My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Demi kamu



Adnan pun hanya menuruti keinginan istri nya itu, untuk menjodohkan Fandy dengan Reyna, Karena Itu semua sulit, Suster Dwi saja yang selalu mengejar Dr. Fandy pun sangat sulit mendapatkan hati nya, Karena Fandy sendiri orang yang sangat Dingin, Dan tidak Ramah. Wajar saja jika, Pasien pun selalu meminta adnan untuk menangani .


Walaupun Usia nya baru 25 tahun, Dr. Fandy pun tak ingin menikah dulu.


ia orang yang mencintai dirinya sendiri .


Dr. Affandi ( Dokter umum )


Orang nya dingin


super cuek


GIMANA GUYS ?


Lebih tampan Dr. Adnan apa Dr. Fandy ?



Sore itu, Adnan menghubungi Dr. Fandy, untuk menanyakan Pasien yang bernama Reina Andriana . Dan benar saja, Dr. Fandy sempat memeriksa nya .


ia pun heran dengan Adnan yang tiba tiba menanyakan kabar pasien, sedangkan ia berlibur dan berbulan madu dengan istri nya.


" memang nya ada apa dengan pasien yang bernama Reina ?" Ucap Dr. Fandy


" Dia sahabat dari istriku, Dan aku tidak bisa berbulan madu dengan tenang, kalau Dia memikirkan sahabat nya yang sedang sakit " Ucap Dr. adnan


" Jadi aku harus apa ? " Ucap dr. Fandy dengan santai nya


" Kamu bisa kan menolong ku ?" Ucap Adnan yang sedari tadi mendapat intruksi dari Aleyna untuk berbicara apa saja


" Ya bisa bro " Ucap nya


" Tolong jaga Reyna, Dan kasih semangat dia agar cepat sembuh .kalau bisa sekalian pendekatan " Ucap dr. adnan seraya meledek Teman nya itu


" Aku dokter Bukan Security " Sahut Dr. fandy


sembari tertawa


Lalu, Aleyan pun sudah tidak sabar ingin berbicara kepada dr. itu, Ia langsung meraih handphone dari tangan Adnan


" Pak Dokter, Aku mohon Jaga Reyna . Dia sangat butuh dukungan untuk tetap hidup . dia benar benar Frustasi dengan masalah hidup nya. Aku harap Dr. Fandy bisa menolong sahabat ku " Ucap Aleyna yang memohon kepada Fandy


Fandy sempat terkejut ketika aleyna yang berbicara dengan nya, Segitu lemah nya Adnan dengan istri nya itu .


" Iya nanti akan saya coba " Ucap Dr. Fandy dan Aleyna pun begitu senang dan teriak hingga telinga Adnan pun hampir meledak .


" Terimakasih Dr. Fandy " Ucap Aleyna


Aleyna sangat senang ketika dr. Fandy menyetujui untuk merawat Reyna, meski ia belum melihat secara langsung, ia berharap Ini menjadi celah untuk Reyna bisa bangkit kembali dan melupakan mantan sialan nya itu .


Aleyna mencium seluruh bagian wajah dr. Adnan, Hingga Lipstik berbentuk bibir Aleyna pun tertinggal dan membekas di wajah adnan, Aleyna pun iseng lalu memfoto nya .


Sungguh menggemaskan . Adnan sangat menggemaskan bagi Aleyna


" Nakal ya " Ucap Adnan ketika berdiri di hadapan cermin dengan wajah yang penuh dengan kecupan merah bibir Aleyna .


Ia hanya menghela nafas, lalu membantingkan tubuh nya ke sofa di Ruang tv .


" Mas, Mau makan apa " Ucap Aleyna seraya merangkul badan suami nya itu


" Aku kangen masakan Indo " Ucap Adnan


" Tapi aku ngga masak mas, Aku mau delivery " Ucap Aleyna


" Nanti, habis pulang honeymoon, kita langsung pindah ke rumah kita yah " Ucap Adnan


" Siap mas Adnan " Ucap Aleyna .


Ia nampak begitu semangat . Adnan pun menarik tubuh Aleyna dalam dekapan nya.


Lalu menggelitik badan Aleyna, Aleyna meronta ronta dan mencoba melepasakn tubuh nya dari dekapan Adnan


" Mas, Lama lama kayak vampire tau " Ucap Aleyna sambil menahan lengan Adnan


" kok bisa gitu ?" Ucap Adnan heran


" Hobi baru kamu tuh, Gigit , Ngisep sama menggelitik . Geli tau " Ucap Aleyna sambil melipatkan kedua tangan nya.


" Tapi enak kan " Ucap Adnan lagi


" Biasa aja mas " Sahut Aleyna


" Masa sih, kok kamu sampe teriak gitu " Ucap Adnan menggoda istri nya .


" Ah mas . kalau itu jangan di Tanya " Ucap Aleyna lagi lalu tiduran di paha Adnan .


🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah menutup telpon dari Adnan, Dr. Fandy pun bergegas pergi, sebenar nya ia malas menuruti keinginan Adnan untuk menjaga Sahabat dari istri nya itu, kalau saja bukan istri nya yang meminta nya untuk menjaga Sahabat nya itu, Ia tidak akan mau.


buang buang waktu saja.


Dr. Fandy bergegas menuju ruangan Reyna yang sedari tadi tidur karena di kasih obat penenang . Namun, sekarang sudah sadar .


Dan hanya di temani oleh seorang perempuan seumuran dengan nya . Tidak lain adalah susan . Dan di temani Ryan, Ryan sendiri mengenal Fandy . Dulu satu Club Futsal bersama Adnan .


Akan tetapi, Ryan sudah pulang terlebih dahulu . karena ada urusan mendadak .


" bagaimana keadaan mu Reyna ?" Ucap dr. Fandy mengecheck kondisi tubuh Reyna


Reyna hanya terdiam, sesekali meneteskan air mata, Susan sendiri bingung menghadapi sikap Reyna yang benar benar Frustasi dan Pilu .


Aleyna sudah menceritakan keinginan nya untuk menjodohkan Reyna dengan Dokter Fandy, yang memang sulit terjadi, Tidak salah untuk Mencoba terlebih dahulu .


" Dr. Fandy, mungkin Reyna butuh sedikit Suasana yang tenang, Bisa ngga Dokter ajak Reyna Jalan jalan ke taman belakang " Ucap Susan


" Kenapa tidak dengan kamu saja, Aku masih banyak kerjaan " Ucap Dr. Fandy tanpa seulas senyum yang terukir dari bibir nya itu . Dia memang dingin .


" Karena saya harus mengurus Administrasi Reyna dulu, Ibunda Reyna juga akan datang . Dan saya benar benar pilu melihat kondisi Reyna " Ucap Susan mencoba menjelaskan


" Aneh, dengan anak muda sekarang . Bisa bisa nya patah hati lalu stress . Aturan bawa ke rumah sakit jiwa , Bukan di sini " Batin dr. Fandy yang masih heran dengan Reyna


" Saya akan menyuruh Suster Dwi untuk membawa nya ke Taman " Ucap Dr. Fandy lalu pergi meninggalkan Susan dan Reyna di kamar Rawat.


Susan hanya menghela nafas saja, melihat sikap Dingin dr. Fandy, Apa bisa ia menjadi jodoh Reyna ? sikap nya sangat berbanding terbalik dengan Reyna.


" Rey, Gimana keadaan kamu, Bunda bilang ia akan datang menemui kamu . Dan Aleyna juga akan menemui kamu " Ucap Susan seraya mengelus rambut Reyna


Reyna tidak mengucapkan sepatah kata apapun dari mulut nya, Mata nya kosong . Meski air mata terus berjatuhan di pipi nya.


" Aku tahu bagaimana perasaan kamu Rey, Kamu kuat Rey " Ucap Susan tak kuasa menahan Tangis nya .


" Aku keluar sebentar ya, Aku urus Administrasi dulu " Sahut Susan lalu pergi meninggalkan Reyna sendiri.



Ketika Susan keluar untuk mengurus semua Administrasi dan Obat obatan untuk Reyna.


Reyna pun kalap. Ia masih mengingat bagaimana Dimas memperlakukan Istri nya bak Seorang Ratu, Berbeda dengan dirinya yang terus di kasari oleh sifat Dimas . memang keterlaluan, Dimas kira dia siapa ? Bisa seenak nya menyakiti perasaan Reyna .


" Kamu jahat dimas kamu jahat " Ucap Reyna langsung membanting gelas yang ada di pinggir nya .


Brukkkkk ..


gelas dan bantal yang ada pun berserakan di mana mana, Kamar itu benar benar berantakan . Lalu Dr. Fandy pun bergegas menghalangi Reyna ketika ia hendak mencabut Selang infusan yang dipasang di tubuh nya . Sontak Dr. Fandy langsung menahan nya.


" Apa yang kamu lakukan Reyna " Ucap Dr. Fandy menahan Reyna dan langsung memeluk Dr. Fandy .


" Apa salah aku, Apa aku sehina itu di mata dia " Ucap Reyna yang memeluk dr. Fandy


" Tenang Reyna Tenang " Ucap Dr Fandy, Tak lama kemudian Suster Dwi pun datang dengan membawa suntikan Berisi obat penenang . Dan setelah di suntikan, Reyna pun terkulai lemas.


Kamar itu pun dibersihkan oleh petugas kebersihan


Suster dwi pun nampak heran dengan keadaan Reyna, Ia tidak menyukai Wanita itu . Ia benar benar akan merebut Dr. Fandy dari nya .


" Dokter, Aku rasa Reyna Sakit Jiwa deh Bukan sakit seperti orang biasa " Ucap Suster Dwi


" Dia sedang Frustasi dan butuh penyemangat dalam hidup nya " Ucap Dr. Fandy Acuh


" Harus nya di rawat di Rumah sakit Jiwa, Bukan Di rumah sakit ini " Ucap Suster Dwi


" Karena Gangguan Mental dan Psikis nya dok " Sahut nya lagi


Dr. Fandy pun mengacuhkan omongan Suster Dwi . dan Bergegas pergi ke ruangan nya .


" Aku harus menyingkirkan Wanita itu dari Rumah sakit ini, Jangan Sampai perhatian Dr. Fandy tertuju dengan Wanita lain, selain aku " Batin Suster Dwi


Tak lama Susan pun mendengar pembicaraan Suster Dwi dan Dokter Fandy.


Ia sempat terkejut mendengar pembicaraan Antara Suster Dwi dan Dr. Fandy. Apa iya Reyna harus di bawa ke Rumah Sakit Jiwa .


Mungkin itu Akal Akalan Suster Dwi saja, Yang ingin mendekati Dokter Fandy . Karena, Ia Tidak merasa Reyna Sudah hilang Akal .


Susan terkejut, ketika Melihat Kamar Reyna berantakan dan Sedang di bersihkan oleh Petugas kebersihan .


" Reyna kamu tidak apa apa kan, apa yang terjadi dengan mu Rey " ucap Susan yang histeris melihat keadaan Reyna . Sementara Reyna masih tetap tertidur karena pengaruh obat penenang .


Segera Susan mengambil telepon genggam nya, Dan menghubungi Aleyna .


" Halo Ley " Ucap Susan tergesa gesa


" Gimana keadaan Reyna ?" Ucap aleyna dari Kejauhan


" Ley, Aku rasa Reyna harus di bawa ke Psikolog deh, Dia baru saja membanting kan gelas dan dia benar benar terpuruk " Ucap Susan meneteskan air mata di pipi nya . Ia amat pilu melihat keadaan sahabat nya itu .


" Esok aku akan segera pulang . Nanti aku akan mencarikan Psikolog bagi Reyna . Terus Bunda Martha ada di Sana " Ucap Aleyna


" Belum ada, Ia masih dalam perjalanan " Ucap Susan


Aleyna langsung bergegas membeli Tiket pesawat ke Indonesia, di Temani oleh Adnan, Padahal belum Genap sebulan ia berbulan madu di Maldives .


Ini demi sahabat nya, Ia tidak ingin melihat sahabatnya menderita, Apalagi sampai kehilangan Akal sehat nya demi lelaki Gila seperti Dimas


" Sayang, tidak apa apa kan, Kalau kita harus pulang ke Jakarta, besok " Ucap Aleyna


" Tidak apa apa sayang, Kamu memang Istri terbaik ku " Ucap Adnan ketika mengetahui Ia pulang untuk menemui sahabat nya yang sedang menderita .


" Terimakasih sayang . Kamu suami terbaik ku " Ucap Aleyna lalu memeluk Sang suami.


Adnan dan Aleyna pun langsung bergegas membereskan barang barang dan Baju ke koper nya, Agar besok ia siap untuk berangkat, sonia sendiri membantu nya mencari Tiket pesawat untuk pulang.


" Mas, kenal seorang Psikolog ngga buat reyna " Ucap Aleyna


" Ada . Dan Ibunda Fandy seorang Psikolog . Nanti akan aku Usahakan untuk membujuk Fandy . " Ucap Adnan


" Aku sangat Prihatin terhadap Reyna, Mengingat Bunda Martha seorang single parent, Ia sendiri melihat Ayah nya selingkuh dengan Kekasih baru nya di dalam Rumah . Lalu, Ayah nya meninggalkan Bunda nya sekitar 2 tahun lalu " Ucap aleyna merasa Iba


" Lalu, Apa yang terjadi dengan nya sekarang ?" Ucap adnan yang ingin mendengarkan cerita dari istri nya itu


" Luka yang Ayah nya buat pun, masih membekas di hati nya, Dan Sekarang Ia melihat Pacar nya yang Sedang berciuman di dalam kantor Bersama istri nya, Bukan kah itu sangat kejam ?" ucap Aleyna lagi


" Memang nya , Reyna tidak mengetahui Kalau pacar nya sudah beristri " Ucap Adnan merasa penasaran


" Karena memang Bu martha melarang mereka pacaran, Tapi Reyna tetap nekat . Ia sudah 4 tahun pacaran dengan Dimas, Tapi setelah kembali nya Dimas, Ia malah menikahi Gadis yang memiliki Saham terbesar dari perusahaan nya " Ucap Aleyna dengan tatapan serius


" kok ada cowok seperti itu ?" Ucap Adnan merasa heran


" Ada lah. Awaa aja kalau kamu berani Menyakiti Aku, Aku tidak akan tinggal diam " Ucap Aleyna mengancam Adnan


Adnan menghampiri Aleyna dan merangkul nya.


" Gimana aku bisa menyakiti kamu, Kalau aku melihat mu menangis saja, aku tidak tenang . Apalagi aku menyakiti wanita secantik kamu . Aku akan menjadi Pria terbodoh di muka bumi ini "Ucap Adnan


" Bisa banget, Bikin Istri melayang " Ucap Aleyna sambil mencubit suami nya itu


" Jangan tinggi tinggi, Nanti jatuh " ucap Adnan


" Jatuh di pelukan Mas Adnan mah, Tidak apa apa kan " Ucap Aleyna seraya nakal menggoda suami nya .


" apa sih yang nggak buat kamu " Ucap Adnan seraya membalas godaan dari suami nya itu .


Mereka pun langsung menemui Sonia, Sisa 6 hari lagi liburan mereka harus sirna, Karena Mereka harus pulang ke indonesia . Demi seorang sahabat baik Aleyna, Dr. Adnan hanya menuruti keinginan Istri nya . Tidak salah kan , Menolong seseorang . Apalagi orang terdekat Aleyna.


Ia tidak ingin Aleyna menikmati Liburan, Namun hati dan pikiran nya tidak tenang memikirkan Reyna . Dr. Adnan hanya ingin melihat Aleyna Bahagia bersama nya.


Author kasih Bonus nih 😍😍😍



Yang ini makin cantik aja sih 🤩🤩



Jadi kalian Team #Adeyna ( Adnan+Aleyna )


Apa team #FAyna ( Fandy + Reyna )


Apa team #RySan ( Ryan + Susan )


Kalau Author tetap Team nya #Adeyna


Terimakasih Sudah selalu setia menunggu.


Author ngetik panjang Lebar khusus Buat kalian ☺☺☺☺☺☺