My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Season 3- Guru Psikologi



Setelah mendapat pelajaran dari kisah hidup anak panti asuhan, Elea merasa dirinya lebih beruntung di bandingkan dengan anak-anak yang berada di panti asuhan ini, Elea masih memiliki keluarga yang lengkap bahkan kehidupan nya begitu bahagia hanya saja Elea di butakan oleh cinta, sampai sekarang Elea berusaha untuk bangkit kembali dari keterpurukan nya, Rangga hampir saja membuat nya gila.


Ya hampir saja, gila!


Untung saja Ada Saka yang selalu menemani Elea di kala susah, kalau dia tidak bertemu dengan ayahnya saka waktu itu, mungkin saja Elea akan terjerumus ke dalam dunia gelap, dan kehidupan malam bahkan minuman beralkohol.


Setelah selesai menenangkan diri, Elea menghampiri Saka yang tengah menunggu nya sedari tadi.


" Ilmu komunikasi!" Ucap Elea sambil berdiri di belakang Saka.


Saka bahkan sangat terkejut, apa yang di ucapkan oleh Elea.


" Maksud kamu apa el?" Ucap Saka yang langsung menghampiri Elea.


" Maksudku, aku ingin kuliah dan memilih ilmu komunikasi." Ucap Elea dengan sangat tegas, bahkan membuat saka begitu heran dengan ucapan nya itu.


" Kamu yakin? " Ucap Saka untuk meyakinkan Elea.


Elea hanya mengangguk saja.


" Aku juga tidak mau terus menerus memikirkan masa lalu yang tidak ada ujung nya, kalaupun tuhan menakdirkan aku dengn Rangga kembali, ia tidak akan mempersulit keadaan ini " ucap Elea yang sudah jauh lebih tenang.


" Aku bahagia, akhirnya kamu bisa sepenuhnya melupakan Rangga, lagi pula jangan mencintai seseorang sebelum kamu mencintai dirimu sendiri!" Ucap Saka sembari mengelus rambut Elea bak kucing kesayangannya.


" Baik Bapak Profesor Saka, karena kamu juga aku bisa bangkit lagi, ntah aku tidak akan tahu kehidupan aku dulu kalau saja tidak bertemu dengan Ayahmu!" Ucap Elea


" Mungkin kamu sudah menjadi pel***r!" Ucap Saka sembari tertawa meledek Elea, Elea memukul Saka dengan sekuat tenaga.


Plakkkkk....


Plaaaakkkk....


Pukulan tajam mengenai punggung Saka.


" Awww... Pukulan kamu sampai nusuk ke jantung tau nggak!" Ucap Saka sambil merintih, Elea menatap Saka dengan tajam sampai ia


Elea dan Saka kembali ke rumah, Saka mengantarkan Elea pulang ke rumah, Dokter Adnan dan juga Elea menyambut dengan baik bahkan Dokter Adnan sangat berterima kasih dengan Saka, semenjak dekat dengan Saka, Elea banyak sekali berubah bahkan ia tidak seperti dulu, Elea yang sekarang benar benar ceria kembali.


" Terimakasih Saka, kamu telah menjaga anak saya!" Ucap Dokter Adnan.


" Sama-sama om dokter!" Ucap Saka yang kemudian juga pamit untuk pulang.


Elea langsung beralih, ia masuk ke dalam kamar lalu Mama menghampiri nya sembari tersenyum di dekat pintu.


" Momy boleh masuk?" Ucap Aleyna sembari melayangkan senyuman .


" Masuk mom!" Ucap Elea sambil membaringkan tubuh nya di kasur.


Aleyna mengelus rambut Elea, ia sanga merindukan keceriaan Elea, kini Elea kembali seperti dulu, namun sedikit lebih dewasa.


" Momy bahagia sekali, bisa melihat senyum kamu lagi, dan Momy sangat berterima kasih kepada Saka!" Ucap Aleyna sambil tidur di samping Elea.


" Maafkan el mom, karena akhir-akhir ini el jarang pulang ke rumah, el sering banget menyendiri, maafkan el ya mom!" Ucap Elea sambil memeluk Mama nya.


" Terkadang kehidupan itu seperti roda berputar, asal jangan terlalu berlarut sayang...." Ucap Aleyna dengan penuh kasih sayang.


" Tapi kenapa sih Mom, kisah percintaan Momy itu mulus banget kayak jalan tol, ada nggak sih cowok yang kayak Daddy, Daddy itu cuek tapi romantis, dan selalu mengalah demi mom!" Ucap Elea


" Kalau menurut Momy, ada tuh cowok kayak daddy!" Ucap Aleyna sembari tertawa.


" Siapa mom?" Ucap Elea dengan penuh rasa penasaran.


" Apaan sih Mom! Beda jauh banget, lagi pula aku sama Saka itu cuma teman!"


" Iya, momy tahu! Tidak usah marah..."


" El tidak marah, tapi malam ini momy tidur disini temani el, el mohon!"


" Iya Momy temani kamu sayang..."


Aleyna bisa bernafas dengan lega, ketika Elea bisa tersenyum kembali bahkan hubungan Aleyna dengan Reyna pun sedikit renggang, karena semenjak Rangga dan Elea mengakhiri hubungan, Reyna maupun Dokter Fandy tidak mengabari keluarga Adnan, bahkan kehidupan mereka terkesan tertutup. Tidak seperti dulu.


Aleyna berharap, persahabatan antara Reyna dan dirinya bisa sampai akhir hayat, meski Rangga dan Elea sudah tidak menjalin hubungan lagi.


Aleyna menemani Elea sepanjang malam, dan untuk kali ini, Elea benar-benar tertidur pulas tidak seperti malam-malam sebelumnya, ia bahkan tidak tidur , untuk memejam kan mata saja, Elea tidak bisa ia selalu menangis, dan mengingat Rangga, untuk malam ini beban di hati Elea tidak lagi ada, Aleyna bisa melihat senyum yang terlintas di bibir Elea.


" Anak manis, bahagia selalu nak, momy yakin kalau memang Rangga jodohmu, tuhan telah menjaga nya, tapi sebalik nya kalau dia bukan jodohmu, tuhan bahkan akan menjauhkan nya!"


Aleyna mencium kening Elea yang sudah tertidur sangat lelap, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka, Dokter Adnan langsung masuk ke kamar elea dan menemani Aleyna dan juga Elea.


" shuutttt !! jangan berisik Mas, Elea baru saja tidur!" ucap Aleyna sambil menutup mulut dokter Adnan.


" bagaimana dengan Elea?" ucap Dokter Adnan sambil berbisik


"elea lebih terlihat baik bahkan sangat baik di bandingkan sebelum nya, ia sudah lebih tenang!" ucap Aleyna.


Dokter Adnan mencium kening Elea, bahkan ia begitu bahagia ketika melihat Elea sudah. berubah bahkan meminta untuk melanjutkan sekolah nya lagi meski bukan di bidang kedokteran.


" Maafkan Daddy yang selalu menuntutmu, untuk menjadi anak kebanggaan Daddy, Tapi dibelakang Daddy kamu begitu menderita sayang, Maafkan Daddy!" ucap Adnan sambil mengelus Elea, meski sudah berusia 21 tahun Elea tetap saja menjadi anak kecil nya Dokter Adnan dan juga Aleyna yang selalu merengek kalau tidak di turuti keinginannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Duh, romantisnya kehidupan mereka,


kalian deket juga nggak sih sama orang tua kalian?


mmmmm..... detik detik Rangga bertemu Elea?


kalian sudah siap?