
Karin dan Kiara pun telah sampai di depan rumah Elea, dengan terpaksa ia memenuhi rangkaian kegiatan kesehatan sebelum masuk ke dalam rumah besar milik Elea, Karin dan Kiara cukup mengerti, karena Ayahnya Elea seorang dokter dan ia ingin memastikan kalau tamu atau orang lain yang datang ke rumahnya harus mengikuti rangkaian kesehatan yang telah di sediakan oleh security di depan pintu.
Karin melihat Dylan yang juga baru saja datang dengan sepeda kesayangannya. Karin menatap sinis ke arah Dylan.
" Kenapa sih, harus bertemu dylan lagi?" ketus Karin, sementara dylan masih terus menggoda nya.
" Ternyata jodoh itu nggak kemana yah? buktinya kita bertemu di tempat yang sama " ucap Dylan sambil tersenyum dan masuk lebih awal ke dalam rumah Elea.
" Percaya diri banget sih!" ucap Karin yang gregetan dengan ulah Dylan yang terus menggoda nya, padahal Karin ke rumah Elea sekalian ingin bertemu dengan Alvin, cowok yang sekarang Karin sukai.
" Jangan marah-marah terus, nanti cepet tua." ucap Kiara sambil cengegesan melihat tingkah saudara nya, yang terus menggoda Karin.
" Ra, aku kesini dandan cantik , biar bisa mendapat perhatian dari Alvin... "
" Iya udah cantik banget malah, sampai Dylan juga ikut klepek-klepek... "
" Rese banget sih.... "
Security pun memperbolehkan mereka untuk masuk ke dalam rumah besar milik Elea, setelah mengikuti rangkaian kesehatan, Akhirnya Karin dan Kiara bisa bernafas dengan lega, bisa bermain ke rumah sahabatnya lagi, setelah sekian lama.
" Karin, Kiara.... " ucap Aleyna yang tengah menyiram tanaman di depan rumah, kebetulan ia sedang menyukai tanaman bunga yang ia rawat, dan ia siram sendiri.
" Halo, tante... Alvin sama Elea nya ada?" ucap Kiara dan Karin sambil tersenyum dan mencium punggung tangan Aleyna.
Mereka memang sudah akrab dengan Aleyna, kebetulan ibu dari Elea ini sangat baik dan juga ramah.
" Ada, tapi kayaknya masih tidur deh, kalian masuk saja ke kamar elea, nanti kunci ganda nya minta ke bibi saja... " ucap Aleyna
" Heheh, tapi Om dokter ada di dalam nggak tan... " ucap Karin yang sedikit segan dengan dokter Adnan.
" Om Adnan ada tapi masih tidur juga.... "
" Yaudah tante, kalau gitu kita masuk yah, semangat menyiram tanamannya... " ucap Kiara yang langsung menyeret Karin untuk segera masuk ke dalam rumah, sebelum dokter Adnan bangun, karena kalau sampai dokter Adnan bangun, ia pasti akan menyuruh Karin atau Kiara belajar, bukan untuk bermain.
Dengan langkah pelan, bak rumah sendiri Karin dan Kiara mulai menaiki anak tangga dengan semangatnya, Kebetulan mereka bertemu dengan bibi yang langsung memberikan kunci kamar Elea, akan tetapi mereka malah memasuki kamar Alvin, karena baru beberapa minggu ini memang kamar Alvin telah berubah , dulu kamar Elea lah yang menjadi tempat tidur Alvin namun sekarang, Keduanya telah memutuskan untuk bertukar ruangan kamar karena menurut Elea, kamar Alvin lebih luas, maka dari itu Elea meminta Daddy untuk memindahkan kamarnya.
" Apa benar ini kamar Elea?" ucap Kiara yang nampak ragu, namun Karin dengan Yakin kalau kamar di sebelah ini, kamar milik Elea.
" Aku yakin ra, dua minggu lalu kamar Elea ada disini , nggak mungkin berubah?" ucap Karin sambil terus membuka kunci
Setelah pintu terbuka, Karin dan Kiara membulatkan kedua bola matanya dan menjerit dengan sangat kencang.
" oooh... Tidak!"
Kamar cowok, yang di huni oleh Alvin dan juga Rangga beserta Dylan, mereka sedang berganti pakaian karena ingin pergi ke alun-alun dan lapangan bola, untuk bermain basket.
" oh my godness, mataku ternodai... " ucap Karin yang langsung menutup pintu kamar Alvin.
Rangga dan juga Alvin maupun Dylan ikut tertawa dan terkejut melihat tingkah Karin dan juga Kiara.
Kiara langsung membuka pintu kamar sebelah, ia memang sudah mempunyai firasat kalau kamar kiara ada di sebelah kanan.
Tak lama pintu kamar Elea terbuka , Elea masih tertidur dengan selimut yang menutup seluruh tubuhnya.
Karin dan Kiara menarik nafas sambil ngos-ngosan.
" Yampun, kamu lihat kan Ra, kalau tadi tubuh Alvin begitu seksi?" ucap Karin yang masih terus membayangkan kejadian tadi.
" Aku tidak melihat sama sekali" ucap Kiara yang langsung tidur di samping elea.
Karin langsung menggoyahkan tubuh Elea untuk segera bangun, apalagi Elea kalau sudah tidur , susah untuk dibangunkan.
" Eleanor .... Eleanor.... "
" Ayo bangun.... "
Elea menggeliatkan tubuhnya, ia belum membuka kedua bola matanya.
" Yampun, el ayo bangun dong.... " ucap Karin yang terus menggelitik tubuh Elea.
" Duh, Rangga bisa diem nggak?" ucap Elea dengan suara parau khas bangun tidur.
Namun, kedua bola matanya terpejam lagi.
Kiara dan Karin pun melirik satu sama lain, mereka bahkan terkejut ketika mendengar nama Rangga, yang keluar dari mulut Elea. Apa yang terjadi dengan Elea maupun Rangga?
bahkan kedua sahabatnya, tidak mengetahui sama sekali.
" Rangga?"
" Elea mengigau nama Rangga?"
" Jangan-jangan Elea pacaran sama Rangga tapi dia merahasiakan nya?"
" Karin... "
" Kiara... "
Elea melihat ke arah kiri dan kanannya, ternyata dua sahabatnya yang dari tadi membangunkannya.
" el, kamu jujur deh? ada hubungan apa kamu sama rangga?" ucap Karin yang tanpa basa basi menanyakan hubungan Elea dan Rangga.
" Rin, el belum sadar sepenuhnya... " ucap Kiara yang menegur Karin.
" Kalian kenapa sih? datang ke rumah aku hanya untuk menanyakan hal itu?" ucap Elea.
" Bukan begitu, tapi tadi kamu mengigau menyebut nama rangga el... " ucap Kiara
" Kalau memang Rangga bukan orang spesial, nggak mungkin sampai kebawa tidur kan?" ucap Karin yang juga penasaran.
" Kalian salah denger kali? ada-ada saja, mana mungkin nama Rangga yang aku sebut, gila kali yah!" ucap Elea sambil beranjak bangun dan mengambil segelas air putih dan meneguknya.
" Telinga aku masih normal kali el, lagi pula bukan aku saja yang mendengarnya, Kiara juga sama... " ucap Karin yang tetap yakin dengan ucapan elea tadi.
" Nggak mungkin! halu banget sih kalian..." ucap Elea
" lebih baik kamu mandi el, karena seharian ini aku ingin menghabiskan waktu libur bersama kalian... " ucap Kiara
" Pergi ke mall atau menonton bioskop gitu, sudah lama kita tidak pergi bersama..."
" Tapi, aku olahraga dulu yah, kalau sampai pagi ini aku tidak ikut jogging, pasti Daddy bakal marah-marah... " Ucap Elea.
" Kebetulan, kita juga mau mengajak kamu jogging kok!" ucap Kiara.
Elea langsung mengambil handuk, dan pergi kekamar mandi, sementara kedua sahabatnya menikmati pemandangan di pagi hari, lewat jendela kamar elea. sambil menikmati, musik nan indah.
Alvin masuk ke dalam kamar Elea.
" el, apa kamu sudah bangun?" ucap Alvin yang berdiri di depan pintu.
Kiara dan Karin pun terkejut, mereka bahkan menatap ke arah Alvin.
" Ternyata kalian sudah membangunkan elea, kalau gitu, katakan kepada Elea, aku menunggunya di lapangan olahraga." ucap Alvin, kemudian pergi lagi.
Karin hampir saja kehabisan nafas, karena melihat ketampanan Alvin yang mengenakan pakaian olahraga, dengan celana pendek.
" Ra, Alvin ganteng banget!" ucap Karin sambil terus memperhatikan Alvin yang sudah pergi dari tadi.
" Kayaknya, otak kamu full deh sama Alvin!" ucap Kiara sambil menoyor kepala Karin.
" Ra, ini kepala bukan kelapa loh!" ucap Karin
Tak lama, Elea keluar dari kamar mandi, dan mengganti pakaian dengan mengenakan pakaian olahraga dan rambut yang di ikat.
" el, tipe cewek idaman Alvin kayak gimana sih?" ucap Karin yang merasa penasaran.
" Kak Alvin nggak suka cewek, kayak nya dia sukanya sama cowok deh" ucap Elea dan Kiara sambil cengegesan.
" Ah nggak mungkin! cowok kayak Alvin nggak bakalan homo... "
" Ya, kalau sudah sayang , tipe itu nomor dua kali.. "
" Nah aku setuju sama el.." ucap Kiara
Mereka pun pergi untuk sekedar lari pagi sambil menikmati sinar matahari di pagi hari yang bagus untuk kesehatan, apalagi mereka masih remaja.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like, komen, dan Vote.
Guys, crazy up nggak nih?