
Alvin menatap kearah Kiara dan juga Karin, ia tersenyum dengan sangat manis.
" kan ada kak alvin yang nemenin el?" ucap Elea lagi
" Kak alvin juga ikut menjelajah... " ucap alvin
Dan ketua pembina telah memanggil tim Elea untuk maju dan menjelajah, karena tim Rangga sudah terlebih dahulu.
" Ingat pesan kak alvin!" ucap Alvin sambil berteriak.
Elea dan Kedua sahabatnya pergi menjelajah dengan membawa satu peta. dengan rasa malas, karena pikirannya masih tertuju dengan Rangga.
Elea dan kedua sahabatnya menjelajahi perkebunan teh, yang begitu lebat.
" Bagaimana cara membaca peta ini sih?" ucap Karin yang nampak tidak mengerti
" Tadi kamu mendengarkan Pak Krisna tidak?" tanya Kiara
" Aku sibuk mendengarkan musik!" ucap Karin
" Dasar... " ucap Kiara
Elea menarik peta tersebut, namun ia juga sama sekali tidak mengerti cara membaca peta tersebut.
" Mending ke arah kanan saja bagaimana?" ucap Kiara
" Kayaknya arah kiri saja deh... " Ucap Karin
Mereka berdua ribut Masalah arah jalan, sementara disana tidak ada signal sama sekali, elea hanya bisa membaca peta di handphone akan tetapi, susah sekali untuk mendapatkan jaringan yang bagus.
" Jadi mending kita ke arah kanan saja!" ucap Elea
Mereka berjalan ke arah kanan, tepatnya di kanan adalah jalan menuju arah pegunungan sedangkan yang benar adalah ke arah kiri, karena dari arah kiri menuju pedesaaan dan akan kembali menuju sungai.
Mereka terus berjalan menelusuri perkebunan teh, dan mereka sampai di tengah perjalanan, tidak ada satu orang pun di sana , karena jalan begitu buntu. Hanya ada akses menuju hutan dan pegunungan.
" Capek banget!" dengus Karin sambil duduk di bawah rerumputan
" Kayaknya kita salah jalur, ini kan arah hutan?" ucap Kiara
" Jadi gimana kalau kita salah jalur! ahh, Rangga juga kenapa harus satu tim dengan Nadine sih!" celoteh Elea
" Di sana ada tempat untuk sekedar bersantai, bagaimana kalau kita ke sana?" ucap Kiara yang menunjuk gubuk tua di tengah hutan
" Tapi, itu kayak hutan, serem banget! bagaimana kalau ada hewan buas dan hantu?" ucap Karin yang mulai mencurigai bangunan berbentuk gubuk tua tersebut.
" Jaman sekarang mana ada hantu sih! yang ada hantu juga takut melihat kamu rin!" ucap Elea sambil tertawa.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk sampai ke tempat persinggahan, tempat yang lumayan sejuk karena berada di tengah hutan di hiasi oleh pepohonan yang menjulang tinggi, dengan senang hati mereka menemuka tempat untuk bersinggah dan melepas lelah karena perjalanan sangat jauh.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, komen, dan Vote yah! Makasih sudah setia membaca cerita aku!