
Mirna dan Rio pun menelusuri perumahan mewah dan tepat nya menuju ke lapangan futsal, benar saja setelah sampai di lapangan futsal, Mirna dan Rio pun menemukan letak pohon mangga yang menjulang tinggi dan memang sudah banyak buah mangga yang bergantung di pohon nya.
Mirna berbalik arah ke Rio, ia tidak berani kalau ia sendiri yang mengambil nya.
"Mir, kamu tahu di atas pohon itu ada apa?" ucap Rio mencoba untuk menakuti Mirna
" Ada apa Pak, jangan bikin saya takut" ujar Mirna sambil mengumpat di belakang tubuh Rio
" Jangan takut, kan ada saya! kalau kamu takut genggam saja tangan saya ." ucap Rio sambil tersenyum, namun Mirna malah memukul punggung Rio dengan sangat kencang tanpa ia sadari
" Pak.... " ucap Mirna
" Aduh sakit Mir, kamu galak juga." ucap Rio sambil memegang punggung nya yang sedikit panas akibat pukulan Mirna.
" Maaf Pak, tado refleks" ucap Mirna sembari menutupi senyum nya.
" Iya refleks, tapi jangan mukul juga kali Mir!" gerutu Rio
" Ah, kenapa pak?" ucap Mirna yang tidak mendengar omongan Rio .
" Tidak apa-apa, lebih baik kita mengambil nya saja " ucap Rio yang langsung memetik mangga muda tersebut, namun sebelum nya Rio sudah meminta ijin kepada security kompleks agar tidak di sangka pencuri.
" Pak, yang itu besar pak." ucap Mirna sambil menunjuk mangga nya, Sementara Rio berusaha mengambil nya menggunakan kayu yang panjang dan di ujung nya di taruh jaring agar mudah memetik nya.
" Yang mana Mir!" ucap Rio sambil fokus mencari mangga
Mirna pun menghampiri Rio, dan memegang lengan Rio untuk mengarahkan posisi mangga yang sudah besar, karena Rio malah tidak bisa mengambil nya.
" Biar aku saja yang mengambil nya Pak!" ucap Mirna mengambil alih alat pemetik mangga
" Haha, memang nya kamu bisa?" ucap Rio yang meremehkan kemampuan Mirna.
" Pak Rio, saya sudah terbiasa " ucap Mirna sambil terus berusaha mengambil mangha dari pohon, dan benar saja Mirna dengan mudah memetik mangga dari atas pohon dengan menggunakan jaring saja.
dan membuat Rio semakin kagum dengan Mirna.
" Kau memang hebat!" ucap Rio sambil memuji Mirna.
Namun ketika Mirna berusaha mengambil mangga yang paling atas, ia pun tergelincir kaki nya lalu jatuh terpeleset, namun Rio langsung memeluk tubuh Mirna, rona wajah mereka saling bersinar, dan kedua bola mata mereka bertemu satu sama lain,seolah hanya mereka lah yang berada di sana, tanpa mempedulikan buah mangga yang sudah berjatuhan ke tanah.
mengapa kau cantik sekali...
Rio menatap dalam wajah Mirna sampai jantung Mirna pun tak bisa berhenti berdebar, ntah Mirna belum merasakan perasaan ini sebelumnya, tapi ada getaran di dalam hati nya, yang menandakan Rio lelaki yang bisa membuat hati Mirna begitu gemetar.
Ternyata Pak Rio memang tampan....
Rio tak bisa melewati kesempatan ini begitu saja, ia bahkan tidak bisa menahan hasrat nya, Mirna mampu membuat Rio tak bisa berkutik sedikit pun, dan Mirna adalah candu bagi nya, tidak bisa di ungkapkan lagi, karena Rio sudah menyukai Mirna ketika pertama kali bertemu.
Rio menyentuh pipi Mirna dengan jari jemari nya, seolah ia menyukai setiap sudut yang di miliki Mirna, Rio semakin berani.
Dia memejamkan mata, dan sesekali menyentuh bibir seksi milik Mirna, ntah ia harus melakukan nya sekarang.
Rio mendekat kan wajah nya ke arah wajah Mirna, dan kini bibir mereka saling menempel satu sama lain, menikmati setiap sudut yang di miliki Mirna, Rio semakin menikmati nya,sampai ia masih terus memejamkan kedua bola mata nya, tangan nya masih terus merangkul Mirna, seolah tidak ingin ia melepaskan nya...
" Pak Rio bangun Pak!" ucap Mirna ketika membangunkan Rio yang pingsan akibat menolong Mirna yang tadi terpeleset dan tanpa sengaja Pak Rio pun terbentur kayu yang Mirna bawa untuk memetik buah mangga, dan sampai sekarang Pak Rio masih memejamkan mata sambil memajukam bibir nya, ntah Mirna pun tidak memahami tingkah Rio.
" Hah, jadi tadi cuma mimpi?" ucap Rio setelah sadar , dan mendapati Mirna yang kini ada di hadapan nya.
" maksud nya mimpi apa pak?" tanya Mirna keheranan
" lupakan saja!" ucap Rio yang segera beranjak bangun
" Kau mimpi buruk atau apa? tadi kau pingsan Pak dan aku minta maaf atas kejadian tadi ." ucap Mirna seolah tidak enak hati
mirna minta maaf atas apa? kejadian waktu tadi? maksud nya dia menciumku?
" Kejadian apa Mir ?" ucap Rio sambil tersenyum sumringah
" Tadi aku tidak sengaja Pak!" ucap Mirna sambil menundukkan kepala nya.
" Mir, Sengaja juga tidak apa-apa." ucap Rio sambil tersenyum ke arah Mirna, karena ia berharap kejadian tadi bukan mimpi atau khayalan melainkan kenyataan.
" Tapi aku beneran tidak sengaja memukul kepala Pak Rio dengan kayu !" ucap Mirna sambil meminta maaf kepada Rio
" Hah? jadi kau memukul ku dengan kayu?" ucap Rio ternyata ia memang mimpi saja.
" Kau sudah memetik mangga nya? kalau sudah lebih baik kita pulang saja!" ucap Rio yang tiba-tiba saja berubah menjadi lebih dingin.
" Iya pak!" ucap Mirna yang mengikuti nya dari belakang.
apa Pak Rio marah dengan ku? hanya karena aku tidak sengaja memukul nya....
Mereka berjalan kembali menuju ke rumah Adnan yang sudah menanti nya, tapi keadaan menjadi hening hanya ada suara langkah kaki saja, dari mereka berdua, Baik Rio maupun Mirna tidak berbicara sepatah kata pun, Mirna juga tidak ingin memulai pembicaraan terlebih dahulu karena ia takut Rio memarahi nya, sementara Rio merasa pusing karena kejadian tadi yang mampu memenuhi memori di dalam pikiran Rio, ternyata menaklulan seorang Mirna butuh kerja keras dan tantangan nya, tapi Rio masih memikirkan cara nya.
Mereka pun kembali dengan membawa satu kantong penuh mangga muda yang di sediakan hanya untuk Adnan,meski mereka kembali sampai larut pagi namun ada kebahagiaan sendiri di hati mirna.
ia memang menyadari ada nya perbedaan suasana hati nya, ketika sedang bersama Rio.
" Mirna, Pak Rio kalian lama sekali!" ucap Aleyna yang datang menghampiri mereka
" maaf bu, tadi ada sedikit kecelakaan." ucap Rio sambil memegangi kepala nya yang sedikit sakit.
" Mana mangga nya ?" tanya Aleyna, lalu Mirna memberi nya ke tangan Aleyna
Aleyna pun segera bergegas menuju lantai atas, untuk menghampiri Adnan.
Rio kembali ke kamar nya, sambil memegangi kepala nya yang sedikit pusing, dan Mirna masih memperhatikan Rio, ia bahkan tidak merasa tenang melihat Rio yang terus memegangi kepala nya.
apa pak Rio baik-baik saja?
mmm... aku jadi merasa bersalah!
***
Aleyna pun membangunkan Adnan yang sudah tertidur, dan Adnan terkejut ketika melihat buah mangga yang Aleyna bawa, buah mangga itu sudah di bersihkan namun belum di potong sama sekali
" Buah mangga !" ucap Adnan yang segera mencium wangi nya mangga yang masih mentah
" Mas, ini di makan bukan di cium doang!" ucap Aleyna merasa kebingungan padahal ia sudah menyediakan pisau.
" Aku tidak ingin memakan nya, tapi hanya ingin mencium bau nya saja. " ucap Adnan
Aleyna menggelengkan kepala nya, ia merasa heran dan tak habis pikir dengan tingkah Adnan seperti ini.
Apa benar kalau Mas Adnan ngidam simpatik?
Tapi aku tidak merasakan mual atau apapun!
Aku merasa sehat-sehat saja.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Eh ada lagi kok, tapi Author ngetik dulu ..
Guys, nanti ada saat nya author ceritain semua tentang Aleyna, Reyna, Susan dan suami mereka masing-masing.
Jangan lupa like dan komen serta Vote
makasih!