
" kalau sudah selesai, silahkan taruh kertas ulangan di meja saya"
Semua murid mematuhi perintah Pak Darwin, dan untuk kali ini Elea dan kedua sahabatnya ikut ulangan, dan tidak bolos.
Elea tidak mau di skorsing di rumah lagi, ia tidak bisa pergi kesekolah, apalagi sekarang ada Meghan yang menjadi musuh bebuyutan nya.
Pak Darwin berkeliling, melihat siswa yang sedang mengerjakan ulangan harian, takutnya ada kecurangan, dalam pengerjaannya.
Masih ada waktu sepuluh menit, Rangga sudah selesai mengerjakan tugas, Rangga adalah orang pertama yang menyelesaikan ulangannya. Elea nampak terharu, ia bahkan belum bisa mengerjakannya.
Elea menatap ke arah Rangga sambil cemberut, namun Rangga hanya menatap nya dengan tatapan datar.
" Silahkan keluar!" Ucap Pak Darwin yang menyuruh siswa lain yang sudah mengerjakan ulangan untuk keluar agar tidak mengganggu siswa lain yang sedang mengerjakan tugas.
Semua sudah hampir selesai, hanya ada sisa waktu lima menit lagi, Elea adalah salah satu murid yang masih mengerjakan tugas, semua kelas kosong hanya ada Elea sendiri dan juga Pak Darwin yang menunggunya di kursi depan .
" Bisa nggak sih, kalau ngasih soal jangan yang susah!" Ucap Elea nampak kesal dengan Pak Darwin.
" Apa kamu sudah selesai mengerjakannya?" Tanya Pak Darwin.
Rupanya, Pak Darwin sengaja memberikan soal yang lebih susah untuk Elea jawab, karena setiap soal ulangan berbeda dari siswa lain,sampai otak Elea panas karena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Pak Darwin.
" Aku menyerah deh!" Ucap Elea sambil menghampiri Pak Darwin dan memberikan soal ulangannya.
" Kok menyerah? Siswa lain bisa kenapa kamu tidak." Ucap Pak Darwin
" pak ayolah, jangan memberiku soal seperti itu, bagaimana aku bisa mendapatkan nilai A!"
Elea mengeluh, dan Pak Darwin menyuruhnya untuk duduk di hadapannya.
" Duduk saja didepanku! Ucap Pak Darwin yang menyuruh Elea untuk duduk dihadapannya, Elea hanya mengikuti saja.
" Ada apa lagi Pak?" Tanya Elea.
" Pesankan aku kopi, dikantin, lalu balik ke kelas lagi?" Ucap Pak Darwin yang menyuruh Elea.
" Pak bisa pesan sendiri, kenapa harus aku?" Ucap Elea
" Nilai A atau tidak dapat nilai sama sekali?" Ucap Pak Darwin yang mengancam Elea.
" Tidak apa-apa, tidak dapat nilai A."
" Kamu mau skorsing lagi?"
" Yasudah aku akan memesan kopi untuk bapak!" Ucap Elea dengan kesalnya, ia langsung pergi dengan cemberut, dan mendumel di sepanjang jalan. Belum saja urusannya selesai dengan Rangga, Pak Darwin dengan seenaknya menyuruh nya.
Sebenarnya Elea tidak takut dengan ancaman Pak Darwin, tapi ia takut dengan Daddy kalau saja beneran skorsing di rumah lagi, ia tidak bisa bertemu Rangga.
" Kenapa sih Pak Darwin nyebelin banget jadi guru!"
Elea terus mengoceh di sepanjang jalan menuju kantin, ia bertemu Rangga yang sedang duduk di kantin.
Elea hendak menghampiri namun, Meghan langsung menghampiri Rangga dan membawa makanan untuk Rangga.
" Ternyata ini, rasanya cemburu!" Ucap Elea dalam hati, ia langsung memesan segelas kopi untuk Pak Darwin.
Elea tidak ingin menghampiri Rangga yang sedang sibuk dengan Meghan.
Rangga juga melihat kehadiran Elea, namun ia sengaja pura-pura tidak melihat, dan mengobrol bersama Meghan.
" Cemburu itu nggak enak kan , kepala batu?"
Rangga mengabaikan Elea, begitu juga dengan Elea yang pura-pura cuek tidak melihat Rangga.
" Bu, kopi nya satu!"
Setelah selesai membeli segelas kopi untuk Pak Darwin, Elea langsung pergi dan membawanya ke kelas, memang kelas belum selesai tapi Pak Darwin membolehkan kan siswa kelas X 2 untuk keluar karena ia ingin mengoreksi hasil ulangannya.
" Ini Pak!" Ucap Elea sambil memberikan segelas kopi
" Terimakasih, kalau gitu!" Ucap Pak Darwin sambil fokus
" Kalau gitu, aku pergi dulu!" Ucap Elea.
" Mau kemana?"
" Bapak butuh apa lagi sih."
" Pulang sama siapa?"
" Sama Rangga!"
" Yasudah hati-hati!"
Elea semakin tidak mengerti dengan sikap Pak Darwin, namun ia merasa ada yang berbeda dengan sikap Pak Darwin, selama di skorsing di rumah dan sampai sekarang, sikap Pak Darwin begitu aneh.
Elea langsung pergi, dan ia terkejut ketika Rangga berdiri di dekat pintu kelas menunggu kedatangan Elea.
" Duh..."
" Jadi ini, murid kesayangan Pak Darwin?" Ucap Rangga sambil meledek Elea.
" Memang kenapa?"
" Bukannya kamu sibuk sama masa lalu kamu?"
Rangga merangkul Elea, namun elea menolak nya.
" Gimana rasanya, enak nggak!" Ucap Rangga sambil mencubit hidung Elea.
Elea nampak kesal ia melepas rangkulan Rangga.
" Memangnya apa yang aku rasain, aku nggak masalah kamu deket sama Meghan atau siapapun!"
" Yakin?"
" Iya?"
" Yasudah kalau gitu!"
Rangga hendak melangkah kembali menuju kantin, namun dasi nya di tarik oleh Elea, Sehingga Rangga tidak bisa pergi kemana mana.
" Kamu pikir, aku bisa mengijinkan kamu berduaan bersama meghan, kamu pikir aku akan diam saja! Dasar buaya....." Celoteh Elea sambil memarahi Rangga, Rangga hanya tersenyum kesakitan karena lehernya sempat ikut tertarik.
" Kamu sendiri yang bilangkan?" Ucap Rangga sambil tersenyum.
" Gila saja, kalau sampai kamu melakukan itu, sampai kapanpun aku tidak ingin mengenal kamu!"
" Kamu pikir aku juga suka, kamu dekat dengan Pak Darwin?"
" Apalagi melakukan hal yang menjijikan seperti tadi!"
Elea melepaskan dasi Rangga, karena Rangga begitu kesakitan.
" Itu semua tidak seperti yang kamu bayangkan Rangga...."
" Mana mungkin, aku menyukai guru, bahkan dia lebih tua dariku!"
" Tapi, aku yakin dia menyukai mu, aku tidak akan biarkan itu terjadi!"
" Kamu cemburu?"
Elea mencubit hidung Rangga yang mancung.
" Kalau cemburu kenapa?"
" Berarti sayang dong sama aku?"
" Jadi kamu pikir aku akan diam saja, kalau ada cowok lain yang menggodamu?"
" aku cuma tergoda sama kamu!"
" Jangan nakal seperti tadi, kalau sampai terulang, aku akan menggigitmu!" Ucap Rangga sambil menatap tajam wajah elea.
" Gigit saja kalau berani!" Ucap elea yang menantang.
Rangga hendak menggigit Elea, dan Elea mengindar sambil tertawa.
" Apaan sih, vampire!"
" Makanya jangan genit!"
" Iya bayi gede, aku genit sama kamu doang!"
" Bohong!"
" Mau bukti apalagi sih!"
" Cium?"
" Apaan sih, nggak boleh!"
" Cium pake sepatu mau?"
Elea tertawa sambil berjalan menuju parkiran mobil bersama Rangga, sementara Meghan masih terus memikirkan cara untuk menghancurkan hubungan Elea dan juga rangga, Meghan menyesal telah pindah ke sekolah, yang bahkan ia bertujuan untuk bisa dekat dengan Rangga, namun nyatanya. Harapan itu sia-sia.
note :
guys, author baru resign dari kerja dan author akan lebih rajin update nya. terimakasih sudah setia membaca nya.
terimakasih atas doa dan dukungannya.