
Hari ini Adnan berangkat ke luar kota untuk membangun proyek Rumah sehat dan Rumah sakit swasta yang akan didirikan langsung oleh keluarga Raden kusuma, sesuai dengan wasiat almarhum kakek nya yang mengatakan kalau keluarga Raden harus menjadi penerus berdiri nya rumah sakit di kota ini agar bisa membantu mengobati serta memberikan peluang bagi kesehatan masyarakat sekitar.
Raden sendiri menyerahkan semua tugas kepada Adnan karena Adnan lah anak satu-satu nya dari keluarga raden, karena Raden sendiri sudah ada tugas lain di luar kota ia sedang meneruskan program rumah sehat di palopo dan sekitarnya.
sedangkan proyek di Banjarmasin, Adnan lah yang akan mengurus semua nya.
sore itu, Adnan merapihkan barang-barang yang akan ia bawa untuk pergi ke luar kota dan dengan di bantu oleh Aleyna.
sebenarnya Aleyna sangat berat hati kalau harus di tinggalkan sendirian oleh Adnan, mengingat hari-hari Aleyna begitu membosankan, akan tetapi Adnan tidak mungkin harus bolak balik ke jakarta sedangkan proyek di banjarmasin harus selesai dalam waktu seminggu.
padahal Adnan ingin sekali mengajak Aleyna namun, disisi lain Aleyna sedang kuliah dan dia mahasiswa baru. Adnan tidak mengijinkan Aleyna untuk bolos terus menerus karena akan memperlambat proses nya nanti.
" sayang, kenapa harus kamu sih!" ucap Aleyna yang duduk di samping Adnan
"kalau bukan aku, siapa lagi sayang? ayah hanya mempunyai satu anak dan itu aku." ucap Adnan sambil mengelus kepala Aleyna
" jadi kapan kita liburan kalau kayak gini?" protes Aleyna. ia merasa bosan
" ada hal yang lebih penting sayang selain liburan, dan aku tidak ingin melewatkan proyek pembangunan rumah sakit ini" ucap Adnan sambil merapihkan kancing baju nya.
bukan kah, keluarga lebih penting ! daripada proyek mu itu!
Aleyna nampak tidak suka dengan perkataan Adnan, ntah ia begitu menyukai pekerjaan nya sampai ia sendiri melupakan keluarga nya. .
bukan melupakan sih,tapi lebih memprioritaskan pekerjaan nya daripada Aleyna yang ingin mengajak nya liburan dan menghabiskan waktu bersama di pulau lombok.
Aleyna sendiri sebenarnya merasa bersalah kalau harus melarang Adnan bekerja, bukan kah itu sudah tugas seorang lelaki yang harus mencari nafkah untuk seorang wanita?
Ah, pilihan yang sulit Aleyna akui ia memang bosan dengan hidup nya sendiri apalagi setelah ia mengetahui semua ambisi Adnan yang ingin sekali membangun rumah sakit di seluruh kota-kota besar tapi, dia sendiri kesulitan membangun rumah tangga dengan istri nya sendiri.
bahkan, akhir-akhir ini Adnan jarang sekali mencurigai telepone genggam milik Aleyna atau membuntuti Aleyna lagi ke kampus, Adnan yang sekarang nampak acuh, ia bahkan sibuk dengan kerjaan nya sendiri.
" kamu jaga diri baik-baik. karena jarang sekali pulang ke rumah, kalau pun proyeknya sudah selesai aku akan segera pulang kok!" ucap Adnan sambil mencium kening Aleyna.
" jangan nakal di sana Mas, kabari aku terus" ucap Aleyna yang nampak cemberut
sebenarnya, aku tidak ingin kamu pergi ...
" tidak sayang, percaya kan semua nya kepada ku, aku mencintai mu!" ucap Adnan sambil mengecup Aleyna
" jangan lama-lama pergi nya.... " ucap Aleyna
" doa kan saja semoga cepat selesai sayang" jawab nya .
****
tak lama Rio pun selaku asisten dari dr. Adnan pun telah sampai di depan rumah ia hendak menjemput Adnan untuk pergi ke Bandara karena Rio juga akan ikut serta mengikuti proyek pembangunan rumah sehat dan rumah sakit swasta di banjarmasin, Rio sendiri sengaja ikut untuk memenuhi kebutuhan Adnan dan Aleyna bahkan tahu, jika Adnan sering sekali sibuk dalam bekerja sampai ia tidak makan, dan Aleyna tidak ingin itu terjadi.
Yah, memang seorang dokter seperti Adnan kadang terlalu mencintai pekerjan sampai melupakan kegiatan yang seharusnya ia lakukan. Aleyna selalu memberitahu Rio kalau Adnan harus makan teratur serta minum vitamin yang teratur agar ia tidak terlalu lelah dengan semua aktivitas nya.
" sayang pokok nya jaga pola makan, aku sudah siapkan beberapa vitamin yang kamu butuhkan di tas kecil ini. " ucap Aleyna sambil menunjuk tas kecil berwarna hitam milik Adnan.
Adnan pun tersenyum ke arah Aleyna, ia mengelus pipi tembem Aleyna.
" kamu tahu tidak? kalau kamu dokter sekaligus istri terbaik yang aku miliki " ucap Adnan, sontak membuat Aleyna tersenyum malu.
" jangan membuat ku rindu terus menerus!"ucap Aleyna ia masih merangkul tubuh tinggi nya Adnan.
" Pak Rio tolong jaga suami ku, kalau sampai ia nakal jangan lupa mengabari ku." ucap Aleyna
" siap bu..." sahut nya dengan sopan
" titip salam buat Al dan elea yang masih tidur, aku berangkat sayang." ucap Adnan sambil mencium kening Aleyna
-
tak lama mobil BMW X6 milik Adnan pun telah melaju meninggalkan perkarangan besar milik rumah keluarga Adnan. mobil yang memang biasa di pakai oleh Adnan untuk sekedar bekerja saja. Adnan dan Rio pun diantarkan oleh supir pribadi Adnan. sedangkan Rio sendiri telah di percaya oleh keluarga raden untuk menjadi asisten keluarga Raden karena ia begitu pandai dan berwibawa serta ia mampu memberikan ide-ide berlian nya untuk keluarga Raden, tidak salah jika Keluarga Raden amat menyayangi Rio yang sudah di anggap sebagai keluarga nya sendiri.
Aleyna menghela nafas ketika melihat kepergian sang suami, ada kesedihan yang mendalam di raut wajahnya dan ada juga rasa tidak mau kehilangan di dalam diri Aleyna.
apapun yang kamu kerjakan, aku akan mendukungmu......
Aleyna nampak diam terpaku ia memang terkadang egois padahal Adnan pergi hanya untuk bekerja dan kalaupun ia bekerja toh untuk Aleyna dan anak-anak nya tapi terkadang, Aleyna juga tidak selalu membutuhkan uang karena uang bisa di cari tapi waktu bersama sama itu jarang di temui.
itulah yang membuat Aleyna begitu bersedih apalagi secara diam-diam Aleyna sudah membeli tiket pergi ke pulau lombok untuk dirinya dan Adnan serta kedua anak nya, tapi semua itu terbuang sia-sia.
tercatat kalau sekarang tanggal keberangkatan Aleyna ke pulau Lombok untuk menyusul kedua sahabat nya tapi semua itu telah sirna, Aleyna mengubur dalam-dalam keinginan nya untuk berlibur bersama kedua sahabatnya.
mengapa tidak ada yang mengerti dengan perasaan ku.
Aleyna merobek semua tiket yang sudah ia beli bahkan ia sesekali menangis mengeluarkan kesedihan nya, dan bi Nani pun nampak khawatir dengan keadaan Aleyna yang tiba tiba saja bersikap seperti itu.
" Non, apa yang terjadi non! kenapa tiket nya di robek?" ucap bi Nani sambil menghampiri Aleyna
" Aku menyesal telah membeli tiket itu." ucap Aleyna sambil sesekali menyeka air mata nya.
" Non Aleyna kenapa? " ucap nya lagi seolah tidak puas dengan jawaban Aleyna tadi.
" aku hanya kesal saja bi, karena aku sudah mempersiapkan tiket untuk pergi ke lombok dan rencana nya aku akan memberikan kejutan untuk liburan di sana sama mas Adnan tapi nyata nya dia lebih memilih pekerjaan nya." ucap Aleyna lalu beranjak duduk
" sabar non, tuan kan sedang bekerja bukan karena tidak ingin pergi berlibur." ucap nya
" lebih baik non tenangkan diri dulu, biar nanti bibi yang akan menjaga tuan muda Al dan nona muda El" ucap nya
Aleyna memang sudah menganggap bi Nani sebagai ibu nya sendiri karena ia begitu baik dan ia selalu memberikan Aleyna nasihat yang baik agar menjadibistri yang baik juga,meski pun ia hanya sebatas asisten rumah tangga namun Aleyna menyayangi nya lebih dari sekedar asisten rumah tangga seperti biasa nya.
Aleyna mengurungkan diri di kamar, ia menatap foto pernikahan nya setahun silam di dalam foto itu, semua keluarga begitu bahagia bahkan mereka selalu melayangkan senyuman di setiap foto bersama Aleyna dan Adnan.
kalau saja, Aleyna sedang berada jauh dengan Adnan, ia selalu membuka video pernikahan nya dulu karena itu mampu membuat perasaan Aleyna lebih tenang .
*aku yang egois?
apa kamu yang terlalu ambisius* ?
ntah, permasalahan rumah tangga Aleyna tidak semulus jalan tol mungkin ada saja kerikil di dalam nya. bisa saja orang lain menilai kalau Aleyna dan Adnan pasangan yang sangat harmonis dan sempurna, tapi disisi lain ada hati yang rela terluka hanya untuk kebahagiaan di hari mendatang.
Aleyna tidak menyesal menikah dengan Adnan.
bahkan ia begitu bangga dengan dirinya sendiri, di usia nya yang masih sangat muda ia mampu mempertahankan pernikahan nya.
di kala teman-teman nya sibuk pamer kekayaan barang-barang branded dan gonta ganti pasangan.
sedangakan Aleyna sibuk menjadi ibu rumah tangga, dan itu tidak akan ada batas nya karena barang-barang mahal mampu terkalahkan dengan keikhlasan seorang ibu merawat anak-anak nya, itu lebih mahal dari apapun.
Note : Guys bagi kalian yang tidak paham dengan konflik di cerita ini pasti menggap cerita author ini terlalu berbelit-belit.
mungkin saja kalian tidak menyukai setiap konflik di dalam cerita jadi pemikiran kalian akan seperti itu.
coba pahami konflik di setiap cerita agar lebih mudah di pahami alurnya.
guys, di vote dong :)
author sedih, kalau peringkat nya turun naik gini, kalian semangat kumpulkan poin dan jangan pelit hehehe * author ga pelit kok* 😊
Like dan komen nya di tunggu juga