
Dr. adnan pun mengunjungi Ruangan Sahabat nya, Yaitu Dr. Fandy . Ia menanyakan keadaan Reyna, Tapi dia tidak sendiri . Melainkan Aleyna selalu berada di samping nya .
Aleyna heran dengan Dr.Fandy , Ruangan nya nampak Kosong, Tidak serapih Dr. Adnan . Memang Dr. Fandy tipe Pria seperti apa ?
Dr. Fandy, Tipe pria yang Dingin. Ia tidak menyukai Keramaian, Aneh bukan ?
Rumah sakit kan ramai . Mungkin itu jadi Alasan Dr. Fandy lebih sering berada di Ruangan nya, Jika sedang beristirahat.
Namun, Ada foto seorang wanita paruh Baya yang ia pajang di meja kerja nya.
Ku rasa itu, Foto ibunda nya ?
Benar saja, Itu foto bunda Ratih. Dr Adnan pernah bercerita, Jika Dr. Fandy anak Bungsu dari Ibu ratih, Seorang Psikolog ternama . Ayah nya sudah lama meninggal, Ia sekarang hanya mempunyai seorang Ibu.
Terlihat jelas ia memang menyayangi Ibu nya, Hampir di setiap Sudut Ruangan ada barang dari Ibunda nya . Seperti Hiasan dan bingkai kecil terpampang Foto ia dan dirinya.
Aleyna sendiri ingin menanyakan tentang Reyna, Karena Aleyna ingin menjodohkan Fandy dengan Reyna, Namun sulit ? Fandy sendiri orang yang keras kepala . Dan dingin seperti Es batu, Namun Semua itu bisa Aleyna Tuntaskan, Ia mempunyai Banyak Cara, Agar Reyna dan fandy Bisa dekat .
" Permisi " Ucap Aleyna ketika memasuki Ruangan Fandy . sementara, Adnan sudah biasa memasuki Ruangan Fandy yang terletak di Lantai Dua.
" Silahkan masuk " Ucap nya yang sibuk memainkan Game online di sela sela istirahat nya .
Aleyna heran, Mengapa setiap Dokter membuang waktu luang nya hanya untuk Bermain Game, Tidak jauh berbeda dengan Adnan, Kalau saja ia tidak menghapus nya. Ia tidak akan bisa diam .
" Dr. Fandy, Bagaimana Keadaan Reyna ?" Ucap Aleyna .
" Harus nya dia di bawa ke Psikolog . Agar mental nya tidak terganggu " Ucap nya
" Kenapa tidak di bawa ke Rumah Mu ?" Sahut Dr. Adnan
" Untuk Apa ?" Ucap nya lagi.
" Ibu mu seorang Psikolog . Dan kenapa kamu tidak membawa dia ke Rumah mu ." Ucap Adnan
" Tidak . Ibu sibuk ! " ucap nya singkat
" Dasar payah, Menolong Seorang perempuan saja tidak bisa . Jangan jangan Jabatan Dokter kamu, Meragukan " Celetuk Aleyna .
" Aku tidak ada waktu " Ucap Fandy acuh
" Memang waktu mu habis untuk Apa ? " Sahut Aleyna lagi yang semakin geram dengan Dokter dingin itu.
" Yasudah, Nanti Aku yang akan bawa ke rumah mu, Dan aku sudah menghubungi Ibu mu . Dia tidak sibuk " Ucap dr. Adnan
" Terserah " Ucap Nya lagi singkat .
Adnan langsung menyuruh Aleyna untuk keluar dari Ruangan Fandy, Ia mempunyai Rencana, agar Fandy bisa luluh hanya dengan Reyna ?
Sementara Aleyna sudah naik pitam, Ia kesal dengan sikap dingin Seorang fandy, Kalau saja Adnan mempunyai Sifat dingin seperti itu, Ia tidak akan setuju untuk menikah dengan nya .
" Untung kamu baik sayang, Makanya Aku sampe jatuh cinta sama kamu " Ucap Aleyna seraya mencubit pipi Adnan .
" Malu di liatin orang " Ucap Adnan seraya menundukan Wajah nya.
" Kamu malu punya istri kaya aku ?" Ucap Aleyna
" Jangan salah paham sayang " ucap Adnan sembari merayu istri nya itu yang sudah cemberut
" Aku benci sama kamu " Ucap Aleyna lalu pergi meninggalkan adnan
" Lelaki memang selalu salah di mata wanita " batin Adnan, Ia menghela Nafas lalu menghampiri Istri nya itu.
************
Hari ini, Ryan pun menjenguk Reyna ke rumah Sakit, Ia menyusul Kekasih nya karena sudah merindukan sosok Susan, Yang Akhir akhir ini sibuk mengurus sahabat nya itu . Sampai melupakan kekasih nya .
Dengan menggunakan Pakaian Santai, Dan Jaket yang ia kenakan . Dia terlihat sangat Gagah.
" Adnan " sapa nya .
" Hei Bro . Sudah lama tidak bertemu " Ucap Adnan seraya menjabat tangan Ryan
Mereka pun mengobrol dan mengenang masa lalu ketika masa kuliah, Karena kedua nya di pertemukan di Universitas yang sama namun berbeda Jurusan . Ryan sendiri seorang Guru Olahraga, Di sisi lain dia pemilik Cafe Coffie Bu And Chin . Yang ia dirikan . Dia termasuk Pria mapan. Dan pekerja keras .
Pantas saja, Jika Susan menyukai nya.
Aryan Fernandez , Emang Bule orang nya . Dan dia lebih dewasa Dari Adnan dan Fandy .
Tiba tiba saja Dr. Fandy keruangan reyna Hanya untuk mengecheck keadaan Reyna, Masih sama . Tidak Ada senyum yang terlintas di bibir nya .
Lalu ia pun menghampiri Ryan dan Adnan yang tengah Asik mengobrol .
" Coba aja kalau Reyna jodohnya Fandy . Pasti kita di juluki Tiga Bidadari Yang Sold Out oleh tiga Hot Daddy " Celetuk Aleyna yang mencairkan Suasana
" Apa sih Ley, Luka lama aja belum sembuh " Ucap Reyna
" Tapi Aku sih setuju Ley sama kamu " Ucap Susan lagi semakin membuat Reyna tersipu Malu
" Jangan suka menjodohkan ya . Aku sih sekarang lagi nikmatin masa sendiri dulu " ucap Reyna
" Karena Belum Move on Dari Dimas ?" Ucap Aleyna
" Bukan, Tapi lebih ingin mencintai diri sendiri aja, Ngga mau pacaran " Ucap Reyna
" Wah Bahaya " Celetuk Aleyna
Hingga membuat Reyna semakin malu, Ia salah Tingkah ketika Kedua sahabatnya menyudut kan ia dengan Dr. Fandy, Ya meskipun Dr. Fandy memang dingin .
Flashback
Ketika Reyna sedang dalam masa frustasi nya, Ia mengingat akan sakit nya, Di selingkuhi oleh Dimas, Reyna membanting semua barang yang ada di pinggir nya . Dan Dr. Fandy pun dengan sangat perhatian mampu menyandarkan bahu nya untuk mendengarkan Kesedihan Reyna .
Ia sendiri tidak menyadari, Jika ia memeluk Dokter Fandy .
" Aku tahu kamu sedang Frustasi, Tapi jangan melukai diri mu sendiri " Ucap dr. Fandy .
Disisi sikap dingin nya, Ada sifat perhatian yang terpendam dari diri nya.
Entah, Reyna begitu Nyaman dengan Pelukan hangat Dr. Fandy . Ia tidak seburuk apa yang aku bayangkan .
" Sekarang kamu tenang, Aku akan menjaga mu " ucap nya lagi
seolah kata kata itu pun mampu membuat Hati Dan pikiran Reyna menjadi lebih Nyaman .
Flashback Off .
Hari ini, Reyna di bawa ke rumah besar milik Fandy . Karena Ibu Ratih sendiri yang menyuruh Reyna datang ke rumah nya .
Reyna mungkin bisa sembuh dari Depresi yang ia alami, Reyna sekarang sudah merasa lebih baik dari sebelum nya .
Dengan di antar oleh Adnan, Mobil itu melaju ke Rumah Fandy, Sementara Fandy sudah berada di rumah nya.
" Selamat malam tante " Ucap Aleyna ia terkejut ketika melihat Ibu Ratih yang amat cantik, dengan kulit kuning langsat dan Rambut nya sebahu masih berwarna Hitam .
Ia menyuruh mereka masuk, ke dalam .Lalu menyuguhkan minuman Jus dan Sekedar kue ringan .
Rumah yang begitu Unik, dengan Bangunan khas rumah Adat . Rumah yang sangat mewah .
Meski, Rumah nya dibangun dengan Gaya kuno .Tapi Terlihat Elegan .
Tak lama Fandy pun muncul dengan pakaian santai nya, Ia hanya mengenakan Kaos dan celana pendek , Persis seperti anak Abg .
Dia memang mempunyai wajah lebih muda .
Padahal ia jarang senyum .
Ia lebih Fokus ke Game nya .
" Jadi nama mu siapa nak " Ucap seorang wanita paruh baya itu .
" Namaku Reyna " Sahut nya .
Reyna menceritakan semua masalah yang ia hadapi, Dan ia sendiri tidak mampu mengatasi nya. Rasa Sakit itu terus melanda nya . Ia tidak bisa pergi jauh dari bayang bayang seorang lelaki biadab, Yang tega menyakiti hati lembut seorang perempuan . Sudah cukup ia bertahan selama 4 tahun lama nya menunggu kepastian, Namun apa yang ia dapat hanyalah kepahitan . Hanya penghianatan.
" Saya tau masalah mu terlalu sulit . Tapi , kamu harus bangkit . Semangat kan dirimu sendiri Reyna, Tante yakin Kamu orang yang kuat . Karena Tante juga dulu pernah ada dalam posisi kamu , Sampai Anak tante Yang bernama Fandy . Ia sempat Trauma dan memilih untuk mencintai diri nya sendiri " Ucap Ibu Ratih dengan sangat lembut dan membuat Hati Reyna amat tersentuh.
" Kalau Aku boleh tahu, Dr. Fandy itu Trauma gara gara apa ?" Ucap Reyna, Ntah ia begitu penasaran dengan kisah seorang Fandy .
" Dia pernah menjadi korban penculikan di umur nya yang masih 8 tahun, Dan perempuan yang menculik nya adalah Kekasih gelap Ayah nya sendiri, Dan bahkan wanita itu mengancam akan membunuh saya, Jika Fandy memberontak " Ucap Ibu Ratih .
" Jadi ini yang membuat Dr Fandy jadi penyendiri " Ucap Reyna
" Dia sendiri belum pernah mencintai seorang wanita, Tapi Anak tante normal " Ucap Ibu ratih
Jadi ini alasan Fandy, selalu bersikap dingin terhadap wanita, Apa karena Trauma yang ia rasakan dulu ?
Ah, Untuk apa aku memikirkan hal ini, Memang nya Dokter dingin itu siapa ? Berani nya ia membuat pikiran ku entah kemana .
Karena terlalu lama , Susan dan Ryan serta Aleyna Dan Adnan pun ijin pulang. Aleyna sendiri merasa lelah karena ia benar benar belum istirahat usai kepulangan nya . Ia akan meminta Adnan untuk memijat badan nya yang sudah terasa pegal.
Sementara Reyna di tinggalkan di Rumah Fandy sendiri, Karena hampir 2 jam mereka belum selesai juga . Terpaksa mereka meninggalkan reyna. Toh, Ada Fandy yang mengantarnya pulang .
selang beberapa menit, Reyna pun pulang dengan di Antar oleh Fandy .
Di dalam mobil pun suasana nampak hening Tidak ada kata satupun yang terucap dari bibir Fandy, Ia masih Fokus menyetir.
" Jadi ini Alasan kamu bersikap acuh, ternyata kamu mempunyai Trauma yang Amat besar . Tidak mudah bagi seseorang untuk Bangkit dari keterpurukan nya " Batin Reyna . Ia kagum dengan sikap Fandy tersebut sampai mata nya tidak beralih sedetik pun dari wajah Tampan Fandy, Sampai lamunan Reyna pun Buyar ketika Fandy mulai menanyakan Alamat Rumah nya.
" Jadi Rumah mu di sebelah mana " Ucap nya
" Anu di Euuuum.. Di sebelah Kiri gang itu " Ucap Reyna sedikit grogi karena ketahuan memandang wajah Fandy .
Suasana pun hening ketika Reyna turun dari mobil mewah berwarna merah tersebut .
Ia tidak lupa mengucapkan terimakasih ketika Mobil mewah itu berlaju jauh meninggalkan pekarangan rumah Reyna, Ia sudah biasa melihat sikap dingin Fandy, Toh dia memang seperti itu .
Segera Reyna masuk ke dalam Rumah . Pikiran nya masih tidak tenang. Ia bukan memikirkan Dimas, Tapi ia memikirkan Dokter Dingin itu, Ia sangat terpesona . Tidak, Bukan terpesona tapi mengagumi . Dia sangat gigih dan Aku ingin belajar dari nya . Bangkit dari keterpurukan .
Cie .. Lumayan Ada celah , Antara Reyna dan Fandy ? Kira kira siapa ya? Yang Naksir duluan ?
Ayo tebak 😅
AUTHOR PUNYA KEJUTAN LAGI DI EPISODE SELANJUT NYA 😎😎😎