My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kenakalan para Istri



Setelah selesai berdebat mengenai Bikini yang ingin Aleyna pakai akhirnya, Adnan pun membuka pintu ruangan ganti yang tadi sempat ia kunci bersama Aleyna di dalam nya, Adnan begitu terkejut karena Aleyna sudah mengganti pakaian bahkan ia memakai jeans yang robek di bagian lutut nya dan memadukan nya dengan jeans. Aleyna sudah seperti pembalap motor saja, karena ia juga memakai topi serta jaket jeans yang pendek.


Adnan mengulaskan senyum di bibir nya tatkala melihat penampilan Aleyna ntah ada rasa bahagia karena Aleyna sudah tidak lagi memakai bikini, tapi disisi lain Adnan juga sempat tertawa karena mungkin saja Aleyna salah kostum padahal mereka akan pergi ke pantai tapi style Aleyna mirip seperti anak pembalap motor saja.


Aleyna memang mantan pembalap motor!


Adnan menatap Aleyna sambil melemparkan senyuman menggoda kepasa Aleyna.


"Mengapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Aleyna merasa heran.


" Kau tidak salah memakai baju seperti ini?" ucap Adnan sambil tertawa


Aleyna pun kesal, ia menarik baju Adnan dan tubuh Adnan semakin dekat dengan tubuh mungil Aleyna.


" Jadi kamu lebih suka aku pakai baju seperti ini, atau pake bikini ! " Ucap Aleyna


Adnan pun menelan ludah, karena Aleyna menatap nya dengan tatapan sangar nya.


namun sedikit menggoda dan Adnan menyukai itu.


" Aku lebih menyukai kamu seperti ini, sayang" jawab Adnan sambil merangkul tubuh mungil Aleyna


" Kalau suka berhentilah tertawa dan jangan pernah komentar" ucap Aleyna sambil melepaskan rangkulan Adnan, tapi Adnan memang sengaja tidak ingin melepaskan nya.


" Sayang, lepaskan aku atau aku akan menggigit mu" ketus Aleyna, namun Adnan menghiraukan nya


" Aku tidak ingin melepaskan kamu, bukan kah kau sudah berjanji akan memberiku jatah?" ucap Adnan sampai membuat Aleyna membulatkan kedua bola mata nya.


Seperti nya dia tidak akan pernah melupakan perkataan ku....


Adnan pun memejamkan mata dan mengecup bibir mungil Aleyna.


" aku mencintai mu" ucap Adnan sambil menatap bola mata indah milik Aleyna


namun, tiba-tiba saja Rio datang di saat yang tidak tepat, padahal Adnan selalu menyuruhnya untuk tidak masuk kamar nya disaat ia dan Aleyna sedang berduaan tapi, kali ini Rio benar-benar menjengkel kan ia berani merusak momen romantis antara Aleyna dan Adnan.


" Pak Adnan, yang lain sudah menunggu..." ucap Rio namun perkataan nya terhenti ketika melihat Adnan dan Aleyna sedang berpelukan dan berciuman


Sialan! mengapa dia masuk ke kamar ku tanpa ijin!


Adnan pun melepaskan ciuman secara tiba-tiba itu, dan ia melirik ke arah Rio dan menyuruh Rio untuk menunggu .


" Siap pak.. " ucap Rio yang memang paham dengan perintah Adnan.


Adnan pun menggigit otot lengan Adnan yang kekar, ia bahkan sangat menyukai hal itu.


bisa-bisa nya dia mencium ku, lalu berhenti begitu saja.


" Lain kali, kau pastikan Asisten mu tidak sembarangan masuk ke kamar!" ucap Aleyna lalu pergi meninggalkan Adnan


" Aku lupa menutup pintu" ucap Adnan sambil mengacak-acak rambut nya sendiri.


Gagal lagi !


Adnan pun harus menghentikan keinginan nya untuk berduaan bersama Aleyna karena kedua sahabat nya sudah menunggu di loby untuk merencanakan keberangkatan ke Pantai Selok belanak yang terletak lumayan jauh dari Hotel yang mereka singgahi.


Setelah selesai membangunkan kedua anak kembar nya,Akhirnya Adnan dan Aleyna pun menuruni lift menuju loby untuk menyusul kedua sahabat nya beserta Bi Nani dan Mirna serta Rio.


" Lama banget sih, Ley !" ucap Reyna yang sedikit kesal sambil merangkul Fandy


" sabar dong. Maklum kan aku mengurus kedua baby kembar ku dulu" ucap Aleyna sambil tersenyum


Rio pun menatap ke arah Adnan dan Aleyna dan nampak nya Aleyna juga mengetahui kalau Rio sedang menatap nya karena baru saja ia melihat Adnan dan Aleyna sedang berciuman.


Ekhem..


Rio pun berdeham dan melirik ke arah Adnan


mengurus dua baby kembar? atau mengurus satu baby besar !


Adnan pun membulatkan kedua bola mata nya ke arah Rio, dan ia langsung beralih memandang Mirna karena ia takut kalau Bos nya itu ngamuk.


Bisa-bisa Rio bakalan di pecat....


" Kita tuh nungguin sampai dua jam loh, sampai Make up aku yang tadi nya on malah luntur " celoteh Reyna lagi


Aleyna pun tertawa mendengar ocehan Reyna.


" maklum Rey, kan mereka pengantin baru" sahut susan sambil tertawa meledek Aleyna


" Yang pengantin baru itu kalian, aku sudah Kadaluarsa" balas Aleyna sambil tertawa


" Memang nya makanan kali bisa kadaluwarsa" jawab Susan lagi


Tak lama Mini Bus yang mereka tumpangi pun datang , segera mereka bergegas untuk menaiki Mini Bus tersebut, memang mereka sengaja hanya membooking satu mini bus karena bisa muat banyak orang apalagi Aleyna membawa bi Nani dan anak nya beserta Rio.


Adnan pun duduk berdampingan dengan Aleyna, dan sambil memangku kedua anak kembar nya, namun sesekali Fandy malah meraih Alvin dari tangan Adnan karena sudah lama ia tidak bertemu dengan kedua anak kembar Adnan.


" Kelinci, aku mau ini !" ucap Fandy sambil menggendong Alvin


" Maka nya rajin bikin nya" bisik Reyna di telinga Fandy


" Bukan kah kita melakukan nya setiap hari?" ucap Fandy


" beruang kutub jaga bicara mu! jangan sampai terdengar oleh Aleyna dan Susan!" ucap Reyna sambil memperingati Fandy


namun disisi lain, Daniel pun meraih Elea dari tangan Aleyna bahkan ia sangat menyukai Elea yang rewel dan mudah tersenyum.


" Aku jadi merindukan Kiara " ucap Daniel sambil mengajak Elea bercanda


Yatuhan, aku tahu Daniel sangat menginginkan anak di dalam rumah tangga kita...


-


Rio pun menghampiri Mirna yang sedang sibuk mempersiapkan minuman serta makanan ringan untuk melengkapi perjalanan mereka yang memakan waktu selama tiga jam, Rio nampak dengan senang hati membantu Miran namun tatapan mata Rio tidak bisa di bohongi kalau ia memang menyukai Mirna, hanya saja ia belum memiliki momen yang tepat untuk mengungkap kan isi hati nya karena perkenalan mereka terlalu singkat.


" Biar aku bantu" ucap Rio dengan sigap menghampiri Mirna.


" Tidak usah Pak, nanti bapak cape" jawab Mirna


" Aku tidak akan cape, kalau kamu mau memberikan senyuman manis mu" goda Rio


" Bapak, bisa saja. saya jadi malu pak" ucap Mirna sambil tersipu malu.


" Aku seperti kenal senyuman mu itu" ucap Rio lagi


" masa sih Pak? memang mirip siapa ?" Tanya Mirna yang merasa penasaran.


" Mirip senyuman masa depan ku" ujar Rio sambil menatap ke arah Mirna.


Mirna pun membalas senyuman Rio bahkan ia semakin merasa nyaman dan terhibur dengan gombalan receh yang di berikan Rio untuk nya.


***


~ Yuhu liburan telah tiba ...


liburan telah tiba...


hore hore hore ...


Sorakan demi sorakan yang Aleyna dan Reyna beserta Susan teriakan, mereka nampak bahagia sambil sesekali menyanyi dan bersorak.


karena mimpi mereka selama ini terwujud meskipun dulu Aleyna bermimpi ingin mempunyai suami seorang pembalap terkenal dan Reyna ingin mempunyai seorang suami yang berprofesi sebagai penyanyi serta Susan yang menginginkan seorang suami Tentara nyata nya harus sirna karena ketiga nya sudah terbius olah cinta nya seorang dokter dan mereka tidak menolak kalau, Impian dan kenyataan kadang berbeda namun mereka bahagia menjalani nya.


Sudah hampir tiga tahun yang lalu mereka merencanakan liburan bersama di pulau lombok ini, dan memang salah satu impian mereka juga ingin mencoba mengendarai motor trail di Pantai Selong Belanak ini.


" Yeay akhirnya sampai " ujar mereka sambil berteriak sangat kencang .


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di Pantai Selok Belanak, Pantai yang indah dengan hamparan pasir putih dan desiran angin yang kencang membuat suasan liburan mereka semakin terasa bahagia.


Mereka pun saling merangkul pasangan masing-masing, sesekali menikmati deburan ombak di tepi pantai.


Adnan dan Aleyna pun menikmati setiap momen berharga bersama kedua anak nya bahkan mereka sama sekali bahagia....


" Sayang" Adnan pun menutupi pandangan Aleyna dengan tubuh nya yang tinggi


" Ada apa sih Mas?" ucap Aleyna sampai ia tidak bisa melihat apapun karena pandangan nya terhalangi oleh tubuh Adnan.


Adnan sengaja menutup mata Aleyna dengan merangkul nya sangat erat karena banyak sekali wisatawan dari mancanegera yang memang menggunakan Bikini ataupun Underware saja. Adnan tidak ingin Aleyna dan kedua anak nya melihat pemandangan seperti itu....


Ah, sebenarnya dia romantis atau tingkat Posessif nya yang berlebihan ?


Mereka pun telah menyewa Resort untuk berteduh dari terik nya matahari, meskipun baik untuk kesehatan tapi tetap saja seorang Adnan nampak memerah kulit nya kalau saja ia terlalu sering kena panas matahari.


Mereka pun istirahat sejenak, sambil meminum kelapa ijo, dan beberapa cemilan ringan yang sudah di siapkan oleh Bi Nani dan Mirna.


" Yeay akhirnya liburan kita terwujudkan girl's" ucap Reyna


" cheers"


mereka pun meminum nya...


Karena terik matahari yang nampak nya bersinar begitu kuat, membuat ketiga dokter itu lelah bahkan ia tak segan untuk beristirahat sejenak sambil membaringkan tubuh mereka.


" Kita tidur dulu " ucap Adnan sambil membaringkan tubuh nya


" Ayo, kebetulan aku juga lelah" jawab Fandy yang ikut menyusul


" Aku juga ngantuk" jawab Daniel


Karena angin nya yang kencang membuat ketiga dokter itu nyaman dan lelap dalam tidur nya.


Sementara Aleyna dan kedua sahabat nya hendak mencari komunitas Trail yang biasa nya ada di pantai selong belanak ini karena mereka akan ngetrek menggunakan motor trail di pantai ini, apalagi mereka sudah lama tidak mengendarai motor.


" Ayo, ley aku sudah lama tidak mengendarai motor lagi" ajak Reyna


" Iya Ley, ayolah kita balap lagi!" ajak Susan


" Tapi, kalau suami kita tahu bagaimana ?" Tanya Aleyna nampak bingung


" Ah, mereka sedang tidur jadi tidak akan tahu" jawab Reyna sambil melirik ke arah Fandy dan yang lain


" Kalau gitu,let's go!" ucap Aleyna sambil menitipkan anak anak nya ke bi Nani


Akhirnya mereka pun menelusuri area pantai untuk mencari komunitas motor trail di pantai selong belanak ini.


Hayo penaasaraaaan kan ?


kalian ngga mau vote gitu? author ngga semangat ini kalau kalian belom Vote


Jangan lupa


**vote


like


komen


love u guys**