
hanya menempuh jarak hampir dua jam di perjalanan akhirnya susan dan daniel pun sampai di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pulau Lombok mereka sudah di sambut oleh kedua pasangan pengantin baru yaitu Fandy dan Reyna, mereka memang sengaja ingin menjemput susan dan daniel karena mereka akan menginap di hotel yang sama.
sebenarnya mereka berencana pergi ke pulau Bali namun fandy dan daniel sendiri malah memilik ke pulau lombok tapi tidak kalah keren, semua wisatawan di pulau lombok ini mampu di bius oleh keindahan alam dan hijau nya pepohona serta birunya langit yang dapat membuat suasana menjadi lebih baik.
" susan"
" Reyna"
Setelah hampir satu minggu mereka tidak bertemu, akhirnya mereka pun melepaskan rindu dan berlibur bersama di pulau lombok meski ada yang kurang satu yaitu Aleyna dan Adnan, sebenarnya mereka ingin sekali kumpul bersama-sama lagi namun, setelah menikah nyata nya sulit untuk membagi waktu apalagi Aleyna sudah mempunyai anak sekaligus dua, pasti tidak terbayang bagaimana repot nya aleyna mengurus semua nya.
" aku kangen banget sama kamu!" ucap Reyna sambil memeluk susan dengan sangat erat
" memang aku kan ngangenin, rey" ucap susan sambil tertawa
" nyesel aku, bilang kangen sama kamu!" ucap Reyna
" kenapa tidak mengajak mantan preman?tanya reyna karena ia juga merindukan sosok aleyna
" dr Adnan sedang banyak kesibukan dan dia juga sangat sedih tidak bisa kumpul bersama " ucap susan
" sangat di sayangkan!"
Sementara Fandy dan Daniel sibuk memindahkan koper-koper ke dalam bagasi mobil. mereka hanya membawa dua koper saja karena liburan nya hanya satu minggu saja tidak lebih dan tidak kurang...
***
Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang akhirnya, mereka pun sampai di hotel pondok santi estate. termasuk golongan hotel kelas atas yang memang banyak di lengkapi oleh berbagai fasilitas selain itu, Hotel ini terletak di tepi pantai Pulau Gili Trawangan, Pondok Santi Estate menawarkan sejumlah bungalow bergaya tropis dengan AC sehingga mereka bisa menikmati pijat santai ataupun berjemur di area pantai.
ini memang pengalaman yang pertama kali mereka lakukan,padahal reyna dan susan pun tidak membayangkan akan menikah dengan seorang dokter dan sekarang mereka bisa liburan bersama-sama.
" beruang kutub, jangan jauh-jauh dari ku" ucap Reyna sambil menarik lengan fandy
" memang kenapa?" tanya Fandy
susan dan Daniel pun saling menatap kedua bola mata mereka saling bertemu menyaksikan pasangan pengantin baru yang nampak nya semakin hari semakin tidak ingin pisah bahkan semakin lengket seperti lem.
" hotel nya lumayan bagus, fan!" ucap daniel kepada Fandy
" apalagi kalau sore hari, kau semakin takjub dengan sunshet nya" ucap Fandy
" jadi, kamar ku ada di nomor berapa ?" tanya susan
" kamar kalian ada di sebelah kamar ku, karena aku sudah membooking tiga kamar di hotel ini, berharap Adnan dan Aleyna bisa ikut tapi nyata nya tidak !" ucap Reyna sambil mengelus peluh
" memang Adnan sedang sibuk membangun rumah sakit." ucap Daniel
" memang pekerjaan sampingan dr. Adnan selain menjadi dokter dia juga menjadi kuli bangunan gituh? ucap Reyna semakin heran
" sayang, jangan bikin aku malu deh!" tegur Fandy karena Reyna memang agak lambat memahami
" loh, kan dr. daniel berbicara seperti itu!" ucap Reyna
" kamu telmi banget sih rey !" ucap susan sambil tertawa ngakak melihat tingkah Reyna yang dulu tidak pernah hilang . dia susah sekali peka dengan omongan orang lain
" kelinci ku mungkin sedang lapar, jadi wajar saja dia seperti ini" ucap Fandy sambil merangkul Reyna
" apa sih! kamu menghina ku?" ucap Reyna
" tidak, memang kamu tidak lapar sama sekali?" tanya Fandy
" kalian menyebalkan!" ucap Reyna sambil melipatkan kedua tangan nya di dada
" Adnan menyumbangkan sebagian kekayaan nya untuk membangun rumah sakit di kota kota terpencil bahkan ia sendiri yang menggambar bentuk rumah sakit nya akan di bangun seperti apa, mungkin itu yang membuat Adnan sering tidak pulang ke rumah akhir-akhir ini " ucap Daniel dengan menegaskan kata demi kata nya agar mudah di pahami.
" seperti itu ? pantas saja Aleyna tidak bisa ikut " ucap Reyna dengan suara pelan
" jadi apa yang akan kita lakukan di hari pertama ku di pulau lombok ?" tanya susan yang memecahkan keheningan
" kita kan double honeymoon, berarti tidur juga bersama - sama, nanti kita tidur bareng ya susan. aku sudah lama tidak tidur berdua dengan mu. " ucap Reyna sambil menyenggol tubuh susan dan membuat susan begitu terkejut dengan ajakan Reyna
sementara Daniel dan Fandy saling menatap satu sama lain.
" TIDAK!"
daniel dan Fandy pun secara keras menolak keinginan Reyna dan susan untuk tidur berdua dan mengabaikan mereka. bahkan
" mengapa tidak !" ucap Reyna sambil menatap Fandy
" kamu saja yang menjelaskan " ucap Daniel kepada Fandy
lalu Fandy pun membisik kan sesuatu ke telinga Reyna.
Reyna tertawa geli dengan pembicaraan Fandy bahkan ia hampir saja lupa kalau ia dan Fandy sudah menikah bukan sebagai pacar lagi.
" tujuan kita berlibur ke pulau lombok kan untuk menikmati waktu bersama, bukan hanya kalian saja tetapi Aku dan kamu kelinci ku " ucap Fandy sambil merasa kesal
" ya maaf beruang kutub, aku lupa kalau kita sudah menikah " ucap Reyna sambil menggigit jari-jari nya
" yampun reyna, terus kamu selama ini tidak sadar kalau orang yang tidur di samping kamu itu suami mu sendiri ?" tanya susan bahkan ia tertawa sangat lepas sekali
" sabar, suami yang tidak di anggap !" ucap daniel sambil menepuk punggung fandy dan tertawa
" Jadi selama ini, aku di anggap apa ?" ucap Fandy yang semakin kesal
" beruang kutub!"
" beruang kutub"
ah, bagaimana bisa aku lupa seperti ini.
Fandy nampak terdiam ia bahkan tidak habis pikir dengan perkataan Reyna.
Reyna pun sibuk merayu Fandy yang sedang marah ia bahkan merayu Fandy dengan menggelitik nya namun Fandy masih saja cemberut sampai akhirnya Reyna membisikkan sesuatu di telinga Fandy
" aku sudah selesai datang bulan nya" ucap Reyna di telinga Fandy.
sontak Fandy langsung tersenyum bahkan ia menatap kembali wajah Reyna
" kau serius ?" ucap Fandy , mata nya berbinar dan senyum nya terukir manis dengan bibir tipis nya itu ada kebahagiaan yang muncul di bola mata nya.
" tapi bohong" ucap Reyna sambil menyodorkan lidah nya dan berlari menuju kamar
" awas ya kamu!" ucap Fandy sambil mengejar Reyna.
-
dengan langkah pelan namun akhinya susan dan daniel pun bergegas menuju kamar, karena mereka sudah sangat lelah dalam perjalanan nya yang cukup memakan waktu.
***
Daniel pun sudah selesai mandi dan menunggu kedatangan susan, ia sudah mempersiapkan hadiah yang ia beli ketika hendak pulang dari luar kota, dan ini memang cocok untuk susan yang hobi sekali mengoleksi kalung.
Daniel membelikan susan sebuah kalung berwarna putih dan bertuliskan nama susan di dalam gantungan kalung nya. ia sengaja membelikan hadiah berupa kalung berlapis emas putih karena selama ini Daniel merasa belum bisa membahagiakan susan, tapi hari ini ia berjanji akan membuat susan bahagia sepanjang hari.
" sayang" ucap daniel ketika susan selesai dari kamar mandi
" kenapa baby?" ucap susan sambil duduk di bangku rias dan menghadap cermin sambil mengeringkan rambut nya yang basah
Daniel memeluk susan dari belakang dan menempatkan dagu nya di bahu susan sementara tangan kiri nya memegang kalung.
" kenapa baby ?" tanya susan karena tidak seperti biasa nya daniel manja sekali dengan susan.
Tak lama daniel pun memasangkan kalung ke leher susan, dan susan begitu terkejut melihat Daniel yang begitu romantis. susan tersenyum manis ke arah daniel
" kau begitu cantik jika memakai kalung ini!" ucap Daniel sambil tersenyum ke arah susan.
" Sayang..... " ucap Susan is begitu terharu.
Susan langsung berdiri dan memeluk daniel dengan sangat erat.
terimakasih telah mencintaiku.
Tidak ada yang lebih bahagia di dunia ini selain kasih sayang darimu.
terimakasih telah membuktikan rasa cinta mu.
Daniel pun mengecup bibir susan, dan mereka mulai menikmati waktu bersama dan semoga saja ada keajaiban.
kapan pun itu?
Daniel dan susan akan setia menunggu kehadiran seorang anak di dalam rumah tangga nya.
Jangan lupa Vote ya guys.
Like dan komen
serta terimakasih dukungan nya.
Love you♥️