My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kenyataan pahit



Lamaran pun sudah selesai dan Fandy maupun Reyna masih merahasiakan tanggal pernikahan mereka yang akan di gelar dalam waktu dekat ini, karena masih butuh banyak persiapan untuk melangsungkan acara pernikahan mulai dari dekorasi , fitting baju dan undangan serta File file yang di butuhkan , Jadi mereka harus mempersiapkan terlebih dahulu, Namun dalam waktu dekat ini ntah tanggal nya pun akan menjadi rahasia mereka, tapi apapun keputusan mereka, Semua sahabatnya pun menerima dengan nya.


*


Setelah acara lamaran nya selesai Susan dan Daniel pun pulang menuju rumah nya, mereka memang sudah hampir tiga bulan menikah namun belum di karunia seorang anak, dan mereka tetap berusaha dan bersabar menanti sang buah hati, namun berbagai pertanyaan selalu muncul di dalam rumah tangga Susan dan Daniel, apalagi keluarga Daniel yang terus menanyakan perihal kehamilan Susan, mereka selalu berharap Susan segera hamil karena akan menjadi cucu pertama di keluarga Ywan Mahesa, Keluarga besar Daniel yang sekarang menetap di Jakarta, mungkin keinginan dan harapan Susan sangat besar untuk memiliki seorang anak akan tetapi tuhan belum mempercayai nya untuk memiliki seorang anak di dalam rumah tangga nya, begitu juga Daniel, ia selalu memimpi kan mempunyai seorang anak laki laki yang tampan seperti nya, Susan hanya bisa mengelus dada karena ia tidak berhak menyalahkan diri nya sendiri, atau pun sang pencipta, ia hanya menunggu keajaiban datang .


Besok pagi, Susan dan Daniel pergi ke Rumah Sakit untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait Susan yang sampai saat ini, belum hamil juga.


" By... Maafkan aku, meragukan mu !" Ucap Daniel kepada Susan


" Tidak apa apa, Aku yakin semua nya akan baik-baik saja !"


" Aku sudah tidak sabar menanti, anak dalam pernikahan kita .. "


" Semoga tuhan mengabulkan doa doa kita hubby .... "


Mereka mulai memasuki ruangan dokter kandungan yaitu dr. Edwin, ya memang dia ahli dalam kandungan bahkan dulu Adnan pun mempercayai dr. Edwin untuk memeriksa kandungan Aleyna, namun kali ini beda, Daniel dan Susan sedang berkonsultasi masalah program kehamilan nya.


" Selamat pagi dok.. " Sapa Daniel dan langsung mengajak Susan duduk


" Selamat pagi dr. Daniel, ada yang bisa saya bantu ?" Ucap dr. Edwin


" Saya dan istri saya ingin menjalani program kehamilan, karena setelah tiga bulan pernikahan kami, Kami belum memiliki keturunan .. "


" Usia pernikahan kalian masih seumur jagung, apalagi di usia istri anda yang masih di bawah 35 tahun, peluang hamil pasti sangat besar di satu tahun pernikahan kalian nanti .. "


" Apa selama ini, istri anda ada masalah dalam masa subur seorang wanita ?"


" Ada dok, Hanya saja saya dan suami saya ingin segera memiliki momongan .. "


Susan pun menceritakan semua masalah kesehatan nya selama ini yang ia alami, ia sering sekali merasakan sakit ketika menjelang pms, dan ia menceritakan secara detail tentang rasa sakit yang ia derita selama ini. ia takut akan mempengaruhi program kehamilan nya .


" Cara terbaik adalah, Lakukan Usg rahim, Dan mengcheck Kesuburan !"


Kemudian Susan dan Daniel terkejut ketika mendengar ucapan dr. Edwin untuk melakukan Usg di rahim Susan, sedangkan susan sendiri sangat takut, karena ia berharap lebih memiliki seorang anak dalam rumah tangga nya .


" Baik, dr. Daniel apa anda setuju untuk melakukan hal ini ?"


Daniel berpikir sejenak, ia menatap wajah Susan dan berbisik ke telinga Susan


" Lakukan saja sayang , itu tidak menyakitkan!" Ucap Daniel


Kemudian Ia pun menuruti keinginan nya, melakukan Usg, sebenar nya Susan belum siap menerima pernyataan pahit apabila ada sesuatu di dalam rahim nya,Namun sepahit apapun ia akan menerima nya dengan lapang dada ia menyerahkan semua nya kepada Tuhan, karena tuhan maha memberi segala rezeki manusia, begitu pun kehadiran seorang anak dalam pernikahan Daniel dan Susan .


Tak lama, Susan pun berbaring di atas kasur rumah sakit, yang nampak menyeramkan namun, Daniel selalu mendampingi nya . Ia melakukan Usg rahim untuk mengetahui Rahim nya bermasalah atau tidak, Meskipun nanti kenyataan yang ia hadapi Susan harus bisa menerima nya toh ini mungkin sudah di tentukan oleh tuhan, ia tidak bisa mengelak nya .


" Semoga hasil nya baik baik saja By.. " Ucap Daniel yang langsung membangunkan tubuh Susan, ia kembali duduk di kursi tunggu untuk mengetahui hasil usg rahim nya.


" Sayang .. semoga kita segera memiliki anak!" Ucap nya.


" Iya semoga kita mempunyai anak yang banyak, supaya rumah kita ramai dan kamu tidak kesepian lagi .. "


" Aku selalu berharap seperti itu sayang!"


Setelah hampir satu jam menunggu hasil Usg tersebut, Akhir nya dr.Edwin pun datang untuk menemui Daniel dan Susan yang tengah menunggu kabar tersebut , Jantung Susan berdegup sangat kencang ketika dr. Edwin mulai membaca semua hasil Usg tersebut.


" Iya dok , bagaimana hasil nya .. ?" Ucap dr. Daniel sambil merangkul Susan


" Di dalam hasil Usg ini, Istri Anda mengalami Kista .. "


Tiba tiba saja Daniel dan Susan terkejut ketika mendengar kalau Susan mengalami sebuah penyakit, Ia sempat tidak percaya bahkan ia sangat sedih mendengar hasil Usg tersebut.


" Apa dok? Kista ... ?" Ucap Daniel


" Iya, namun Masih dalam tahap kecil, dan tidak akan membuat istri Anda susah hamil !"


" Jadi saya masih bisa hamil . "


" Bisa, namun harus bersabar karena pernikahan kalian baru saja menginjak tiga bulan.. "


" Bagaimana dengan kondisi istri saya .. ?"


" Saya akan memberi obat pereda nyeri dan nanti akan lakukan terapi hormon, karena bertujuan untuk memperlambat pertumbuhan jaringan kista tersebut .. ?"


" Namun anda harus menjaga pola makan, karena kista tersebut bisa saja menjadi semakin parah dan mempersulit anda untuk hamil .."


" Baik dok .. "


Susan dan Daniel pun sempat tidak percaya dengan semua hasil Usg yang mereka lakukan karena susan sudah berharap lebih untuk mempunyai anak di dalam rumah tangga nya meski pun dokter bilang masih banyak peluang Susan untuk hamil, namun tetap saja perasaan nya hancur .


Setelah berkonsultasi dengan dr. Edwin, Akhir nya Daniel pun mengantrakan Susan untuk pulang ke rumah, namun di dalam mobil susan masih saja terdiam, ia nampak frustasi dengan hasil usg tersebut, belum lagi ibu mertua nya yang selalu menanyakan tentang kehamilan nya, dan keluarga besar Daniel yang menunggu anak yang akan ada di kandungan Susan, namun tetap saja Susan akan sulit memiliki anak, Karena ia sendiri sampai sekarang belum memiliki anak, Ia pun menangis , air mata nya membasahi pipi nya begitu saja.


" By .. Apa jadi nya kalau suatu saat nanti, aku tidak bisa memberi mu keturunan !"


" Sayang .. jangan berbicara seperti itu !"


" Bagaimana bisa aku hamil, sedangkan rahim ku bermasalah !"


" dokter mengatakan, Kalau peluang kamu hamil masih banyak, sedangkan kita baru menikah tiga bulan , kamu jangan khawatir!"


" Aku terlalu berharap untuk memiliki seorang anak, tapi kali ini aku benar benar ngga nyangka akan sesakit ini !"


" Tenangkan dirimu sayang, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin !"


" Kamu janji sama aku, jangan tinggalkan aku di saat kita belum mendapatkan keturunan "


" Sayang, jangan berbicara seperti itu lagi . semua pasti ada jalan nya dan aku akan selalu ada di samping kamu "


" Bagaimana bisa aku menjawab semua perkataan keluarga mu, yang berharap lebih tentang kehamilan ku sedangkan aku belum hamil "


" sayang jawab saja semau kamu, karena mereka tidak tahu tentang kita "


Daniel pun mencoba menenangkan istri nya itu,ia memeluk Susan , ia memang belum terlalu paham dengan penjelasan dokter ia terlalu di bawa emosi yang menanjak, sehingga ia belum bisa berpikir dengan tenang, Susan terlalu takut dengan pertanyaan orang lain bahkan keluarga tentang kehamilan nya, dan ia selalu takut kejadian buruk akan menimpa nya, ia sudah cukup banyak kehilangan seseorang, jangan sampai ia kehilangan kesempatan untuk memiliki seorang anak dalam rumah tangga nya.


Author juga berharap 😭


Like dan komen guys