My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season 3- Mengundurkan diri



Rangga terus memikirkan ucapan Karin, hingga akhirnya ia memutuskan untuk ikut Reuni, ia juga ingin berkumpul dengan teman-temannya.


Setelah selesai membeli buku Filosofi, akhirnya Rangga memutuskan untuk pulang, ia bahkan sebenarnya ia ingin menemui Elea, akan tetapi Alvin melarang nya.


Elea sibuk merebahkan tubuh nya, ntah ia memang tidak ingin melakukan apapun demi kesembuhan operasi di perut nya, mungkin ini yang dirasakan Momy ketika melahirkan Elea? bahkan lebih parah, dari sakit nya. karena Momy melahirkan dengan cara sectio caesar, bahkan Elea sempat tidak tertolong karena berat badan nya rendah waktu itu dibanding Alvin.


Elea membuka lemari , tanpa sengaja ada foto antara Elea dan juga Rangga ketika waktu sekolah, Elea tersenyum kecut, bisa-bisa nya Elea terlalu bucin dengan Rangga, Elea bahkan jijik melihat gaya pose andalan nya, Yaitu memajukan bibir nya sambil mengedipkan satu mata nya.


" Nggak, ini bukan aku!" ucap Elea sambil menutup foto itu dengan bantal.


" Itu bukan Aku, tapi itu Elea si budak cinta, Aku yang sekarang adalah aku !"


Elea melempar foto itu ke lantai, sampai mengenai Bu nani, sebagai asisten rumah tangga dokter Adnan.


" Aduh kok fotonya di buang neng!" ucap Bi Nani.


" iya itu bukan aku Bi, itu setan!" ucap Elea


Bi Nani memandangi foto Elea dan Rangga sambil menggelengkan kepala, dalam hati nya, Padahal dulu saja Elea selalu menceritakan Rangga, sekarang malah di panggil setan.


Bi nani hanya tersenyum saja melihat tingkah Elea, ia bahkan kembali menaruh satu gelas susu dan kue cemilan untuk Elea atas perintah ibu Aleyna.


" Susu nya di minum ya neng, sama kue nya. Bibi keluar dulu masih ada kerjaan!" ucap Bi Nani, Elea hanya mengangguk saja, ia sibuk dengan ponsel nya. Bi Nani langsung kembali ke dapur.


Elea juga sudah ada janji dengan Saka, karena Saka akan mengantarkan Elea ke sekolahan, karena Elea akan mengundurkan diri sebagai guru, Elea ingin fokus dengan kesembuhan nya. Elea langsung mengganti pakaian dengan seragam biasa, ia akan pergi ke sekolah untuk mengundurkan diri, karena keterbatasan aktivitas fisik nya, sebenarnya berat sekali berpisah dengan anak murid nya namun ini sudah menjadi pilihan nya.


Elea meneguk satu gelas susu dan memakan sepotong kue , kue kering yang dibuat dari buah stroberi dan tepung , buatan bi Nani memang enak sekali.


" Dandan yang cantik yah, aku menunggu mu !"


Salah satu pesan yang masuk dan tidak sengaja Elea membaca nya.


" memang selama ini aku jelek, sampai harus dandan segala.!" oceh Elea sambil menyisir rambut.


Padahal Saka sudah menunggu nya di luar rumah, bahkan ia sedang berbincang dengan Alvin.


" Jangan cemberut gitu, nanti bibir nya makin maju malah makin jelek!"


Satu pesan lagi yang bahkan Elea menbaca nya.


" Apaan si Saka bikin kesel!" ucap Elea , setelah rapih ia langsung mengambil tas dan mendapati Saka sedang berada di ruang tamu bersama dengan Alvin.


" Selamat pagi calon!" Ucap Saka


" Calon pengangguran hehehe!" sambung nya lagi, dan membuat Elea tersipu malu.


" Pagi juga calon suami...." sahut nya.


" Suami siapa?"


" Suami orang kek, bodoamat suami siapa!" sahut nya


Saka hanya tertawa saja melihat tingkah lucu Elea, bahkan dia sudah sangat merindukan nya.


" Iya tapi ingat! jangan makan soto lagi yang pedes..." Sahut Alvin yang memperingati Elea.


" Iya, tenang saja..."


Saka dan Elea pun pamit untuk pergi ke sekolah dasar tempat Elea mengabdi sebagai guru, sudah hampir tiga tahun belakangan ini Elea menyukai pekerjaan sebagai guru apalagi mengajar anak-anak yang menjadi penghibur nya.


kini, Elea harus merasakan kesendiriannya lagi tanpa mengajar tapi ini semua dia lakukan atas dasar kecintaannya kepada diri sendiri, dulu mungkin Elea tidak menyadari itu, Elea dulu tidak mencintai dirinya sendiri sampai tega menyakiti diri sendiri. bahkan disaat sakit , elea harus sendiri. Waktu demi waktu Saka menjadi obat bagi Elea, Saka datang di saat yang tepat.


" Kenapa kok nangis?" ucap Saka yang melihat Elea meneteskan air mata lagi.


" untuk kali ini, aku menangis bukan karena lelaki , aku menangis karena aku berhasil melewati banyak masalah, dan aku berjanji akan mencintai diriku sendiri sebelum aku mencintai orang lain!" ucap nya.


" Udah cup cup, jangan nangis lagi, kan ada aku yang selalu menemani kamu, jajan, jalan-jalan bahkan aku pernah nemenin kamu manicure pedicure loh!" sahut nya, sampai Elea dulu memaksa Saka untuk mewarnai kuku nya berwarna merah muda.


" Aku ingat!"


seketika,Elea yang tadinya menangis menjadi tertawa karena mengingat kejadian waktu itu. Sampai teman kampus saka mentertawakan nya.


" itu bukti, kalau mencintai itu tidak harus di balas dengan cinta lagi, benarkan?" Sahut Saka sambil menatap Elea.


" Bagaimana mau balas, kalau kamu saja tidak pernah menyatakan cinta." Jawab Elea yang membuat hati Saka begitu bergetar.


" Percuma, di umur aku yang sudah kepala tiga kalau untuk cinta-cintaan, lebih baik langsung menikah saja. " ucap Saka sambil mengemudi dan menatap Elea sesekali.


" Bagus, kalau mau menikah lagipula untuk apa pacaran, kalau nanti ujung-ujung nya kayak aku sama Rangga, bukan saling membenci tapi sudah lewat batas!" ucap nya sambil tersenyum, Elea sudah benar-benar menerima keadaan.


" Kamu siap?" tanya Saka sambil menghentikan mobil nya.


" Siap untuk apa?" Jawab Elea lalu kembali menatap Saka.


" Siap untuk menjadi ibu dari anak-anakku?" ucap Saka sambil menarik nafas.


Elea hanya terdiam lalu tersenyum kembali menatap Saka.


" Kalau cuma ngomong gini, enak banget ya! kenapa ngga datang saja ke rumah , sekalian ngopi sama Daddy?" Sahut nya.


" Oooh, siap el siap..." Saka langsung menancap Gas lalu mengemudi kan mobil nya lagi, ia begitu bersemangat apalagi setelah Elea membuka hati nya, setelah sekian lama Saka mengharapkan itu terjadi.


Saka bahkan tidak bisa berhenti tersenyum,apalagi ketika melihat Elea seolah dunia begitu milik berdua, Elea dengan senyum cantik nya, menyuruh Saka untuk datang dan berbicara dengan Ayah nya apalagi ketika Saka mengajak nya menikah. Saka begitu bahagia, karena Elea sudah bisa menerima nya, Menerima Saka, bukan lagi Rangga. Sekarang Saka sudah pastikan kalau Elea sudah benar-benar mencintai nya. Terimakasih tuhan, telah mengabulkan semua doa-doa Saka.


*


*


*


Author:


Komennya sepi banget ya, kalau makin sepi lebih baik ngga usah author update lagi kali ya. sebenarnya kalian masih penasaran nggak sih sama cerita nya, soalnya juga kan masih banyak cerita nya tapi kok sepi banget, author jadi sedih :'( kalian like, tapi ngga komen apalagi vote :(