My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Will you marry me, Reyna?



Setelah mengantarkan Martha pulang ke rumah nya, ia pun menyempatkan diri berkunjung ke makam bunda nya, selain meminta izin dan memberitahu kalau ia akan melamar Reyna, karena semalam Fandy sempat mimpi bertemu dengan Bunda Ratih bahkan dalam mimpi itu, Bunda Ratih tersenyum ke arah Fandy, ntah itu pertanda apa, yang pasti Fandy melihat kebahagiaan di raut wajah Bunda Ratih, Tak lama ia sampai di tempat pemakaman Bunda Ratih sambil membawa boucket bunga yang sangat cantik, Sebenarnya ia ingin sekali mengajak Reyna mengunjungi pemakaman Bunda Ratih, namun itu semua tidak mungkin karena Fandy sedang merencanakan sesuatu untuk Reyna. Ia pun diantar oleh penjaga pemakaman tersebut, mengunjungi pusara ibunda nya, Ia pun mendoakan agar Ibunda nya bahagia selalu dalam lindungan tuhan.


*Bunda ..


aku tahu Bunda sudah bahagia di alam sana


disini aku selalu berdoa agar Bunda senantiasa di tempatkan di sisi tuhan


tempat yang paling terbaik ..


Bunda, malam ini Fandy akan melamar Reyna semoga saja acara nya berjalan lancar. . .


Dan aku sangat merindukan Bunda.


Rasa sayang ku terhadap Bunda tidak akan pernah hilang, meski kita telah berpisah


Aku merindukan mu Bunda ..


Sangat merindukan mu ..


Tak terasa air mata nya menetes ketika mengingat kembali momen kebersamaan antara ia dan ibu nya, kini Fandy memang tidak mempunyai siapa siapa lagi, hanya doa lah yang mampu ia berikan untuk ibunda nya, yang kini telah bahagia di alam sana, Tak lupa ia menaruh boucket bunga itu di atas pusara bunda Ratih.


" Terkadang tuhan menguji umat nya dengan perpisahan, namun di balik itu semua tuhan telah merencanakan kebahagiaan .. " Ucap seorang penjaga pemakaman itu


Fandy pun hanya membalas perkataan Penjaga pemakaman itu dengan senyuman yang terlintas di bibir nya, segera ia menghapus air mata yang hampir saja membasahi pipi nya ia bergegas pulang menuju Apartement , ia memang belum pindah ke rumah nya karena belum ada waktu untuk memindahkan semua barang barang nya ke rumah nya kembali, ntah ia cukup nyaman tinggal di Apartement Adnan yang tidak terlalu luas namun nyaman untuk seorang Fandy karena ia hanya tinggal sendiri, setelah menelpon Adnan dan Daniel, Akhirnya Fandy pun sibuk mencari baju Jas yang akan ia pakai untuk acara nanti malam . Ia membongkar semua baju baju di dalam lemari nya, Ada satu baju Jas berwarna silver yang memang belum ia pakai sama sekali karena ia memang malas memakai nya akan tetapi Jas silver ini pemberian dari Bunda nya katanya dulu ini adalah hadiah ulang tahun Fandy yang ke 23 tahun, tepat nya satu tahun yang lalu .


Aku akan memakai Jas ini, untuk menghormati pemberian Bunda


Ia langsung bergegas mandi dan membersihkan tubuh nya, karena malam ini ia harus terlihat sempurna di depan Reyna, toh malam ini akan menjadi malam yang istimewa bagi Fandy. Karena malam ini, ia akan membuktikan cinta nya kepada Reyna, Setelah selesai mandi ia berdiri di depan cermin besar sambil memikirkan kata kata yang harus ia ucapkan untuk melamar kelinci kecil nya itu.


oh, Kelinci ku ..


mau kah engkau menerima lamaran ku ?


Ah rasa nya sedikit aneh kalau Fandy harus melamar Reyna secara Frontal, ia tidak bisa seperti itu yang ada Reyna malah ilfeel dengan lamaran yang mendadak ini.


ia pun memikirkan cara lain, ia membungukan badan nya, dan memperlihatkan cincin di depan Cermin anggap saja cermin itu adalah Reyna


kelinci kecil ..


kamu mau nggak nikah sama aku ?


Garing!


Fandy pun semakin kesal karena semua ide yang terlintas di dalam pikiran nya begitu kacau, dan menurut nya garing . ia membutuhkan asupan ide ide berlian yang akan membuat malam ini begitu indah yang akan ia kenang sepanjang masa hidup nya.


Karena mencintai gadis kecil seperti Reyna adalah takdir.


Takdir yang tidak di sengaja, dulu Fandy memang tidak menyukai Reyna namun seiring berjalan nya waktu, Reyna mampu mencuri hati Fandy ..


Begitulah Cinta datang tanpa di sengaja .


Karena malam ini Adnan dan Aleyna akan menemani Fandy di acara lamaran nya, mereka pun menitipkan si kembar kepada Bunda Widya dan Ayah Raden selaku nenek dari si kembar, Mereka khawatir acara nya akan sampai larut malam , dan angin malam tidak baik untuk perkembangan si kembar, Jadi mereka memutuskan untuk menitipkan nya ke Bunda Widya, toh ia tidak keberatan malah bunda Widya senang , ia malah menyuruh Alvin dan Elea untuk menginap semalaman di rumah nenek nya. Aleyna dan Adnan pun menyetujui permintaan Bunda Widya.


Setelah menitipkan si kembar, Aleyna dan Adnan pun bergegas menuju Apartement Fandy yang terletak tidak jauh dari Rumah Sakit, ia memutar balikkan arah nya menuju Apartemen, Sementara Acara nya di mulai sekitar 3 jam lagi, masih lama namun Fandy sudah dari tadi menelpon Adnan ntah apa maksud Fandy menelpon nya untuk secepatnya sampai di Apartemen nya, Adnan memang mengerti bagaimana perasaan Fandy ia mungkin gugup sama seperti dulu Adnan ingin melamar Aleyna tapi, semua nya berjalan dengan lancar kalau sudah berdampingan satu sama lain.


Sementara Susan dan Daniel akan langsung menyusul ke arah Restoran nya karena ia memang menunggu Daniel pulang kerja, Sementara Adnan malah meminta izin karena Fandy meminta bantuan nya untuk menemani Fandy melamar Reyna, Adnan memang seperti Kakak nya sendiri padahal umur nya sama, cuman menurut Fandy, Adnan lah cowok yang mampu menaklukan semua nya.


Setelah sampai di depan Apartement, Adnan pun menekan kode Apartement itu untuk memasuki nya karena ia memang tidak mengganti nya, Kode yang ia gunakan adalah tanggal pernikahan mereka, Bahkan Fandy tidak mengganti nya. Tak lama Pintu itu terbuka , Adnan pun mencari dimana keberadaan Fandy karena ia nampak tidak terlihat namun ketika Adnan dan Aleyna pergi ke kamar Fandy, Aleyna nampak terkejut karena Fandy hanya menggunakan celana dalam saja. Adnan pun menutupi tubuh Aleyna agar ia tidak melihat Fandy


" Sayang .. kamu tunggu di ruang tamu!" Ucap Adnan yang langsung menyuruh Aleyna untuk pergi dan menunggu nya di ruang tamu


" maka nya kalau masuk kamar orang, ketuk pintu dulu!" ucap Fandy sambil tertawa


" Sialan! Bukan nya siap siap, malah belum pake baju sama sekali ..".


" Aku pusing ! Bagaimana cara nya aku melamar Reyna .. "


" tinggal di lamar doang .. "


" bagaimana aku harus memulai kata demi kata nya. .. "


" Tarik nafas lalu keluarkan .. "


" sialan .. "


" kamu kan bisa menyanyi, manfaatkan suara emas mu untuk merayu Reyna!"


" Berlian sangat berlian ! Bravo ide mu .. Kau memang pintar kalau urusan wanita "


" bukan aku yang terlalu pintar, Tapi kamu yang terlalu kaku ... "


" Aku nerveous .. "


" Yasudah siap siap deh! aku dan istri ku menunggu di ruang tamu .. "


Fandy pun segera mengenakan kemeja silver milik nya, ia memang banyak memiliki kemeja berwarna silver toh, itu warna kesukaan Fandy, Ia akan mengenakan nya malam ini.


Sementara Bunda Martha memaksa Reyna untuk pergi malam ini , dengan Alasan menemani Bunda Ratih bertemu dengan calon ayah nya Reyna, Reyna sudah berapa kali menolak nya karena ia memang sangat malas untuk keluar, ia hanya berharap Fandy datang ke rumah nya. Dan Martha pun mengancam Reyna, kalau sampai Reyna tidak menemani nya, dengan terpaksa Reyna menuruti keinginan konyol Martha, dengan langkah malas ia bergegas menuju kamar untuk mengganti pakaian nya, ia memilih baggy pants dan Ruffle Blouse berwarna pink malam ini.


" Kita mau dinner malam ini, bukan mau ke Mall sayang ... " Ucap Martha yang terkejut melihat penampilan Reyna


" Memang kenapa? Reyna nyaman dengan baju ini .. "


" nggak banget! pokok nya kamu harus ganti!"


" Ribet banget sih Bunda! Emang calon Ayah Reyna setampan siapa sih! "


" Pokok nya dia tampan banget, Dan Bunda pastikan kamu juga akan menyukai nya .. "


" Level ku bukan kelas om-om kaya bunda.."


" kata siapa Om-om , dia itu berondong .. "


" Jangan macem macem Bunda! "


" Cinta tidak memandang umur .. "


" Terserah .. "


Bunda Martha pun tertawa ketika melihat Reyna dengan raut wajah kesal nya, ia bahkan menuruti keinginan konyol ibunda nya, dia tidak sadar sama sekali kalau Bunda Martha sedang bekerja sama dengan Fandy untuk melamar Reyna.


" Kamu pakai dress hitam ini Rey .. " Ucap Bunda Martha sambil menunjuk kan Dress hitam yang sangat ketat bahkan bahan nya pun terbuat dari satin, sampai bentuk nya pun licin


" Tidak ! Terlalu seksi untuk aku .. "


" kamu ngga usah ngeyel ! "


" Ya sudah untuk malam ini saja, kalau memang calon ayah Reyna bukan sesuai tipe Reyna, Reyna pastikan ia akan mundur untuk mendapatkan bunda .. "


" Biarkan saja, Yang terpenting tidak memberi harapan palsu seperti beruang buas mu itu !"


" Jangan mengalihkan pembicaraan.. "


" Beruang buas mu kemana !!"


" Aku tidak perduli . "


Bunda Martha pun tertawa tak henti nya ketika melihat Reyna yang sudah kesal jika mendengar kata beruang, ntah ia mungkin masih menyimpan rasa kesal kepada Fandy yang akhir akhir ini tidak mengabari nya. Namun, Fandy sendiri mempunyai kejutan untuk nya di malam ini.


" Cantik sekali anak ku, pasti dia akan pangling melihat mu ... " Ucap Bunda Martha yang tidak sengaja hampir membocorkan rahasia nya .


" Jangan bilang Bunda mau menjodohkan aku dengan seseorang! "


" Tidak! Bunda sendiri belum memiliki jodoh bagaimana bisa bunda menjodohkan kamu!"


" Maksud perkataan Bunda itu apa ?"


" Calon Ayah tirimu akan pangling melihat mu seperti ini .. "


" Aku jadi penasaran siapa sih kekasih gelap bunda itu .. "


" nanti kamu akan mengetahui nya .. "


Reyna pun semakin di buat penasaran oleh tingkah laku ibu nya sendiri yang akhir akhir ini aneh, ia serinh kali pergi keluar , mungkin saja ibu nya ingin mencari kebahagiaan di luar sana, Reyna hanya bisa mendoakan agar kelak nanti, Ibu nya bisa mendapatkan sosok lelaki yang bertanggung jawab dan menyayangi nya sepenuh jiwa dan raga.


Tak menunggu waktu lama, Reyna dan Bunda Martha pun berangkat menuju Restoran yang sudah di booking oleh Fandy, dengan nuansa yang indah di hiasi pemandangan keramaian kota di tengah malam yang dingin mereka pergi dengan membawa mobil sendiri, yakni Bunda Martha yang mengemudi sebenarnya Reyna ingin mengemudi tapi, Bunda Martha melarang nya. Mau tidak mau ia menuruti keinginan bunda saja.


Sementara Aleyna dan Adnan pun sudah siap berangkat, hanya menunggu Fandy saja yang sedari tadi bersiap siap namun belum selesai juga. Padahal acara nya akan di mulai sekitar satu jam lagi, Fandy menghabiskan waktu hampir satu jam lebih di kamar, sebenarnya apa yang ia lakukan sampai Aleyna sempat ketiduran menunggu Fandy yang tak kunjung keluar, Lalu Adnan pun mengetuk pintu kamar Fandy agar ia bisa lebih cepat lagi .


" Bagaimana penampilan ku .. " Ucap Fandy yang baru saja keluar dari kamar nya


Adnan dan Aleyna pun secara bersamaan menatap penampilan Fandy dari atas hingga ke bawah, yang nyaris sempurna daj rapih.


" Kamu pake parfum sampai satu botol penuh yah .. " Ucap Aleyna karena Fandy kini sangat wangi, melebihi toko parfum


" Memang kenapa ?" Ucap nya merasa heran sambil mencium aroma tubuh nya


" Wangi banget ... " Jawab Adnan


" Yasudah ayo kita berangkat !" Ucap Adnan lagi


Kemudian Adnan pun menggandeng tangan Aleyna meninggalkan Apartement milik nya, sementara Fandy mengikuti nya dari belakang setelah memasuki mobil Adnan , Fandy pun nampak kebingungan ia mencari di mana keberadaan kotak cincin yang sudah ia beli waktu siang, Karena gugup ia sampai melupakan cincin nya.


" Jangan jangan ketinggalan di atas ?" Ucap Adnan


" Coba saja kau ingat ingat dimana terakhir kali kamu menaruh nya .. " Ucap Aleyna.


" Seingat aku di dalam saku jas , tapi ini tidak ada .. "


" Yasudah kita naik lagi ke atas apartement untuk mencari cincin nya .. " Ucap Adnan


Tak lama mereka pun kembali menaiki lift untuk mencapai Apartemenf yang ada di lantai atas, memang ini kecerobohan Fandy bisa bisa nya ia menaruh cincin tunangan itu sembarangan, sampai ia sendiri kebingungan mencari nya . Setelah sampai di Apartement, mereka pun mulai mencari dimana keberadaan cincin beserta kotak berbentuk hati itu, mereka menelusuri kamar Fandy dan menelusuri setiap sudut ruangan Apartement ini namun tetap saja tidak ketemu, Fandy semakin pusing di buat nya. ia malah frustasi karena kehilangan cincin, jangan sampai Acara lamaran nya gagal total, ia tidak akan mau mengecewakan Reyna.


" Aku sudah mencari di seluruh ruangan ini tapi tidak ketemu juga .. " Ucap Aleyna


" Terus bagaimana , Jangan sampai gagal loh! kan ngga seru .. "


" Bagaimana ini , Nan .. "


" Aku lupa menaruh nya .. "


" Aku juga bingung Fan, bagaimana bisa kamu menghilangakan cincin lamaran mu sendiri "


" Coba di ingat ingat lagi deh !" Ucap Aleyna


Fandy pun mulai mengingat kembali dimana ia menaruh cincin beserta kotak nya itu, Terakhir kali ia menaruh nya di laci mobil tepat nya di samping bangku mobil nya.


" Aku ingat! Aku menaruh cincin itu di mobil ku .. "


Adnan dan Aleyna pun mengehela nafas


" Capek deh !" Sahut Aleyna karena merasa lelah harus bolak balik dari atas ke bawah


" Yasudah ayo kita pergi,tunggu apa lagi?" Ucap Adnan


kemudian mereka pun menaiki lift lagi menuju lantai bawah untuk segera berangkat ke Restoran La Vue hermitage tempat yang di pilih Fandy untuk melamar Reyna, untung saja cincin nya ketemu kalau tidak Fandy sudah sangat Frustasi , Mereka pun melanjutkan perjalanan nya lagi menuju Restoran.


Sementara Reyna dan Bunda Martha sudah sampai ke Restoran La Vue Hermitage , mereka menaiki lantai atas karena Restoran ini berada di Rooftop dengan di hiasi lampu lampu yang berpijar serta pemandangan kota yang amat tenang di malam hari, Namun Restoran ini sangat sepi sekali, hanya ada Bunda Martha dan Reyna saja yang baru berkunjung ke Restoran ini .


" Maaf, Atas nama Reyna Rosalia dwi Martha ?" Ucap Pelayan itu


" Iya benar .. " Jawab nya


Pelayan itu memberi secarik kertas yang berisi semua kenangan yang di lalui Reyna sama Fandy dari awal dekat sampai mereka berpacaran, namun pelayan itu melarang Reyna untuk membuka nya.


" ini hadiah dari seseorang, dan dia berpesan agar jangan di buka terlebih dahulu, kalau seseorang itu belum datang "


Ucap Pelayan itu lagi


" Baik .. " Ucap Reyna lalu tersenyum ramah lantas ia pun menyusul bunda Martha yang sudah duduk di bangku Restoran yang menghadap ke Arah pemandangan kota.


" Bunda, mengapa Restoran ini nampak sepi , di mana calon ayah Reyna .. ? "


" Kamu tunggu di sini yah, Bunda Ke belakang dulu ... "


" Iya jangan lama lama .. "


Reyna pun menatap ke Arah pemandangan kota yang terhalang oleh kaca besar ia berharap dan masih berharap kabar dari Fandy .


*Sudah tiga hari kau tidak mengabariku


apa kabar mu beruang kutub* ...


Dan Bunda Martha pun menemui Fandy dan teman teman nya yang sudah berkumpul di belakang, di sana sudah ada Aleyna dan suami nya beserta Susan dan suami nya sedangkan Fandy membawa gitar karena ia akan bernyanyi malam ini, untuk melamar Reyna .


" Bunda... Reyna ngga curiga kan ?" Ucap Aleyna yang nampak penasaran


" Bunda atur semua nya ... tenang saja !"


" Fandy sudah siap ! "


" Siap Tante .. "


" Good luck bro .. "


dengan langkah pelan, Fandy pun memasuki Restoran tersebut sementara para pegawai Restoran pun mematikan lampu nya, dan Restoran ini tampak gelap, Reyna terkejut bahkan ia ketakutan karena tiba tiba saja lampu di Restoran ini mati, ia masih berdiri di dekat kaca


" Bunda .... " Teriak Reyna karena ketakutan


Para pegawai Restoran La Vue Hermitage pun menyalakan lilin lilin yang sudah di sediakan sementara Bunda Martha dan yang lain mengintip dan merekam nya di pintu belakang , dan dengan langkah pelan, Fandy mulai memetik gitar nya dan mengeluarkan suara indah nya.


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahanmu


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini 'ku tak ragu


'Ku sungguh memintamu


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Kuingin melamarmu


(song by Badai romantic-melamarmu)


Reyna pun terkejut ketika mendengar suara indah Fandy, bahkan ia tidak menyangka Fandy datang dan melamar nya, ia sampai menangis melihat Kedatangan Fandy yang selama ini ia harapkan .


Fandy pun menaruh gitar itu, di atas meja makan yang kosong, lalu ia menghampiri Reyna dan berdiri tepat di hadapan Reyna


ia pun menundukkan badan nya. dan mengeluarkan cincin emas putih di saku jas nya.


" Will you marry me ?"


Air mata Reyna semakin tak tertahan , ia menangis sekenceng nya karena ia tidak menyangka Fandy akan melamar nya.


" I will ... " Jawab Reyna dengan tangisan yang amat kencang .


" Yessssss!! Berhasil .. "


Fandy langsung memakaikan cincin itu di jari manis Reyna, dan segera ia memeluk Reyna karena ia tidak tega melihat Reyna menangis tersedu sedu


" maafkan aku kelinci ku! Aku menyiapkan ini semua untuk melamar mu .. "


" Aku mencintai mu beruang kutub .. " Ucap Reyna sambil menangis dan memeluk Fandy dengan sangat erat.


" Jadi kamu menerima lamaran dari aku .. "


" Aku terima lah, ini yang aku mimpi kan selama ini.. "


Tak lama, Lampu Restoran itu pun kembali menyala, Reyna terkejut dengan suara peluit dari kedua sahabat nya beserta Bunda Martha dan juga dr. Daniel dan dr. Adnan


Cuitttttttt ....


Bunda Martha meniup peluit dengan sangat kencang sampai membuat semua orang yang ada di sana menutup telinga karena berisik


" Hey .. Jaga jarak aman ! " Ucap Bunda Martha karena melihat Reyna memeluk Fandy dengan sangat erat


" Biarin bunda, aku ngga mau melepaskan beruang kutub aku !"


" Kalian romantis banget sih !" Ucap Susan


" Aku jadi pengen nikah lagi .. " Celoteh Aleyna dan Adnan pun langsung melotot ke Arah Aleyna, namun Aleyna malah cengengesan.


Tak lama Reyna memeluk kedua sahabatnya itu


" Terimakasih kalian sudah selalu ada untuk ku ... "


" Karena kita adalah sahabat, selalu ada di saat susah mau pun senang .. "


Akhir nya, hari yang di nanti Reyna dan Fandy pun terlaksana, Betapa bahagia nya Reyna karena hari ini, ia di lamar oleh kekasih nya sudah sejak lama ia menanti momen ini, Karena ia sudah cukup menderita dengan ujian cinta nya selama ini, namun tuhan memang Adil, ia mengirimkan kebahagiaan yang melimpah di balik kesedihan .


Selamat yes babang Fandy dan Reyna


Serbu komen dan like serta Vote dong


Makasih ya yang sudah setia membaca novel ini ♥️