
Sepanjang jalan tidak ada suara, atau pun sedikit obrolan antara Elea dan Rangga, semuanya begitu sunyi tidak ada yang saling memulai untuk mengajak bicara sepatah kata pun.
Rangga sendiri hanya fokus memperhatikan jalan, apalagi ini sudah pertengahan malam sebenarnya Rangga ingin membawa Elea pergi ke suatu tempat tapi bukan sekarang, mungkin nanti kalau memang Rangga sudah meyakinkan hati nya.
Hanya suara desiran nafas yang terdengar, Rangga menyadari akan hal itu.
"Elea?" begitulah kata yang terucap dari mulut Rangga, Elea sama sekali tidak menyahut, hanya suara hentakan nafas nya yang terdengar begitu lembut.
Ternyata Elea memang tertidur di dalam mobil Rangga, setelah Rangga memberanikan diri menatap ke arah Elea.
Apa itu?
Senyum yang indah ketika Elea sedang tertidur, mengapa Elea melayangkan senyuman di saat ia sedang tertidur, mengapa wajah cantik nya tidak pernah luntur di saat ia sedang tertidur.
Mengapa wajah nya semakin membuat Rangga begitu menyukainya.
Apa yang di miliki seorang Elea, mata indah dengan bulu mata yang begitu lentik, senyum yang manis serta tahi lalat yang menempel di pipi kanan nya, ntah Rangga baru menyadari kalau Elea memiliki tahi lalat, setelah ia mendekati wajah Elea.
Rangga menyibakkan Rambut Elea yang terurai sampai menutupi keindahan wajah nya, Di selipkan rambut Elea di telinga Kiri nya.
" Apakah ciptaan tuhan seindah ini? " batin Rangga terus bergejolak, ia menghentikan mobil nya di pinggir jalan karena ia ingin fokus memandang wajah cantik Elea, karena pesona Elea dapat membuat fokus Rangga menjadi berantakan, ia tidak ingin terjadi apa-apa.
" Tunggu saja, kau akan menjadi milik ku! bukan sekarang, mungkin esok atau lusa. "
Di lihatnya jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 22.30 wib, Rangga kembali melajukan mobil nya ke arah tempat tinggal Elea, bahkan ia akan bertanggungjawab dengan semua pertanyaan yang akan di lontarkan oleh keluarga Elea, mungkin mereka akan mencari keberadaan Elea, karena sampai sekarang Elea belum juga pulang.
Begitupun dengan orangtua Rangga, yang bahkan sibuk mencari keberadaan Rangga, apalagi semenjak pulang sekolah, Rangga belum pulang sama sekali ke rumah.
Ia masih mengenakan seragam sekolah dan sweater berwarna biru dongker.
Rangga tidak perduli, yang ia tahu bahwa kebersamaan antara Elea dan dirinya yang kini terlintas di dalam benak nya.
Rangga tidak ingin membiarkan Elea jatuh begitu saja ke pelukan Juno, sampai kapanpun, Rangga akan membuat Elea begitu sadar akan keburukan Juno.
***
Sementara di tempat kediaman keluarga Adnan, begitu ramai karena sampai sekarang juga Elea belum pulang ke rumah, Aleyna terus berusaha menelpon Elea dan ternyata nomornya tidak aktif.
Alvin juga berusaha mencari, bahkan ia meminta nomor Karin kepada Dylan, karena kebetulan Dylan dan Kiara memang sudah seperti saudara, dan Dylan berusaha meminta nomor Karin kepada Kiara.
Setelah Alvin menelpon Karin, ternyata Karin begitu senang, namun kesenangan itu berubah menjadi rasa takut ketika Alvin menanyakan keberadaan Elea, Karin tidak bisa menjawab karena ia sudah berjanji untuk merahasiakan kencan buta Elea dengan Kak juno.
Alvin terus mendesak Karin untuk mengatakan yang sejujurnya, namun Karin hanya terdiam, dan ia hanya mengatakan kalau Elea di jemput seseorang, Karin memang berdusta tapi ia sudah berjanji untuk merahasiakan ini semua dengan Elea.
Alvin segera menutup telepone, ia turun ke bawah untuk memberitahu Aleyna.
" Momy, elea di jemput seseorang kata teman nya!" ucap Alvin yang tergesa-gesa.
" Alvin, bagaimana bisa kamu membiarkan adikmu bermain sebelum pulang ke rumah!" ucap Aleyna yang begitu khawatir dengan Elea.
" Mom, aku minta maaf ! Aku kira Elea hanya bermain sebentar tapi ternyata...... "
Tak lama Adnan pun baru saja datang ke rumah, setelah seharian bekerja di rumah sakit, ia melihat Aleyna dan juga Alvin beserta penghuni rumah lain nya yang sibuk mencari keberadaan Elea.
" Pak anwar, ada ini? kenapa rumah saya begitu ramai?" ucap Adnan yang nampak heran dengan keadaan rumah nya, apalagi ini sudah malam hari.
" Non Elea belum pulang Tuan, dari tadi sore." ucap Pak Anwar yang membawakan Tas milik Adnan untuk di bawa masuk ke dalam rumah.
Adnan nampak terkejut, ia bahkan tidak percaya dengan ucapan Pak Anwar, lantas Adnan langsung masuk ke dalam rumah untuk mengetahui kejadian sebenarnya.
" Sayang, ada apa ini?" ucap Adnan yang begitu khawatir karena Aleyna menangis.
" Mas, Elea belum pulang! Aku takut terjadi apa-apa Mas." ucap Aleyna sambil memeluk Adnan.
" Alvin, dimana Elea? kenapa dia tidak bersama kamu? " ucap Adnan
" Alvin minta maaf daddy, ini semua kesalahan Alvin karena Alvin mengijinkan Elea pergi ke rumah teman nya. " ucap Alvin yang merasa bersalah, ia menyesal telah membiarkan Elea pergi begitu saja.
" Alvin, kamu sudah menghubungi teman nya dan menanyakan kemana Elea pergi?" ucap Adnan lagi.
" Kata temannya, Elea di jemput seseorang!" ucap Alvin
Ada kemarahan di wajah Adnan, ia tidak akan membiarkan orang lain menyentuh anak perempuannya itu.
" Kamu tenang, aku akan menyuruh seseorang untuk mencari Elea, sekarang juga!" ucap Adnan yang begitu marah
Sementara Aleyna tak kuasa menahan tangis, pikiran nya sudah terlalu berlalu lalang, ia takut Elea di culik oleh seseorang atau bahkan Elea tidak akan bisa kembali lagi dengannya.
" Elea, momy takut kamu kenapa-napa el" Aleyna masih terus menangis, lalu Alvin memeluk ibunya tersebut, untuk menenangkan , sementara Adnan sibuk menelpon seseorang untuk mencari putri nya, dan memastikan keadaan Elea.
Adnan menelpon temannya, yang tak lain Adalah seorang detektif yang selalu berhasil dalam pencarian nya.
Ada banyak cara yang Adnan lakukan untuk mencari putri nya, ia bahkan menyuruh anggota detektif lain untuk mencari Elea. tidak peduli , berapa uang yang harus ia keluarkan yang terpenting Elea bisa kembali bersamanya lagi.
" Mas kamu mau kemana?" ucap Aleyna yang melihat Adnan bergegas pergi.
" Kamu di rumah saja sayang, aku akan mencari Elea! Aku akan pastikan Elea baik-baik saja. " ucap Adnan sambil menenangkan istrinya itu.
" Aku ikut Mas Adnan! Aku juga ingin tahu bagaimana keadaan Elea, dimana dia sekarang Mas .... "
" Alvin, jaga momy di rumah.... "
Adnan pun bergegas pergi, ia mengambil jaket dan juga kunci mobil nya.
" Mom, kita berdoa semoga tidak ada hal buruk yang terjadi dengan Elea, aku yakin tuhan akan melindungi Elea. " ucap Alvin yang begitu lembut menenangkan hati seorang Aleyna.
" Momy takut Elea kedinginan di luar sana, Elea pasti kelaparan, siapa yang akan memberinya makan....''
" Mom..... "
Adnan bergegas pergi, namun ada yang menghalanginya tiba-tiba saja Fandy dan Reyna datang ke rumah nya.
Suasana begitu genting, Adnan mengurungkan niatnya untuk mencari Elea karena tiba-tiba saja Fandy datang.
Fandy dan juga Reyna keluar dari mobil dan menghampiri Adnan.
" Nan, kamu mau kemana?" ucap Fandy yang begitu tergesa-gesa.
" Aku mau mencari Elea, karena sampai sekarang Elea belum juga pulang" ucap Adnan yang masih mengenakan kemeja dan memakai jaket.
" Bagaimana bisa Rangga juga hilang, sampai sekarang Rangga belum pulang juga!" ucap Reyna yang begitu khawatir.
" Apa?"
Adnan nampak terkejut ketika mendengar ucapan Fandy dan Reyna yang sengaja datang untuk mencari keberadaan Rangga.
Adnan pun menyuruh Fandy dan juga Reyna untuk masuk ke dalam rumah.
" Aku sengaja datang ke rumahmu, untuk menanyakan keberadaan Rangga." ucap Fandy
" Bagaimana mungkin mereka pergi tanpa meminta ijin kepada ku?" ucap nya
" Reyna.... ". ucap Aleyna yang memeluk sahabatnya itu.
" Elea hilang rey,sampai sekarang belum pulang, aku takut Elea kenapa-kenapa. " ucap nya sambil terisak di pelukan Reyna, sementara Reyna juga ikut menangis karena Rangga juga belum pulang.
" Ley, Rangga juga sampai sekarang belum pulang! Aku takut Rangga tersesat apalagi ia belum mengetahui area kota ini. " ucap nya
" Jadi, Rangga belum pulang ke rumah juga om dan Tante?" ucap Alvin yang begitu heran dengan semua kejadian ini.
" Waktu pulang sekolah, aku dan Dylan memang pulang bareng sedangkan Rangga membatalkan niatnya untuk bermain ke rumah, karena katanya dia mau pergi ke kedai untuk minum kopi sebentar, setelah itu kami tidak bertemu lagi. " ucap Alvin yang menjelaskan kejadian sebenarnya.
" Apa Jangan-jangan mereka pergi berdua?" ucap Adnan dengan tegas nya.
"Ah, tidak mungkin! kamu tahu kan Elea sama Rangga tidak pernah akur?"
" kalau sampai anak kamu membawa anak perempuan ku tanpa ijin, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. "
" Haha, mana mungkin Rangga membawa kabur Elea"
" Aduh kalian kenapa sih, malah ribut!" ucap Reyna yang begitu pusing dengan Fandy dan juga Adnan
" Lebih baik kita cari sama-sama, daripada harus bertengkar seperti ini?" ucap Aleyna.
Mereka memutuskan untuk mencari Elea dan juga Rangga
Tiba-tiba saja terdengar suara mobil dan lampu yang menyoroti perkarangan besar milik Adnan.
Nampaknya, Fandy mengenali mobil sport pemberian darinya. Tapi, ia tidak yakin kalau itu adalah Rangga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nahloh, Gimana jadinya tuh?
Kira-kira Rangga dan Elea pergi kemana?
sampai larut malam?
Apa yang akan di lakukan Adnan setelah mengetahui putrinya di bawa kabur Rangga?
So guys, kalau penasaran tetap staytune
jangan lupa bayar author dengan cara vote dan like serta komen yah :)