
Tiba- tiba saja Juno menghampiri Elea ketika jam istirahat, dengan membawa makanan ringan, Juno ingin sekali meminta maaf kepada Elea karena kesalahan nya sampai membuat Elea terluka.
Juno melangkahkan kaki nya menuju ruangan UKS, kebetulan ia sedang istirahat dan masih mengenakan baju basket nya, dan menggunakan headband yang mengikat kepala nya membuat Juno tampil lebih keren, apalagi Juno termasuk kakak kelas yang paling populer di sekolah, banyak sekali siswa perempuan yang menyukai nya.
" Permisi, boleh aku masuk?" ucap Juno sambil mengetuk pintu UKS
Karin langsung beranjak bangun untuk membuka pintu, ia ingin mencari tahu siapa yang masuk, kebetulan ia dan juga Kiara beserta Elea sempat ketiduran.
" Kak juno?" ucap Karin sambil ternganga.
Ia terkejut dengan kedatangan Kak Juno yang membawa tentengan berupa minuman dan juga makanan ringan.
" Aku boleh masuk ?" ucap Juno dengan senyum ramah nya itu.
Padahal, Juno mempunyai tampilan wajah yang amat dingin namun, ketika berhubungan dengan Elea, sikap dingin nya berubah menjadi ramah, ntah Karin merasa perasaan suka Elea terhadap Juno saling terbalaskan.
Apalagi ketika melihat Juno begitu perduli terhadap Elea, bahkan ia mengakui kesalahan nya dan mau bertanggung jawab.
" Silahkan masuk Kak... " ucap Karin yang menyuruh Juno masuk ke ruang UKS.
Karin segera membangunkan Elea, dan tak lama Elea da Kiara pun bangun.
Elea terkejut ketika melihat wajah tampan Kak Juno yang berdiri di hadapannya.
" Kak Juno?" sahut Elea seolah tidak percaya kalau cowok yang berdiri dihadapan nya adalah Kak Juno.
Juno tersenyum ke arah Elea, ia menghampiri Elea dengan membawa minuman dan juga makanan ringan.
" Bagaimana keadaan mu sekarang?" ucap Juno sambil berdiri di samping Elea.
" Masih sedikit pusing sih Kak Juno." ucap Elea sambil memegangi pelipis nya.
Kiara pun nampak kesal melihat sikap perhatian Juno terhadap Elea, apalagi Juno mengabaikan pesan Whatsapp dari Kiara, rasanya percuma saja usaha Kiara untuk mendapatkan hati juno, nyata nya ia sama sekali tidak merespon kembali perasaan Kiaramb
" Aku ke toilet dulu yah. " ucap Kiara yang tiba-tiba saja ingin pergi.
" Aku ikut Ra.... " sahut Karin yang juga ikut meninggalkan Elea dan juga Juno, Karin ingin memberikan peluang untuk Elea agar bisa dekat dengan Juno. Karena, karin begitu mengerti bagaimana perasaan Elea.
" Aku yakin deh, Elea mempunyai kesempatan untuk menjadi kekasih kak Juno." ucap Karin yang berjalan di samping Kiara, namun Kiara hanya diam ia tidak merespon sama sekali ucapan Karin.
" Ra, kenapa sih diam saja. " ucap Karin sambil menyenggol tubuh Kiara.
" Tidak apa-apa Rin, aku lapar. " ucap Kiara sambil memegangi perut nya.
" Bagaimana kalau kita pergi ke kantin saja. " ucap Karin.
" Ayo.... " ucap Kiara menyetujui ajakan Karin.
mereka pergi ke kantin di jam istirahat, kali ini tanpa kehadiran elea.
Sementara Elea masih di Uks, ia di temani oleh kak juno, dan Rangga juga masih berada di Uks, rangga masih tertidur karena pengaruh obat pereda nyeri.
" Aku minta maaf atas kejadian tadi, aku benar-benar tidak sengaja. " ucap Kak Juno dengan perasaan bersalah nya.
Elea masih ingat, bagaimana bola basket itu jatuh dan mengenai dahi nya, seketika kepala nya langsung terasa berat dan juga pusing sampai Elea tidak bisa melihat apapun karena semuanya terasa gelap, dan ketika Elea sadar dan membuka mata nya, ia sudah berada di ruang Uks, ruangan yang mirip dengan rumah sakit, atau memang sengaja di desain mirip seperti ruang rawat.
" Tidak apa-apa kak, lagi pula aku tidak terlalu parah, aku masih bisa jalan kok. " ucap Elea begitu ramah, berbeda saat ia sedang berbicara dengan Rangga.
" bagaimana kalau aku antar kamu pulang ?" ajak Kak Juno, ia menawarkan Elea untuk diantar pulang.
Jantung Elea tidak bisa berhenti berdetak, ia begitu kaku bahkan bibir nya begitu gemetar saat Juno ingin menawarkan tumpangan untuk mengantar elea pulang ke rumah, ini kesempatan bagi elea untuk lebih dekat dengan kak Juno.
" Sebagai permintaan maaf saja, bagaimana?" ucap Kak Juno, karena Elea masih tetap terdiam.
" Memang nya tidak merepotakan kak, kan rumah ku jauh?" ucap Elea
" Tidak apa-apa, kan bawa kendaraan bukan jalan kaki. " ucap Kak Juno dan membuat Elea tersipu malu.
" Iya kak, kalau gitu. " ucap Elea yang menerima ajakan Juno untuk diantar pulang.
Rangga pun terbangun dari tidurnya, ia melihat jam yang melingkar di lengan nya, hampir dua jam Rangga menghabiskan waktu di Uks, bahkan ia ketinggalan pelajaran, akibat perut nya yang terasa perih.
ia beranjak dari tempat tidur dan melihat Elea sedang mengobrol dengan seseorang, Rangga nampak terkejut dan mencari tahu, siapa yang sedang berbincang dengan Elea?
Cowok itu? berani sekali dia mendekati Elea?
Rangga menghampiri Elea yang tengah asyik bercanda dengan Kak Juno, sesekali suara tawa Elea hadir menghiasi gendang telinga Rangga.
" Ini Uks, bukan tempat untuk pacaran apalagi berbuat maksiat. " ketus Rangga yang berdiri di dekat pintu kebetulan pintu ruangan Elea terbuka.
Elea menatap ke arah Juno, dan ia kembali menatap sinis ke arah Rangga.
" Iya kak, terimakasih." ucap Elea sambil menatap kepergian Juno.
Rangga menghampiri Elea, dengan melipatkan kedua lengan nya.
" Bisa nggak sih, jadi cewek nggak usah kecentilan. " ketus Rangga.
" Memang nya apa urusan kamu? ganggu saja. " ucap Elea sambil membuang pandangan nya. Elea malas sekali menatap wajah Rangga yang begitu menyebalkan.
Elea ingin sekali mencakar-cakar wajah Rangga dengan kuku-kuku nya yang masih tajam.
" Cewek centil dan pecicilan, cocok sama cowok fuckboi seperti juno. " ucap Rangga sambil tertawa begitu puas nya.
" Pergi dari ruangan ku!" ucap Elea sambil mengusir Rangga dari ruangan nya.
" Siapa juga yang betah satu ruangan sama kamu." ucap Rangga yang langsung pergi meninggalkan elea sendiri.
Kenapa sih ada cowok menyebalkan seperti rangga?
kenapa juga di bisa hidup di bumi, lebih bagus kalau dia hidup di planet mars.
Elea menggerutu, semua nya telah pergi meninggalkan elea.
Namun, tiba-tiba saja telepone nya berbunyi ada satu panggilan tak terjawab dari Momy Aleyna, Tak lama Elea menaruh kembali benda pipih tersebut namun benda itu terus berbunyi, Elea segera mengangkat nya.
" Halo.... "
" El, ada apa dengan kamu? tadi Kak Alvin memberitahu Momy kalau kamu sakit?"
" Elea tidak apa-apa mom, jangan terlalu khawatir, elea baik-baik saja. "
" Sudah makan?"
" Sudah kok mom... "
" Apa yang sakit nak, jangan membuat momy begitu khawatir, kalau perlu momy Jemput kamu ke sekolah sekarang juga. "
" Ah jangan mom.... "
Bisa-bisa gagal rencanaku, untuk diantar pulang oleh kak juno.
" kenapa El, nanti Momy yang akan meminta ijin kepada guru kamu. "
" Tidak mom, tidak usah. Elea masih ingin belajar mom, please.... "
" Bagaimana kalau daddy tahu, kamu sakit. "
" Momy tidak usah khawatir, hanya memar sedikit nanti juga sembuh kok... "
" Yasudah, nanti langsung pulang yah. Momy tunggu di rumah!"
" Iya Momy.... "
Aleyna memang sangat over protektif terhadap kedua anak kembarnya, apalagi Aleyna sudah sejak kecil merawat Elea dan juga Alvin.
Aleyna begitu mengenal bagaimana Elea, karena ia begitu manja dan tidak bisa menahan sakit meski tergurat oleh pisau sedikitpun, Elea akan terus menerus menangis. Makanya, Aleyna begitu khawatir ketika Alvin menghubungi nya kalau Elea terluka karena terkena bola basket.
Elea langsung menutup telepone, ia bergegas keluar dari uks, meski kepalanya sedikit pusing, tak lama Dylan dan juga Alvin pun datang menghampiri elea dan menyuruh elea untuk tetap beristirahat di ruang uks karena Alvin sudah meminta ijin kepada wali kelas IPA II. Elea pun hanya menuruti saja perintah Alvin dan juga Dylan, ia sedang tidak ingin berdebat karena kepala nya masih pusing, sudah cukup tenaga nya terkuras ketika Rangga yang terus menerus membuat Elea begitu emosi.
Ah, dia memang menyebalkan!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai Author kembali update, author janji bakal update setiap hari. jangan lupa Vote, komentar, dan Like.