
Warning : Sebelum baca di Harapkan Membawa Tisu. Karena Ini episode menurut Author menguras Air mata 😭
* Ldr *
Foto ini diambil di Bandara, Sebelum Adnan pergi Ke Bali .
* Selamat Membaca*
Aleyna pun menghapus Air mata yang jatuh di pipi nya ketika pesawat yang di Tumpangi dr. Adnan dan beberapa rekan nya telah terbang. Ia sangat sedih ketika Adnan meninggalkan nya, mungkin perasaan Aleyna yang sensitif, Dan ia tidak ingin menjauh dari Adnan .
Reyna pun memeluk Sahabat nya itu, Ia merasakan bagaimana Rasa nya berhubungan jarak jauh walaupun hanya satu minggu, Tapi Reyna mungkin sudah biasa menjalani Long distance Relationship . Karena dulu hampir 3 tahun Reyna berhubungan jarak jauh, Ya meskipun banyak cobaan dan Rintangan , Tapi Reyna yakin kalau dr. Adnan tipikal cowok yang setia,Berbeda dengan Dimas .
Hubungan jarak jauh memang lah sulit, Apalagi jika ini di mulai untuk pertama kali nya, Aleyna pun sudah mulai harus terbiasa menjalani Hidup nya tanpa Adnan, Tapi itu semua sulit . Karena setiap hari mereka sering bertemu dan Adnan selalu mencium kening nya di saat ia sudah terbangun dari tidur nya, Ia ingat ketika Adnan menyiapkan sarapan untuk nya bahkan ia ingat ketika Adnan hendak bekerja, ia selalu memeluk dan mencium istri nya . Hari ini, ia benar benar kehilangan sosok Adnan, Yang setiap hari Ada di samping nya.
"Baru beberapa Jam , Aku ngga kuat Rey " Ucap Aleyna sambil terisak
" Yaelah Cuma seminggu Ley . Baper banget " Ucap Reyna
Aleyna langsung membantingkan Tubuh nya ke kasur empuk, Dan mengambil Handphone nya di dalam Tas nya tadi .Lantas ia selalu mengecheck jikalau Ada pesan whatsapp dari suami nya, Namun Adnan belum sama sekali menghubungi Aleyna .
Aleyna memutar mutar Handphone nya,Sambil sesekali ia selalu menunggu Kabar dari Suami nya itu .
Sudah hampir 6 jam, Adnan pun belum menghubungi Aleyna, Pikiran Aleyna sudah kalang kabut, Ia ingin sekali mendengar suara suami nya itu.
" Mas , Kamu di mana? Sampai Tega Tidak mengabari ku " Batin Aleyna ia terus Fokus ke Handphone nya sambil menunggu Kabar dari dr. Adnan .
Reyna pun tergesa gesa menaiki anak tangga untuk mencapai Kamar Aleyna yang berada di lantai Atas . Ia langsung membuka pintu kamar Aleyna, Reyna benar benar syock ketika melihat berita di televisi, Jika Ada pesawat yang terjatuh yaitu Pesawat Arah Bali . Pikiran Reyna sudah kemana mana. Ia memikirkan dr. Adnan dan dr. Fandy.
Ia langsung memberitahu Aleyna
Brukkkkk ...
Aleyna pun terkejut
" apa apan sih Rey . ngagetin Aku aja " Ucap Aleyna
Tanpa berbicara, Reyna pun menekan tombol Remot tv yang terpampang di Kamar besar milik aleyna .
" Coba lihat Ley " Ucap Reyna sambil menunjuk ke arah Televisi .
" Pemirsa, Tragedi jatuh nya pesawat yang dari Bali Memakan korban hingga Puluhan orang, Korban masih belum di Temukan, Di karenakan Pesawat itu Jatuh ke dalam Laut dengan ketinggian 3.000 kaki "
" Semua korban belum berhasil di Temukan , Hanya Awak pesawat saja yang berhasil di Temukan, Tim Sar masih terus mencari keberadaan Korban jatuh nya pesawat "
Berita Di televisi itu pun membuat badan aleyna terkulai Lemas, Ia tidak menyangka ini semua akan terjadi pada suami nya .
" mas Adnan " Ucap aleyna
" Itu semua tidak mungkin " ucap Aleyna badan nya terkulai Lemas, Ia benar benar syock melihat berita yang di Tayangkan di salah satu televisi swasta itu .
Badan nya pun tak mampu untuk bertahan, Sehingga Aleyna pun Pingsan.
Reyna sontak panik ketika melihat Aleyna pingsan , Ia khawatir dan berteriak memanggil Bi nani, Dan Pak iskandar selaku Satpam di rumah Aleyna
" Bi nani, Tolong Bi " Ucap Reyna sambil memangku Tubuh Aleyna
" Nyonya muda kenapa non " Ucap Bi nani yang ikut panik .
Lalu Mereka pun membawa Aleyna ke rumah sakit , Karena khawatir dengan Aleyna . Reyna benar benar bodoh memberitahu berita itu,Andai saja ia tidak memberitahu nya, Mungkin saja Aleyna tidak akan pingsan.
Aleyna langsung di Tangani oleh dr. Astri Spog , Karena dr. Edwin sedang tidak berada di Rumah sakit .
" Dokter, tolong Sahabat saya dokter " Ucap Reyna tergesa gesa .
Ia pun langsung menelpon Bunda widya dan mamah Venna , Tak lama Mamah Venna pun sampai ke rumah sakit ,Ia khawatir dengan Keadaan Aleyna .
"Rey, Di mana anak ibu " Ucap mamah Venna ia panik dengan keadaan anak nya .
" Sedang di Tangani Tante " Ucap reyna sedikit bersalah
" Kami melihat berita di Televisi , Bahwa ada kecelakaan Pesawat terbang dari Bali . " Ucap Reyna
" Yampun,Ada apa dengan Adnan " Ucap mamah Venna lagi . Ia khawatir dengan Aleyna dan Adnan
" Apa yang Terjadi dengan Anak Tante ? " Ucap Bunda widya dan Pak Raden yang baru saja datang .
" Venna, Sebenar nya Ada apa ? " Ucap Raden
Mamah Venna pun menceritakan kejadian sebenarnya, Mengapa Aleyna bisa pingsan . Karena melihat Berita yang ada di Televisi soal kecelakaan Pesawat yang jatuh, Aleyna benar benar Syock.
" Aku akan mencari kebenaran berita tersebut, Dan kamu jaga Menantu kesayangan ku " Ucap Pak Raden sambil bergegas pergi .
Kemudian dr. Astri pun keluar dari Ruang pemeriksaan Aleyna.
" Bagaimana keadaan anak saya Dok ?" Ucap Mamah Venna
" Bagaimana keadaan Calon bayi nya Dok ?" Ucap Bunda Widya
" Aleyna terlalu banyak pikiran, saya sarankan agar Aleyna tidak terlalu banyak memikirkan sesuatu, Karena itu sangat berbahaya bagi pertumbuhan Janin di Rahim aleyna . Karena Aleyna sedang hamil muda, Maka Rentan untuk mengalami keguguran" Ucap dr. astri
" Untuk sekarang, Aleyna sedang beristirahat, Biarkan dia beristirahat . Agar tidak terlalu banyak beban pikiran " Ucap dr. Astri
" Baik dok " Ucap mamah Venna, dr. Astri pun langsung bergegas pergi . sementara Mamah Venna, Dan Bunda widiya beserta Reyna pun menunggu di Ruang Tunggu depan Pintu kamar Aleyna .
" Semoga Aleyna dan Calon bayi nya Tidak apa apa ya Tuhan, Lindungi lah Aleyna " Batin mamah Venna .
Bagaimanapun, kasih sayang seorang ibu tidak ada dua nya, Begitupun dengan Mamah Venna . ia sangat terpukul melihat keadaan Aleyna yang terkulai lemas di Rumah sakit, Bahkan ia sedari kecil selalu takut tidur di kasur Rumah sakit, Ia sangat Tidak menyukai Suasana Rumah sakit. Namun, Ketika ia dekat dengan dr. Adnan, Rasa takut itu pun hilang, Ia lebih sering datang ke Rumah Sakit hampir setiap hari .
" Duh ley, Aku ngerasa bersalah banget " Ucap Reyna dalam hati, Ia terus berdoa untuk kesembuhan sahabat nya itu.
Pak. Raden pun menghubungi pihak Rumah sakt yang bergabung dengan Ikatan Dokter, Apa benar kalau pesawat yang di Tumpangi Adnan terjatuh?lantas di mana Adnan ?
Mengapa ia Tidak menghubungi Aleyna .
" Suster Dwi " Ucap Pak Raden
" Kenapa dok ?" Ucap suster Dwi
" Apa dr. Adnan dan yang lain sudah menghubungi pihak rumah sakit, kalau dia sudah sampai sana ?" Ucap Pak Raden
" Saya tidak tahu, mungkin nanti kalau sudah ada saya hubungi dokter " Ucap suster dwi
Sementara setelah Aleyna terbangun dari tidur nya, Ia menanyakan keberadaan Adnan . Ia sangat khawatir dengan keadaan suami nya itu, Apalagi ketika melihat berita di Televisi . Pikiran Aleyna ntah kemana .
" Mamah, Mas Adnan mana mah ?" Ucap Aleyna
" Sayang, Adnan baik baik saja sayang " Ucap Mamah venna mencoba menenangkan Aleyna
" Mas Adnan mah " Ucap Aleyna histeris
" Ayah mu sedang mencari Adnan, dan kamu tenang, Adnan baik baik aja nak . " Ucap Bunda Widya
" Nomor Adnan dan nomor dr. Fandy tidak aktif " Ucap seseorang di depan pintu, Yaitu Reyna .
" Mungkin jaringan di sana sedang tidak stabil , Ley jangan terlalu di pikirin , belum tentu itu Pesawat dr. Adnan yang jatuh " Ucap Reyna
" Bagaimana aku ngga khawatir, Mas Adnan suami aku " Ucap Aleyna kembali terisak
" Kamu tenang sayang " ucap mamah Venna memeluk Anak kesayangan nya itu .
Pak. Raden pun terus menghubungi Pihak yang ikut serta dalam Ikatan dokter.
Namun, Jaringan di sana sangat buruk, sehingga ia tidak bisa menghubungi pihak Sana .
Sebenarnya apa yang terjadi dengan dr. Adnan dan teman teman nya ?
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA .
VOTE AUTHOR JUGA BOLEH❤❤