My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kebahagiaan ( THE END)



Beberapa bulan kemudian


" Happy Anniversary "


Setelah bangun dari tidur nya, Adnan langsung bersiap-siap menyuruh semua orang rumah untuk merayakan hari pernikahan nya yang ke dua tahun tepat nya hari ini, dan sebagai hari perayaan bagi kedua orang tua nya yang bersatu kembali.


Malam ini tepat pukul 23.40 Wib, Adnan dan pekerja rumah nya melakukan kegiatan yang tanpa di ketahui oleh Aleyna, karena ia masih tertidur.


Adnan memilih tempat yang menurut nya paling indah yaitu di halaman belakang tepat nya di dekat kolam renang.


Halaman yang cukup luas dengan di hiasi oleh lampu lampu, namun Adnan ingin mengubah nya menjadi tempat indah nan romantis, ia sudah bekerja sama dengan kedua orang tua nya bahkan kedua mertua nya serta Daniel dan Susan yang di undang untuk datang ke acara ini, terkecuali Reyna dan Fandy yang masih betah di Australia. Namun adnan sudah mengabari kedua nya agar tetap berkomunikasi lewat sambungan video.


Halaman belakang rumah Adnan sudah sangat ramai sekali, mereka dengan kompak menghias taman belakang dengan taburan bunga mawar bahkan lilin yang telah di nyalakan beserta lampu lampu yang berpijar.


Menurut Adnan, ini hanya sebuah kejutan kecil tapi, Adnan sudah menyiapkan hadiah yang istimewa untuk Aleyna.


Aleyna yang sudah setia menemani Adnan dua tahun belakangan ini.


tidak lupa juga Adnan menghias kamar serta tangga yang di penuhi dengan taburan bunga mawar, Adnan sengaja tidak membangunkan Aleyna, karena ia ingin membuat sebuah kejutan yang begitu istimewa di hari pernikahan nya yang kedua tahun,tahun lalu Aleyna maupun Adnan hanya merayakan nya berdua tapi kali ini, rumah nya benar-benar ramai di penuhi oleh semua keluarga maupun kerabat.


Adnan pun sudah rapih, ia memakai jas hitam dengan di padukan kemeja putih, ia nampak tampan sekali.



" Semua nya sudah siap?" tanya Adnan ia begitu gagah memakai jas hitam


" Tenang saja Nak, semua nya beres." ucap Bunda Widya.


" Anak mantu ganteng banget. " ucap Mama Venna yang terpukau melihat penampilan Adnan.


" Siapa dulu, bunda nya!" ucap Widya


" Aleyna begitu beruntung memiliki suami seperti Adnan. " ucap Mama Venna sambil tersenyum .


" Ma, Adnan juga beruntung mempunyai istri seperti Aleyna. Dan Adnan ingin mengucapkan terimakasih banyak Ma, karena Mama telah melahirkan bidadari tanpa sayap untuk Adnan. " ucap nya sambil tersenyum


" Mama bangga dengan kamu!" ucap Venna


Adnan pun segera melihat kondisi di kamar, kebetulan Alvin dan Elea pun terbangun mereka sedang bermain bersama Mirna dan juga Rio, sementara bi Nani sibuk menyiapkan hidangan makanan untuk keluarga.


Tak lama Daniel beserta susan pun datang dengan membawa baby Dylan yang masih berusia beberapa bulan.


" Nan, selamat hari jadi pernikahan. tidak terasa akan secepat itu. " ucap Daniel sambil tersenyum dan menjabat tangan Adnan.


" Loh, nyonya yang punya rumah kemana?" ucap Susan karena ia tidak melihat batang hidung Aleyna.


" Kalian ikut, merayakan nya. karena Aku sengaja tidak membangunkan Aleyna, dan ia tidak tahu kalau malam ini akan ada kejutan. " ucap Adnan nampak bahagia.


" Kalau soal kejutan, aku jago nya... " ucap Daniel


" Jangan deh, kalau Kak Daniel yang buat malah bukan kejutan lagi, tapi berantakan!" ucap Susan sambil meledek Daniel


" Ayo segera masuk!" ucap Adnan sambil menyambut Daniel dan Susan untuk masuk.


Adnan juga menyewa pemain biola dan gitar serta satu penyanyi yang akan mengiringi romantisnya Adnan dan Aleyna.


" Adnan, ayo bangunkan Aleyna!" ucap Bunda Widya.


Adnan pun segera bergegas menuju kamar, ia menaiki anak tangga satu persatu karena tangga tersebut sudah di hiasi oleh taburan bunga.


tunggu aku sayang....


Adnan segera bergegas, ia sudah tidak sabar ingin segera memberikan kejutan kepada Aleyna.


Adnan membuka pintu dengan perlahan, ia memghidupakan lampu, dan segera mematikan Ac, karena ini cara yang ampuh untuk membangunkan Aleyna.


" sayang, bangun..." bisik Adnan di telinga Aleyna.


" Ummmmhhhh...... "


" Sayang, ayo cepat bangun!" ucap Adnan yang terus menggoyahkan tubuh Aleyna.


" Mmmhh.. Iya mas, ada apa sih" ucap nya khas suara serak nya yang baru bangun dari tidur nya.


Aleyna pun beranjak bangun,namun ia mencium wangi parfum di baju Adnan, parfum khas Adnan yang sangat menusuk di hidung nya, Aleyna sudah hafal.


" Sayang, kamu mau kemana pakai baju formal kayak gini?" ucap Aleyna merasa heran.


" Aku hanya ingin memakainya saja!" ucap Adnan sambil tersenyum


" Tidak! Aku curiga denganmu.. " ketus Aleyna sambil memutari tubuh Adnan dan memperhatikan gerak gerik Adnan.


" Kenapa sayang? Apa yang patut kamu curigai.?" tanya Adnan


Aleyna mendengus , ia mencium aroma tubuh Adnan, wangi sekali dan menyegarkan. Aleyna sangat menyukai nya.


" Jangan-jangan kamu pergi ke pesta tanpa aku? jujur sayang!" ucap Aleyna sambil melotot ke arah Adnan.


" Hah? memang nya kenapa kalau aku pergi ke pesta?" ucap Adnan sambil tertawa


Aleyna semakin kesal, ia segera mencubit perut Adnan dengan sangat kencang sampai empunya merintih kesakitan.


" Aw, sakit sayang.... " rintih nya.


" itu belum seberapa! awas saja kalau kamu berani pergi ke pesta tanpa aku!" ucap Aleyna yang bergegas pergi namun Adnan berhasil menarik tubuh nya hingga, Aleyna jatuh di pelukan Adnan.


*Visual Aleyna pas bangun tidur



" ikut aku!" ucap Adnan sambil menarik tangan Aleyna.


" Mau kemana Mas! Aku ngantuk mau tidur!" dengus Aleyna.


" Ikuti saja. " ucap Adnan ia menyuruh Aleyna untuk keluar.


Dan setelah ia membuka pintu kamar nya, Aleyna begitu terkejut melihat taburan bunga yang membentuk jalan, ia bahkan tidak menyangka, dan ia tidak ingat ini hari apa? atau ada kejutan apa.


Aleyna pun nampak terdiam, ia masih terkejut dengan semua nya.


(penampakan ruangan nya. )




Adnan sengaja mematikan semua lampu di rumah ini, hanya ada bantuan cahaya lilin yang mampu menyinari gelapnya malam.


" Sayang, ini ada apa? kamu menyembunyikan sesuatu yang aku sendiri tidak mengetahui nya?" tanya Aleyna ia berjalan menuruni anak tangga, dan semakin penasaran.


Aleyna melompat dengan senang nya, ia bahkan semakin tidak sabar ingin melihat kejutan apalagi yang akan di buat oleh Adnan.


" jadi kamu sedang membuat kejutan untuk ku, sayang? " tanya Aleyna dengan senyuman nakal nya. bahkan ia menyentil hidung Adnan dan menariknya.


Adnan hanya mengangguk, dan sesekali mencium kening Aleyna.


" Tapi kan aku nggak ulang tahun Mas." ucap Aleyna, bahkan ia melupakan hari jadi pernikahan nya yang ke dua tahun


" Jadi, kamu melupakan nya?" ucap Adnan merasa kesal.


" Beri tahu aku, sayang! " ucap Aleyna menarik jas Adnan hingga tubuh nya menempel dengan Adnan.


Ah, senjata Aleyna untuk memancing Adnan yaitu, mendekati dan menatap Adnan dengan wajah centil nya, dan membuat Adnan semakin tergoda.


" Ikuti saja. " ucap Adnan sambil tersenyum


" Baik, kalau gitu! aku akan mengikuti arahan dari mu. " ucap Aleyna yang bersemangat menelusuri jalan menuju halaman belakang.


Pergi ke halaman belakang? kira-kira ada apa? di belakang? lagi pula aku tidak ulang tahun?


dengan penuh rasa penasaran Aleyna pun pergi ke halaman belakang dengan di ikuti oleh Adnan.


Dan ketika ia sudah sampai di halaman belakang, semua yang hadir pun ikut bersorak ria bahkan menyambut kedatangan Aleyna.


" Happy Anniversary Aleyna dan Adnan"


Semua nya sorak menyambut Aleyna dan Adnan sambil melempar kertas kertas kecil le arah Aleyna.


Aleyna nampak tercengang, ia bahkan masih diam membisu karena ia begitu terkejut dengan semua orang yang hadir di sini, dan segala hiasan yang begitu indah.


(Penampakan Hiasan meja makan)



" Sayang, jadi malam ini hari jadi pernikahan kita? maaf sayang aku melupakan nya. " ucap Aleyna yang langsung memeluk Adnan.


Iringan musik nan indah dan syahdu pun membuat suasana menjadi lebih romantis, Adnan menatap wajah Aleyn dengan perasaan penuh kasih sayang.


" Kamu jahat Mas!" ucap Aleyna sambil menangis


" Kok jahat sih?" ucap Adnan


" Aaaaah, aku kan baru bangun tidur ! jelek kayak gini, sedangkan kamu sudah tampan. Aku sebel sama kamu. " ucap Aleyna sambil cemberut.


Adnan pun menggendong tubuh mungil Aleyna ke tengah keramaian, mereka pun bersorak sambil berdansa di iringi oleh biola dan gitar.


Dan lagu indah nan romantis.


Memenangkan hatiku bukanlah satu hal yang mudah, Kau berhasil membuat ku tak bisa hidup tanpamu. Menjaga cinta itu bukanlah suatu hal yang mudah, namun tak sedetik pun tak pernah kau berpaling dariku. Beruntungnya aku dimiliki kamu.. Kamu adalah bukti dari cantiknya paras dan hati, kau jadi harmoni saat ku bernyanyi tentang terang dan gelapnya hidup ini. Kkaulah bentuk terindah dari baiknya Tuhan padaku.. Waktu tak mengusaikan cantikmu. Kau wanita terhebat bagiku, tolong kamu camkan itu.


Adnan menatap wajah Aleyna, ia melingkarkan jari-jari nya dengan Aleyna. di dekatkan nya bibir nya ke arah telinga Aleyna. ia berbisik sambil sesekali mencium pipi Aleyna.


" Selamat hari jadi pernikahan kita yang ke dua tahun sayang, semoga di hari ini, esok dan seterus nya kita selalu bersama, melewati hari-hari bahkan tahun demi tahun, kamu akan selalu bersama ku. Istriku" ucap Adnan sambil memeluk Aleyna dan berdansa menikmati alunan musik.


" Sayang, aku begitu mencintaimu. Aku tidak tahu harus mengungkap kan nya lewat apa? yang pasti aku sangat mencintai kamu." ucap Aleyna sambil membalas pelukan adnan.


Tak lama, Adnan pun memberikan kejutan lain yaitu kotak hadiah yang amat besar yang sudah di siapkan


" Buka dong Aleyna.... " teriak Susan


" Ayo buka nak!" ucap Mama Venna


" Buka buka.... " sorak bunda Widya.


Tak lama, Aleyna pun membuka kotak hadiah yang begitu besar bahkan lebih besar dari tubuh nya.


" Kamu akan menyukai nya sayang... " ucap Adnan.


Tak lama kotak hadiah itu terbuka, dan ternyata di dalam nya adalah mobil sport berwarna pink yang sudah Aleyna inginkan sejak dua bulan terakhir ini, dan Adnan mewujudkan nya sekarang.


( Kotak hadiah)



Lagi dan lagi Aleyna merasa terkejut, ia bahkan menangia sambil memeluk Adnan ia amat bersyukur memiliki Adnan yang begitu romantis sampai detik ini.


" Sayang, terimakasih untuk segala nya! Aku mencintai mu.... " ucap Aleyna


Adnan pun mencium istri nya tersebut, tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar nya toh, Aleyna adalah milik nya. Tidak akan ada yang bisa mengambil nya dari Adnan.


" Aku sangat mencintai mu... " ucap Adnan sambil menikmati ciuman secara tiba-tiba teesebut dan Aleyna menerima nya.


Sementara yang lain begitu bahagia, Entah Susan dan Daniel serta Reyna dan Fandy yang menonton lewat sambungan video.


Mereka sangat bahagia, bahkan hari ini merupakan hari kebahagiaan bagi semua nya.


Kebahagiaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, biarlah cinta antara Adnan dan Aleyna menjadi sebuah kenangan, kenangan yang tidak akan terlupakan.


PEMERAN PENDUKUNG :


DOKTER FANDY :



Reyna



DOKTER DANIEL



Susan



--------- THE END--------


Catatan :


GUYS, AUTHOR MAU UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH.


Aku bahagia sekali, karena atas dukungan kalian, aku bisa seperti ini.


dan memang cerita nya sudah berakhir guys, terimakasih sudah mendukung author selama ini.


I Love you all ,♥️