My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Bekerja Sama untuk Kiara



Fandy pun bergegas mengendarai mobil nya untuk pergi ke rumah Reyna, karena ia sangat penasaran dengan bayi yang Reyna temukan di halaman samping rumah Reyna, ia takut bayi itu terlalu banyak menghidap udara yang dingin, sehingga membahayakan bagi bayi itu sendiri, Ia mengendarai mobil dengan sangat cepat hanya butuh setengah jam saja untuk sampai di depan rumah Reyna, bahkan rumah Reyna sendiri tidak di jaga security karena memang sudah dua minggu ini security yang bekerja di rumah Reyna mengundurkan diri, karena usia nya yang sudah hampir setengah abad, dan penyakit yang di derita nya , sehingga ia harus mengundurkan diri dan sampai sekarang Reyna mau pun Bunda Martha belum mencari pengganti security di rumah ini.


" Kelinci ku ... "


" Kelinci manis ku ... "


Fandy pun segera mencari Reyna masuk ke dalam rumah nya karena rumah tidak terkunci, bahkan pintu gerbang pun tidak terkunci, Reyna memang sangat ceroboh kalau saja ada penjahat yang masuk ke dalam rumah nya pasti saja, ia tidak akan pernah tahu, karena ia sangat ceroboh sekali dan lupa akan segala hal.


" Kamu di mana .. "


" Aku di kamar atas!"


sahut Reyna dengan teriakan khas nya, sampai membuat Bayi Kiara pun terbangun dan menangis


Fandy dengan cepat melangkah kan kaki menaiki anak tangga satu persatu untuk sampai ke Kamar Reyna, Ia begitu tidak sabar ketika mendengar bayi Kiara menangis sangat kenceng sekali.


" Aduh! Baby Kiara berhenti nangis dong, Aku ini pusing denger nya .."


Fandy pun langsung menghampiri Reyna.


" Apa yang sebenarnya terjadi ,Kelinci !"


" Aku pusing denger suara tangisan Baby Kiara, bentar lagi nangis bentar lagi tidur .. "


Fandy dengan sigap, menggendong baby Kiara, dan tiba tiba saja Baby kiara melemparkan senyuman manis kepada Fandy, dan ia pun berhenti menangis, Baby Kiara memang baru berumur dua bulan sama seperti Elea, anak dari Aleyna.


" dia sangat menggemaskan!"


Fandy pun menimang Kiara sampai ia tertidur lagi, memang Fandy sangat menyukai anak kecil karena menurut nya senyum dan tawa seorang anak kecil maupun bayi , mampu membuat suasana menjadi lebih tenang karena mereka menunjukkan kejujuran bukan senyum paksaan, mereka memang tulus bukan berpura pura tulus, dan senyum yang di ukir mampu membuat lelah nya menjadi indah.


Reyna pun menatap Fandy dengan sangat penuh keyakinan, ia tidak menyangka bayi beruang kutub nya bisa menjadi sosok Ayah untuk Kiara, ia sangat lembut bahkan ia penyayang terhadap anak kecil, hal sekecil ini mampu membuat rasa sayang Reyna kepada Fandy malah semakin bertambah


" Kamu memang sosok suami idaman, beruang kutub .. " Dalam batin nya ia berucap


" Kita harus segera membawa baby Kiara ke rumah sakit, karena tubuh nya sangat dingin, aku takut ia terkena Hipotermia atau Alergi "


" kalau gitu, ayo kita pergi! tapi, aku siap siap dulu .. "


Reyna pun menyuruh Fandy untuk membawa baby kiara keluar dari kamar Reyna , karena ia akan mencuci wajah sebentar dan membersihkan diri lalu berganti pakaian dan beranjak pergi, Sudah berapa kali ia menghubungi Bunda Martha namun, tetap saja ia tidak bisa di hubungi karena Handphone nya sudah tidak aktif, memang sudah dari dulu bunda Martha selalu susah untuk di hubungi dalam keadaan genting seperti ini.


tak lama, Fandy dan Reyna pun langsung bergegas menuju Rumah Sakit Raden Cipto, tempat dimana Fandy bekerja. Ia melangkah dengan sangat cepat, tak lupa Reyna mengunci pintu rumah nya, namun mereka tidak menyadari kalau Reyna dan Fandy sedang di pantau dari kejauhan oleh seseorang yang nampak tidak asing di kehidupan Reyna, ia bahkan yang sengaja menaruh anak nya sendiri di rumah Reyna, karena ia tidak bisa membesarkan anak seorang diri, Orang itu masih terus memperhatikan gerak gerik Reyna dan Fandy yang tergesa gesa membawa anak bayi nya itu, Ia semakin penasaran dengan keadaan anak nya itu, ia segera mengikuti arah mobil Fandy dan Reyna dari belakang. Karena bagaimana pun Kaira adalah anak kandung nya, bahkan darah daging nya. Dia terpaksa menitipkan anak nya kepada Reyna, karena istri nya baru saja meninggal usai melahirkan Kiara, Sedangkan ia tidak memiliki uang untuk membesarkan anak nya setelah perusahaan nya bangkrut dan ia di keluarkan dari perusahaan nya, karena ia terlibat kasus penyelundupan uang perusahaan, dan perusahaan itu terpaksa mengeluarkan ia karena telah membuat Perusahaan rugi besar bahkan ia sempat do tahan selama delapan bulan namun, ia berhasil kabur dari kantor polisi, namun status nya sekarang masih incaran pihak kepolisian.


Dia adalah Dimas Aditya Sehan, Mantan kekasih Reyna yang pernah meninggalkan Reyna karena menikahi sekertaris nya sendiri, ia tega meninggalkan Reyna disaat hubungan nya mulai menginjak enam tahun, dan tuhan adil , ia mengganti nya dengan yang lebih baik, bahkan Reyna sangat bahagia .


Dengan mengubah semua penampilan nya, mulai dari janggut yang tumbuh halus di wajah nya serta rambut panjang nya, Dimas yang dulu anak baik-baik lulusan universitas ternama berubah menjadi berantakan, hidup nya di penuhi dengan drama yang memalukan, ia bahkan nampak seperti orang yang tidak terurus, Ia memilih Reyna untuk menjadi ibu sambung nya karena hanya Reyna lah yang cocok menjadi ibu sambung dari Kiara karena hanya Reyna lah orang satu satu nya yang Dimas percaya untuk menjaga baby Kiara.


" Siapa lelaki itu .. ?" ucap Dimas ketika melihat Fandy yang mengajak Reyna untuk pergi ke rumah sakit


" Semoga anak ku, tidak apa apa !"


Ia langsung menyusul mobil Fandy yang jarak nya semakin jauh, namun Fandy dan Reyna pun tidak menyadari kalau saja ada yang memperhatikan mereka dari jauh , Karena rasa khawatir terhadap baby Kiara yang mampu membuat Fandy dan Reyna tidak perduli dengan apapun.


Tangisan Kiara semakin kencang, ketika tubuh nya terasa dingin, dan Reyna semakin tidak kuat untuk mendengar suara tangisan bayi, Karena Reyna memang baru kali ini mendengar suara tangisan bayi di pangkuan nya.


" Aduh ! kamu kenapa sih Kiara, aku kan bingung jadi nya ... "


" Beruang kutub! lakukan sesuatu agar, Kiara tidak menangis ... "


" Aku sedang fokus mengemudi, kau ajak bercanda saja "


" dia nampak tidak menyukai aku, bahkan aku seperti mengenal raut wajah nya .. "


" Jadi kau mengenali raut wajah Kiara ?"


" Katakan Rey, siapa orang yang kamu kenal! tidak mungkin ada orang lain yang tiba tiba saja menitipkan bayi nya di rumah kamu, aku yakin orang itu tahu betul tentang kamu, Rey .. "


" Aku tidak tahu !"


Ucap Reyna yang kini semakin pusing mendengar tangisan Kiara


" Lain kali, jangan menebak sesuatu yang tidak kamu ketahui !"


" Kamu jangan ngomel terus, aku pusing dengerin tangisan Kiara "


" Kalau gitu, kita bawa Kiara ke kantor polisi agar kita bisa tahu, siapa orang yang berani membuang bayi semanis kiara !"


" Jangan! Aku tidak ingin Kiara di ambil oleh pihak kepolisian ... "


" Ini demi kepentingan Kiara !"


" Tidak ! "


Tak lama, Fandy pun berhenti mendadak karena tidak fokus mengemudi akhir nya, ia pun dengan cepat menekan rem, kalau tidak ia dan Reyna mau pun Kiara akan menabrak mobil di depan nya, untung saja Fandy sangat cepat menekan Rem mobil nya, kalau tidak ia akan merasa bersalah.


" Kau fokus saja mengemudi, aku yang akan menenangkan Kiara !"


" maafkan aku kelinci ku, maafkan dady ya Kiara "


" Kamu bilang apa tadi ?"


" Daddy !"


" Tidak cocok di panggil Daddy, kamu sama saja manja nya seperti baby Kiara !"


" Tapi Aura ketampanan aku, tidak pernah luntur kan .. "


" Terserah kamu, beruang kutub !"


Tiba tiba saja Kiara tersenyum ke arah Fandy, bisa jadi Kiara memang menyukai Fandy, karena setiap ia melihat wajah Fandy Ia selalu tersenyum dan tiba tiba saja tangisan nya berubah menjadi senyuman manis.


" Kiara Cantik, sampai terpukau melihat aura ketampanan daddy yah? "


" Jijik tau, beruang kutub .. "


" Punya calon suami Tampan kok jijik .. "


" Yah, tapi ngga usah narsis gitu geli aku denger nya. "


" Kiara saja tersenyum manis, kok kamu malah geli .. "


" Ah, kapan sampai nya kalau kamu ngomong terus !"


" Aku cuma jawab pertanyaan kamu !"


" terserah kamu !"


Mereka memang sering kali berantem dengan hal hal kecil seperti ini, namun mampu membuat hubungan mereka lebih romantis lagi, karena perdebatan kecil seperti ini lah yang nanti akan mereka rindu kan di masa masa pacaran, karena tinggal menunggu beberapa minggu lagi mereka akan menikah, dan hidup bersama seperti ini, mempunyai anak yang banyak dan menjalani kehidupan yang baru, sungguh ini impian Reyna dari dulu, setelah ia melewat berbagai macam masalah dalam hidup nya namun, ia mampu membuat masalah itu menjadi kenangan yang harus di kubur dalam dalam, karena masa depan sudah ada di depan mata, hanya menunggu waktu saja untuk membuat nya bertahan dengan kasih sayang.


Hai Maaf baru Up lagi, karena baru sembuh nih ,😁


Guys author minta Vote nya dong, karena cerita ini semakin menurun peringkat nya 😭 Ayo guys kumpulkan Poin dan Vote cerita ini.


Makasih ♥️