My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Siapa dia?



Setelah sampai sekolah, Kiara pun pergi bersama Elea, namun sebelum pergi, Alvin ingin mengatakan sesuatu, ntah Elea tidak boleh mendengar nya sama sekali, Elea berdengus kesal ia tidak akan pergi meskipun Alvin menyuruh nya pergi, Elea ingin mengetahui apa yang ingin di katakan oleh Alvin.


" Aku mau bicara sama kiara!" Ucap Alvin


" Yaudah bicara saja, toh tidak ada yang larang!" Celoteh Elea.


" Hanya dengan Kiara, bisa nggak el pergi dulu!" Ucap Alvin sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal, untuk menahan rasa nerveous nya.


" yaudah sih kak, emang apa bedanya kalau ada aku! " Ucap Elea.


alvin nampak bingung, ia mengurungkan niatnya untuk mengobrol dua hal penting dengan Kiara.


" Iya vin, ngomong aja!" Sahut Kiara.


" Tidak, lain waktu saja!" Ucap Alvin sambil beranjak pergi.


Kiara menatap kepergian Alvin, sepertinya memang Alvin ingin mengatakan hal penting, tapi ia tidak ingin orang lain mengetahui termasuk adiknya sendiri.


" Apa yang ingin Alvin katakan sebenarnya!" Batin Kiara sambil menatap kepergian Alvin, namun Elea menarik tangan Kiara untuk segera menyusul Karin yang sudah lama menunggu di kantin.


Elea memang begitu semangat apalagi ia bisa kembali pergi ke sekolah, setelah beberapa minggu belajar di rumah, Sampai Elea bosan bertemu dengan Pak Darwin yang terus memberinya beberapa tugas, dan hari ini elea bisa bernafas dengan lega karena ia bisa berkumpul bersama sahabat nya lagi.


" Yampun, aku kangen banget sama kamu el!" Ucap Karin yang memeluk erat Elea.


" Aku bahkan merindukan kantin ini!" Ucap Elea.


" Jadi kamu tidak merindukan kita sebagai sahabat kamu?" Ucap karin


" Nggak, biasa saja!" Jawab Elea.


" Dasar!" Ucap Karin yang menjewer telinga Elea begitu juga Kiara yang mencubit pipi Elea, mereka memang sangat merindukan kejahilan dan keisengan Elea, bahkan mereka tidak semangat pergi ke sekolah tanpa Elea.


Bercanda dan tertawa bersama sambil menikmati cemilan di kantin, toh mereka tidak perduli dengan pandangan buruk tentang mereka, bahkan murid lain menjuluki mereka dengan sebutan Naughty girls, ya memang murid nakal yang sudah melekat di dalam diri mereka.


" Itu kayak nya Rangga deh el, tapi kok sama siapa?" Ucap Kiara yang melihat Rangga sedang bersama Meghan.


Elea sibuk menyeruput coklat hangat.


" Sama siapa sih!" Ucap Elea yang sibuk sendiri tanpa memperhatikan Rangga.


" Eleanor, please kamu harus liat, itu rangga sama cewek bule?" Ucap Karin yang menyuruh elea untuk melihat nya.


Elea menaruh gelas berisi coklat hangat, ia menatap ke arah kanan, dan hatinya begitu terluka ketika ia melihat Rangga sedang bersama wanita lain.


" Aku nggak bisa membiarkan ini!"


Elea langsung menghampiri Rangga dan Meghan, hati nya begitu panas bahkan Elea terbakar api cemburu, mungkin cewek ini yang sewaktu pagi mengangkat telepon Rangga.


" Dasar ganjen!" Batin Elea sambil menahan amarah.


Rangga tersenyum ke arah Elea, ia menghampiri Elea yang tengah berdiri sambil memajukan bibir nya, dan melipat kedua lengannya.


Elea nampak marah dengan kehadiran meghan yang terus berada di sisi Rangga. Ntah Elea belum mengenal siapa Meghan.


" Kamu mau kemana?" Ucap Meghan yang menarik lengan Rangga untuk tidak pergi darinya, namun Rangga melepaskan tangan Meghan, ia berjalan menuju Elea yang sedang berdiri dengan wajah cemberut di bawah pohon mangga.


" Jangan cemberut gitu, nanti awan mendung!" Ucap Rangga sambil mencubit hidung mungil elea. elea menepis lengan Rangga ia masih cemberut tanpa senyum sedikit pun.


" Siapa cewek ganjen yang berani pegang tangan kamu!" Ucap Elea


" Itu meghan, teman kecilku sewaktu di Australia, dia akan sekolah di sini..." Ucap Rangga


Elea langsung mengeluarkan tisu dari dalam tas nya, ia mengelap lengan Rangga padahal lengan nya tidak kotor.


" Kenapa di lap sayang?" Ucap Rangga


" Tangan kamu kotor, di sentuh sama cewek lain, selain aku!" Ucap nya sambil terus cemberut, Rangga semakin bahagia melihat wajah elea yang mirip seperti bebek.


" Jangan cemberut terus dong, padahal aku seneng kalau kamu tersenyum cantik gitu kalau ketemu aku, kalau cemberut gini yang ada aku nggak semangat!"


" Biarin, siapa suruh bawa cewek lain, memang nya kamu doang yang bisa , aku juga bisa...."


" Jelek banget kalau lagi cemburu!"


" Cihhh, cemburu? "


" Iya kamu cemburu sama meghan?".


" Enak saja, aku nggak cemburu! "


" Terus kenapa cemberut mulu kayak bebek?"


" Tidak apa-apa, aku mau cemberut!"


Rangga tersenyum, sambil membisikkan sesuatu di telinga Elea.


" Sayang, jangan cemberut terus, aku rindu kamu!"


" Sakit dong, galak banget sih!" Ucap Rangga sambil menahan rasa sakit akibat pukulan tajam elea.


" Biarin, biar tahu gimana sakit nta hati aku!" Ucap Elea.



Meghan pun semakin kesal dengan sikap Rangga, ia langsung menyusul Rangga yang sedang sibuk bersama Elea.


" Ga, katanya kamu mau mengantar ku?" Ucap Meghan yang membuat canda tawa antara Elea dan Rangga buyar sejenak.


" Kenalkan ini Elea!" Ucap Rangga sambil memperkenalkan Elea dengan meghan.


" aku elea, lebih tepatnya pacar Rangga!" Ucap Elea sambil menjabat tangan Meghan dan menatap meghan dengan tatapan tajam, Meghan membalas jabatan tangan Elea namun ia memberikan wajah nampak tidak suka dengan kehadiran elea.


" Meghan!" Ucap nya.


" Semoga kalian bia berteman baik!" Ucap Rangga sambil tersenyum.


Karin dan Kiara menghampiri Elea, mereka nampak penasaran dengan wanita berambut pirang yang kini sedang bersama Rangga.


Rangga juga memperkenalkan Meghan kepada kiara maupun Karin agar mereka bisa berteman baik.


" Ga, buat kamu!" Ucap elea sambil memberikan sekotak bekal berisi roti bakar kesukaannya.


" Kebetulan aku lapar!" Ucap Rangga sambil mengelus rambut Elea.


" Bukannya kamu sudah sarapan tadi sama aku?" Ucap Meghan


" Tapi aku akan makan roti dari elea..."


" Kalau gitu, aku ganti baju dulu!" Ucap Rangga yang bergegas pergi, karena mereka akan bermain futsal, Rangga pergi menyusul Dylan dan juga teman-teman lain untuk tanding futsal dengan anak kelas 11.


Elea melirik tajam wajah meghan, memang cantik tapi Elea tidak akan membiarkan Meghan merebut Rangga dari nya.


" Aku punya firasat buruk tentang meghan!" Bisik Karin di telinga Elea.


" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" Ucap nya.


Meghan bergegas pergi meninggalkan Elea dan juga kedua sahabatnya, kebetulan meghan masuk ke kelas yang sama dengan elea.


" Sejak kapan kamu bisa mengenal Rangga?" Ucap Elea dengan tegas menanyakan hal ini.


Meghan kembali berbalik arah, ia menatap Elea dengan tatapan yang amat dalam.


" Jangan bangga, kalau memang sekarang Rangga bisa jatuh hati kepadamu, karena sebelumnya aku yang membuat Rangga patah hati untuk pertama kali nya...." Celoteh Meghan sambil menatap tajam wajah Elea.


Elea nampak kesal dengan ucapan Meghan yang nampak sombong, seolah meghan mengetahui semuanya tentang Rangga.


" Tidak mungkin! Jangan terlalu percaya diri!" Ucap elea sambil tertawa.


" Lagi pula mana mungkin seorang Rangga bisa patah hati sama cewek seperti kamu!" Ledek Karin


" Rangga tidak akan pernah bisa melupakan aku, walaupun hati nya bersama orang lain, kamu nggak usah bangga sekarang, karena hati dan perasaan Rangga hanya untuk ku!" Ucap Meghan sambil bergegas pergi meninggalkan Elea. Elea nampak terdiam mendengar ucapan Meghan, sementara Karin dan juga Kiara nampak kesal.


" Dasar ganjen!" Sahut Kiara


" Percaya diri banget sih!" Sahut Karin


Elea duduk dan mencerna semua ucapan Meghan, sementara Karin dan Kiara berusaha untuk menyemangati Elea agar tidak terpengaruh dengan ucapan Meghan. Karena di dalam sebuah hubungan, pasti ada saja angin yang menerpa.


" Aku takut, Rangga akan berpaling dari ku!" Ucap Elea


" Seberat apapun cobaan, dan sekuat apapun rintangan, kalau memang takdir tuhan, kamu tidak akan bisa mengelak, percayalah kalau memang Rangga bukan tipikal cowok yang gampang pindah kelain hati!" Ucap kiara yang menasihati Elea agar tidak terpengaruh oleh ucapan Meghan.


Elea jauh lebih tenang, ketika mendengar ucapan dari kedua sahabatnya, Elea beruntung memiliki sahabat yang selalu ada untuk nya.


.


.


.


.


.


.


.


GUYS MAAFKEUN TELAT,... JANGAN DI MARAHIN PLEASE :(


nih author kasih bonus hehehe :)