My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
hadiah dari Daddy!



Semenjak seminggu yang lalu Alvin meminta dua buah mobil sport keluaran terbaru, Akhirnya Adnan memutuskan untuk membelikan mobil, namun tidak hanya untuk Alvin melainkan juga Elea.


Adnan tidak ingin pilih kasih terhadap kedua anak kembar nya, ia selalu membagi rata apa yang akan ia beli namun Elea juga tidak mengetahui kalau Adnan akan membelikan mobil untuk nya.


Mobil dengan jenis dan merek McLaren 720 s berwarna coklat dengan desain aerodinamis untuk seorang Alvin, dan untuk Elea Adnan membelikan mobil dengan jenis yang paling mudah di pahami, apalagi Elea baru pertama kali mengendarai mobil bahkan ia belum belajar sama sekali, Adnan membelikan mobil dengan desain sangat mungil untuk Elea yaitu Toyota Yaris berwarna sedikit kuning lemon.


dua mobil sudah mendarat di depan rumah Adnan, kebetulan malam ini Adnan sedang berada di rumah, ia membangunkan Aleyna untuk melihat apa yang datang ke rumah nya.


Adnan mengajak Aleyna untuk keluar rumah, dan melihat dua mobil yang sudah berbaris di teras depan rumah nya.


" Apa yang kamu beli. . . ?" ucap Aleyna sambil setengah terpejam, namun ia begitu terkejut ketika melihat dua mobil baru yang ada di hadapan nya.


" Kamu serius membeli dua mobil sekaligus? " ucap Aleyna yang nampak tertegun sekaligus senang ketika Adnan mulai menuruti keinginan kedua anak nya.


" Mungkin selama ini aku bersifat berlebihan terhadap Alvin dan juga Elea, setelah aku pikir-pikir, mereka pantas mendapatkan ini semua. " ucap Adnan sambil memeluk istrinya itu.


" mereka pasti bahagia Mas." ucap Aleyna sambil berkaca kaca.


" Aku ayah yang mungkin kurang mengerti keinginan anak-anakku, dan kamu benar, aku terlalu kaku dan terlalu memaksa mereka untuk menjadi anak yang terus membanggakan, di sisi lain mereka begitu tersiksa di saat teman sebaya mereka sudah memiliki mobil. " ucap Adnan


" kamu ayah yang baik dan juga suami yang baik untuk aku Mas, kamu sama sekali tidak salah dalam mendidik kedua anak kita. " Aleyna melepas pelukan Adnan, ia kembali tidur dan ia ingin waktu berputar begitu cepat, Aleyna ingin memberi kejutan kepada kedua ajak anak nya.


Adnan pun langsung menyusul Aleyna ke tempat tidur, ia juga sudah tidak sabar ingin melihat keceriaan di hidup Alvin maupun Elea, karena hanya dengan ini lah, Adnan bisa menemukan kebahagiaan.


-


Alarm terus berbunyi di tempat tidur Elea, memang Elea kalau sudah tidur, susah sekali untuk segera beranjak bangun, sementara Alvin sudah siap dengan seragam sekolahnya.


Alvin menghampiri Elea, ia bahkan tidak tega kalau terus menerus mendiamkan Elea seperti ini, apalagi di saat Elea sedang tidur Alvin semakin tidak tega untuk terus mengacuhkan elea.


" gembul, bangun!" Alvin terus menggoyahkan tubuh Elea, namun Elea malah menepis tangan Alvin, terpaksa Alvin menarik tubuh Elea untuk sampai di kamar mandi, Alvin berhasil membawa Elea ke kamar mandi ia segera memercikan air ke wajah Elea.


Elea terkejut ketika air jatuh membasahi pipi nya, " Momy hujan....!" Elea tersadar dari tidur nya, ia melihat tubuh Alvin yang kini berdiri di hadapan nya.


" Mandi dan bersiaplah, aku menunggu di ruang makan, momy sudah berteriak memanggil kita dari tadi. " Alvin langsung bergegas keluar setelah ia berhasil membangunkan Elea.


" itu lah kak Alvin, dia tidak bisa marah terlalu lama dengan ku"


setelah selesai mandi, Elea pun mencari ponsel nya, bahkan ia mendapati satu pesan Whatsapp dari Kak Juno, senyum Elea kembali setelah mendapat sapaan lewat pesan dari kak juno, bahkan kak juno mengajak Elea untuk kencan setelah pulang sekolah.


" Apa aku mimpi? "


Elea memukul kedua pipi nya, namun masih terasa sakit, ia hanya ingin memastikan kalau ia sedang tidak bermimpi.


Elea pun langsung bergegas menuruni anak tangga, ia di sambut oleh daddy dan momy begitu juga kak Alvin yang sedang menunggu elea untuk sarapan pagi.


" Lama sekali, daddy hampir saja makan piring nya. " ucap Adnan sambil tertawa


" Maklum, anak daddy sekarang kan sudah gadis" celetuk Aleyna


" Kenapa nggak jadi dimakan daddy?" ucap Elea yang juga ikut tertawa


" Momy, memang paling pengertian deh. " ucap Elea


" Yasudah lebih baik kita makan dulu, kasihan kak Alvin yang dari tadi nahan lapar." ucap Adnan sambil menatap Alvin.


" Sudah biasa. " jawab Alvin dengan menggigit roti bakar yang di lapisi selai blueberry, mirip seperti roti bakar kesukaan Aleyna.


" daddy tidak mau mengantarkan kalian." ucap Adnan setelah selesai sarapan.


" Supir pribadi juga sibuk, karena momy ada jadwal untuk arisan." ucap Aleyna


" Ah, terus elea naik apa? masa mau jalan kaki! males banget. " ucap Elea yang berdengus kesal.


" kalian harus mandiri, jangan tergantung terus sama daddy dan pak Anwar. " ucap Adnan.


" Kalau naik bus sekolah juga sudah telat!" sahut Alvin


" Bagaimana kak?" ucap Elea yang menanyakan Alvin.


Alvin pun langsung mengambil tas yang sudah di sediakan oleh asisten rumah tangga begitu juga Elea yang mengikuti Alvin, tanpa berbicara sama sekali, karena setengah jam lagi sekolah akan segera di mulai namun, alvin dan juga elea masih di rumah.


" Mas, apa nggak keterlaluan kita membohongi kedua anak kembar kita, sampai mereka panik." bisik Aleyna di telinga Adnan ketika kedua anak kembar nya sudah pergi.


Adnan mengelus rambut Aleyna, " namanya juga kejutan sayang, aku hanya bercanda"


" Yasudah ayo kita keluar!" ucap Aleyna dan Adnan pun beranjak bangun.


Elea berlari mengejar Alvin, memang kalau urusan belajar kak Alvin paling tidak ingin untuk ketinggalan apalagi, pelajaran pertama yaitu Fisika, pelajaran kesukaan kak Alvin.


" Kak tunggu!" ucap Elea yang berusaha mengejar Alvin agar tidak tertinggal.


" Aku tidak ingin terlambat!" ucap Alvin yang begitu cepat berjalan, namun ia berhenti dan berdiri mematung ketika sampai di depan pintu rumah, Alvin terkejut ketika melihat dua buah mobil yang berdampingan.


Alvin nampak tidak percaya, kalau daddy akan secepat itu mengabulkan permintaannya.


" Elea.... " teriak Alvin lalu Elea pun berdiri di samping Alvin, ia juga nampak terkejut ketika melihat mobil incaran nya terpampang di depan teras rumah nya.


" Apa itu mobil punya ku?" ucap Elea


tanpa berkata kata, Alvin langsung menarik tangan Elea, untuk menghampiri mobil baru nya tersebut.


Adnan dan Aleyna pun nampak bahagia melihat kedua anak kembar nya, mendapatkan apa yang mereka inginkan.


" Daddy, momy terimakasih atas hadiah nya, kami sangat menyukai nya." ucap Alvin dan juga Elea yang langsung bergegas memeluk kedua orangtuanya.


" Tapi, kalian harus janji sama daddy dan momy untuk menjadi anak yang baik dan juga membanggakan untuk daddy!" ucap Adnan sambil mengelus pucuk rambut kedua anak kembar nya.


" Jadi kapan mobil nya bisa di bawa kesekolah?" Tanya Elea yang sudah tidak sabar.


" Memang nya el bisa mengendarai mobil?"Tanya Aleyna karena selama ini, Aleyna belum mengajari nya.


Elea hanya menggelengkan kepala nya saja, dengan wajah cemberut nya.


Tak lama, bunyi klakson dari arah mobil sport milik Alvin pun mengejutkan Elea.


" Ayo naik!" ucap Alvin yang sudah pandai mengendarai mobil sport, tanpa belajar sama sekali, setelah kejadian kemarin.


" Mom, dad el berangkat sekolah dulu!" ucap Elea sambil mencium tangan kedua orangtuanya.


" Hati-hati di jalan Nak, jangan lupa untuk mengabari momy kalau sudah sampai ke sekolah." ucap Aleyna


Alvin dan Elea pun nampak senang, meski Elea belum bisa mengendarai mobil tapi ia janji akan belajar karena bukan Elea namanya kalau belum bisa menaklukan hal apapun.