My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Pembalap Handal



Aleyna dan kedua sahabat mencari kesempatan disaat suami mereka sedang tertidur santai di sebuah Resort, mereka berjalan mengelilingi pantai selong belanak untuk mencari komunitas motor trail yang biasa berkeliaran di pantai pasir putih ini, karena mereka memang sudah bekerja sama dengan tim resort kalau di pantai ini memang sering di kunjungi oleh komunitas trail.


Nekat sekali!


mereka memang sengaja melakukan nya secara diam-diam karena kalau pun mereka meminta ijin pasti saja suami mereka akan melarang nya, bahkan menentang keras keinginan mereka, terutama Adnan.


Adnan yang terlalu posesif sudah pernah melarang Aleyna untuk tidak memakai motor balap nya itu, karena Adnan tidak ingin terjadi apa-apa dengan Aleyna tapi peringatan itu seolah tidak di dengar sama sekali oleh Aleyna, ia bahkan semakin nekat untuk melancarkan misi nya, membawa kembali motor trail berjenis kawasaki KLX 250 yang di desain begitu menarik membuat Aleyna terpesona bahkan pesona motor ini lebih menarik di hati Aleyna.


kebetulan pencarian mereka tidak sia-sia karena pada akhirnya mereka bertemu dengan komunitas trail di pinggir pantai pasir putih yang berada di ujung Resort mereka.


Aleyna pun langsung meminta ijin kepada anggota tim itu, yang di dominasi oleh lelaki bahkan tak jarang mereka menganggap Aleyna dan kedua sahabat nya hanya mencari kesempatan untuk mendekati salah satu anggota komunitas motor tersebut, namun Aleyna dengan keras menyangkal tuduhan tersebut.


" Jangan-jangan kalian hanya ingin mendekati salah satu dari kami saja , Iya kan ?" celoteh salah satu anggota


" Lebih baik kau diam saja, aku bahkan bisa mengalahkan mu, pecundang!" ucap Aleyna


" Haha.. Mana mungkin , kami sudah lama gabung di komunitas ini dan sudah beberapa kali menang dalam pertandingan" ucap nya lagi sambil menertawakan Aleyna dan kedua sahabat nya itu.


awas saja kalau kamu kalah! aku beli semua omongan mu !


" Sombong sekali!" jawab Reyna yang mulai ikut terbawa suasana


" Lebih baik tidak usah banyak bicara kalau kau kalah, malu !" ucap Susan yang juga terbawa emosi


" Sudahlah kalian itu lebih baik pergi ke mall belanja kalau tidak pergi ke salon saja perawatan daripada mengajak kami balap motor" ucap nya lagi


" Ha-Ha benar kalau tidak lebih baik kau memasak saja di rumah" ucap salah seorang anggota lagi


Benar-benar keterlaluan !


Sebenarnya Aleyna dan kedua sahabatnya tidak ingin membuat kerusuhan bahkan mereka hanya ingin mengendarai motor trail saja dan berkeliling pantai ini, tapi nyata nya ada beberapa anggota yang memang mengajak jiwa pembalap Aleyna muncul kembali, Aleyna merasa kesal dengan hinaan dan cacian dari mereka dan mereka menganggap semua wanita itu rendah di mata mereka.


Aleyna tidak menyukai itu, ia bahkan membenci seseorang yang merendahkan martabat seorang wanita.


Hari ini juga, Aleyna dan kedua sahabat nya akan membalas semua perkataan dan hinaan yang di lontarkan oleh salah satu anggota tim trail itu.


Awas saja! aku tidak akan tinggal diam setelah dia menghina ku


" Kalian terlalu cantik, lebih baik kalian kencan dengan kami saja!" Rayu salah satu anggota tim


" Lebih baik kau diam saja, kalau tidak! kami akan melaporkan kalian kepada suami kami" ucap Reyna dengan penuh emosi


" Laporkan saja kami tidak takut!" balas nya lagi


" Benar-benar menjijikan!" ucap Susan


Tak lama, ketua tim komunitas trail lombok pun datang menghampiri mereka yang sedang gaduh dan berseteru dengan anggota tim lain nya.


" Hei ada apa ini ?" ucap Bima ketua komunitas trail Adventure Lombok


Aleyna nampak terkejut dengan kehadiran Bima, dan Aleyna benar-benar tidak menyangka kalau Bima adalah ketua di komunitas Trail Adventure padahal yang ia tahu selama ini Bima adalah seorang penyanyi yang memang sudah tidak di ragukan lagi, tapi disisi lain, tanpa Aleyna ketahui kalau Bima adalah Ketua di komunitas Trail.


Aleyna masih tetap terdiam ia bahkan tidak percaya dengan kehadiran Bima, mungkin saja selama ini Aleyna mimpi atau memang ia sedang bermimpi, tapi kenyataan nya dia bahkan melihat dengan jelas kalau dia itu adalah Bima Santana.


" Aleyna ?" ucap Bima dengan sangat terkejut ketika melihat Aleyna , bahkan senyuman terukir di bibir manis nya itu.


*Apa aku mimpi.


Apa dia Bima?


Ada apa dengan ini semua*.


Susan dan Reyna pun saling menatap, mereka memang mengetahui Bima sebagai mahasiswa terpopuler di kampus nya, bahkan Reyna tidak mengenal nya hanya sebatas mengetahui saja tapi tiba-tiba saja Bima memanggil Aleyna.


Ada apa ini sebenarnya, apa Reyna terlalu lama berada di Lombok sampai ia tidak mengetahui apa yang di lakukan Aleyna.


" Kamu kenal sama Kak Bima ?" ucap Reyna sambil menyenggol tubuh Aleyna


" apa aku belum menceritakan nya kepada mu?" bisik Susan di telinga Reyna


" Kau benar-bener belum menceritakan nya, apa yang terjadi selama ini?" bisik Reyna lagi


" Nanti setelah ini aku akan menceritakan nya, aku hampir saja melupakan nya" ucap Susan lagi karena ia tidak mungkin menceritakan tentang Bima dan Aleyna sekarang, bukan waktu yang tepat.


" Apa yang kalian lakukan kepada mereka?"Bentak Bima kepada semua anggota tim nya


Namun, mereka nampak terdiam dan tidak berani melawan perkataan Bima karena kalau sampai mereka berani melawan, Bima bisa saja mengeluarkan mereka karena ia mempunyai kekuasaan terpenting di komunitas trail Adventure ini.


" Jangan pernah macam-macam dengan ku!" bentak Bima lagi bahkan ia sekarang lebih sangar di bandingkan Bima sewaktu di kampus.


Bima pun menghampiri Aleyna, yang memang sedang menundukkan kepala nya bahkan Bima tidak menyangka kalau ia akan bertemu lagi dengan Aleyna setelah beberapa waktu lalu, Bima di tegur oleh lelaki yang mengaku suami dari Aleyna.


" Hei " sapa Bima


Ia berdiri persis di depan Aleyna. Namun Aleyna masih belum bisa menerima ini semua ia masih bertanya tanya dengan kejadian ini semua


" Apa kabar " sahut Bima lagi


" Baik" jawab Aleyna dengan sangat singkat bahkan ia mengalihkan pandangan nya, ia tidak berani menatap wajah Bima


Bahkan penampilan Bima jauh lebih berbeda ketika ia sedang berada di lingkungan kampus, karena Bima yang ada di hadapan Aleyna sekarang jauh lebih liar penampilan nya karena ia memakai jaket dengan di baluti bahan kulit berwarna hitam, dan kaos putih polos membuat nya semakin keren...


ini beneran Bima ? mengapa ia begitu keren dengan penampilan nya sekarang.


Reyna dan Susan pun menegur Aleyna karena dari tadi ia hanya diam saja padahal mereka berniat untuk berkeliling pantai menggunakan trail.


" Kalau boleh tahu, mengapa ada keributan ?" ucap Bima yang penasaran


" tidak ada apa-apa " ketus Aleyna


bahkan ia mengajak kedua sahabatnya untuk kembali ke Resort , Aleyna tidak ingin Adnan mengetahui keberadaan Bima bahkan itu bisa menjadi boomerang tersendiri di rumah tangganya.


namun, Susan dan Reyna pun kembali menarik tubuh Aleyna.


" Kak Bima, kedatangan kami kesini sengaja ingin ikut bergabung di komunitas trail, kebetulan kami sudah lama tidak mengendarai motor " ucap Reyna sambil mencubit lengan Reyna.


" Jadi kalian hobi mengendarai motor Trail juga?" ucap Bima sambil tersenyum


" Bukan hanya hobi, bahkan Aleyna ini sudah beberapa kali menang dalam pertandingan" celoteh Reyna


" Nah ide yang bagus " Sahut Reyna lagi sambil tersenyum ke arah Aleyna meski Aleyna masih melotot ke arah nya


" aku pulang saja deh ke Resort, kalian saja yang berkeliling " ucap Aleyna namun tubuh nya masih tetap di gandeng oleh Reyna


" Kau harus ikut, bagaimana dengan impian kita? kau mau menghancurkan nya ?" bisik Reyna


" Iya sekali ini saja. Aku mohon " ucap Susan


Aleyna pun menghela nafas memikirkan kembali ucapan kedua sahabat nya tapi disisi lain, ia memikirkan Adnan...


bagaimana kalau Mas Adnan marah? atau bahkan kami akan bertengkar lagi ?


Pilihan yang sulit memang, tapi kedua sahabat nya selalu memaksa Aleyna, tidak ada pilihan lain Aleyna harus mengikuti keinginan kedua sahabatnya, toh ia sudah terlanjur berada disini.


" jadi bagaimana ?" Tanya Bima namun ia tidak pernah melewatkan untuk menatap ke arah Aleyna


Aleyna berhenti membuat ku terus mengharapkan mu...


meski Bima sudah mengetahui status Aleyna sebagai istri dari seorang Dokter namun, sulit rasa nya membuang perasaan cinta nya kepada Aleyna.


" Yasudah kapan kita akan menjelajahi pantai ini ?" ucap Aleyna bahkan membuat


" Kalau kau mau, sekarang juga aku siap" ucap Bima sambil tersenyum


Aleyna pun mengikuti Bima untuk memilih motor yang akan mereka kendarai, dan melakukan uji coba terlebih dahulu. Reyna dan Susan pun nampak senyum dan sesekali menghina dan meledek salah satu tim anggota yang tadi sempat berseteru dengan mereka.


" Permisi para pecundang" Ledek Reyna namun mereka tidak bisa berkutik karena segan dengan Bima.


Mengingat Bima adalah ketua tim dari komunitas trail Adventure, ntah memang sudah lama Bima menekuni bidang ini, dan kebetulan ia sedang libur semester dan mengunjungi lombok, namun tidak sangka kalau ia bisa bertemu kembali dengan Bima.


***


Adnan pun membuka mata setelah mendengar desiran ombak dan angin yang menghiasi suasana pantai indah ini, ia merenggangkan otot-otot nya dan bergeliat namun ia tidak menemukan sosok Aleyna di samping nya melainkan kedua sahabat nya yang sedang tertidur sangat pulas sekali.


" Aleyna .. " sahut Adnan sambil bergegas mencari Aleyna namun hanya ada Bi Nani dan kedua anak nya serta Rio yang sedang menemani Mirna.


" Bi, kemana istri ku?" tanya Adnan.


" Non dan sahabat nya sedang pergi sebentar kata nya, tapi belum kembali " ucap Bi Nani


" Sejak kapan mereka pergi ?" Tanya Adnan lagi


" Sudah hampir setengah jam, Tuan" ucap Bi Nani


Adnan pun bergegas membangunkan kedua sahabat nya, untuk mencari keberadaan istri-istri mereka.


kamu kemana, Aleyna ..


kau membuat ku khawatir


" Hei, bangun! istri kita hilang " ucap Adnan sambil menggoyahkan tubuh Daniel dan Fandy


" kalian tenang-tenang saja sementara istri kalian hilang" ucap Adnan dan langsung perkataan nya di respon oleh kedua sahabat nya


" Istri ku hilang?" sahut Daniel yang baru saja terbangun


" Jadi kelinci ku juga hilang?" Sahut Fandy juga


" Jangan kan istri kalian, istri aku juga pasti hilang " ucap Adnan lagi yang nampak kebingungan


" Kalau gitu, kita harus ke kantor polisi " ucap Daniel yang hendak menelpon polisi namun Adnan mencega nya.


" Lebih baik kita cari terlebih dahulu, lagi pula belum ada 24 jam, laporan juga belum tentu di proses " ucap Adnan


" Telepone mereka terlebih dahulu" sahut Fandy


" Percuma, mereka meninggalkan tas mereka" ucap Adnan sambil menunjuk tas di atas meja


Adnan pun memanggil Rio, karena ia sudah meminta Rio untuk menjaga keluarga nya kalau ia sedang tertidur tapi nyata nya Aleyna bisa hilang ntah kemana.


"Mengapa kau membiarkan istri ku pergi?" Ucap Adnan kepada Rio


" maaf Tuan, saya bahkan sudah melarang nya tapi, Bu Aleyna memaksa untuk pergi bersama kedua sahabat nya" jawab Rio


" Maka nya jangan terlalu sibuk dengan urusan percintaan saja " bentak Adnan.


Akhirnya Adnan dan kedua teman nya pergi menelusuri area pantai untuk mencari istri mereka dan berharap tidak ada hal buruk yang akan terjadi kepada mereka...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Guys Maaf Molor up nya soalnya lagi sibuk nih di kampung suami hehe.


Kalian janga berhenti Vote dong!


Biar author semangat.


keluarkan jempol kalian untuk Like dan author menunggu komentar kalian!


btw, yang nanya kapan Susan hamil, author sudah punya rencana lain yah, tapi tenang aja kalian nya...