
Raden pun berlari menghindar dari kerumunan wartawan yang sedang menunggu nya, ia sama sekali tidak ingin semua wartawan meliput dirinya, apalagi meliput masalah kehidupan pribadi nya termasuk rumah tangga nya yang sudah hancur.
" Tuan Doktor, apa benar anda akan bercerai dengan istri anda?" tanya wartawan itu.
" Apa benar, anda menikah lagi? dengan wanita yang masih muda?" ucap mereka lagi.
Raden pun tanpa menjawab pertanyaan dari wartawan tersebut, ia berlari menuju ruangan nya, dan wartawan itu pun di larang memasuki area ruangan khusus Dr. Raden. Karena ruangan tersebut di jaga ketat oleh pihak keamanan di sana.
Sementara Adnan hendak menyusul ayah nya, ia ingin menanyakan tentang Bunda Widya, ia ingin sekali menceritakan tentang bunda Widya yang sudah hampir dua minggu menginap di rumah nya, sedangkan Raden malah sibuk dengan semua pekerjaan nya. Adnan ingin membujuk Raden untuk menjemput Widya, agar ibu nya tersebut tidak ngambek lagi kepada ayah nya,karena Widya pernah mengatakan kepada Adnan. Kalau ia sedang tidak ingin berbicara dengan Ayah nya karena Ayah nya begitu sibuk.
" Sayang, aku ke ruangan ayah sebentar!" ucap Adnan yang meminta ijin kepada Aleyna.
Namun, Aleyna nampak khawatir bahkan ia melarang Adnan untuk menemui ayah nya terlebih dahulu.
" Mas, jangan tinggalkan aku sendiri. " ucap Aleyna yang mencegah Adnan untuk pergi ke ruangan Raden, ia takut Adnan akan mengetahui kejadian sebenarnya, meskipun Aleyna berharap Adnan untuk mengetahui , tapi Aleyna belum siap kalau melihat Adnan begitu terpuruk.
" Sayang, kali ini saja. Aku ada perlu. " ucap Adnan yang terus memaksa
" Jadi, kamu tidak mau menemani aku?" bentak Aleyna, ia sengaja memarahi Adnan agar ia tidak pergi ke ruangan Raden.
" Sayang, jangan ngambek. Nanti cepet tua. kalau sudah tua? aku nggak akan sayang lagi?" ucap Adnan sambil tertawa dan mencubit hidung Aleyna.
" Jadi, kalau aku sudah tua dan keriput, kamu tidak sayang lagi dengan ku?" ucap Aleyna sambil memukul Adnan.
" makanya jangan marah-marah mulu." ucap Adnan yang segera pergi meninggalkan Aleyna.
Adnan memang keras kepala, sudah berapa kali Aleyna melarang nya untuk menemui Raden, tapi tetap saja ia bahkan tidak mendengarkan ucapan Aleyna.
" Mas Adnan.... "
Aleyna pun mengejar Adnan, ia bahkan terus berjalan di samping Adnan.
Setelah sampai di Aula, segerombolan wartawan pun menghampiri Aleyna dan Adnan, mereka dengan berlari mengejar Adnan untuk mendapatkan semua informasi mengenai keluarga Adnan.
Karena kemarin sore, ada salah satu wartawan yang melihat Widya pergi ke pengadilan agama, untuk mengurus semua surat cerai nya, sedangkan salah satu wartawan lagi melihat Raden sedang bersama wanita yang tengah hamil besar.
Siapa sangka, berita tersebut mampu mengundang orang-orang untuk terus mencari tahu, apalagi mengenai anak pendiri rumah sakit cipto, yang sudah lama memberikan jasa nya kepada semua orang.
" Dokter Adnan, tunggu!" ucap salah seorang wartawan.
Aleyna dengan kuat menggenggam lengan Adnan, bahkan ia tidak siap mendengar semua pertanyaaan yang di lontarkan oleh para wartawan.
" Mas Adnan, lebih baik pergi dan menghindar. " ucap Aleyna yang menarik tangan Adnan.
Aku semakin penasaran, sebenarnya apa tujuan wartawan atau jurnalis tersebut datang kemari.
" Tunggu sebentar sayang, aku ingin tahu apa yang mereka cari sebenarnya!" ucap Adnan
yang segera menghentikan langkah nya.
Sementara Aleyna merasa tidak enak hati, Aleyna sudah berusaha melarang Adnan untuk menemui wartawan tersebut tapi Adnan sangat keras kepala.
" Dokter Adnan, kami boleh meminta waktu mu sebentar?" tanya seorang jurnalis tersebut
" Boleh.... " ucap nya dengan ramah.
" Apa benar orang tua anda akan bercerai?" ucap wartawan tersebut.
Adnan hanya tertawa mendengar pertanyaan konyol para jurnalis tersebut, karena Adnan bahkan mendengarnya sebagai lelucon.
Orang tua nya tidak mungkin bercerai. Apalagi selama ini hubungan mereka baik-baik saja.
Yatuhan, cobaan apalagi yang akan Engkau berikan untuk Mas Adnan.....
" Haha, kalian bercanda? orang tua ku bahkan hubungan nya baik-baik saja sampai sekarang. " ucap Adnan sambil tersenyum
" Berdasarkan infomasi yang kami terima, apa benar Ayah anda selingkuh, bahkan menikah lagi?" tanya Jurnalis tersebut.
" Apalagi selingkuh? itu tidak benar sama sekali." ucap Adnan.
Andai kamu tahu, kalau itu semua benar adanya Mas.....
" Mas, ayo pergi!" ucap Aleyna yang menarik tangan Adnan terus menerus ia merasa risih dengan semua pertanyaan dari jurnalis tersebut.
" Kalau begitu, saya permisi !" ucap Adnan yang menghindar dari kerumunan wartawan tersebut.
-
" Pertanyaan konyol! mengapa mereka menuduh Ayah selingkuh bahkan ingin bercerai dengan bunda!" ucap Adnan sambil terus tertawa.
Apa yang harus aku katakan, wajar kamu tidak percaya karena kamu selalu melihat keharmonisan antara ayah dan bunda, bahkan kalau kamu mendengarnya dari mulut ku, kamu pasti tidak akan percaya.
" Sayang, kenapa diam saja? " tanya Adnan yang menarik dagu Aleyna karena sedari tadi ia hanya diam, dan tidak bicara sama sekali.
" Tidak apa-apa, Mas. Aku ingin pulang." ucap Aleyna yang merasa risih bahkan tidak enak hati.
" Tapi, aku ingin bertemu dengan Ayah sebentar saja. " ucap Adnan
Aleyna menghela nafas, namun tiba-tiba saja terdengar suara ambulan yang amat kencang, Aleyna pun memeluk Adnan, ia sangat takut dengan suara sirine ambulan, yang menurut nya menyeramkan.
" Aku mohon, pulang sekarang juga..... " ucap Aleyna sambil menangis dan memeluk Adnan.
" Iya jangan takut, itu hanya suara ambulans saja, tidak usah takut! yasudah kita pulang " ucap Adnan yang mengelus Aleyna.
Sementara ketika Adnan dan Aleyna hendak pulang, mereka pun melihat sosok wanita yang hendak melahirkan dengan di dampingi seorang pria , tak lain ia adalah Raden ayah nya Adnan sendiri yang ikut mendorong ke arah ruang bersalin.
Sebenarnya, maksud dari Raden mencari dokter Edwin ke ruangan bersalin yaitu ia ingin menolong wanita yang hendak melahirkan.
" Ayah membawa wanita yang hendak melahirkan? siapa wanita itu?" ucap Adnan yang melihat Raden dari kejauhan bahkan wajah nya sangat khawatir.
" Mas, ayo pulang!" ucap Aleyna yang terus merengek
" Aku tahu ayah memang baik, dia baru saja menolong wanita yang hendak melahirkan!" ucap Adnan sambil tersenyum ke arah Aleyna.
Aleyna membulatkan kedua bola mata nya, pikiran nya kacau ketika mendengar perkataan Adnan, bahkan Aleyna melihat dengan jelas raut kesedihan di wajah Raden, Aleyna sudah menyangka kalau wanita itu adalah istri kedua nya, Karena bunda pernah mengatakan kalau ia dulu pernah bertemu Raden dan wanita yang tengah hamil.
Jangan-jangan, wanita itu adalah istri kedua Ayah! keterlaluan.....
" Sayang, ayo pulang!" ucap Adnan yang menarik Aleyna.
" Aku tidak bisa seperti ini terus, aku tidak bisa Mas!" ucap Aleyna sambil menangis
" Kamu kenapa sayang?" tanya Adnan
" Cepat atau lambat, kamu harus mengetahui kejadian sebenarnya, aku tidak bisa terus menerus melihat mu seperti ini, Mas! Semua itu menyiksa hati dan pikiran ku!" ucap Aleyna ia menangis bahkan air mata nya berjatuhan di pipi .
Sementara Adnan hanya diam, bahkan ia tidak mengerti dengan semua ucapan Aleyna. padahal, selama ini Adnan tidak mempunyai kesalahan secuil pun , atau menyakiti hati Aleyna bahkan ia menjaga hati dan perasaan Aleyna.
" Kamu kenapa sayang? apa aku salah? kalau memang aku salah, aku minta maaf. aku sama sekali tidak ingin melihat mu menangis, katakan saja apa salah aku?" ucap Adnan
sambil menghapus air mata Aleyna dengan jari jemari nya.
" Kamu tidak bersalah, aku bahkan yang bersalah Mas! aku bahkan bukan istri yang baik bagi mu.... " ucap Aleyna sambil terisak
" katakan, apa yang kamu sembunyikan? aku tidak akan marah! " ucap Adnan yang merasa penasaran.
" Aku ingin pulang!" ucap Aleyna, ia belum siap untuk mengatakan kejadian sebenarnya.
" Tapi janji, jangan menangis lagi. Aku akan menunggu kamu untuk siap menceritakan semua nya, aku tidak ingin ada yang di sembunyikan, apapun itu!" ucap Adnan
Adnan segera membuka pintu mobil dan menyuruh Aleyna untuk masuk ke dalam, sementara ia sudah menghubungi Fandy dan Reyna untuk pulang lebih dulu, karena Aleyna yang terus memaksa untuk pulang ke rumah.
memang berat bagi Aleyna untuk memberitahu kejadian sebenarnya kepada Adnan, tapi disisi lain ia juga tidak ingin terlalu lama menyembunyikan itu semua, sementara waktu demi waktu , sedikit demi sedikit semua akan terbongkar, termasuk kehancuran rumah tangga Mertua nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
Catatan :
Author bangun konflik nya secara perlahan biar kalian tidak mogok baca nya.
jangan lupa dukung author
dengan cara Vote, like, komen !