My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Keberanian seorang Dokter



Akhir nya di tengah malam yang dingin, Dan di temani dengan kegelapan hanya ada rembulan dan bintang bintang yang berpijar menemani seseorang di ujung sana yang sedang memperjuangkan cinta, Cinta yang selama ini ia jalani penuh dengan lika liku kehidupan,dan penuh dengan tentangan, Namun bukan bagaimana cara nya mereka bangkit, tapi bagaimana cara nya mereka mempertahankan hubungan tersebut, sampai detik ini Fandy selalu berharap ada keajaiban di dalam hidup nya, Agar ia bisa menikahi gadis nya . Karena, impian terbesar Fandy yaitu berdampingan dengan gadis yang selama ini ia cintai, Tak lupa juga ia berterimakasih atas dukungan dan bantuan kedua sahabat nya yaitu dr. Adnan dan dr. Daniel mereka paling berjasa dalam kehidupan serta percintaan Fandy kalau saja Fandy tidak memiliki sahabat seperti mereka mungkin saja hidup nya akan berantakan, Tidak seperti sekarang


" Siap .. menuju misi selanjut nya .. " Ucap Adnan yang kini semakin semangat, dan kedua sahabat nya semakin yakin kalau Adnan memang di beri kelebihan yaitu Jenius , Ia mampu meluluhkan hati seseorang meskipun sekeras baja, Namun ia sendiri nampak susah meluluhkan istri nya jikalau sedang marah, Yah begitu lah Adnan tingkat kelemahan nya ada pada Aleyna karena Aleyna lah yang membuat Adnan takluk dan tidak bisa berkutik.


Setelah berganti pakaian, Nasya dan Reyhan pun ikut masuk ke dalam mobil Adnan yang lumayan luas karena terdiri dari 6 kursi duduk. Adnan pun bergantian dengan Daniel mengemudi mobil nya dan Dengan di dampingi Fandy yang kini semakin merasa resah karena akan bertemu dengan pesohor tinggi di kota ini, Yaitu Josephine Cornelious, Seorang pengusaha ternama di kota ini . Fandy berharap setelah ia membawa Nasya mungkin saja Josephine akan luluh karena sudah sekitar lima bulan yang lalu Nasya meninggalkan Josephine karena terhalang restu untuk menikah dengan Kekasih nya, Dan itu yang membuat Josephine begitu prihatin ia nampak menyesali perbuatan nya yang terlalu kejam kepada anak semata wayang nya .


" Semoga saja ... Josephine mau mengembalikan Seluruh Aset Aset ku, Aku berjanji akan membayar semua hutang Almarhumah Bunda ku ... " Ucap Fandy yang nampak cemas


" Kau tidak perlu khawatir .. Semua pasti ada jalan keluar nya " Ucap Adnan yang mencoba menenangkan Fandy


Jalan cukup sepi karena hari sudah semakin larut menjelang pagi , Mereka masih terus berusaha menelusuri kota ini untuk sampai di tempat kediaman Josephine Meski banyak rintangan yang di hadapi, ketika hendak membawa Nasya namun kali ini, mereka kembali dengan harapan tinggi. Memang perjalanan cukup jauh sampai memakan waktu 4 jam dalam perjalanan karena kediaman Josephine berada di puncak, Meski sangat jauh tapi mereka lalui dengan penuh harapan


Setelah menempuh perjalanan yang cukup Jauh, tiba lah mereka di depan gerbang besar milik Josephine nampak nya di jaga ketat oleh pengawal .


" Aku merindukan rumah ini!" Ucap Nasya ketika sampai di depan gerbang rumah nya


Akhirnya mereka pun turun dan mulai menjalankan misi selanjut nya, ketiga dokter muda itu masih mengenakan pakaian serba hitam dan menggunakan masker penutup wajah serta Kaca mata hitam yang semakin membuat mereka begitu di segani .


" Nasya, dan Reyhan kalian tunggu di dalam mobil saja " Ucap Adnan ketika mulai turun keluar mobil


" Jangan takut! Kita disini Fan " Ucap Adnan yang mendampingi Fandy masuk ke dalam Rumah besar milik Josephine


Sementara Daniel menjaga Nasya dan Reyhan di dalam mobil, sebenarnya Fandy bukan lah takut, hanya saja ia malas kalau harus bertemu dengan Josephine .


" Semoga tidak terjadi apa apa, Aku harap kalian baik baik saja " Ucap Nasya yang amat khawatir terhadap Adnan dan Fandy


Adnan dan Fandy pun mulai menginjakkan kaki nya ke depan gerbang besar milik Josephine dan ini kesempatan bagus karena pengawal Josephine serta Security sedang tertidur , Ini hal yang sangat mudah hanya ada satu pengawal yang sedang sibuk memainkan ponsel nya ,Fandy cukup tahu detail rumah seorang Josephine karena ia merupakan tetangga Josephine dulu, persis rumah nya dulu di sebelah rumah besar Josephine namun sekarang sudah menjadi Lahan josephine karena Bunda sudah lama menjual rumah ini .


" Aku rasa .. kita lewat pintu belakang saja " Ucap Fandy sambil menunjukkan arah pintu belakang


" Apa kau yakin! " Ucap Adnan yang nampak ragu


" Aku sangat yakin .. " Ucap Fandy begitu yakin


Sampai saat ini, mereka berjalan menuju pintu belakang, ya memang terdapat semak semak belukar karena lahan belakang rumah josephine nampak tidak terurus, ia hanya mementingkan keindahan Bagian depan rumah nya saja, Ada satu celah untuk masuk ke dalam rumah Josephine .


" Kita lewat jalan itu saja" Ucap Fandy yang menunjuk kan tembok berlubang besar yang sudah nampak hancur, dan tubuh mereka nampak susah untuk memasuki tembok itu, namun perlahan pasti, mereka sudah memasuki rumah Josephine tepat nya di Area belakang rumah nya . Ya mereka mengendap seperti seorang pencuri namun mencuri hak nya sendiri tidak salah bukan, karena Fandy ingin hak nya kembali


mereka pun mulai memasuki Area dalam rumah Josephine, dan tepat di rumah nya Ada seseorang bertubuh besar sedang berdiri di hadapan mereka, Ia adalah Josephine yang kini sudah tua renta . Ia memperhatikan gerak gerik nya karena rumah ini terpasang cctv yang amat banyak, mudah bagi Josephine untuk mengetahui siapa yang menyelinap datang ke rumah nya.


" Siapa kalian yang berani datang ke rumah saya ... ! " Ucap Josephine dengan tegas


Adnan dan Fandy pun membuka kacamata serta penutup wajah nya agar Josephine mengenali wajah mereka yang tidak asing di kehidupan Josephine


" Kau masih hidup Josephine .." Tanya Fandy yang memancing Emosi nya


" Rupa nya kau masih mempunyai nyali untuk mendatangi rumah ku.. " Ucap Josephine


" Hei .. Kau sudah tua renta, tapi sikap dan perilaki mu semacam sampah !" Balas Fandy dengan kata kata kasar nya


" mungkin saja gelar sarjana kedokteran mu hanya sekedar gelar saja, karena bicara mu seperti tidak pernah makan bangku sekolah!"


" Diam kau Josephine ... ! Kau bahkan tidak mempunyai malu .. "


Adnan pun menyenggol tubuh Fandy agar berhenti melakukan perlawanan terhadap Josephine karena tujuan mereka menemui Josephine Adalah untuk mengambil kembali hak Fandy dengan menyerahkan Nasya ke tangan Josephine


" Aku harap kau tidak terpancing emosi oleh Josephine ... " Ucap Adnan kepada Fandy


" Jujur saja .. Apa kau ingin uang dari ku , karena kau sudah miskin .. ! " Ucap Josephine


lalu Fandy pun tak sabar ingin memukul Josephine yang sudah keterlaluan menghina nya, namun Adnan selalu mencegah nya.


" Kami berdua datang ke rumah mu, untuk memenuhi semua keinginan mu Pak Josephine terhormat .. " Ucap Adnan dengan sangat Tenang


" Aku tahu kau anak dari seorang dokter ternama, Untuk apa kau datang ke rumah ku bersama dokter sialan ini .. ! "


" kedatangan kami kemari untuk mengambil Rumah serta Aset Aset kekayaan milik Almarhumah Bunda Ratih .. "


" Aset kekayaan yang kamu maksud apa ? Bahkan Rumah dan Villa saja tidak cukup untuk membayar semua hutang hutang dia ... "


" Kau diam saja, Aku yang akan menghadapi Josephine .. " Ucap Adnan kepada Fandy dengan berbisik namun Fandy hanya menuruti saja keinginan Adnan karena ia mempercayakan semua nya kepada Adnan, meski kadang emosi nya naik karena sikap Josephine yang selalu menyindirnya.


" Di mana Nasya , Anak semata wayang mu bahkan sudah lama aku tidak bertemu dengan nya ... "


Josephine terdiam ketika Adnan sudah menanyakan keberadaan Nasya karena , Ia sendiri kehilangan anak semata wayang nya.


" dia telah pergi meninggalkan aku, Bahkan ia sudah tidak menganggap aku seorang Ayah .. "


" Karena kau memang tidak pantas menjadi seorang Ayah dari Nasya yang begitu baik .. " Ucap Fandy namun, Adnan selalu mencegah nya.


" Setahu saya, Tidak ada anak yang akan melupakan orang tua nya sendiri, Mungkin saja Aku bisa menemukan mu kembali dengan anak mu .. " Ucap Adnan dengan gaya bicara nya yang tenang


" Kau mengetahui keberadaan Anak ku .. "


" Aku mengetahui betul dimana anak mu berada .. "


" kalau begitu, Beritahu Aku Adnan dimana keberadaan Nasya .. Aku sudah sangat merindukan nya .. "


" Aku akan memberitahu mu, dengan syarat .. "


" Kembali kan seluruh Aset aset kekayaan Bunda Ratih, yang kau sita .. "


" Apa kau sanggup ..? " Ucap Adnan lagi


Josephine pun nampak berpikir sejenak, Ia nampak khawatir, kedua dokter muda ini akan membohongi dan menjebak nya begitu saja.


" Kalian berdua ingin menjebak ku, Agar aku bisa mengembalikan seluruh Aset nya .. Jangan panggil aku Josephine Cornelious kalau aku mudah di bohongi oleh dokter seperti kalian .. " Ucap nya sambil tertawa


Adnan pun menyuruh Fandy untuk menelpon Nasya dan member kode agar mereka memasuki Area depan rumah Josephine meski Gerbang nya memiliki Bunyi berbahaya namun itu yang akan membuat Semua rencana serta misi ini akan berhasil.


" coba kau dengarkan suara di balik telepone ini .. " Ucap Adnan yang mulai membunyikan speaker telepon nya agar lebih keras terdengar di gendang telinga Josephine.


" Ayah ... apa kabar ?


Nasya merindukan Ayah , Maaf Nasya telah pergi dari Ayah .. namun di lubuk hati yang terdalam, Nasya sangat merindukan Ayah


maaf karena Nasya selama ini selalu melawan ayah, Nasya pergi untuk mengejar cinta Nasya ..


Dan Nasya harap, Ayah bisa berubah dan menerima kak Rey sebagai suami dari Nasya...


Nasya selalu takut untuk menemui Ayah karena Ayah akan mengancam membunuh Kak Rey . .


Nasya selalu berdoa agar, Ayah di beri kesehatan supaya Nasya bisa terus melihat Ayah dan Nasya selalu berdoa agar Nasya selalu bersama Ayah ... "


Ucap Nasya di dalam sambungan Telepon itu, kini Tubuh Josephine terkulai lemas mata nya berkaca kaca, ia memang sudah tua renta usia nya sudah mencapai 57 tahun, Ia tidak tahan dengan kerinduan nya terhadap Nasya .


" Nasya .... " Teriak Josephine


Kini Adnan menolong tubuh lemah Josephine untuk duduk di atas sofa, sementara Fandy menyuruh Nasya serta Reyhan dan Daniel untuk menerobos masuk ke dalam gerbang depan rumah Josephine .


Kini Alarm darurat di rumah Josephine pun berbunyi tatkala ada seseorang yang mulai memanjat gerbang untuk masuk ke dalam rumah Josephine, semua penjaga rumah itu pun panik dan mengejar tiga orang yang menerobos masuk ke dalam rumah itu, Nasya dengan cepat mengetahui celah masuk ke dalam rumah nya sendiri, meski pengawal Josephine kini sedang berpencar arah untuk mencari nya.


Kini, Nasya sudah mulai masuk ke ruang tengah milik rumah nya, Di sana ia melihat tubuh Josephine yang sedang terkulai lemas di dampingi oleh Adnan, dan Fandy pun langsung menyuruh Nasya dan yang lain untuk memasuki ruangan itu.


" Ayah ... "


" Nasya ... "


" Ayah ... " Ucap Nasya yang langsung berlari memeluk Ayah nya. ia nampak merindukan Ayah nya.


Semua pengawal pun berkumpul di ruangan tengah itu, dan ia nampak tidak berani membuat kerusuhan karena mendapati Josephine yang tengah memeluk Nasya .


" Maafkan Nasya ... Karena Nasya sudah meninggalkan Ayah .. "


" Ayah sangat merindukan mu nak ... "


" Ayah .. ini kak Rey .. suami dari Nasya, Aku harap Ayah mau menerima kak Rey "


" Jangan bunuh Suami Nasya ayah .. Karena Nasya sangat menyayangi Kak Rey "


Reyhan pun menghampiri Josephine dan hendak berlutut mencium kaki Josephine karena ia merasa bersalah telah membawa Nasya pergi, Namun Josephine melarang nya, Ia mengangkat bahu Reyhan dan menatap nya.


" Kau memang telah membuat aku marah, Tapi sekarang ... Aku merestui mu menjadi Suami dari Anak ku .. "


" Terimakasih Ayah ... Aku pasti akan menyayangi dan menjaga Nasya dengan separuh jiwa dan raga saya . "


Adnan dan Fandy serta Daniel pun saling merangkul, Mereka bahagia akhir nya misi nya selama ini telah selesai.


" Fandy ... Saya minta maaf karena telah membuat mu susah, sekarang saya akan mengembalikan Rumah serta Villa dan surat surat tanah nya , Saya anggap hutang ibu mu lunas, karena kamu telah membawa kebahagiaan baru di keluarga saya .. "


Fandy begitu bahagia ketika mendengar keputusan Josephine yang memang memberi semua hak nya, Ia tidak menyangka akan mendapatkan itu semua . Usaha nya selama ini berhasil dan tidak sia sia.


" Terimakasih tuhan,.. kau telah menunjuk kan jalan untuk aku menikahi Reyna .. "


Adnan serta Daniel pun merangkul Fandy, mereka bahagia akhirnya, Fandy akan segera melepas masa lajang nya tanpa beban, karena semua beban masalah yang kini Fandy hadapi sudah selesai .


" Misi sudah selesai .. " Ucap Adnan yang melapor kepada Fandy


" Belum selesai .. " Balas Fandy


Dan Daniel pun mengerutkan kening nya. Ia bertanya tanya misi apa selanjut nya


" misi apalagi .. Aku sudah ingin pulang karena merindukan Kasur di rumah " Ucap Daniel sambil tertawa


" Kamu pikir .. Aku juga tidak merindukan nya .. ? " Balas Adnan sambil tertawa


" Misi untuk menikahi Reyna ... " Ucap Fandy sambil tersenyum nakal


Akhir nya, setelah semua masalah nya selesai ketiga detektif jadi jadian itu pun memutuskan untuk pulang karena tidak terasa hari sudah semakin siang, matahari pun mulai memancarkan sinarnya . Misi yang amat melelahkan sampai mereka terkapar di sofa mobil dan enggan untuk mengemudi karena rasa kantuk yang amat dalam. mereka memutuskan untuk mematikan mesin dan membuka jendela mobil untuk istirahat sejenak sebelum memutuskan untuk kembali ke Jakarta .


Yeyeye Akhir nya misi nya berhasil :)


di tunggu misi selanjut nya ya babang dokter Fandy semoga sukses :)


Coba atuh komen, perasaan sepi banget malam jumat nih *eh