My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Cerita baru ( Season II )



Setelah beberapa tahun yang lalu, Raden menyerahkan seluruh jabatan nya kepada Adnan karena Raden dan Widya beserta Narayya sudah pindah ke Surabaya, untuk menikmati kehidupan yang jauh dari keramaian, Memang ini langkah awal untuk memulai kehidupan baru bagi Raden dan Widya.


Dan kini di usia yang sudah menginjak kepala empat, Adnan pun menjabat sebagai direktur utama di Rumah Sakit Raden Cipto. Dan Aleyna pun sudah menyandang status sebagai pengusaha muda di bidang clothing line, ia memiliki bisnis di bidang pakaian, bersama kedua sahabat nya, bisnis yang sudah berkembang pesat dan mempunyai cabang di toko-toko besar maupun mall.


Dan kali ini, keluarga besar Adnan di undang untuk makan malam di rumah Fandy dan Reyna, untuk menyambut kepulangan mereka setelah hampir puluhan tahun menetap di Australia, kini Reyna dan Fandy pun kembali ke kota tempat kelahiran nya dan akan menetap di kota ini.


Adnan menghampiri Aleyna yang tengah membuat sarapan pagi, seperti biasa ia harus bangun lebih awal dari Adnan maupun dari anak kembar nya tersebut.


semenjak Alvin dan Elea tumbuh menjadi remaja, Bi Nani pun sudah tidak bekerja lagi karena usia yang sudah tua dan Mirna pun telah kembali ke kampung halaman nya untuk mengurus bi Nani yang sudah sakit-sakitan. Aleyna memang belum mencari asisten pengganti karena ia akan belajar sendiri mengurus suami dan kedua anak kembar nya, namun Adnan tetap ingin mencari asisten untuk mengurus rumah nya, ia tidak ingin Aleyna terlalu capek dan lelah mengurus pekerjaan rumah.


" Sayang, aku kan sudah mengatakan untuk mencari asisten baru, aku tidak ingin kamu terlalu capek!" ucap Adnan sambil memeluk Aleyna yang sedang memasak.


" Tidak apa-apa Mas, aku menikmati nya. " ucap Aleyna sambil terus memasak.


" Dari dulu, sampai sekarang kau memang istri yang paling pengertian. " ucap Adnan sambil terus merangkul tubuh Aleyna.


Meski usia mereka sudah tidak muda seperti dulu, namun rasa sayang dan cinta yang begitu besar tidak akan bisa memudar begitu saja, malah semakin lengket saja.


tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari arah kamar kedua anak kembar nya, kamar mereka memang saling berdekatan, dan Adnan maupun Aleyna sudah merancang sesuai keinginan nya.


" Momy........... " suara jeritan dari arah kamar Elea, bahkan suara jeritan itu sampai enam oktaf, begitu kencang nya.


Adnan dan Aleyna saling menatap, mereka bahkan bingung, apalagi yang di lakukan oleh Elea.


" Mas Adnan, suara itu dari kamar Elea!" ucap Aleyna ia segera mematikan kompor dan mengajak Adnan untuk pergi ke kamar Elea dan Alvin.


Mereka menaiki anak tangga satu persatu, dengan perasaan was-was karena takut terjadi hal yang tidak terduga bagi Elea maupun Alvin, karena setahu Aleyna, Alvin dan Elea sering sekali bertengkar karena Elea selalu menganggu Alvin, namun kali ini apa yang di lakukan kedua nya sampai Elea menjerit sangat kencang sekali.


" tok...tok...tok..."


Aleyna mengetuk pintu kamar anak kembar nya, ia penasaran dengan apa yang terjadi di dalam, dengan di bantu oleh Adnan.


" Alvin, Elea.... apa yang terjadi dengan kalian?" ucap Aleyna lalu merasa cemas karena kedua anak kembar nya belum membuka pintu kamar nya sama sekali.


" Alvin, apa yang terjadi?" ucap Adnan sambil berusaha membuka pintu yang terkunci.


Sudah berapa kali, Alvin membujuk Elea untuk keluar dari kamar mandi, karena sudah hampir dua jam Elea berada di kamar mandi namun tidak kunjung keluar, Alvin pun merasa panik apalagi ketika ia mendengar Elea berteriak dengan sangat kencang.


Alvin pun bergegas membuka pintu kamar nya, karena dari tadi orang tua nya sudah tidak sabar ingin mengetahui kejadian sebenarnya, Alvin meninggalkan Elea di kamar mandi, ia menghampiri kedua orang tua nya.


" Mom Elea mom.. "


" Daddy, Elea..... "


Alvin pun tergesa-gesa, nafas nya tidak karuan ia menunjuk ke arah kamar mandi, dimana Elea mengurung diri selama dua jam lama nya.


" Alvin, katakan apa yang terjadi dengan Elea?" ucap Aleyna


" Aku tidak tahu, tapi Elea mengurung diri selama dua jam lama nya di kamar mandi." ucap Alvin, ia memang tidak pernah berbohong.


Adnan dan Aleyna pun segera menghampiri Elea yang berada di kamar mandi, Adnan mulai membujuk Elea untuk keluar dari kamar mandi, ia takut terjadi hal buruk kepada anak perempuan nya itu.


" Sayang, buka pintu nya! kamu tidak apa-apa kan?" ucap Adnan sambil mengetuk pintu.


" El tolong buka pintunya !" ucap Aleyna merasa panik.


" Momy..... " ucap Elea sambil menangis dan teriak


" Kamu kenapa sayang? jangan membuat momy panik!" ucap Aleyna sambil mengetuk pintu.


" Momy..... "


Elea masih terus menangis, ia bahkan tidak tahu apa yang harus ia lakukan, ini pengalaman pertama untuk nya.


" Mas Adnan, tolong di buka paksa saja pintu nya! Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan Elea.... " ucap Aleyna sambil tergesa-gesa.


" Jangan di dobrak pintu nya Momy, Elea janji akan keluar!" ucap elea sambil menghentikan tangisan nya.


" Iya, nak keluar! jangan membuat kami semua panik. " ucap Adnan sambil membujuk Elea.


Adnan beserta Aleyna dan Alvin pun berdiri dengan rasa panik dan cemas menunggu Elea keluar dari kamar mandi, bahkan Aleyna takut, Elea terjatuh atau terluka, pikiran buruk terus menghantui Aleyna apalagi menyangkut anak perempuan nya.


dengan langkah pelan, Elea pun membuka setengah pintu kamar mandi, ia enggan keluar namun, ia juga tidak ingin selama nya berada di kamar mandi.


" Momy.... " ucap Elea sambil memanggil Aleyna.


Segera Aleyna menghampiri Elea dan menyuruh nya untuk keluar, namun Elea menolak nya.


" Kamu tidak apa-apa kan sayang? apa yang terluka?" ucap Aleyna merasa khawatir


" Apa yang terjadi elea? kami semua khawatir." ucap Adnan


" Mom, Elea takut!" ucap Elea yang nampak pucat dan gugup, ia tidak tahu harus berawal dari mana untuk membicarakan ini semua, apalagi ini pengalaman pertama nya.


" Takut kenapa sayang?" ucap Adnan


" Haha, Jangan-jangan kamu melihat penampakan yah el?" ucap Alvin sambil tertawa sepuas nya.


" Menyebalkan.... " ketus Elea, ia bahkan sekarang ingin sekali memakan saudara kembar nya yang menyebalkan itu.


" Lebih baik, kamu keluar! kita bicarakan Nak!" ucap Adnan sambil menarik Elea


Akhirnya Elea pun keluar dari kamar mandi, bahkan ia menangis dan memeluk Aleyna dengan sangat kencang, ntah Aleyna pun tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Elea.


" Cerita sama Momy, apa yang menakuti kamu!" ucap Aleyna dengan tenang membujuk Elea untuk menceritakan kejadian sebenarnya.


" Elea tidak tahu, tiba-tiba saja berdarah... " ucap Elea sambil merengek.


" Apa.... ?" ucap Adnan terkejut


" Apa yang berdarah, apa perlu Daddy obatin?" ucap Adnan sambil memegang tubuh Elea


" Apasih daddy!" ucap Elea sambil merengek lagi.


Aleyna pun mengerti, apa yang terjadi dengan Elea, mengingat anak perempuan nya kini sudah berusia empat belas tahun, wajar saja bagi Elea yang akan mengalami masa pubertasi.


" Elea menstruasi.... " ucap Elea sambil terisak.


" Hahaha, berarti sebentar lagi kamu akan menjadi wanita dewasa!". ledek Alvin sambil menjulurkan lidah nya.


" Kak Alvin... " teriak Elea sambil melempar bantal ke arah Alvin namun, ia berlari dan melesat begitu saja.


" Al jangan meledek adik mu terus." ucap Adnan.


Adnan pun duduk di samping Elea dan Aleyna. ia memeluk Elea bersama dengan Aleyna.


" Sayang, tidak ada yang perlu di takutkan. Menstruasi itu sudah biasa terjadi kepada seluruh wanita yang menginjak fase remaja seperti kamu. " ucap Aleyna sambil memeluk Elea dengan erat nya.


" Tapi Mom, nanti kalau teman-teman Elea tahu, pasti mereka akan meledek el, sama persis seperti Kak Alvin!" dengus Elea


" Anak daddy sudah besar ternyata. Jangan takut nak. " ucap Adnan


" Kalau gitu, daddy keluar dulu, jangan mengurung diri di kamar, kalau sudah selesai lebih kita sarapan!" ucap Adnan sambil memerintah kepada Elea dan bergegas pergi.


Aleyna pun mengelus pucuk rambut Elea, ia bahkan sangat manja sekali kepada ibunya tersebut, memang ini pengalaman pertama bagi Elea ia begitu takut sekaligus terkejut bahkan khawatir.


" aku harus bagaimana Momy..... " ucap Elea sambil terus merengek.


" Jangan khawatir sayang, momy bangga anak momy sekarang sudah besar." ucap Aleyna sambil tersenyum


" Kenapa sih harus kayak gini Mom! Aku nggak mau, aku malu! " ucap nya.


" Kan kamu perempuan, kecuali kak Alvin baru tidak akan mengalami nya. " ucap Aleyna.


" Pakai ini saja, nanti momy kasih tahu cara nya, momy tunggu di ruang makan!" ucap nya sambil memberikan satu bungkus pembalut.


Aleyna pun keluar dari kamar Elea, ia kembali memasak untuk sarapan pagi, sementara Adnan sedang menunggu sambil memainakan telepone genggam nya.


Aleyna pun kepikiran untuk memisahkan kamar Alvin dan Elea karena mereka sudah mulai beranjak dewasa, mereka bukan anak kecil lagi, namun Aleyna akan membicarakan ini semua kepada Adnan setelah ia selesai memasak.


AL dan EL ketika kecil




Ketika AL Dan EL sudah remaja


Visual Alvin geraldy ( 14 tahun)



Visual Eleanor tsabit Nameera ( 14 tahun )




Bagaimana guys?


Season kedua nya? semoga suka yah! di Season kedua mungkin akan sedikit berbeda, dan agak cenderung lebih ke cerita remaja.


TERIMAKASIH DUKUNGAN NYA.


MASIH MAU LANJUT?


BTW, DI VOTE DONG BIAR AKU SEMANGAT LANJUTIN SEASON KEDUA NYA :(


KOMEN YANG BANYAK JUGA !