
Rangga bangun sangat pagi sekali, ntah ia di kejutkan dengan kedatangan Meghan yang masuk ke dalam kamar nya.
Rangga masih setengah terpejam, ia melihat sosok Meghan yang berusaha membangunkan nya. Rangga mengacuhkan Meghan, namun dengan segala cara Meghan membangunkan Rangga.
Memang, hari ini Meghan akan pindah ke sekolah barunya, Meghan akan menjadi murid baru di Emily's Elementary school, ia begitu bersemangat apalagi ia bisa kembali bersama Rangga.
" Ga, ayo bangun! Kamu tidak ingat hari ini kan aku pertama kali masuk sekolah!" Ucap Meghan sambil membangunkan Rangga.
Sebelumnya, Meghan memang sudah akrab dengan keluarga Rangga, tante Reyna maupun dokter Fandy juga mengijinkan Meghan untuk masuk ke dalam kamar Rangga dan membangunkan nya.
Rangga masih asik dengan tidurnya, ia cukup lelah setelah semalaman pergi bersama Elea , makan malam dan kencan romantis.
" Ga, ayo bangun!" Ucap Meghan yang sedikit kesal karena Rangga susah sekali di bangunkan.
Tak lama, akhirnya Rangga bangun dan mengucek kedua bola matanya, ada kebahagiaan di hati Meghan, ntah walaupun Rangga belum mandi, ia tetap tampan. Meghan tersenyum sembari menatap wajah bantal Rangga yang baru saja bangun dan membuka mata.
" Kamu tunggu saja di luar, aku mandi dulu..." Ucap Rangga yang menyuruh Meghan untuk keluar kamar nya.
" Aku menunggumu disini, tidak apa-apa?" Ucap Meghan
" Tunggu di luar saja, sekalian sarapan bareng Mama, nanti aku menyusul!" Ucap Rangga sembari masuk ke dalam kamar mandi.
Meghan tersenyum dan menganggukkan kepala nya, ketika ia hendak keluar, Handphone Rangga berbunyi , handphone yang terletak di bawah bantal itu berbunyi sangat keras, mungkin suara alarm , namun membuat Meghan begitu penasaran. akhirnya Meghan mengambil handphone Rangga yang berada di bawah bantal.
" Queen?"
Sebuah panggilan telepon dari seorang perempuan bernama Elea, Rangga memang telah mengubah nama kontak Elea menjadi Queen, ntah Meghan begitu penasaran dan ingin segera mengangkat telepon, ia mengerutkan alis nya.
" Rangga sedang mandi, jadi kalau ada perlu, silahkan tanyakan kepadaku, aku meghan!" Ucap Meghan dalam sambungan telepon.
Telepon itu tiba-tiba saja mati.
" Aku kira, Queen seseorang yang sedang dekat dengan Rangga, tapi aku pastikan Rangga tidak akan pernah berpaling dariku!"
Meghan menaruh kembali ponsel Rangga di bawah bantal nya, ia langsung keluar dan menyiapkan sarapan untuk Rangga. Meghan ingin membuat Rangga tidak bisa melupakan nya,karena bagaimanapun Meghan sangat menyukai Rangga, apalagi setelah sekian lama tidak bertemu.
***
Elea nampak bahagia, ia bangun sangat pagi sekali. Memang rencananya Elea ingin membuatkan sarapan untuk Rangga,
Memang rencananya Elea ingin membuatkan sarapan untuk Rangga, kebetulan semalam ia sudah berjanji akan membawakan sarapan roti bakar kesukaannya, Elea nampak girang ketika ia memasukkan roti tersebut ke dalam wadah yang sudah tersedia.
Setelah selesai memasak Elea langsung pergi ke kamar dan bergegas untuk membersihkan diri, setelah mandi, ia mengambil ponsel yang ada di atas nakas, untuk menghubungi Rangga.
Telepon itu tersambung, Elea sudah tidak sabar ingin mendengar suara Rangga dipagi hari.
" Halo?" Sahut elea dengan penuh semangat, namun Elea di kejutkan dengan suara yang tidak biasa.
Suara seorang perempuan yang bahkan Elea sendiri tidak mengenali nya, suara itu bukan tante Reyna atau bibi Ratmi, tapi suara yang mengangkat telepon dari Elea nampak asing, Elea belum pernah mengenal suara tersebut.
" meghan?"
Elea tertegun ketika mendengar nama dari seorang perempuan yang mengangkat telepon nya, Elea tidak bersuara, ia langsung mematikan sambungan telepon nya.
Hati Elea begitu hancur tatkala ia mendengar suara wanita yang kini ada di hadapan nya, namun Elea tidak ingin berpikiran buruk tentang Rangga, karena baru saja mereka baikan harus ada masalah yang datang, Elea menghela nafas dan membuang pikiran buruk tentang wanita yang kini berada dengan Rangga.
" tahan emosi Elea, aku tidak akan marah sebelum mengetahui kebenarannya!"
Elea langsung bergegas menuruni anak tangga, ia disambut hangat oleh kedua orang tua nya dan juga Alvin, tapi kali ini Elea menolak untuk ikut sarapan bareng keluarga nya karena ia ingin sarapan bareng Rangga di sekolah.
" Sarapan dulu sayang...." Ucap Momy yang membujuk Elea untuk ikut sarapan.
" Tidak mom, aku sarapan di sekolah saja!" Ucap Elea
" Sudah lah mom, elea itu lagi bucin banget sama Rangga!" Celetuk Alvin.
" Apaan sih kak, lagi pula daddy dan momy juga menyetujui kan?" Ucap Elea sambil melirik ke arah daddy yang sibuk makan.
" Iya kan daddy?" Sambung lagi
Dokter Adnan hanya mengangguk saja, toh ia tidak ingin melarang Elea berpacaran apalagi ia berpacaran dengan anak sahabat nya, rasanya tidak begitu Egois, kalau sampai Dokter Adnan terus mengekang Elea.
" hmm iya daddy, iya...." Sahut Elea sambil cengar cengir.
Sudah hampir setengah jam Elea menunggu Rangga namun ia tidak datang menjemput nya, padahal semalam Rangga mengatakan akan berangkat bersama ke sekolah, namun nyata nya matahari sudah mulai muncul dan memancarkan sinarnya, Rangga masih tidak kunjung datang.
" Kamu kemana sih Ga! apa yang terjadi dengan mu?"
Elea kembali menerima tawaran Alvin untuk ikut berangkat bersama, karena Rangga tidak kunjung datang. Dengan wajah kusut dan cemberut, Elea akhirnya masuk ke dalam mobil.
" Tidak jadi berangkat bareng Rangga?" Tanya alvin yang kini sudah memakai sabuk pengaman.
Elea hanya menggelengkan kepala nya saja.
" Padahal aku ada janji dengan seseorang!" Ucap Alvin
" Dengan siapa?"
" Aku akan menjemput Kiara!"
Elea menoleh ke arah Alvin, tidak seperti Biasanya alvin bersikap seperti ini, apalagi ia ingin menjemput Kiara.
" Loh, tumben banget, memang nya kak alvin sama kiara ada urusan apa?" Tanya elea begitu kebingungan.
" Tidak ada, hanya ingin berangkat bersama!" Jawab alvin
" Yaudah nggak masalah kan, kalau aku ikut satu mobil bareng, lagi pula tujuan nya sama kok, ke sekolah!" Celoteh Elea.
" Beda ceritanya kalau ada kamu!" Gerutu alvin
" Jadi kak alvin, mau berangkat bareng apa mau berduaan doang sama kiara?"
" Bareng...."
" Dasar omes! Bilangnya bareng, tapi aku nggak boleh ikut!"
" Apa itu omes?"
" Otak mesum!"
Alvin hanya tertawa mendengar ucapan elea, ia berhenti di pinggir jalan karena Kiara sudah menunggu nya, ntah Alvin begitu senang ketika melihat Kiara yang begitu anggun melambaikan tangan nya, dan tersenyum ke arah alvin.
Alvin melirik ke arah Elea dan menyuruh elea untuk pindah ke kursi belakang.
" Pindah sana...." Ucap Alvin sambil mendorong tubuh Elea.
" Kak, apaan sih!" Ucap elea , namun ia menuruti saja.
Alvin keluar menemui Kiara, dan mereka mengobrol sedikit, sementara Elea cemberut memperhatikan tingkah keduanya.
" Kayak nya, mereka berdua lagi pendekatan, bagus deh aku bisa jadi penganggu diantara mereka, hehehe! "
Elea tersenyum, ia melihat Wajah Alvin yang begitu berbinar ketika bertemu dengan Kiara, ntah baru kali ini Elea merasa, adanya perubahan dalam diri Alvin.
" Kak, akhirnya kamu menemukan wanita yang tepat, aku sudah menebak nya dari awal!"
Kiara pun masuk dan terkejut ketika melihat Elea ada di kursi belakang.
" Kayaknya aku duduk di belakang saja bareng elea!" Ucap Kiara yang pindah ke belakang dan duduk bersama Elea.
" Eh, tidak apa-apa kali, kasian kak alvin jadi supir pribadi kita dong?" Ucap elea sambil tertawa. Alvin menahan amarah nya, ia salah mengajak elea untuk ikut bareng, karena Elea merusak momen romantis antara alvin dan juga Kiara.
" Tidak apa-apa kan Vin?" Tanya Kiara
" Tidak apa-apa!" Jawab alvin sambil menahan amarah nya, padahal ia ingin memandang wajah Kiara yang begitu cantik. Ntah alvin baru menyadari kalau selama ini bidadari yang ia cari ada didepan mata, Alvin begitu terpesona ketika melihat wajah kiara berbalut kain putih yang menutupi rambutnya.
" Ternyata keindahan wajah nya, masih sama. !"
Alvin kembali melanjutkan perjalanan menuju sekolah, meskipun ia hanya menjadi nyamuk antara Kiara dan Elea yang sibuk mengobrol , sementara alvin di acuhkan begitu saja.