
Setelah kelas sudah selesai, akhir nya Aleyna bisa bernafas dengan lega karena arti nya ia akan segera pulang ke rumah, ia mengambil handphone dari dalam tas nya untuk menghubungi Adnan, karena ia berjanji akan menjemput nya, sementara Sinta yang dari tadi menawarkan nya untuk mengantarkan pulang Aleyna masih menunggu keputusan dari Aleyna.
Meski baru saja kenal, memang Sinta anak yang baik. Aleyna pun sampai tidak enak hati kalau menolak tawaran Sinta.
" Kamu pulang bareng aku saja, bagaimana ?" Ucap Sinta
" Aku menunggu suami ku " Jawab Aleyna
Sinta memang tidak percaya kalau Aleyna mempunyai suami dan anak, karena di umur yang masih muda, akan tetapi dari raut wajah Aleyna ia terlihat sangat jujur dengan semua perkataan nya, Sinta pun jadi penasaran dengan suami Aleyna, bahkan ia pernah menganggap hal buruk terjadi pada Aleyna.
" Aku boleh jujur tidak!" Ucap Sinta karena ia ingin mengatakan hal yang ada di dalam pikiran nya.
" Katakan saja, aku ingin mendengarnya" Jawab Aleyna sambil fokus dengan ponsel nya.
" Kau menikah di usia muda? apa kau hamil di luar nikah ?" Ucap Sinta yang langsung saja perkataan nya membuat Aleyna langsung membulatkan kedua mata nya
" Apa kau berpikiran bahwa aku wanita murahan ?" Ucap Aleyna yang menatap sinis ke arah Sinta, ia tidak menyangka Sinta akan mempunyai pikiran seperti itu.
" Bukan begitu, Aku ingin membuang pikiran buruk itu , namun aku ingin mendengarkan pengakuan dari mulut mu sendiri!" Ucap Sinta seolah memaksa Aleyna untuk berkata Jujur
" memang apa salah nya menikah di usia muda? lagi pula aku menikah bukan karena hamil duluan! jadi kau tidak perlu ragu untuk berteman dengan ku " Ucap Aleyna yang langsung pergi meninggalkan Sinta , Tak lama Sinta mengejar nya karena takut terjadi kesalahpahaman.
" Aley tunggu ... "
" Aleyna, kau jangan salah paham kepada ku!"
Aleyna pun menghentikan langkah nya, namun ia tidak habis pikir dengan tuduhan buruk Sinta kepada nya, padahal selama ini meski Aleyna memang nakal tapi Aleyna jauh dari hal hal buruk seperti itu, karena Kehadiran Adnan lah yang mampu merubah semua citra buruk terhadap Aleyna. Dan ia benar benar tidak menyangka seorang Sinta akan berpikiran buruk tentang nya, memang wajar saja ia tergolong teman baru dan tidak tahu apa apa mengenai Aleyna, namun Aleyna harus jujur dengan semua kejadian dulu. mengapa ia harus menikah di usia muda nya.
" Kau marah dengan ku?" Tanya Sinta yang nampak gugup
" Tidak, aku tidak habis pikir dengan semua tuduhan mu itu!" Ucap Aleyna .
" Maafkan aku, Aleyna! aku hanya berkata jujur apa yang ada di dalam pikiran ku"
" Aku dan suami ku di jodohkan!" Ucap Aleyna tanpa basa basi sedikit pun, toh memang Aleyna selalu frontal
" Jadi, kau di jodohkan ketika masih sekolah ?" Tanya nya
" Iya, dan aku bahagia dengan perjodohan itu. Karena aku begitu mencintai suami ku" Ucap Aleyna dengan mempertegas perkataan nya
Sinta pun meraih tangan Aleyna karena ia sudah salah menduga semua hal buruk kepada Aleyna, meski begitu sekarang Sinta sudah percaya dengan semua kejujuran Aleyna kalau saja Aleyna sudah menikah dan memiliki anak.
" Aku akan menyuruh kak Bima untuk menjauhi mu, karena aku tahu kau begitu terusik !" Ucap Sinta
" Ide yang bagus, aku tidak ingin perasaan ku goyah, karena kalau semakin lama Kak Bima bisa saja meluluhkan hati ku, sebelum itu terjadi kau bicaralah apa ada nya tentang diriku" Ucap Aleyna
Karena Aleyna begitu takut mempunyai perasaan lebih terhadap Bima, karena kalau saja Bima muncul setiap hari di hadapan nya, bisa jadi Aleyna semakin terganggu, ia tidak ingin mengkhianati seorang Adnan yang memang tulus mencintai nya, karena membangun sebuah hubungan yang awet itu sangatlah sulit, terkecuali salah satu ada yang mengalah seperti Adnan, ia selalu sabar menghadapi sikap childish Aleyna.
Tak lama, mobil lambhorgini berwarna hitam metalic pun sudah terpampang di seberang jalan, dan di dalam nya ada Adnan yang sedang menunggu Aleyna, akhirnya Aleya pun pamit kepada Sinta untuk pulang terlebih dahulu.
" Suami ku sudah datang, Aku pulang duluan yah,Sin " Ucap Aleyna sambil berlalu pergi
" Hati- Hati Aleyna " Ucap Sinta sambil melambaikan tangan
-
Setelah mobil lambhorgini metalic itu pun sudah berlalu, tiba tiba saja Sinta bertemu dengan Bima karena dia memang sengaja menunggu Bima untuk menjelaskan semua nya tentang Aleyna karena Sinta sendiri tidak enak hati kalau saja Bima terus mengganggu istri orang lain, bahkan ia tidak ingin Aleyna membenci nya.
" Hei, dimana teman mu yang cantik itu?" Ucap Bima sambil melihat ke kiri dan kanan mencari jejak Aleyna
" dia sudah pulang , Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu dan itu penting !"
" Apa kau mau membagi nomor nya?"
" kalau begitu, aku akan senang jika kau ingin bekerja sama dengan ku "
" Aku begitu menyukai gadis itu"
Sinta menarik baju Bima karena dari tadi ia terus berbicara tentang kekaguman nya terhadap Aleyna, akan tetapi Bima harus mengetahui hal sebenarnya tentang Aleyna agar ia tidak menyimpan rasa yang terlalu dalam untuk Aleyna.
" Apa kak Bima menyukai Aleyna ?" Tanya Sinta kepada Bima
" Aku memang kagum dengan kecantikan nya, bukan hanya cantik tapi dia berbeda dengan wanita lain , dan aku yakin mungkin cinta pada pandangan pertama itu memang ada " Ucap Bima sambil tersenyum ke arah Sinta
" Tapi, rasa cinta mu tidak akan terbalas kak Bima !" Ucap Tegas Sinta
" memang kenapa ? apa aku salah mengagumi nya ?" Tanya Bima
" Karena, Aleyna bukan wanita yang tepat untuk mu kak Bima "
" kau melarangku, untuk mendekati nya ?"
" Itu bukan berarti, aku akan menjauhi nya ";
" Kak Bima, Aleyna itu sudah menikah dan ia sudah mempunyai anak " Ucap Tegas Sinta menyela omongan Bima
Bima hanya tertawa mendengar perkataan Sinta, bahkan ia tidak percaya kalau Aleyna sudah menikah dan memiliki anak.
" Jangan suka bercanda deh, Yasudah aku pulang duluan " Ucap Bima sambil pergi meninggalkan Sinta sendiri
" Aku serius kak.."
" Hei kak Bima ... "
" Bagaimana, aku menjelaskan semua nya kepada kak Bima, sedangkan dia begitu keras kepala .." .
" Fyuh .. "
Sinta pun langsung pergi ke area parkir untuk pulang ke rumah nya, karena ia benar benar tidak bisa meyakinkan Bima kalau saja Aleyna sudah menikah, mungkin perkataan itu harus muncul dari mulut Aleyna sendiri untuk meyakinkan Bima.
*
Sementara, Aleyna setelah memasuki mobil mewah Adnan, ia mencium punggung tangan Adnan, dan betapa terkejut nya , karena Adnan membawa dua es cream rasa vanilla dan coklat kesukaan Aleyna, Adnan memang selalu mengetahui apa keinginan Aleyna, karena otak Aleyna benar benar panas akibat pelajaran angka angka yang di berikan Dosen tadi.
" Sayang, kau memang suami idaman! otak ku hampir saja penuh dengan angka angka, untung saja tidak keluar asap " Celoteh Aleyna sambil menjilat es cream nya.
" aku sudah yakin, hari pertama kuliah pasti akan terasa berat, sayang" Ucap Adnan sambil mengelus rambut Aleyna
" Bahkan, hari pertama yang begitu menyebalkan " Ucap Aleyna sambil mengingat kejadian tadi .
" Memang kenapa sayang?" Tanya Adnan yang ingin mendengarkan cerita dari Aleyna
aku bingung, harus berkata jujur! tapi, yasudahlah, aku tidak ingin membahas nya.
" Hari pertama aku terus mengingat Alvin dan Elea, bahkan aku sampai tidak fokus " Ucap Aleyna
" Alvin dan Elea baik baik saja, aku baru saja menelpon bunda, dan dia sedang berada di rumah " Ucap Adnan
" Jadi, bunda ada di rumah ? sayang, bagaimana bisa kau tidak bilang padaku"
" Biarkan saja, toh Bunda sangat mendukung mu "
" Tapi sayang, aku tidak enak hati kalau bunda ke rumah, aku sendiri tidak ada di rumah "
" sebentar lagi kita sampai kok, kamu mau beli apa ?"
" Aku mau laptop baru, Mas "
" Yasudah kita mampir ke toko elektronik "
" Cupp... "
Aleyna pun melayangkan kecupan manja di pipi Adnan, karena ia memang sangat mencintai Adnan .
Tak lama, mereka pun mampir sejenak ke mall besar dan mengunjungi toko elektronik untuk membeli laptop baru untuk Aleyna walaupun di rumah masih ada dua laptop khusus Adnan, tapi kalau Aleyna ingin meminta nya, pasti Adnan akan menuruti keinginan Aleyna, karena ia ingin Aleyna lebih semangat lagi kuliah nya.
" yang ini berapa?" Tanya Adnan sambil menunjuk laptop apple macbook pro 15
" 33 juta " Ucap pelayan itu
" Sayang, kau mau yang ini ?" Ucap Adnan kepada Aleyna
" iya, Mas " Sahut nya sambil menganggukan kepala nya
" Yasudah, saya mau yang ini ?" Ucap Adnan kepada pelayan itu.
Lalu, pelayan itu pun memberikan beberapa penjelasan mengenai laptop itu, sebelum Adnan membeli nya, dan setelah selesai memberikan penjelasan akhirnya pelayan itu pun membungkus laptop baru itu setelah Adnan selesai membayarnya, lalu memberikan nya kepada Aleyna.
" Bagaimana sayang ? kamu menyukai nya ?" Ucap Adnan
" Sayang, aku lebih menyukai laptop ini, apalagi yang membelikan nya " Ucap Aleyna sambil merangkul lengan Adnan ia bahkan sangat manja kalau sedang bersama Adnan.
" Apapun untuk mu sayang" Ucap Adnan bahkan ia bahagia melihat senyum yang terlintas dari wajah Aleyna.
Guys, author sudah ganti Cover lagi kok hehehe maafkeun yah 😁
btw, author sudah crazy up hari ini sampai dua episode, tolong Vote nya dong. jangan pelit- pelit huhuhu.