My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Satu kelas sama dia?



Elea dan Kiara pun menghampiri papan informasi yang terletak di aula depan sekolahan, karena tubuh nya yang kecil terpaksa ia harus menjinjit untuk melihat nama nya yang tertera di majalah dinding, namun ia tidak bisa melihat nya karena banyak sekali murid kelas X hingga berdesakan, sementara Alvin dan Dylan malah pergi ke kantin menyusul Rangga seolah mereka tidak perduli mau masuk kelas apapun, terkecuali Elea yang sibuk melihat daftar nama nya.


Kiara pun ikut melihat, namun tetap saja tubuh tinggi nan ramping Kiara tidak cukup untuk melihat daftar nama nya karena sangat berdesakan.


Elea pun berteriak dengan sangat kencang.


" Permisi!" ucap nya dengan sangat kencang sampai semu siswa kelas X pun menengok ke arah elea.


" Lama-lama gendang telingaku pecah!" ucap Kiara sambil menutup kedua telinga nya.


Semua siswa yang sedang melihat daftar nama-nama pembagian kelas pun berhamburan ketika suara cempreng elea memecahkan gendang telinga mereka, tak sedikit dari mereka yang membicarakan keburukan elea, namun elea sudah menutup telinga nya rapat-rapat, ia tidak perduli dengan semua omongan siswa lain.


" Elea..... " sapa Karin yang baru saja datang.


" Kemana saja sih! " ucap Elea sambil menaikan alis sebelah kiri nya.


" Biasa, abis ngintip anak basket lagi latihan." ucap Karin sambil tersenyum.


" Serius? kalau gitu ayo kita pergi! Aku sudah tidak sabar ingin melihat pangeran impian ku." ucap Elea sambil membayangkan wajah Juno.


" Katanya mau lihat pembagian kelas, ayolah!" ucap Kiara yang menarik lengan elea.


" Itu tidak penting, mending sekarang kita lihat anak basket lagi latihan saja, kamu tahu kan bagaimana ganteng nya pangeran kamu itu?" ucap Karin yang juga menarik lengan elea sebelah kiri.


" Ayo!" ucap Karin lagi


" Lihat ini dulu!" ucap Kiara yang menarik lengan elea.


" Stop deh! Aku jadi bingung. " ucap Elea


" Bagaimana kalau kita lihat pembagian daftar kelas dulu, abis itu kita nonton pelatihan basket. " ucap elea sambil memberi jalan tengah untuk kedua sahabatnya.


" Yasudah, kalau gitu." ucap Karin yang menyetujui


Karena sudah hampir sepi, Elea dan kedua sahabat nya langsung beralih menuju majalah dinding, jari telunjuk dan mata mereka selalu berfokus untuk mendapatkan daftar nama mereka yang tertera di majalah dinding.


Tanpa Elea sadari, Rangga yang berdiri di samping nya dengan wajah dingin, ia memperhatikan nama nya juga, tanpa ia sadari tangan Rangga pun bertemu dengan jari telunjuk Elea, ia memegang telunjuk Elea dengan jari-jemari nya, kebetulan nama Rangga ada di urutan paling bawah di atas nama elea.


" Aku masuk kelas IPA 2 " ucap Elea bersorak girang, ia mengira Rangga adalah Kiara yang berdiri di samping nya.


Elea memegang erat jari Rangga, mata nya masih berfokus kepada daftar nama yang terpampang di majalah dinding.


Rangga hanya terdiam, ia memperhatikan gerak gerik elea yang nampak girang, namun sayang nya keburukan mungkin akan terjadi di kehidupan Rangga, karena ia di pertemukan di kelas yang sama.


" Kamu?" ucap Elea yang nampak terkejut, ia langsung melepas jari jemari Rangga dengan sangat kencang.


" elea, ayo lebih baik kita pergi. " Bisik Kiara, namun Karin masih memperhatikan Rangga, ia menyukai Rangga.


" Kamu sengaja cari-cari kesempatan, untuk mendekati aku?" ucap Elea dengan wajah marah nya.


" Hah? lain kali jangan terlalu percaya diri. Aku tidak mempunyai waktu, apalagi untuk mendekati cewek pecicilan seperti kamu. " ucap Rangga sambil menggelengkan kepala nya, ia beranjak pergi dan meninggalkan elea beserta kedua sahabatnya.


" Dasar manusia kulkas, jangan sampai aku satu kelas dengan dia!" ucap Elea yang mulai geram.


" Kalian itu kenapa sih, kalau ketemu sudah kaya kucing dan anjing saja. hehehe.... " ucap Kiara sambil tertawa melihat tingkah elea


" Jangan sampai benci berubah jadi cinta. " ledek Karin sambil menyenggol tubuh Elea.


" Amit-amit, jangan sampai deh. Kalau perlu jauh-jauhin deh cowok kayak si Rangga. " ucap Elea sambil berdengus kesal.


" Aku nggak mau punya calon kakak ipar centil seperti kamu. " ucap Elea yang bergegas pergi, Kiara dan Karin pun mengikutinya dari belakang.


~


Elea dan juga kedua sahabat nya pergi ke lapangan basket, untuk melihat tim basket yang sedang latihan untuk perlombaan yang akan di laksanakan antar sekolah, ingin sekali elea mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di bidang basket, namun belum di buka karena masih sibuk persiapan untuk perlombaan.


Lapangan yang terletak di belakang sekolah dengan di temani pohon tinggi menjulang, membuat suasana menjadi lebih tenang.


Elea dan kedua sahabatnya duduk di bawah pohon mangga,mereka asik menonton acara latihan basket.


" Yampun, kenapa sih Kak Juno ganteng nya sampai ke tulang-tulang. " ucap Elea sambil memperhatikan Juno, sang Kapten basket yang sedang menggiring bola.


" Sekarang aku sadar, kalau kak Aldy itu lebih tampan dari Kak Juno. " ucap Karin yang juga menggemari Kak Aldy, sahabat dari Juno yang juga anak tim basket.


" Kalian lebay banget deh, menurutku mereka tidak ada yang menarik. " Sahut Kiara.


" Bagus deh, jadi cuma aku yang bisa mendapatkan hati Kak Juno. " ucap Elea sambil tersenyum senang.


" Memang nya kamu yakin? Kak Juno akan menyukai kamu el?" ucap Karin


" Kamu meragukan aku?" Sahut elea yang menatap tajam ke arah Karin.


" Jangan melotot gitu dong, iya deh aku percaya. " ucap Karin yang nampak ketakutan melihat tatapan elea.


Haha, begitulah Karin, dia terlalu penakut dan juga centil, dia menyukai cowok-cowok tampan, bahkan di dalam galeri handphone nya banyak sekali foto-foto koleksi cowok tampan, entah itu artis kesukaan nya maupun cowok yang sedang ia sukai.


Namun, Elea begitu terkejut tatkala ada foto Rangga yang terpampang di galeri handphone Karin.


" Dari mana kamu mendapatkan foto manusia kulkas ini?" tanya Elea begitu penasaran ketika sedang sibuk melihat handphone Karin


" Jangan cemburu, aku tidak sengaja mencuri foto nya ketika dia sedang berada di kantin." sahut Karin.


" Yeay, siapa juga yang cemburu, bukan urusan ku. " ucap Elea.


" kalian kenapa sih, ribut masalah cowok terus, lagi pula kita masih kelas X " ucap Kiara


" Memang kenapa Ra, kamu tidak menyukai siapapun." ucap Karin.


" Cukup menganggumi dalam diam, aku tidak ingin mengumbar perasaan ku sendiri. " sahut Kiara


" Nggak asik deh." sahut Elea yang nampak penasaran dengan cowok yang di sukai oleh Elea.


" Kak Juno, semangat.... " Teriak Elea dari kejauhan, Juno pun hanya memberikan senyuman manis nya itu, sampai Elea pun kehabisan nafas, karena ia teramat senang.


" Meleleh..... " ucap Elea sambil menyandarkan tubuh nya di pundak Karin.


" Elea, sadar elea..... " ucap Kiara sambil menggoyangkan tubuh Elea.


" Elea jangan bilang kamu pingsan deh. " ucap Karin


" Kalian lihat kan? Bagaimana Kak Juno menebarkan senyum manis nya itu?" ucap Elea, ia segera beranjak dari duduk nya.


" Kak Juno, semangat kak! "


Elea nampak bersemangat, ia bahkan memberikan yel-yel bak seorang cheerleader saja, Kedua sahabat nya mengikuti Elea bahkan Karin ikut menyoraki nama Aldy , sahabat Juno yang mampu menarik perhatian Karin sementara Kiara hanya ikut-ikutan saja, ia memang menyukai salah satu pemain basket tersebut namun ia sedang menjaga perasaan seseorang, ia tidak ingin menyakiti sahabat nya sendiri.