My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Pertandingan basket



Setelah mengelilingi alun-alun olahraga, Elea dan kedua sahabatnya pergi ke lapangan bola basket yang terletak tidak jauh dari alun-alun, memang sudah menjadi kebiasaan Elea, Alvin maupun Dylan setiap hari libur pasti bermain bola basket.


Namun, sekarang Elea di temani oleh kedua sahabatnya yaitu Kiara dan Karin, beserta Rangga, Elea semakin ragu kalau menyangkut Rangga karena akhir-akhir nya Elea sering salah tingkah kalau harus berhadapan dengan Rangga.


Bermain bola basket, adalah hobi Elea sejak masih sekolah dasar tapi sayang, semenjak masuk Sekolah tingkat atas, Elea jarang sekali bermain bola basket, sampai Dylan selalu mengejek nya, tapi sekarang awal bagi Elea lagi untuk bermain bola basket setelah setahun berhenti karena pernah cedera dibagian otot kaki, dan Momy melarangnya.


" El, ayo tanding!" ucap Dylan dari kejauhan, Dylan berlari menghampiri Elea


" Ayo tanding, sudah lama juga kan, kamu tidak bermain? semenjak sibuk pacaran sama kakak kelas yang nggak jelas itu!" ucap Dylan dengan memutar-mutar bola basket.


" Siapa juga yang pacaran sama kakak kelas, yaudah siapa takut! siap-siap kalah deh...". ucap Elea yang menantang Dylan.


Dylan menghampiri dan berdiri dekat dengan Elea, ia bahkan membisikkan sesuatu di telinga Elea.


" el, bantu aku untuk mendekati Karin!" bisik Dylan di telinga Elea, sampai Elea begitu geli mendengar ucapan Dylan, dan baru kali ini seorang Dylan menyukai perempuan.


Kedua bola mata Elea terbelakak, mendengar ucapan Dylan, ia langsung melirik ke arah Karin yang mulai sensi terhadap kehadiran Dylan. Elea belum mengiyakan ucapan Dylan, ia tidak ingin memaksa Karin untuk menyukai Dylan karena itu tidak akan ia lakukan.


Menurut Elea, cinta itu bukan sebuah paksaan melainkan sebuah perasaan yang datang dari hati, bukan atas kehendak orang lain.


kedua bola mata Elea tertuju kepada Rangga, karena sedari tadi, Rangga terus memperhatikan gerak gerik Dylan yang mendekati Elea, nampaknya Rangga mulai tidak menyukai lelaki lain mendekati Elea.


" Apa rangga cemburu, Dylan dekat sama aku?" batin Elea, lalu ia tersadar dari lamunannya.


" Ayo el... " ucap Kiara dan Karin yang sudah tidak sabar ingin tanding


Karin nampak semangat dengan pertandingan bola basket antara tim cowok dan tim cewek, Bukan semangat karena bola basket nya tapi, karena Alvin. Karin memiliki kesempatan untuk mendekati Alvin.


" Vin, kening kamu keringetan... " ucap Karin yang langsung mengambil tisu dan mengelap kening Alvin yang berkeringat.


Alvin menerima tisu dari Karin, dan meminta Karin untuk tidak mengelap keringat nya.


" Aku bisa melakukannya sendiri" ucap Alvin yang begitu dingin, sementara Karin masih tetap tersenyum, ia sudah terbiasa dengan sikap dingin seorang Alvin.


" Kening aku juga keringetan nih... " ucap Dylan sambil menunjuk kening nya.


" Bodoamat, aku nggak perduli!" ucap Karin yang nampak acuh. Sementara Kiara dengan baik hati, membagi tisu untuk Dylan dan menyuruh Dylan untuk membersihkannya sendiri.


Sementara kedua bola mata Rangga, masih terus tertuju dengan Elea, Rangga menyukai Elea ketika ia rambutnya terikat seperti kuda, menurut Rangga, Elea sangat manis hari ini, dengan wajah tanpa polesan makeup, senatural itu kecantikan Elea, yang bahkan menarik hati Rangga.


Elea melirik kearah Rangga, dan Rangga memberikan kode kepada Elea , Rangga menunjuk keningnya yang berkeringat.


Elea hanya mengangkat kedua alisnya, melihat tingkah konyol Rangga.


" Kalian siap?" ucap Alvin sebagai ketua tim basket cowok, dan Elea sebagai ketua tim basket cewek.


" Kalau sampai tim kamu kalah, kamu harus kencan denganku sore nanti!" bisik Rangga di telinga Elea.


Elea hanya terdiam, ia bahkan tidak bisa konsentrasi dengan pertandingan, apalagi Rangga sudah mengucapkan hal seperti itu.


" Kencan?"


Sebenarnya Elea trauma dengan kata Kencan, apalagi kencan pertamanya , begitu buruk bersama Juno, ia tidak akan mau pergi kencan dengan siapapun, tapi seolah hatinya bergerak ketika Rangga mengucapkan nya.


" Aku tidak akan kalah! kalau sampai kamu kalah, kamu harus melayani aku, seharian ini" bisik Elea lagi di telinga Rangga.


Wasit sudah membunyikan pluit, pertanda pertandingan akan segera di mulai. setelah membunyikan pluit, wasit melempar bola keatas dan permainan segera di mulai.


Tim yang di pimpin Alvin, begitu lincah dalam permainan, tim yang berjumlah 5 orang, yakni Dylan dan juga Rangga beserta dua orang lainnya. Sedangkan tim yang di pimpin Elea ada 5 orang juga, kebetulan ia mengajak Kiara, Karin dan dua anak basket lain.


Pertandingan semakin sengit, sampai skor antara tim cewek dan tim cowok berbeda jauh, Elea sudah berusaha mengambil bola dari Rangga, tapi tubuhnya yang mungil tidak bisa meraihnya, Rangga terus mengejeknya dan menjulurkan lidahnya.


Sampai waktu istirahat, skor tim Elea masih nol, sedangkan Skor tertinggi di pimpin oleh tim Alvin.


" Sebel, kenapa sih Rangga nggak mau mengalah?" ucap Elea sambil marah-marah


" Kalau aku kalah tidak apa-apa, yang penting aku bisa deket sama alvin... " ucap Karin dengan centilnya


" Gimana kita mau menang, kalau Karin bucin nya bukan main!" celoteh Kiara


" Rin, kali ini kita harus menang! kita buktikan kalau kita sebagai tim cewek, bisa menang dibandingkan tim cowok, stop bucin nya.." cerocos Elea yang terus menceramahi Karin


" Iya deh iya, kali ini harus menang!" ucap Karin


" Kalau sampai aku kalah, rangga sudah memberiku ancaman..." ucap Elea yang keceplosan


" Ancaman?" ucap Karin yang juga ikut penasaran


Elea menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tapi ia sudah terlanjur keceplosan, tidak mungkin ia merahasiakan masalah ini, tapi Elea sendiri malu untuk mengatakannya.


" Rangga mengancamku kalau sampai tim kita kalah, dia ingin kencan denganku sore ini." ucap Elea dengan pelan-pelan, ia takut Rangga mendengarnya.


" Hah, kencan?" ucap Karin dengan suara cempreng nya dan membuat Rangga melirik kearah mereka.


Elea langsung membekam mulut Karin, dan menarik karin untuk duduk disebelahnya.


" Rin, pelanin suaranya! kalau sampai Rangga mendengarnya gimana...." ucap Elea sambil berbisik


" Jadi, kamu sama rangga .... " ucap Kiara yang terpotong.


" Tidak ada apa-apa, jangan curiga! Aku dan Rangga tidak ada hubungan apa-apa..."


" Aku tidak percaya, jangan-jangan Rangga sudah menembak kamu?" ucap Karin


Elea semakin tersudutkan dengan pertanyaan dari kedua sahabatnya, namun ia belum sempat menjawab, wasit sudah membunyikan pluit, pertandingan babak kedua akan segera di mulai.


Wasit kembali melempar bola, dan kini Elea dengan gesit mengambil bola dan mendribble bola itu dengan sangat lincah, namun Rangga berhasil mengambil nya, Elea semakin kesal ingin sekali ia mencakar tubuh Rangga, karena ia begitu ambisi ingin menenangkan pertandingan ini, Bola basket itu masih di kuasai Rangga, lagi dan lagi tim cowok unggul, dan kali ini Elea tidak mau diam begitu saja, ia berlari ke arah Rangga untuk mengambil bola dari tangan Rangga.


Ikat rambut Elea pun terlepas, dan Rambut elea tergerai tertiup oleh angin.



Rangga begitu terpesona akan kecantikan Elea, ia bahkan tidak fokus dengan pertandingan melainkan fokus dengan wajah cantik Elea yang kini ada di hadapannya, Rambutnya tergerai begitu indah tatkala ada angin yang berhembus.


" sungguh, indah ciptaan mu... "


" Rangga, ayo shot ga... " ucap Dylan.


" Ga, ayo sebentar lagi kita menang!"


Rangga tidak mendengarkan ucapan kedua temannya, ia bahkan melepaskan bola begitu saja, Elea nampak girang, ia mengambil bola dari Rangga dan mulai memainkan aksi nya.


" Yeay akhirnya.... "


Tim Elea pun, mulai mencetak skor dan mulai menggelabui tim Alvin.


Dan wasit telah membunyikan pluit, pertanda pertandingan selesai, Namun tetap saja tim Cowok yang menjadi pemenangnya.


.


.


.


.


.



# Cie Rangga salah tingkah#


kalau ini, bang Alvin yang super dingin



Nah, ini Dylan yang periang



Nah ada Karin yang super cempreng



ada Kiara juga yang keep calm



Like, komen yang banyak :) Vote juga