My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Menjengkelkan



Reyna sudah teriak memanggil Fandy yang masih tertidur dengan pulas, karena hari ini ia mempunyai jadwal kerja di malam hari, dan pagi nya sudah berada di rumah.


Reyna sudah berapa kali membangunkan Fandy, tapi sayang nya Fandy susah sekali untuk di bangunkan.


Reyna pun merasa kesal karena permintaan nya belum juga di turuti oleh Fandy, Reyna hanya ingin mengelus hidung mancung Adnan namun sampai sekarang Fandy belul mewujudkan nya, dan membuat Reyna semakin kesal.


Semenjak hamil, memang Reyna selalu di temani oleh ibunda nya, karen Bunda Martha memang khawatir dengan kehamilan Reyna apalagi Reyna belum mengerti apapun.


" Beruang kutub, kau jahat!" ucap Reyna sambil menangis tersedu-sedu.


Fandy pun bangun dari tidur nya, dan melihat sosok Reyna yang tengah menangis


" Kelinciku, kau kenapa ?" tanya Fandy lalu menghampiri Reyna


" Aku mau main ke rumah Aleyna, aku mau mengelus hidung dokter Adnan tapi kamu tidak mewujudkan nya. kamu jahat!" ucap Reyna sambil memukul Fandy, semenjak hamil memang Reyna mood nya selalu berubah, ia lebih manja namun sesekali ia lebih ceria bisa jadi ia lalu menangis dan membuat Fandy begitu kebingungan menghadapi Reyna, untung saja ada bunda Martha yang selalu menasehati nya.


" Kelinci, kau bisa mengelus hidung ku! tanpa perlu mengelus hidung Adnan..." ucap Fandy yang tidak ingin Reyna melakukan nya.


" Tidak mau! " bantah Reyna


" Aku takut nanti anak kita mirip Adnan? terus aku bagaimana ?" tanya Fandy dengan polos nya.


tiba-tiba saja bunda Martha muncul sambil membawa segelas susu untuk Reyna dan dia mendengar obrolan antara Fandy dan Reyna


" Beruang kutub, ayo lah!" ajak Reyna terus menerus


" Bunda, masa ngidam Reyna aneh-aneh sih!" ucap Fandy ketika bunda Martha datang


" Haha, sudah turuti saja keinginan nya, Fan!" ucap Bunda Martha


" Tapi Bunda, bagaimana nanti kalau anak ku mirip dengan Adnan? apa guna nya ketampanan wajah ku" ucap Fandy


" Adnan juga tampan, tidak apa-apa" sahut bunda Martha dan membuat Fandy semakin kesal.


" Bunda.... " sahut Fandy


" bagaimana mungkin anak mu mirip dengan Adnan? sedangkan kamu yang menanam benih nya. kau turuti saja keinginan Reyna!" ucap Bunda Martha sambil memberikan segelas susu putih untuk Reyna


" bunda benar tuh, kamu jangan suka cemburu gitu" ucap Reyna sambil tersenyum


" Haha, tidak ada di kamus Fandy untuk cemburu!" ucap Fandy sambil memegangi dagu nya


" Hah, padahal kau cemburu" ucap Reyna


" Yasudah ayo kita ke rumah Aleyna!" ajak Fandy lalu bersiap-siap menuju ke rumah Aleyna


***


Sementara Daniel pun nampak kebingungan juga menghadapi Susan, ia jadi seperti orang pemalas saja bahkan hari ini ia ingin memasak di rumah Aleyna padahal di rumah mereka sudah tersedia dapur yang lumayan luas, tapi Susan malah ingin memasak di dapur Aleyna.


untung saja, ibunda Daniel sudah sadar bahkan semenjak ia mendengar kehamilan Susan, bunda mona jadi lebih sering berkunjung ke rumah Susan dan Daniel dan ini suatu kebahagiaan yang Susan dan Daniel rasakan selama ini.


Sebelum berangkat menuju rumah Aleyna, Susan dan Daniel pun berhenti di salah satu Supermarket terdekat untuk membeli bahan-bahan yang akan Susan masak.


" Kak Daniel mau masak apa yah?" ucap Susan nampak kebingungan .


" Terserah kamu saja Bey, yang penting kamu suka " ucap nya


Susan pun mengambil beberapa sayuran dan daging, padahal sebelum nya ia belum berbicara kepada Aleyna mengenai ini.


setelah selesai berbelanja susan dan daniel pun berangkat menuju tempat kediaman milik Aleyna.


***


hari ini memang Adnan tidak bekerja karena ia merasa lemas dan sama sekali hanya ingin istirahat terlebih dahulu.


Aleyna pun belum berani membangunkan Adnan, karena semalam Adnan kurang tidur.


apa aku harus melakukan nya sekarang? untuk memastikan hamil atau tidak?


Aleyna pun mengambil test pack dari laci kecil khusus kotak obat, karena pikiran yang tidak menentu akhir nya Aleyna memutuskan untuk melakukan nya sekarang, ntah perasaan nya begitu panik, dan benar saja setelah selesai Aleyna pun menunggu garis yang akan keluar.


" Hah! garis dua?" ujar nya


Ternyata memang benar, Aleyna tengah hamil namun ia sendiri tidak merasakan nya, atau pun mengalami ngidam dan sebagai nya, Aleyna malah merasa dirinya sehat tapi Adnan lah yang merasa lemas bahkan ia tidak bekerja hari ini, benar kata bi Nani kalau Adnan mengalami sindrom kehamilan simpatik.


Ya tuhan, apa ini sebuah anugerah yang kau berikan untuk ku......


" Mas .... " ucap Aleyna sambil membawa hasil tes nya


Adnan beranjak bangun, dengan mata yang masih berbayang, ia terus bergeliat dan mengucek kedua bola mata nya, di lihat nya alat tes kehamilan yang memang hasil nya positif karena terlihat dua garis di test pack tersebut.


" Sayang kamu beneran hamil ?" ucap Adnan yang senyum sumringah dan mata nya berbinar


" Iya Mas, aku hamil !" ucap Aleyna


kemudian Adnan pun merangkul Aleyna bahkan mencium pipi Aleyna, ia bahagia mendengar berita kehamilan anak kedua nya


" Sayang aku sangat bahagia! kau harus menjaga kehamilan ini!" ucap Adnan


" Pasti nya sayang, tapi kok kamu yang ngidam Mas?" tanya Aleyna merasa heran


" mungkin aku mengalami ngidam simpatik sayang" ucap Adnan sambil mengelus pucuk rambut Aleyna.


" apa itu tidak membebani kamu? " ucap Aleyna


" Tidak sayang, aku tidak apa-apa bukti nya?" ucap Adnan


tanpa berkata apa-apa, Aleyna langsung memeluk Adnan dengan sangat erat.


" kalian akan mempunyai adik baru! " ucap Adnan sambil tidur di samping kedua anak nya, namun kedua anak nya merespon dengan senyuman dan tawa nya saja.


" kalian bahagia anak -anak ku, sama seperti daddy, dan daddy akan adil untuk kalian, karena rasa sayang daddy begitu besar untuk kalian " ucap Adnan sambil mencium kedua anak nya.


" Mas, mandi dulu. Aku sudah siapkan air hangat di bathup " ucap Aleyna


" Terimakasih istri ku!" ucap Adnan sambil mencium Aleyna, kemudian Aleyna pun bergantian untuk menjaga kedua anak nya.


***


Sementara di luar rumah nya, sudah sangat ramai karena kedatangan Reyna dan dr. Fandy beserta Susan dan dr. Daniel, sebenarnya mereka tidak janjian namun, tiba-tiba saja mereka datang secara bersamaan, mungkin ini yang di namakan ikatan batin yang sangat kuat antara Susan dan Reyna.


" Susan..... "


" Reyna.... "


Reyna dan Susan pun saling memeluk satu sama lain, karena semenjak dari susan di rawat di rumah sakit, Reyna sama sekali belum bertemu Susan lagi, rasa rindu seorang sahabat itu telah terobati.


" jangan bilang kamu ngidam mau ke rumah Aleyna juga?" ucap Reyna sambil menunjuk Susan


" Aku mau menyuruh Kak Daniel untuk memasak di dapur Aleyna!" ucap Susan


" Kalau begitu, bagaimana kalau dr. Daniel masak bersama suami ku?" tanya Reyna sambil melirik Fandy


mampus, apa yang akan Reyna lakukan terhadap ku.


Fandy menepuk jidat bersamaan dengan Daniel karena permintaan istri nya memang sangat aneh, apalagi sekarang mereka meminta Fandy dan Daniel untuk memasak.


" Mereka membuat kita mati perlahan!" sahut Fandy


" Haha, kau saja yang mati. " jawab Daniel


" Menyebalkan!" ketus Fandy


Akhir nya mereka pun memasuki rumah besar milik keluarga Adnan, bahkan sudah lama mereka tidak kumpul di rumah ini, karena kesibukan masing-masing tapi kali ini mereka sengaja mendatangi nya......


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like dan komen serta vote yah!