
" Ley Ada yang mau Mas bicarakan " Ucap Adnan ketika Sedang memeluk istri nya
" Apa mas ? Tumben ? " Ucap Aleyna
" Waktu Mas di Bali, Mas ketemu Wanita yang Mas tangani di Rumah Sakit akibat kecelakaan dan ketika di Bali dia ada di sana juga, Waktu mas mengantarkan dia pulang dengan alasan Dia pusing dan tidak bisa berjalan,Mas Hampir di kurung di Kamar nya dan dengan Gila dia membuka semua Baju sampai Mas berusaha buat kabur Akhir nya Mas Kabur, Dan Mas juga ngga tau kalau dia sampai mengetahui nomor Telepon mas " Ucap Adnan dengan penuh kejujuran .
Aleyna menghela Nafas
" Terimakasih Mas Adnan sudah mau Jujur, Dan Aku tidak marah mendengar itu semua, Dan aku bersyukur Mas Adnan tidak tergoda dengan wanita itu " Ucap Aleyna sambil memeluk Adnan
" karena Mas inget Kamu , Mas tidak mau menyakiti kamu " Ucap Adnan
"Jangan terlalu baik dengan orang lain Mas, yang Ada jadi boomerang tersendiri, Cukup Baik dengan ku Saja " Ucap Aleyna
Adnan pun mengecup Lembut istri nya , Dan tak terasa Hari sudah semakin gelap . Mereka pun Terlelap sampai besok akan melakukan Aktivitas seperti biasa .
*********
bruk ..
bruk ...
Suara Timpukan Botol bekas Di dekat Pos Satpam, Dan membuat Pak Yanto dan Pak Reno Terbangun dari tidur siang nya . Sedangkan Adnan tidak berada di Rumah , Hanya Ada Mamah Venna
Ia langsung terkejut ketika melihat Botol yang bertuliskan sebuah Ancaman Terhadap Nyonya Aleyna .
Tinggalkan Adnan, atau saya akan membunuh bayi dalam kandungan mu !!
Sontak Rumah itu Rame ketika Aleyna dan Mamah Venna pun keluar karena Suasana sangat lah Ramai, Ia penasaran dengan apa yang Terjadi, Tak lama Pak Yanto memberi Secarik kertas bertuliskan Ancaman Terhadap Keluarga Aleyna . Ia ingin Aleyna meninggalkan Adnan lalu Jika ia tidak mengikuti perintah Tersebut maka penjahat itu akan membunuh Bayi dalam kandungan Aleyna.
" Mamah Baca ini " Ucap Aleyna sambil Tertegun dengan Ancaman Irene
Tinggalkan Adnan, Atau saya akan membunuh bayi dalam kandungan mu !!
" Siapa orang yang Berani Mengancam Anak ku " Ucap Mamah Venna Ia benar benar kesal melihat Tingkah laku Sang penguntit.
Lalu Mamah Venna menyuruh Security dan Supir Pribadi Rumah Aleyna Agar menjaga ketat Rumah Aleyna .
Ancaman yang kedua kali Adalah, Seseorang yang melempar batu dari Arah Luar dan berlari dengan menggunakan motor sampai Kaca besar milik Rumah Aleyna pecah dan Berserakan, Lantas Adnan dan Aleyna pun keluar . Melihat Apa yang Terjadi,mengingat Adnan sudah menceritakan semua nya kepada Aleyna Tentang Irene yang begitu menggilai sosok Adnan, Dan membuat Aleyna begitu kesal . Dan membungkus semua Pakaian nya Ke dalam koper ia ingin pergi dari Rumah ini, Karena Rumah ini sudah tidak Aman .
" Mas Adnan, Tolong Antarkan Aku pulang ke Rumah mamah, Kamu silahkan membereskan semua masalah kamu,Dan jangan Temui Aku kalau masalah mu belum kelar " Ucap Aleyna
" Maafkan Aku sayang, Karena Aku salah dan ini semua murni kesalahan ku" Ucap Adnan sampai Ia rela bertekuk di kaki Aleyna
Aleyna menyuruh Adnan untuk bangun karena ini semua bukanlah murni kesalahan Adnan melainkan karena Kesalahan wanita itu yang Terlalu Ambisius memiliki Adnan . Aleyna tidak bisa marah begitu saja, Ia ingin Adnan mengatasi nya sendiri tanpa harus bawa Nyawa dalam kandungan Aleyna . Aleyna akan mengutuk semua Perbuatan Wanita jalang itu.
" Kamu tidak salah, Tetap lah berjuang untuk Aku dan Bayi kita . Aku ingin menenangkan pikiran ku, Kamu harus selalu mengabari ku, Semoga kasus ini Cepat terungkap " Ucap Aleyna
Adnan memeluk erat Istri nya, Ia sangat senang ketika Aleyna sudah mulai beranjak Dewasa . Dan sikap nya mampu membuat Adnan semakin tidak bisa kehilangan nya.
Rumah Aleyna sekarang sudah di Jaga ketat oleh Kepolisian, Karena Ayah Raden dan Papah Yudha lah yang menyuruh beberapa Polisi Agar menjaga jaga di depan Rumah Aleyna .
Akhir akhir ini Aleyna sering mendapatkan Ancaman bahwa Ada seseorang yang mengendap ke Rumah dan Mengirim surat kalau
ia dan bayi nya tidak Akan selamat, Dan Benar saja , Orang itu memakai penutup muka sehingga Aleyna tidak jelas melihat Wajah nya, Pak Reno dan Pak Yanto pun berusaha mengejar nya, Namun Orang itu Sangatlah Cepat . Aleyna tak henti nya menangis di Pelukan Mamah Venna, Ia benar benar khawatir Akan Terjadi nya Ancaman Tersebut . Apa salah Aleyna sehingga Ia sampai di Ancam .
" Mah, Aley Takut mah " Ucap Aleyna sambil menangis
" Aley ngga mau, Anak yang di kandung Aley di Bunuh oleh Penjahat itu, Aley ngga mau Mah " Ucap Aleyna lagi . Ia terus memeluk Mamah Venna
" Itu tidak Akan terjadi Sayang " Ucap mamah Venna
Bunda widya pun datang ke kediaman Mamah Venna untuk melihat keadaan Menantu nya yang amat Frustasi dengan Sebuah Ancaman dari seseorang, Wanita itu memang lancang , berani nya dia mencari masalah dengan keluarga Raden .
" Jadi apa yang sebenar nya Terjadi sayang ? " Ucap mamah Widya
Bunda Widya langsung memeluk Menantu kesayangan nya.
" Jangan pernah Tinggalkan Adnan hanya karena masalah ini,Apalagi kamu saat ini sedang mengandung Cucu kembar bunda, Bunda percaya Cinta kalian sangatlah Kuat, Semoga Adnan secepat nya menemukan Bukti Cctv tersebut " Ucap Bunda Widya
" Aleyna tidak akan meninggalkan Mas Adnan, Aley Tau ini Bukan sepenuh nya Salah mas adnan " Ucap Aleyna
" Aleyna hanya ingin Tenang di Rumah ini, Aley benar benar depresi dengan semua Ancaman dari wanita jalang itu " Ucap Aleyna sambil menangis
Dan Tak lama, Kedua sahabat nya datang menghampiri Aleyna, Memang Susan dan Reyna lah yang selalu Ada di Samping Aleyna di setiap masalah yang ia hadapi, Mereka selalu Ada di Samping Aleyna .
" Ley,Aku tahu ini berat buat kamu . Semoga Penguntit itu Akan segera tertangkap oleh pihak Polisi " Ucap Reyna begitu sedih dan memeluk Aleyna sambil menangis .
" Aku tahu kamu kuat Ley " Ucap Susan lagi Sambi memeluk Aleyna.
dr. Fandy dan dr. Daniel pun ikut membantu,Ketika dr. Adnan mengecheck cctv yang Ada dalam Rumah sakit bersama security. Benar saja, Suster Dwi yang selama ini menguntit Aleyna dan Bekerja sama dengan Irene tengah mengikuti Aleyna, Benar saja ini permainan busuk Suster Dwi . Untuk apa ia menguntit Istri nya Tersebut, Sedangkan Aleyna tidak mengenali nya, Masalah ini memang harus di Selesaikan .
Setelah melihat hasil Rekaman Cctv dr. Adnan pun menuju Ruang ketua pengelola Rumah sakit yaitu dr. Wisnu Pratama apt,MM . Selaku Ketua Dewan pengawas Rumah sakit untuk menyelesaikan masalah ini, dr. Adnan benar benar sudah geram, Berulang kali ia di teror oleh wanita jalang dan berulang kali wanita jalang itu selalu mengancam akan membunuh bayi dalam kandungan Aleyna, Ini benar benar tindakan yang bodoh .
Dan Pihak Rumah Sakit Cipto memanggil Suster Dwi setianingsih Salah satu Suster yang sudah lima tahun Bekerja di Rumah sakit ini . Terbukti Dalam rekaman satu bulan yang lalu Suster Dwi menerima Uang sebesar 10 juta dari salah seorang pasien, Yang bernama Irene . Ntah Ada motif apa, Yang jelas Pihak Rumah sakit ingin mengetahui lebih jelas tentang Masalah ini .
" Maaf, Apa bapak memanggil Saya ?" Ucap suster Dwi yang segera masuk ke dalam Ruangan pengawas
" Saya ingin meminta keterangan mengenai Rekaman CCTV yang dr. Adnan tunjukkan kepada kami " Ucap Dewan Pengawas Rumah sakit
Suster Dwi pun menatap layar CCtv itu dan membulatkan mata nya, Ia benar benar sangat melakukan hal Bodoh, Amat bodoh sekali . Dia tidak berpikir kalau dr. Adnan bukan lah orang sembarangan, Dia Cucu seorang pemilik Rumah sakit ini, Mengapa Suster Dwi tidak Berpikir panjang soal masalah ini, dan Ini semua Gara gara Irene, Mengapa dia tidak Ada sedangkan Suster Dwi sedang di Landa Kekhawatiran .
" Maafkan saya dr. Adnan, Saya hanya di suruh oleh Irene , Seorang Wanita yang menyukai mu " Ucap Suster Dwi sambil menangis dan bertekuk lutut di Kaki dr. Adnan
Ingin sekali dr. Adnan menampar suster Dwi yang selama ini bekerja sama dengan wanita jalang itu,memberi nomor dan memberi tahu alamat Rumah dr. Adnan, Sungguh di luar pikiran Adnan
dr. Fandy pun menarik Tubuh Adnan ketika Adnan mulai di landa Emosi .
" Mohon untuk Bersabar " Ucap Sang pengawas Rumah Sakit.
" Tolong Jelaskan, Apa motif kamu mengikuti Suruhan Wanita yang mengancam Istri dari dr. Adnan " Ucap pengawas Rumah sakit
" Saya Buta karena uang, Saya tau saya Salah karena telah melanggar Tata kerja di sini. Dan saya siap menerima semua kesalahan saya "
Ucap Suster Dwi
" Kalau kamu ingin Uang bilang !! Jangan berbuat keji seperti ini, Karena Akan membahayakan Calon Anak saya " Ucap Kesal Adnan
" Sekarang terpaksa Anda kami pecat dari Rumah Sakit dan Uang pesangon Anda silahkan ambil di bagian keuangan " Ucap Dewan pengawas .
Tiba tiba saja pihak kepolisian menangkap Suster Dwi untuk menjadi Tersangka bersama Irene yang sudah di Tangkap terlebih dahulu dengan pasal KUHP Tindakan Pengancaman dan Tindakan percobaan pembunuhan, Mereka terkurung di Jeruji Besi, dengan Hukuman penjara minimal 6 tahun .
Tiba tiba Saja Pak Raden dan Pak Yudha datang ke Rumah sakit itu,Ia meminta Hukuman nya di Tambah Agar Irene dan Suster Dwi jera dengan semua peristiwa ini .
" dr. Adnan lepaskan aku,Aku mencintaimu dr. Adnan, aku akan membunuh istri dan bayi mu " Ucap Irene dalam jeruji besi menurut dokter kejiwaan, Irene mengalami gangguan Mental dam Jiwa .karena terlalu Ambisius memiliki Adnan
Mengapa harus bertindak Bodoh, ketika sedang mencintai seseorang . Boleh mencintai, Tapi Jangan menuntut orang lain untuk membalas Cinta , Karena itu bukan hak mu, Yang harus kamu tau, Sebesar apapun Cobaan yang tuhan berikan, Tidak Akan membuat dua insan saling mencintai itu Runtuh, malah cinta itu semakin kuat .
Dengan sangat lega, karena permasalahan Irene selesai, Adnan menghela nafas dan bersujud kepada Tuhan karena telah membantu menyelesaikan semua masalah nya,Ia langsung bergegas menemui Aleyna karena sudah 3 hari ini tidak bertemu .
" Sayang . Aku merindukan mu " Ucap Adnan sembari memeluk Aleyna
" Aku juga merindukan mu Sayang " Ucap Aleyna membalas pelukan Aleyna .
Reyna dan Susan pun nampak senang melihat Keromantisan Adnan dan Aleyna . Beserta mamah Venna dan Bunda Widya yang Tersenyum bahagia , Namun kejadian ini membuat Aleyna begitu depresi dan ia pingsan tiba tiba di pelukan Adnan, Dan membuat semua orang yang berada di sana sangatlah khawatir .
Love 🌼❤