
Malam yang dingin disertai angin yang berhembus sangat kencang, namun tidak memudarkan semangat para penghuni kota untuk berkeliaran di malam hari, karena sudut kota begitu ramai, banyak kendaraan berlalu lalang memutari jalan.
Bahkan sesuai janji nya, Rangga akan menemui Meghan karena ada hal penting yang ingin Meghan katakan, entah Rangga tidak tahu yang pasti Rangga tidak ingin kesalahpahaman ini terus berlanjut, karena ia sudah lelah dengan semua masalah yang belakangan ini menerpa nya.
Tepat di depan gerbang rumah Meghan, Meghan berdiri sambil menunggu Rangga, wajah nya begitu gelisah. Rangga langsung menghampiri ia tidak ingin terlalu lama berada di rumah Meghan.
" Apa hal penting yang ingin kamu katakan, karena aku tidak memiliki banyak waktu!" ucap Rangga tanpa basa basi, bahkan Rangga tidak menanyakan kabar Meghan sedikitpun.
Meghan menghela nafas, sambil menyuruh Rangga untuk duduk.
" duduk lah, aku ingin kita membicarakan ini secara santai!" ucap Meghan yang membersihkan tempat untuk Rangga duduk, Akhirnya Rangga pun duduk di sebelah Meghan.
" Aku sudah bertemu dengan Elea, aku tahu , aku salah. karena aku yang membuat kesalahpahaman ini...." ucap Meghan dengan penuh kehilafan.
" Apa yang kamu katakan kepada Elea? " ucap Rangga begitu penasaran.
" Aku memang menyukai mu, aku mungkin terlalu agresif, tanpa memikirkan perasaan kamu ataupun Elea..."
Meghan diam sejenak.
" Tapi, ketika aku melihat kedua bola mata Elea, dia wanita yang tulus , bahkan rasa cinta nya amat besar kepada kamu Rangga, di bandingkan dengan aku..." ucap Meghan
" aku mohon, maafkan aku Rangga! Aku salah telah membuat hubungan kalian hancur, aku begitu menyesal ..." Ucap Meghan sambil menangis dan menyesali perbuatannya, Meghan bersandar di bahu Rangga.
" Maafkan aku Rangga, aku penyebab semua masalah kamu dan juga Elea..." Meghan terus menangis menyesali perbuatannya.
Rangga pun menjauh dari Meghan, ia mendorong tubuh meghan yang tengah bersandar di bahu nya.
" Cinta itu tidak bisa di paksa Meghan, Aku mencintai Elea, tidak mungkin aku mencintai dua wanita secara bersamaan...." ucap Rangga
" Aku mengerti, karena itu lebih baik aku menjadi sahabatmu, sama seperti dulu. aku akan membuang semua perasaanku terhadap kamu. Aku tidak ingin kamu membenciku...."
" Aku memaafkan semua kesalahan kamu, tapi aku sama sekali tidak bisa meluluhkan hati elea kembali..." ucap Rangga.
" Aku yakin kamu bisa Rangga..." ucap Meghan yang mengusap air mata nya, ia tidak ingin terus menerus mengharapkan Rangga.
***
pukul 20.17 wib
Padahal malam ini begitu dingin, tapi entah kenapa Elea begitu gelisah, ia menatap jam dinding di dalam kamarnya, masih sangat sore untuk segera memejamkan mata, Elea bangun dari tidurnya dan segera membuka jendela kamar nya yang berada di lantai atas, ia menatap bintang yang bersinar, Angin terus berhembus sampai membuat rambut Elea yang sedang terurai berterbangan.
" Apa aku terlalu egois, memikirkan perasaanku tanpa mendengarkan penjelasan dari Rangga?"
Elea menenangkan diri, ia juga mengingat kata kata meghan yang mengisyaratkan kalau Rangga tidak sepenuhnya bersalah, sudah cukup Elea mengacuhkan Rangga selama beberapa minggu ini.
Tak lama, Elea begitu terkejut ketika mendengar suara petikan gitar yang begitu merdu.
Elea menatap ke arah bawah perkarangan rumah nya, tepat sekali di bawah kamar Elea.
Rangga hadir dengan memetik gitar sambil menatap ke arah kamar Elea.
sambil bernyanyi, tanpa seulas senyum sedikitpun yang terlintas dari Rangga. Rangga nampak bersedih.
~
Tak bisa kulupa saat-saat indah bersamamu
Semua cerita mungkin kini hanya tinggal kenangan
Ku harus pergi meninggalkanmu di dalam sepiku
Bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu
Maafkan aku
Lupakan saja diriku untuk selama-lamanya
Ku harus pergi meninggalkanmu di dalam sepiku
Bukan inginku tuk menyakiti perasaanmu
Maafkan aku
Tidurlah, sayangku, mentari telah menunggu
Sambutlah pagi nanti dengan hati tersenyum
Bermimpilah, cinta, dengan segenap rasa
Kini tibalah saatnya kita harus berpisah.....
Lagu yang mengisyaratkan tentang perpisahan tersebut membuat hati Elea begitu runtuh, ia sebenarnya tidak ingin berpisah dari Rangga, Yang Elea butuhkan hanyalah sebuah perjuangan, Elea membutuhkan Rangga, ia tidak ingin berpisah dari Rangga untuk yang kedua kali nya.
Elea menuruni anak tangga sambil menghampiri Rangga, Elea berdiri tepat di belakang Rangga.
" Apa maksud kamu Rangga?" ucap Elea yang berdiri di belakang Rangga, Rangga langsung menaruh gitar nya di dekat tembok, ia berbalik arah sambil menghampiri Elea yang tengah meneteskan air mata, karena meskipun gelap, Rangga bisa mengetahui kalau Elea sedang menangis.
Rangga menyentuh bahu Elea dengan kedua tangannya.
" el, mungkin ini terakhir kali nya aku menemui kamu, aku tidak bisa terus menerus memaksa kamu untuk menerima aku kembali, aku memang bukan cowok yang baik buat kamu el..." ucap Rangga yang mulai pasrah dengan semua keadaan.
Elea hanya menangis sambil menggelengkan kepala, elea tidak ingin pisah dari Rangga.
" Aku tidak akan menganggu kamu lagi el, sekarang kamu bebas menentukan pilihan, aku pergi el...." ucap Rangga yang nampak bersedih, lalu perlahan pergi meninggalkan elea.
Elea menangis sejadinya, ia berteriak dengan sangat kencang. untung saja Daddy dan Momy sedang sibuk mempersiapkan rencana studi kak Alvin. Jadi mereka tidak berada di rumah.
" Kalau kamu memang sayang sama aku, kenapa kamu tidak memperjuangkan aku! apa cuma sebesar ini rasa sayang kamu?" ucap Elea sambil berteriak sampai Rangga menghentikan langkah nya.
Rangga menatap Elea, namun ia enggan untuk menghampiri Elea.
Elea berlari sambil memeluk Rangga, air matanya tidak bisa terbendung sama sekali.
" Aku sayang sama kamu Rangga..." ucap Elea sambil menangis sejadinya di pelukan Rangga.
Rangga merasa tidak enak hati, mungkin perkataan nya tadi membuat Elea begitu bersedih, tapi disisi lain Rangga bimbang dengan perasaannya saat ini, tapi mendengar ucapan Elea , Rangga begitu senang.
" Bukankah kamu membenciku el?" ucap Rangga sambil memeluk elea dengan sangat erat, ia sangat merindukan kehangatan tubuh Elea.
" Aku nggak benci sama kamu, aku sayang sama kamu, jangan pergi aku mohon...." ucap Elea sambil terisak di pelukan Rangga.
" Serius, padahal tadi aku bohong!" ucap Rangga sambil tertawa.
Elea melepas pelukannya, Ia menghapus air mata nya dan melotot ke arah Rangga.
" Maksud kamu apa ?" ucap Elea sambil melotot ke arah Rangga.
" Mana mungkin sih, aku bisa meninggalkan wanita secantik kamu, kamu tidak ada dua nya..." ucap Rangga sambil merayu elea.
Elea sangat kesal, ia memukul bahu Rangga, namun Rangga memeluknya dengan erat.
" Aku minta maaf atas semua kesalahanku, jangan pernah bersikap dingin seperti ini lagi, aku tidak akan kuat..." ucap Rangga sambil memeluk elea dengan sangat erat.
Elea tidak berkata apa-apa, ia hanya tersenyum sambil bersandar di bahu rangga, Elea sangat merindukan kehadiran Rangga. Elea bahkan meninggalkan keegoisan nya, ia tidak ingin berpisah dari Rangga.
NOTE : TINGGAL BEBERAPA EPISODE LAGI, CERITA INI TAMAT! AUTHOR SUDAH MENDEKATI BULAN LAHIR, takutnya author udah lahiran, eh malah gantung nggak ke urus, tunggu beberapa episode yaa! author bakal ngetik dulu. Nikmati satu episode ini, ntah sore atau malam atau pagi author balik lagi. terimakasih semuanya.