
Cuaca pagi hari memang sangat tidak mendukung, karena semalam memang turun hujan yang amat besar, untung saja Reyna sudah menyediakan segelas kopi hangat dan sebatang coklat,Kebiasaan Reyna kalau ia sedang di rumah, apalagi di suasana dingin seperti ini, rasa nya semua masalah yang ia hadapi begitu indah terselesaikan, ia tinggal menunggu tanggal pernikahan nya saja, Hidup memang seperti roda yang berputar, Di saat senang seolah mereka lupa bagaimana cara nya untuk bersyukur, namun setelah mereka di beri ujian , mereka malah menyalahkan sang pencipta yang tidak adil , Semua itu pernah Reyna rasakan , Namun ia perlahan mengerti tentang arti nya kehidupan, dan sekarang tuhan memberikan keadilan bagi hidup nya ntah keluarga dan cinta yang selama ini jauh pergi meninggalkan nya, Akan tetapi semua nya terasa sangat dekat sekarang.
" Hoamm.... "
Ia pun melangkah kan kaki menuju dapur karena ia sangat lapar sekali, biasa nya setiap pagi bunda Martha selalu menyediakan segelas kopi hangat dan sehela roti untuk Reyna sebelum ia berangkat kerja, Ia pun membuka penutup makanan di atas meja namun, tidak ada sedikit pun makanan yang tersisa di sana rasa nya Reyna ingin sekali marah,Ia langsung mengambil Benda pipih yang terletak di meja makan lalu membaca pesan singkat yang Bunda Martha kirimkan, ternyata ia sudah pergi sejak tadi pagi karena harus mengurus bisnis nya yang sudah terabaikan, Bunda Martha memang mempunyai bisnis di bidang makanan dan minuman, ia mendirikan Cafe Sehati, sebuah cafe yang biasa nya anak anak muda nongkrong menghabiskan waktu, maka itulah yang di rasakan oleh Reyna, wajar saja ia menyukai kopi toh Ibu nya seorang pembisnis kopi, menurut Reyna , Ia akan lebih tenang ketika sudah menyeruput Cappucino coffe, Dengan Latte yang enak .
Reyna pun segera menyalakan kompor untuk merebus air hangat, ia mengambil bubuk kopi itu di dalam kulkas, dan memakan sebatang coklat untuk menghangatkan tubuh nya.
" Padahal, sebentar lagi aku akan menikah, Tapi aku tidak bisa berhenti makan coklat!"
Segera ia menuangkan air hangat itu ke dalam gelas kecil yang sudah di isi bubuk kopi rasa Capucinno kesukaan nya, dan langsung menikmati segelas kopi itu di ruang televisi sambil menonton drama drama korea favorite nya.
Tak lupa ia menghubungi calon suami nya.melalui video call, Ini mungkin akan menjadi kebiasaan Reyna, membangunkan Fandy dan menyiapkan sarapan untuk nya.
" beruang kutub , bangun dong ! Waktu nya nyari nafkah untuk kebutuhan calon istri!" Ucap Reyna dalam video call tersebut
" Iya .. Aku sudah bangun, Kamu sedang apa ?"
" Sedang menikmati segelas kopi dan sebatang coklat !"
" Kenapa makan coklat terus, nanti sakit gigi !"
" Biarkan saja, toh Dokter nya juga calon suami aku .. Weee !"
Ucap Reyna sambil menjulurkan lidah nya
"Yasudah, kamu mau ikut mandi !"
" Enggak mau ... "
" Tapi kalau sudah menikah, kamu harus mandi bareng aku!"
" Sejak kapan beruang kutub bawel banget!"
" Seja kenal sama kamu !"
" Yasudah mandi sana, bau badan kamu sampai sini tuh.. "
" Iya jangan di matiin yah, awas kalau sampai telepon nya di matiin "
" Aku harus menunggu kamu selesai mandi gitu?"
" Iya!" Ucap nya
Reyna menghela nafas, ia benar tidak menyangka dengan sikap manja nya seorang Fandy, yang dulu ia kenal sebagai cowok yang dingin dan dewasa, namun setelah mengenal nya bahkan ia adalah cowok manja, bayi gede yang menyusahkan Reyna.
Ah .. Yasudah lah toh Reyna menyayangi Fandy apa ada nya, ia siap menerima perubahan sikap Fandy.
" lama lama aku mengganti panggilan dengan sebutan Bayi beruang kutub, Kayak nya lebih cocok sama sikap manja nya .."
Reyna pun menaruh telepon nya di atas meja dekat ruang televisi, ia kembali menyeruput segelas kopi dan memakan kembali sebatang coklat.
" Nikmat nya .... "
Namun tiba tiba saja, terdengar suara tangisan bayi dari arah samping rumah nya, ia kira suara itu berasal dari film drama korea yang ia tonton, namun bukan, tangisan bayi itu semakin kencang terdengar ke dalam gendang telinga Reyna, Ia sekarang menutup kedua telinga nya
ntah rumah ini berasa horor, Apalagi ia sedang sendiri di dalam rumah
" Berisik ... "
Reyna pun mematikan Televisi nya untuk memastikan di mana suara bayi itu berasal, Ia nampak ketakutan karena di film horor yang ia tonton, suara bayi itu menandakan hal yang buruk, ia segera mengambil handphone nya dan memanggil Fandy dalam sebuah sambungan video call nya
" beruang kutub ... "
" Beruang kutub ... kamu belum selesai mandi kah ?"
Reyna semakin merasa ketakutan karena suara bayi itu sangat lah keras , Reyna tak bisa berbuat apa apa, ia menarik selimut yang ada di sofa ruang televisi dan mencoba menutup kedua telinga nya menggunakan earphone namun tetap saja suara tangisan bayi itu semakin kencang
" Bunda ... Reyna takut !"
Tak lama, Reyna pun memanggil Fandy yang baru saja selesai mandi dalam video call itu ia hanya mengenakan handuk putih berbentuk piyama yang memperlihatkan setengah dada bidang nya yang terbuka ia langsung mengambil benda pipih itu dan melihat Reyna sedang ketakutan .
" Kelinciku, kamu kenapa ?"
" Tolong aku, kamu dengar suara bayi nangis kan kenceng banget .. Aku takut !"
" Kali ini percaya sama aku "
" Maka nya jangan kebanyakan nonton film horor .."
" Beruang kutub! kali ini dengarkan suara tangis bayi ini .. "
Fandy pun menempelkan telinga nya ke handphone milik nya, ia mendengarkan dengan sangat jelas, dan benar saja ia pun mendengar suara tangisan bayi .
" kamu dengar kan, beruang kutub!"
" Iya aku mendengarnya, kamu coba temui di mana suara tangis bayi itu berasal nya "
" Aku takut! aku tidak mau .. "
" Ada aku yang menemani mu lewat video call ini !"
" Percuma, Aku takut itu bayi jadi jadian, kenapa sih pagi ini horor banget "
" Reyna, kali ini saja. Hanya untuk memastikan saja di mana suara tangis bayi tersebut "
" Tapi,kamu terus temani aku yah, Aku takut terjadi apa apa sama diriku sendiri !"
" Aku menemani mu, Kelinci ku!"
Reyna pun melangkahkan kaki dengan pelan ke arah luar, tepat nya di samping ruang televisi nya ,ia dengan langkah hati hati, karena merasa takut, ntah karena Reyna berada sendirian di rumah sedangkan security pun tidak ada di rumah nya.
" Aku harap bukan apa!"
Reyna terkejut ketika ada seekor kucing yang hampir saja ia injak tubuh nya karena ia berjalan sambil sesekali memejamkan mata nya.
" Ahh ... "
Reyna mengelus dada karena ia terkejut dengan kucing yang hampir saja ia injak .
Segera ia melanjutkan langkah kaki nya menuju samping luar ruangan televisi nya karena ruangan ini memang berada di samping dan dengan di batasi oleh tembok besar untuk menjaga batas dengan rumah tetangga nya.
" Beruang kutub .. "
Reyna terkejut ketika melihat bayi mungil yang sedang menangis , yang di letakkan di keranjang bayi, Bayi itu masih merah kulit nya bahkan ia menangis dengan sangat kencang, Reyna segera menghampiri keranjang bayi tersebut
" Apa yang kamu temukan, Kelinci "
" Aku menemukan bayi mungil "
Reyna langsung menggendong bayi tersebut yang menangis sangat kencang sekali, ibu mana yang tega membuang bayi semungil ini, Setelah Reyna menggendong nya,bayi itu tiba tiba tertidur, ntah karena ia menginginkan kehangatan kasih sayang seorang ibu, Reyna menangis melihat Bayi mungil ini yang sangat kasian.
Ia membuka secarik kertas yang terletak di dalam keranjang bayi tersebut, Di situ bertuliskan nama dari bayi mungil ini .
" kiara nabella Sehan "?
Ia membaca surat itu, dengan perasaan sedih
" maaf, aku meninggalkan bayi ku di rumah mu, karena aku tidak bisa membesarkan nya, Aku bahkan tidak berhak menjadi seorang ibu untuk bayi yang tidak berdosa ini, tolong jaga anak ku, dia sangat membutuhkan kasih sayang dari mu "
Reyna langsung membawa bayi itu masuk ke dalam rumah, dan meletakkan bayi itu di kamar nya karena bayi itu sudah tertidur
Lalu ia mengambil handphone nya yang ia letakkan di saku nya, ia menghubungi Fandy lagi
" Aku menemukan bayi mungil ini, dan ada secarik kertas di dekat keranjang bayi ini, Aku bingung apa yang harus aku lakukan!"
" Aku akan segera kesana untuk memastikan bayi itu baik baik saja, Jangan lupa mengabari ibu mu!"
Reyna pun langsung menutup sambungan telepon nya, ia merasa khawatir dengan keadaan bayi mungil ini.
" Aku pasti akan menjaga mu , Kiara cantik !"
Kira kira itu anak siapa yah ?
Btw, Like dan komen
maaf nih, author akhir2 ini lagi drop banget.