My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
menjelang pernikahan



Hari ini Reyna di sibuk kan dengan berbagai acara menjelang hari pernikahan nya dengan Fandy, karena hari ini ia menggelar bridesmaid di rumah nya dan menjalani tradisi pingit, yaitu di larang bertemu sebelum hari pernikahan nya, Aleyna membawa Elea dan Alvin serta Susan yang membawa Kiara pun nampak hadir ke rumah Reyna, untuk merayakan pelepasan masa lajang Reyna, tradisi ini memang harus di lakukan di kalangan mereka, karena mereka sudah berjanji ketika waktu sekolah agar selalu mendukung satu sama lain, kecuali Ketika Susan hendak menikah, Aleyna sedang melahirkan jadi ia tidak bisa hadir secara langsung ke pernikahan Susan namun sekarang berbanding kebalik, Aleyna dengan membawa kedua anak kembar nya ke rumah Reyna untuk merayakan Bridesmaid untuk Reyna yang sebentar lagi melepas masa lajang.


" Ley, kayak nya sebentar banget ya, Tiga di antara kita sudah hampir mau menikah semua.. " Ucap Susan yang terharu


" Iya , Aku ngga nyangka kamu dan Reyna bakal nikah sama Dokter juga .. " Ucap Aleyna lagi


" Karena kamu menularkan virus ketampanan seorang Dokter !" Sahut Reyna yang baru turun dari kamar nya


" tapi, virus nya bagus kan .."


" Bagus buat memperbaiki keturunan .."


" Cuma aku saja yang belum mempunyai keturunan " Ucap Susan yang tiba tiba saja drop


" Susan, Tuhan itu tidak tidur dia maha memberi, mungkin kali ini bukan rezeki kamu tapi suatu saat, kamu pasti bakalan hamil " Ucap Aleyna yang mencoba menenangkan Susan


" Iya lagi pula ada Kiara, tapi maaf aku sebelum nya sempat kesal melihat Kiara, tapi kali ini aku merasa iba melihat nya .."


Ucap Reyna


" Jangan membenci anak kecil seperti Kiara, Karena dia belum mengerti apa apa !" Sahut Aleyna


" Kali ini, aku semangat dan tidak akan nyerah buat berusaha " Ucap Susan


Tak lama, Aleyna pun merias wajah Reyna dengan sesuka hati nya, dan memakai kan Reyna baju serba kuning, karena warna kuning adalah warna yang tidak di sukai Reyna, ia terpaksa mengikuti keinginan kedua sahabat nya saja , toh ini balas dendam dari Aleyna dan Susan dulu, Tapi Reyna senang melakukan nya.


" Pokok nya kita menanti Ponakan baru dari kamu dan Fandy !" Ucap Susan sambil mencoret coret wajah Reyna


" Aku malah takut, aku benar benar takut!" Ucap Reyna


" Awal nya sih takut, lama lama enak kok!" Ucap Aleyna sambil tertawa


" Ah kalian , Jangan bikin aku tambah negatif saja !"


" Kau kan Agresif, pasti kau yang menyentuh Fandy duluan .. "


" kali ini dia yang lebih Agresif !"


" Serius ?" Ucap Aleyna yang nampak tidak percaya dan memancing Reyna untuk menceritakan bagaimana sikap Fandy selama ini


" Memang awal nya aku kayak lebih Agresif , soalnya dia pertama kali mau cium aku tuh, dia ragu! aku kan ngga bisa nunggu terlalu lama, ngga salah kan kalau wanita memulai duluan ?" Ucap Reyna


" Ah sumpah, aku baru tau sahabat ku ini nafsuan .." Ucap Susan sambil tertawa


" Memang kalian tidak Agresif ?" Tanya Reyna kepada Susan


" Kalau dulu sih, aku masih jaim ! Cuma beda, kalau sudah menikah aku lebih Agresif !" Ucap Susan sambil tertawa


" Parah banget sih , Geli aku denger nya " Ucap Aleyna sambil bergidik ngeri


" Ah, kamu sama saja Ley, tidak mungkin seorang dr. Adnan yang pendiam dan cool lebih Agresif daripada kamu, Aku yakin kamu lebih Agresif daripada Adnan !" Ucap Reyna sambil menunjuk Aleyna


" Ya kenyataan nya memang dia yang lebih agresif daripada aku " Ucap Aleyna sambil tersipu malu


" Jadi kamu ngga agresif sama sekali ?" Ucap Susan


" Aku ngga percaya !" Ucap Reyna seolah menyudutkan Aleyna


" Kami hampir 2 jam menghabiskan waktu di kamar mandi doang " Ucap Aleyna yang keceplosan karena mendapat pancingan dari kedua sahabat nya, Reyna dan Susan pun nampak terkejut mendengar pengakuan Aleyna


" Omg! Apa yang kalian lakukan ?" Ucap Reyna yang begitu penasaran


" Kau juga akan merasakan nya nanti, kau bilang kan Fandy lebih agresif sekarang ? " Ucap Aleyna sambil tertawa


" Kau jangan menakuti aku, aku sampai tidak bisa tidur karena memikirkan hal ini!"


Ucap Reyna


" lebih baik merasakan, daripada tidak sama sekali, karena itu pengalaman baru di hidup kita !" Ucap Aleyna


" Semoga saja tidak ada halangan lagi di pernikahan kami " Ucap Reyna


*


" Semoga saja mereka bisa seperti kita" Ucap Aleyna kepada Susan ketika melihat anak anak mereka tertidur


" Pasti lah, Karena mereka akan menjadi penerus kita " Ucap Susan sambil tertawa


" Semoga saja, Elea tidak barbar seperti kamu Ley !" Celoteh Reyna


" Aku sih berharap gitu, tapi El memang barbar , karena dia lebih sering menangis di banding Alvin "


" Bahaya, Aku yakin sifat dan sikap dia akan mirip seperti kamu " Ucap Reyna


" Kan ibu nya !"


" Kirain nenek nya "


" Sialan!"


Mereka pun menghabiskan waktu sampai malam hari, dan Reyna pun menyuruh mereka untuk menginap saja di rumah Reyna karena di luar sedang hujan dan suami mereka juga mengizinkan nya menginap walau hanya semalam saja toh besok dan seterus nya mereka tidak akan bisa melakukan ini lagi karena mempunyai hidup masing masing, maka nya Reyna manfaatkan waktu ini, untuk bisa menghabiskan malam bersama kedua sahabat nya karena tidak ada yang berbeda dari mereka ketika dulu maupun sekarang yang ada hanya lah, Candaan dan tawa bahagia yang mampu membuat persahabatan mereka lebih bermakna


*


Sementara Adnan dan Daniel pun kumpul di Apartement Fandy untuk menghabiskan waktu bersama dan melepas masa lajang Fandy yang tinggal di hitung hari saja, mereka membeli banyak cemilan dan jus serta buah buahan karena mereka memang tidak merokok dan tidak minum alkohol , karena mereka seorang Dokter harus selalu bebas dari rokok dan alkohol , Mereka selalu menjaga kesehatan tubuh mereka karena itu penting, Seorang Dokter di tuntut untuk menjaga kesehatan dan menjaga pola makan karena aktifitas kerja yang memang menguras tenaga dan pikiran, Karena mereka bekerja tidak hanya di satu tempat tapi terkadang sehari itu ada di tiga tempat namun, itu sudah tanggung jawab mereka, untuk bekerja sebagai Dokter karena Profesi sebagai Dokter merupakan pekerjaan yang mulia, karena mampu mengobati orang orang yang sedang sakit atas ijin sang maha kuasa.


Kali ini, ketiga Dokter muda setengah tua, karena mereka sudah mempunyai anak dan bukan lagi dokter muda karena usia mereka sudah memasuki angka dua puluh keatas, dan hari ini, Adnan dan Daniel sengaja menginap di Apartement Fandy , untuk menghabiskan waktu bersama karena istri mereka juga seperti itu.


" Jangan lupa obat kuat " Ucap Daniel yang meledek Fandy sambil tertawa


" sialan, jangan menghinaku !" Ucap Fandy


" Bagaimana kalau di suntik pake obat bius ?" Ucap Adnan


" Sialan, ngga enak lah " Jawab Fandy


" Memang kau sudah pernah merasakan ?"


Ucap Adnan lagi


" Belum, aku masih ori " Ucap Fandy sambil tertawa


" yakin ori ? terus kemarin sempat tinggal bareng Reyna ngapain aja ?" Ucap Daniel


" Tidak perlu tahu !" Ketus Fandy


" Aku kasih tips biar lancar jaya .." Ucap Adnan


" Apa ? beritahu aku !" Ucap Fandy


" Jangan lupa baca doa sebelum melakukan nya !" Ucap Adnan sambil tertawa


" Hey! tidak ada tips lain ?" Ucap Fandy


" Pejamkan mata, tarik nafas ! keluarkan " Ucap Daniel lagi sambil tertawa di iringi Adnan yang juga ikut tertawa


" mau bikin anak, apa mau buang gas !" Ucap Fandy yang sedikit kesal


" Kau pelajari sendiri, karena kalau sudah berdua, kau akan melupakan trik dan tips dari kami " Ucap Adnan


" Kau juga begitu ?" Jawab Fandy


" Aku sampai berjam jam " Ucap Adnan


" Aku paling satu jam "


" Hebat, aku sudah tidak sabar !"


Mereka pun berbagi tips sambil bercerita hingga tengah malam, sampai melupakan status mereka yang sudah beristri, memang kalau sudah bersama. mereka hampir lupa dengan semua nya, sama seperti para istri mereka yang juga asik sendiri bercerita hingga larut pagi .


Babang Fandy udah ngga sabar nih ye :) *opps


Guys author minta Vote, buat datang ke nikahan Fandy dan Reyna wkwk 😁


Sok atuh di Komen dan Di Like