
Setelah mengendap memasuki Area perumahan Senopati, ketiga dokter muda itu berhasil menemukan rumah Nasya dan Reyhan yang selama ini mereka cari, Perumahan ini memang sudah sangat sepi karena sudah semakin malam, Dan ketiga dokter muda itu menjalankan Aksi nya untuk menemui Nasya langsung ke rumah nya, Kebetulan Suami nya ada di rumah dengan sangat mudah Fandy dan Adnan beserta Daniel membujuk Nasya agar kembali pulang menemui Ayah nya yang kini sudah semakin berumur, Namun masih sangat Keras kepala dan kejam.
" Kamu siap ?" Ucap Adnan kepada Fandy ketika sudah sampai di gerbang depan rumah Nasya
" Demi gadisku, Aku siap " Ucap Fandy dengan sangat semangat demi Reyna
" Gerbang ini di kunci, bagaimana kita memasuki rumah ini " Ucap Daniel yang nampak bingung
" Kau ini, Kita panjat gerbang nya, sama seperti dulu ketika telat ke sekolah " Ucap Adnan sambil tertawa
Akhir nya ketiga dokter muda itu memanjat gerbang rumah Nasya dengan perlahan namun pasti, mereka memang sangat cekatan, dalam menjalankan aksi mereka, Dan berharap perjuangan nya tidak sia sia .
Tak lama mereka sudah sampai di titik perjuangan yaitu di depan pintu Rumah Nasya, tak ingin menunggu lama, Fandy pun mengetuk pintu Rumah Nasya, sudah ketiga kali mereka mengetuk pintu namun belum ada jawaban sama sekali dari sang pemilik rumah.
" Apa kau yakin ini rumah Nasya ?" Ucap Adnan karena ragu, sang pemilik rumah nampak tak bersuara
" Aku yakin, pria itu pergi ke rumah ini " Ucap Fandy dengan sangat yakin
"kalau gitu, coba sekali lagi "Ucap Daniel yang menyuruh Fandy untuk mengetuk kembali rumah Nasya
" Aku harap perjuangan ku tidak sia sia " Ucap Fandy dengan pasrah .
Mungkin ini cara yang bisa Fandy lakukan, semoga tidak sia sia, kalau melihat Wajah mungil Reyna yang menanti kepastian. Setelah kembali mengetuk pintu rumah Nasya dengan kepasrahan hati, tiba tiba saja ada seseorang yang membukakan pintu rumah Nasya, Dan orang itu Adalah Reyhan suami dari Nasya .
Ia pun menatap wajah ketiga dokter muda itu dengan sangat heran, nampak nya ia mengenali salah satu dari mereka karena ia sudah pernah bertemu dengan Fandy
" Kalian siapa ? Ada keperluan apa datang ke rumah ku " Ucap Reyhan dengan wajah jutek nya, Nampak nya ia terganggu dengan kedatangan mereka
" Aku ingin mencari Nasya " Ucap Fandy dengan tegas, dan tidak sabar
" Ada kepentingan apa, kamu mencari Nasya" Jawab Rey dengan sangat ketus
" Maaf sebelum nya, izinkan kami untuk bertemu dengan Nasya, karena keadaan nya sangat darurat sekali " Ucap Adnan yang meminta persetujuan kepada Reyhan
Namun, Di tengah pertikaian antara ketiga dokter muda itu bersama Reyhan, muncul lah sosok Nasya yang tengah berdiri di belakang Reyhan, Ia nampak terkejut dengan kedatangan Ketiga dokter muda. itu, bahkan ia sempat tidak percaya dengan kedatangan mereka, Nasya pun menghampiri Reyhan dan meminta Reyhan untuk mengajak nya masuk ke dalam rumah nya karena hari sudah semakin larut. Dan Nasya sendiri sebenarnya ingin sekali membantu Fandy, namun ia takut Josephine dan anak buah nya akan membunuh Reyhan. Setelah Adnan menceritakan semua masalah Fandy lewat sambungan telepon, Nasya memutuskan untuk pulang dari negara Eroupa, menuju Jakarta karena ia sempat pilu mendengar kisah Fandy yang di tinggal oleh ibu nya dan ia juga merasa bersalah karena Ayah nya sendiri menyita semua aset kekayaan milik keluarga Fandy, Rumah beserta villa yang Josephine sita, benar benar membuat Hati Nasya begitu hancur dan ia merasa malu , Namun setelah kepulangannya, Ia menemukan browsur tentang info kehilangan dirinya, dan di browsur itu tertulis , Josephine dan anak buah nya akan membunuh Reyhan, Ketakutan terbesar yang Nasya tidak menginginkan nya, Ia memutuskan untuk tinggal di perumahan yang amat terpencil yang berada di sebelah utara kota ini, ia ingin hidup tentram bersama suami dan kini, ia sedang mengandung anak dari pernikahan nya dengan Reyhan.
" Jadi,apa kamu mau membantu Fandy ?" Ucap Adnan kepada Nasya , namun Nasya sempat terdiam ia memikirkan kembali tentang keinginan nya
" Aku minta maaf .. Aku tidak bisa membantu mu Fan, Aku takut Ayah akan membunuh suami ku .. " Ucap Nasya sambil terisak
" kamu tidak usah khawatir , Aku pasti kan Josephine tidak akan berani membunuh Suami mu " Balas Fandy
" Kau tahu, Ayah ku sangat kejam bahkan ia tidak mempunyai hati, Bagaimana bisa kau menjamin kalau Suami ku tidak akan di bunuh " Ucap Nasya
" Mending kalian pergi dari Rumah ku, Aku dan istri ku sudah hidup tentram, tanpa kehadiran Jossephine dan kalian " Bentak Reyhan karena merasa terganggu .
" Beri kami kesempatan untuk meyakinkan kalian, Dan kami Janji Josephine tidak akan membunuh suami mu " Jawab Adnan
" Kami akan melindungi suami mu dari kejahatan " Ucap Daniel dengan penuh keyakinan
" Sekarang kalian pergi dari rumah saya ! " Bentak Reyhan dengan sangat keras nya
" Semua ini aku lakukan hanya demi Reyna ! Kalau saja aku tidak mencintai Reyna aku tidak anak nekat seperti ini ! " Bentak Fandy juga yang terbawa Emosi karena Reyhan selalu mengusir nya dari rumah nya itu Adnan dan Daniel pun menghalangi Fandy untuk tidak bertikai dengan Reyhan meski tatapan mereka kini semakin tajam
Reyhan diam sejenak, meresapi kata kata Fandy, Ia melupakan adik angkat nya itu selama ini, yang ntah bagaimana keadaan nya sekarang. Reyhan pun membantingkan tubuh nya ke Sofa dan ia nampak bersalah kalau harus menghalangi Fandy , Apalagi ini demi kebahagiaan Reyna namun disisi lain Nyawa nya terancam karena Josephine akan membunuh nya. Apa Reyhan harus mengalah dan menyerahkan Nasya dan anak yang ada di dalam kandungan Nasya ke Josephine ? Namun ada rasa keraguan yang amat dalam, Ia masih ingin tetap hidup melihat calon anak nya yang kini berada di kandungan Nasya.
Nasya pun ikut menenangkan Reyhan karena ia terbawa emosi, Sedangkan Nasya mencoba memikirkan kembali keinginan Fandy untuk menolong nya, Memang sikap Ayah nya begitu Egois tanpa memikirkan orang lain yang menderita dengan sikap nya yang seperti itu, Nasya pun merasa tak enak hati, ia percaya sepenuhnya kepada sahabat nya yaitu Adnan dan Fandy namun disisi lain, Reyhan nampak tidak suka dengan kehadiran mereka.
" Tolong percayakan itu semua kepada kami, Kami yakin Josephine tidak akan membunuh mu ! " Sahut Adnan yang sedari tadi menyaksikan pertikaian antara Reyhan dan Fandy
" Satu keinginan Josephine di masa tua nya ini, Ia ingin anak nya kembali dengan nya "
" Nasya, Ayah mu sudah tua renta, Yang is butuhkan sekarang kehadiran mu bukan harta mau pun tahta yang ia miliki, Karena harta terindah yang ia miliki hanya lah kamu, Dan satu orang yang kamu miliki yaitu Ayahmu yang selama ini bekerja keras hanya untuk menghidupi mu, dengan gaya yang berkelas hanya demi kamu ! "
Daniel pun menyahut ucapan Adna yang begitu dewasa, ia memang nampak tenang dalam berucap, sikap ini lah yang selalu membuat orang lain begitu di buai oleh kata demi kata dan lembut nya ucapan nya.
" Aku setuju dengan Adnan karena selama ada waktu, Sayangi lah Ayah mu sya. Yang sekarang sudah tua renta .. "
" Aku yakin dia bisa memaafkan semua kesalahan mu, dan bisa menerima Reyhan beserta anak yang ada di dalam kandungan mu .. " Ucap Fandy
Tak terasa perkataan yang di lontarkan ketiga dokter muda itu membuat, Nasya begitu tersentuh ia sadar selama ini ia belum bisa membahagiakan Ayah nya, Mungkin benar! Ini waktu nya Nasya membalas semua kasih sayang yang Josephine berikan untuk nya, Kalau bukan sekarang kapan lagi? toh, Josephine sudah berumur, Nasya pun meminta persetujuan Reyhan untuk menerima penawaran yang ketiga dokter muda itu.
" Kak Rey ... Sekira nya Kak Rey mau mengijinkan Aku untuk kembali bersama Ayah, Apa kak Rey setuju ?" Ucap Nasya dengan lembut nya.
Reyhan pun menghela nafas, ia terlalu Egois kalau mementingkan diri nya saja sedangkan selama ini, ia merasa bersalah menghamili Nasya bahkan membuat nya berpisah Jauh dengan Orang tua nya, Ia tidak ingin melukai hati Nasya terus menerus bahkan ini kesempatan Reyhan untuk membuktikan rasa cinta nya kepada Nasya, dan memperbaiki hubungan nya dengan Ayah dari Nasya.
Reyhan pun mengangkat dagu Nasya yang sedari tadi menundukkan kepala nya saja, nampak air mata menetes membasahi pipi nya, Ia nampak bersedih dan merindukan Ayah nya , Reyhan tidak ingin melihat Nasya seperti ini.
" Sayang ... Aku mengijinkan mu menerima penawaran dari mereka, Aku tidak ingin bersikap egois karena selama ini aku merasa bersalah karena telah mengambil mu dari Ayah mu "
Nasya begitu terkejut ketika mendengar penuturan Reyhan yang nampak tulus mengijinkan Nasya untuk kembali kepada Ayah nya. Dan Ketiga Dokter muda itu pun nampak lega, karena usaha nya semalaman ini tidak sia sia, Bahkan nyaris berhasil
" Kak Rey .. sungguh .. " Ucap Nasya seolah tidak percaya dengan ucapan Reyhan
Ia pun memeluk Reyhan dengan sangat erat, Ia bersyukur Reyhan bisa mengerti dengan semua keadaan ini, Sampai membuat ketiga Dokter muda itu terhanyut dalam kesedihan, Mereka sampai berkaca kaca melihat keromantisan pasangan Reyhan dan Nasya, Kalau saja Reyhan tidak datang di kehidupan Nasya mungkin Nasya sekarang yang akan menjadi pendamping Fandy namun tuhan berkehendak lain, memang kalau jodoh tidak akan kemana.
" Jadi kalian setuju dengan permintaan kami ?" Ucap Fandy yang menunggu kepastian jawaban dari Nasya
" Aku menyetujui, Demi Nasya dan Demi adik kecilku Reyna, Ia sangat mencintai mu " Ucap Reyhan kepada Fandy .
" Ekhemmmm .... "
" Ekhemmm... yang bentar lagi nikah "
" Uhuk ... uhuk ..."
Ucap Adnan dan Daniel yang berpura pura batuk dan berdeham, karena menyindir Fandy yang nampak sudah tidak sabar ingin segera menikahi Reyna, Ia nampak malu dan melukiskan senyum kecil di sudut bibir nya, Ia nampak bahagia dengan keputusan Reyhan dan Nasya. Sungguh usaha nya selama ini tidak sia sia.
" Kelinci kecil ku ... tunggu aku ..
aku akan menikahi mu ... " Batin Fandy, ia malah merindukan Reyna .
" Jangan kan Reyna ... Fandy juga sangat mencintai Reyna " celetuk Daniel sampai membuat semua orang di sana ketawa melihat Fandy yang nampak salah tingkah
" Kalau gitu,sekarang kita langsung menuju rumah Josephine " Ucap Adnan yang memulai kembali ke Misi selanjutnya
" Kalau gitu, Aku siap siap " Ucap Nasya dan Reyhan yang langsung segera mengganti pakaian nya .
Sementara ketiga Dokter muda itu pun bersiap siap menjalankan misi selanjut nya karena ini baru lah tahap awal untuk maju ke tahap berikut nya masih banyak rintangan dan halangan yang menanti di depan, namun tidak ada salah nya di iringi dengan usaha dan doa serta perjuangan yang tinggi, Sampai harus menguras jiwa dan raga, Namun ini semua mereka lakukan demi Fandy demi sahabat nya ..
Uhuk ... dr. Adnan sama dr. Daniel mulai Julid yahhh 😁😛😛