My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Detektif Handal



" Nasya .... "


" Nasya ..... kamu mau kemana "


" Nasya ... tunggu aku Nasya... "


" Nasya ... "


Gadis itu berlari sangat cepat, Kini Fandy pun mengejar Nasya yang telah memasuki mobil hitam Fortuner, Mobil itu melaju dengan sangat cepat, lalu Fandy pun segera menancapkan Gas nya untuk menyusul Nasya, karena Nasya lah yang mampu mengubah titik terang hidup Fandy, Karena Josephine akan mengembalikan Seluruh Aset kekayaan Orang tua Fandy jika Nasya kembali dengan nya .


Dengan sangat cepat, Mobil Sport milik dr. Fandy melaju sangat cepat, Mengejar mobil Fortuner hitam yang di tumpangi Nasya, Namun mobil Fortuner itu melaju dengan sangat cepat, Dan Fandy pun kehilangan jejak mobil yang di Tumpangi Nasya.


" sialan .. " Ucap nya


Namun, Fandy sedikit mengetahui terakhir kali mobil Fortuner itu belok ke arah kanan, ini cukup menjadi sasaran untuk fandy . Agar bisa dengan mudah mencari keberadaan Nasya, entah apa alasan Nasya yang nampak menghindar ketika menatap wajah Fandy, Mungkin ia tidak ingin di ganggu dengan masalah yang amat rumit ini, Antara dia dan Josephine .


Bergegas Fandy menuju Rumah Sakit untuk mengajak Adnan dan Daniel bekerja sama untuk mencari tahu keberadaan Nasya. Karena Nasya jalan satu satu nya, Agar Fandy mempunyai celah untuk mendapatkan kembali Rumah beserta Aset kekayaan peninggalan dari kedua orang tua nya. Ia mengarahkan mobil nya menuju Rumah Sakit, Karena arah yang berbeda.


Setelah sampai di Rumah Sakit, dr Fandy menemui dr Adnan yang sedang berada di ruangan nya, memang hari ini ia sangat sibuk sampai tidak mengangkat telepon dari Fandy berkali kali, Hari ini memang jadwal Fandy untuk libur jadi ia mempunyai banyak kesempatan untuk mencari info tentang Nasya, yang baru saja ia temukan tadi . Namun sayang nya, ia gagal untuk membawa Nasya bertemu dengan Josephine, Karena sudah terbiasa di ruangan Adnan yang amat besar berbeda dengan ruangan Fandy, Yah wajar saja, ia memang dokter spesialis, Fandy pun menyandarkan bahu nya di sofa yang terletak di ruangan dr. Adnan


" Aku benar benar bodoh nan " Ucap Fandy sambil memegangi kepala nya dengan kedua telungkup tangan nya.


" Ada masalah apa lagi ?" Ucap Adnan sambil menikmati Jus jeruk kesukaan nya.


" Ibu nya Reyna memberi ku Sanksi, Aku harus menikahi nya minggu depan " Ucap Fandy dengan wajah yang amat kalut


" Kalau kamu siap untuk menikahi Reyna minggu depan, kenapa tidak ?"


" Menikah itu tidak gampang, Aku tidak mempunyai uang sebanyak itu untuk menikahi Gadisku "


" Lalu apa yang akan kamu lakukan, Tidak mungkin kamu menggagalkan semua nya "


" Aku menemukan Nasya di jalan Senopati, Dan dia memakai penutup wajah, akan tetapi aku mengenali nya ketika mobil ku tidak sengaja sempat ingin menabrak nya "


" Kalau begitu, kita harus mencari Nasya secepat nya, Sebelum hari pernikahan mu dengan Reyna "


Tak lama dr. Daniel pun datang menghampiri dr. Adnan beserta dr. Fandy yang tengah asik berbincang mengenai masalah dr. Fandy.


Dan kini ketiga dokter muda itu berkumpul di ruangan Adnan untuk menyelesaikan semua masalah yang Fandy hadapi sekarang, Karena diantara mereka hanya Fandy lah yang belum menikah, Namun Adnan dan Daniel pun tidak akan diam saja, mereka sepakat untuk mencari Nasya malam ini.


" Aku menghubungi Aleyna dulu, kalau malam ini aku tidak pulang, aku takut dia mencari ku " Ucap Adnan lalu merogoh handphone nya di dalam saku celana nya, Namun Fandy mencegah nya ia tidak ingin masalah ini di sangkut pautkan dengan wanita karena akan rumit


" Jangan khawatir, Cukup malam ini kalian membantu ku , Tanpa wanita wanita mu "


" Yasudah kalau itu mau mu "


" Bawa mobil ku saja " Ucap Adnan lalu memberi kunci mobil itu kepada Fandy


Namun, Setelah dr. Adnan beserta dr Daniel menyelesaikan tugas nya , Akhir nya setelah jam pulang ketiga dokter muda itu pun melanjutkan misi nya untuk mencari Nasya karena Jalan satu satu nya Adalah Nasya , Karena mengingat pengusaha tersohor Josephine yang akan memberikan setengah Aset kekayaan nya apabila ada orang lain menemukan Nasya , Karena Nasya adalah anak semata wayang dari Josephine


" Aku saja yang mengemudikan mobil nya " Ucap Daniel langsung meraih kunci mobil dari Adnan


Ketiga Dokter muda itu pun melangkahkan kaki dan mulai beraksi untuk membantu sahabat mereka yang sedang berjuang dalam menggapai kisah cinta nya yang penuh dengan drama dan pertikaian bahkan perjuangan, kalau di ingat kembali memang kisah cinta Fandy tidak semulus Kisah cinta Adnan dan Aleyna mau pun Daniel dan Susan , Namun Kisah Cinta Fandy sangat lah rumit di mulai ketika Fandy terhalang restu oleh Bunda Ratih bahkan ia sempat akan di jodohkan dengan wanita lain dan Sekarang ketika semua nya kembali, Ia malah terhalang segala nya, Adnan dan Daniel bisa saja membantu Fandy membiayai semua Wedding organizer yang Fandy sewa, Namun Fandy bukan lah tipe orang yang gampang menyerah bahkan hanya dengan Reyna lah iya sangat Ambisi mendapatkan semua nya, Karena Fandy sendiri tidak ingin hidup bergantung dengan kedua sahabat nya itu, memang lah hidup Fandy tidak mewah seperti dulu, Tapi ia senang di kehidupan nya sekarang,di Tengah kegelapan hidup Ada penerang yang hadir di hidup nya yaitu Gadis nya bernama Reyna, Yang selama ini ia tidak menyangka kalau ia akan mencintai gadis kecil itu, apa suatu kebetulan kalau Ia mencintai sahabat dari Istri nya Adnan, Dan Tidak di sangka juga Cinta datang begitu cepat seiring dengan berjalan nya waktu dan sering nya mereka bertemu, Cinta datang tanpa di Cari, bahkan ia datang dengan sendiri nya.


" Kalau misi kita berhasil, Kita dapat imbalan nggak ?" Celetuk Daniel sambil tertawa


" Jangan begitu lah, Aku ini Miskin sedang menuju Kaya " Ucap Fandy sambil tertawa


" Pecel lele pinggir jalan juga boleh " Sahut Adnan yang duduk di bangku belakang


" Sejak kapan kamu suka pecel lele Nan ?" Tanya Fandy


" Sejak tahu kalau sahabat ku ini tidak mampu membeli Sushi " Celetuk Adnan sambil tertawa


" Sialan ... Mentang mentang duit mu banyak " Ucap Fandy lagi


Adnan dan Daniel pun tertawa , mereka sangat merindukan hal seperti ini, Mereka mengingat masa masa dimana Mereka sedang berjuang menjalankan Koas di Rumah Sakit, Bahkan Waktu yang mereka habiskan lebih banyak di Rumah Sakit daripada di Rumah sendiri, Ini yang menyebabkan mereka tidak memiliki waktu untuk mencari wanita, karena waktu yang mereka habiskan hanya untuk belajar dan belajar, wajar saja sebagian dari mereka memang baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kali seperti Cinta Adnan ke Aleyna, Karena Aleyna lah wanita pertama yang mampu menarik hati Adnan, Dan Cinta Fandy yang tetap kokoh untuk Reyna walaupun Reyna cinta pertama nya, Terkecuali dengan Daniel karena ia memang dulu terkenal mempunyai banya teman wanita di banding Adnan dan Fandy .


Malam ini, memang mereka mengenakan Jaket hitam beserta Topi hitam dan penutup wajah, Yang memang mereka membeli nya di pinggir jalan, Ini untuk menjalankan Tugas mereka mencari Nasya, Mereka turun dari mobil dan berjalan mengendap endap ke kompleks perumahan Senopati, Terakhir kali mobil Nasya membelokkan Arah menuju Kompleks Senopati, Fandy sangat berharap Ia bisa menemukan Nasya, Agar Rencana malam ini tidak sia sia .


" Detektif Adnan " Sahut Adnan ketika mengenakan masker hitam untuk menutupi wajah tampan nya .


" Kalau gitu, jadi Detektif saja Nan, kamu lebih cocok " Sahut Daniel


" Berisik !!! " Sahut Fandy ketika berjalan mengendap agar tidak ketahuan


" Sebenar nya kita mau mencari Nasya apa mau mencuri Ayam tetangga sih " Ucap dr. Adnan karena mereka bersembunyi di belakang rumah orang lain


sambil tertawa namun secara perlahan


" Ingat istri di rumah, Nan Anak mu nangis di rumah ingat, Istighfar Nan " Celetuk Fandy sambil tertawa


" Tenang saja, mereka sudah tidur " Ucap Adnan sambil tertawa lagi


Namun, Di tengah keseriusan nya mencari keberadaan Nasya, Mereka pun melihat sosok suami dari Nasya yaitu Reyhan, Kakak angkat dari Reyna yang sekarang bahkan Reyna tidak mengetahui kabar Reyhan selanjutnya, Dan kini Lelaki itu menampakkan wajah nya, Ia memasuki salah satu Rumah di Perumahan ini, Mereka Yakin Rumah itu tempat tinggal mereka selama ini, Dan dengan langkah yang pelan mereka pun mengikuti Reyhan, Jejak Reyhan begitu cepat , Sampai Mereka hampir kehilangan jejak nya, Dan sampai lah di Rumah yang cukup Minimalis dan Sederhana, yang cukup untuk satu keluarga saja, Mereka menatap dan meneropong dari jarak yang tidak terlalu jauh, Dan benar saja, Rumah itu milik Nasya tempat bersembunyi mereka selama ini .


" Itu Nasya Fan ! " Ucap Adnan begitu terkejut


" Jadi selama ini mereka bersembunyi di rumah ini " Ucap Fandy sedikit kesal kalau melihat wajah Reyhan yang dulu dekat dengan Reyna .


Tak menunggu waktu lama, Mereka pun melanjutkan misi mereka, Untuk mendatangi Rumah Nasya, meski jam sudah menunjukkan pukul 9 malam .


Sementara Aleyna di rumah mengharapkan kedatangan Adnan karena ia susah sekali untuk di hubungi, Tidak biasa nya Adnan bersikap seperti ini, Setelah menidurkan kedua bayi nya, Aleyna panik karena menunggu Adnan yang tak kunjung pulang, harus nya ia pulang sekitar jam 5 sore namun, kali ini Adnan bahkan tidak mengangkat telepon dari Aleyna bahkan ia tidak menghubungi Aleyna . Tak menunggu waktu lama, Aleyna pun menelpon Bunda Widya untuk menanyakan keberadaan Adnan, namun tetap saja Adnan tidak berada di sana, lalu ia memutuskan untuk menelpon Susan, barang kali Adnan sedang dengan Daniel.


" Suami ku ada di rumah mu nggak San ?" Sahut Aleyna dalam sambungan telepon


" Tidak ada, Bahkan aku sedang menunggu suami ku pulang, ini sudah malam dan dia tidak mengabari ku sama sekali " Jawab Susan yang memang sedang menunggu Suami nya untuk pulang


" Jangan jangan mereka pergi berdua? " Ucap Aleyna lagi


" Dan barusan Reyna menghubungi ku Kalau Fandy juga tidak ada kabar " Sahut Susan lagi


" Bagaimana kalau kita nekat mencari mereka " Ucap Aleyna yang sudah naik pitam karena terlalu lama menunggu kabar dari Adnan.


Aleyna pun menutup sambungan telepon nya, Dan memang baru kali ini Adnan bersikap seperti ini, tidak seperti biasa nya


Ia pun menyuruh Susan beserta Reyna untuk ke Rumah nya mencari keberadaan Suami mereka, Karena ia khawatir ada hal buruk terjadi denhan mereka.


" keterlaluan, Jam segini belum pulang Juga " Ucap Aleyna sambil terus bolak balik dan memainkan handphone nya.


" Awas saja kalau sampai Mas Adnan pulang pagi ! Aku tidak mau memaafkan nya, Bisa bisa nya ia bersenang senang dengan teman teman nya, sedangkan Aku di rumah mengurus kedua anak nya sendiri " Celoteh Aleyna karena sudah teramat kesal


Sudah sekitar tiga puluh menit menunggu kehadiran Susan dan Reyna ke rumah nya, Akhir nya mereka pun sampai ke Rumah Aleyna, karena sangat khawatir dengan keberadaan suami mereka yang ntah di mana ada nya, yang pasti mereka menunggu dengan rasa cemas dan takut terjadi apa apa dengan mereka .


" Aku yakin mereka bertiga pergi secara bersamaan " Ucap Aleyna


" Dan kemana mereka pergi nya ?" Ucap Susan yang amat khawatir


" Mana aku tahu San, kalau saja Aku punya Teropong masa depan, Aku ngga akan Khawatir seperti ini " Ucap Aleyna


" Aku lebih khawatir, Aku takut terjadi apa apa dengan beruang kutub ku, karena kemarin sore, Bunda menyuruh Fandy untuk menikahi ku minggu depan " Ucap Reyna yang membuat kedua sahabat nya begitu terkejut


" Serius Rey .. Jangan jangan mereka sedang menghabiskan waktu mereka karena sebentar lagi, Fandy akan menyudahi masa lajang nya ?" Ucap Aleyna begitu Yakin dengan perkataan nya


" Apa seorang Dokter menghabiskan waktu dengan cara seperti ini, Justru ini membuang waktu saja " Celoteh Susan yang sudah geram


" Aku takut mereka akan pergi ke club malam " Ucap Reyna


" Ah.. Tidak mungkin ! Aku tahu seorang Dokter sangat menjaga kesehatan nya , Kamu tahu bir tidak baik untuk kesehatan mereka " Ucap Aleyan lagi


" Aku setuju dengan Aleyna karena semenjak menikah dengan dr. Daniel juga aku tidak mencium bau Alkohol " Ucap Susan


" Kalau begitu, kemana mereka pergi ! " Ucap Reyna sudah sangat Frustasi


" Kalau kita keluar untuk mencari mereka malam ini bagaimana ?" Ucap Aleyna


" Ide yang bagus, karena kita sebagai wanita tidak mungkin menunggu di Rumah begitu saja " Ucap Susan


" Jangan deh, nanti kalau mereka pulang bagaimana, sedangkan kita sedang di luar ?" Ucap Reyna begitu cemas


" Benar juga, Aku takut anak anak ku bangun" Ucap Aleyna lalu kembali duduk di Sofa besar milik nya .


" Mengapa cowok itu menyebalkan, Bahkan ketika mereka kumpul bareng, mereka melupakan kita, Sedangkan kalau kita kumpul bareng kita malah fokus ke mereka " Ucap Susan begitu emosi


" Nama nya juga cowok, Kalau ngga nyebelin yah ngangenin " Sahut Reyna lagi .


Akhir nya mereka memutuskan untuk berdiam diri di rumah dan kembali ke Rumah masing masing karena takut mereka kembali ke Rumah, dan yang pasti nya mereka akan memberikan hukuman kepada pasangan mereka karena telah mengabaikan mereka begitu saja.


Aduh, Detectif Tampan semangat yah :) dan buat istri istri tercinta, Sabar ya menunggu sang suami kembali :)