
Rencana nya Susan akan mengunjungi Reyna, Karena setelah kejadian kemarin, Reyna selalu menghindar dari Susan, ia memang cemburu. Susan pun mengerti Bagaimana perasaan Reyna, Toh Susan hanya mengikuti keinginan Bunda Ratih agar Fandy bisa dekat dengan nya , Namun Susan pun Belum bisa membuka Hati untuk orang lain, Apa lagi Fandy yang sudah jelas menjadi cowok Incaran Reyna dari dulu .
Berapa kali Susan menghubungi Reyna namun tidak ada Jawaban, Reyna menonaktifkan Nomor telepon nya, Apa semarah itu Reyna dengan Susan, Sampai Ia tidak mau berbicara apapun dengan nya.
Tidak, Ini bukan sifat Asli Reyna, Dan Susan masih punya Perasaan, Ia tidak ingin mengkhianati Sahabat nya sendiri .
Lantas, Susan pun bergega pergi ke Rumah Aleyna, Ia yakin Reyna pasti berada di rumah aleyna, Karena susan sudah ke Rumah Reyna namun dia tidak berada di sana sejak malam.
" Ley, Reyna Ada disini nggak ?" Ucap Susan
" Tadi sih Ada, Cuma udah pergi " Ucap Aleyna
" Kamu ada Masalah Apa sama Reyna ?" Ucap Aleyna lagi, ia memang bukan Tipe orang yang suka Basa basi, Aleyna memang sangat Ingin kedua sahabat nya itu selalu terbuka dengan Apa masalah Yang mereka Hadapi
Susan pun membantingkan Tubuh nya ke Sofa empuk milik Aleyna, ia sudah bingung apa yang harus ia Jelaskan ke Reyna tentang Hubungan nya dengan fandy .
" Jadi, Bunda Ratih memaksa aku agar aku datang di Makan malam yang sudah mereka Rencanakan, Namun pas Malam itu Bunda Ratih tidak datang, Hanya Ada aku dan Fandy saja " Ucap Susan dengan penuh kepasrahan .
" Reyna salah paham dengan ini semua, Aku sama Fandy bahkan Tidak dekat, Mana mungkin Aku secepat itu Berpaling dengan Orang lain, Setelah Tuhan mengambil Ryan dari Aku . Untuk melupakan nya saja, Masih sangat berat " Ucap Susan sambil Terisak. Aleyna pun memeluk Sahabat nya itu, Ia Tahu betul Akan Penderitaan yang Susan Alami .
" Lebih baik kamu Jelaskan semua ini Ke Reyna, Aku yakin Reyna akan ngerti semua masalah ini " Ucap Aleyna sambil menenangkan Susan .
" Aku sudah menghubungi nya, Cuman nomor Nya tidak aktif, Aku sudah ke rumah nya Cuma Bi yani bilang, Kalau Reyna Pergi sejak malam, Aku harus bagaimana Ley, Aku sendiri bingung " Ucap Susan
" Tapi, dr. Fandy itu beri Kode ngga kalau dia tertarik sama kamu ? " Ucap Aleyna
" Tidak Ley !!! Tidak !! . Fandy memang Bilang kalau dia sedang menyukai Seseorang, Namun Dia tidak bilang Kalau dia suka sama Siapa ? Toh Aku ngga peduli tentang dia " Ucap Susan lagi.
" Aku akan membantu kamu, Untuk menyelesaikan ini semua San " Ucap Aleyna sambil memeluk Susan lagi .
" Tidak perlu Ley, Kamu sudah cukup baik membantu ku, Kamu pikirkan kandungan kamu itu, Aku tidak mau kamu dan calon bayi kamu kenapa napa " Ucap Susan lagi sambil mengelus perut Aleyna
" Kamu jangan nakal ya Ponakan Tante " Ucap Susan sambil mengelus perut Aleyna
" Semoga Reyna bisa paham dengan Situasi ini San, Aku ngga mau persahabatan kita Hancur hanya Karena permasalahan ini " Ucap Aleyna
" Kamu tidak perlu khawatir Ley,Aku akan berusaha Meyakinkan Reyna Dan menjelaskan Semua nya " Ucap Susan lagi sambil Beranjak dari duduk nya .
" Aku pulang dulu, Kamu Jaga diri . Inget !! Lagi hamil . Ngga boleh Macem macem " Ucap Susan seperti sedang memberi peringatan ke aleyna.
" Kamu hati hati di Jalan, Dan Hubungi aku kalau Ada apa apa " Ucap Aleyna seraya mengantar Susan ke depan pintu rumah nya .
Mobil Susan pun sudah sangat jauh meninggalkan Rumah Besar milik Adnan dan Aleyna . lantas Aleyna masuk ke dalam rumah dan mendapati Makanan yang telah Suami nya hidangkan untuk nya, Aleyna meminta Roti bakar buatan Adnan . Ntah hari ini, Ia sangat menginginkan Roti bakar kesukaan nya.
" Selamat makan sayang " Ucap Adnan bergaya seperti Chef, dengan menggunakan Pakaian untuk memasak
" Silahkan duduk " Ucap Adnan lalu mempersilahkan Aleyna untuk duduk
" Terimakasih Suami ku " Ucap Aleyna lalu menyantap Roti bakar itu, Baru Satu gigitan Aleyna sudah mual .
" Huekkk ... "
" mas, Ngga Enak " Ucap Aleyna sambil mual mual dan berlari ke kamar mandi .
" Perasaan, Enak . Masa sih ngga Enak " Ucap Adnan sambil mencicipi Roti bakar itu
" Ah enak " Ucap Adnan lagi ,lalu menyuruh Bi Nani untuk makan Roti bakar buatan nya .
" Enak Tuan " Ucap Bi Nani .
Adnan menghela Nafas, Lalu menghampiri Istri nya yang tengah berbaring di Sofa ruangan Televisi .
" Sayang, Aku Cape Hamil . Mau Makan Apa aja Rasa nya Hambar . Ngga enak " Ucap Aleyna
" Kok ngomong nya gitu sayang, Nanti juga kalau Kehamilan kamu sudah membesar, Kamu ngga Akan mengalami Mual lagi Sayang " Ucap Adnan sambil mengangkat kepala Aleyna Agar tidur di Pangkuan nya .
" Aku mau BabyMoon mas " Pinta Aleyna, Ntah Ada angin apa ia menginginkan hal itu
" Apa ? Babymoon ? " Ucap Adnan sambil menaikkan Alis sebelah kiri nya.
" Ayo mas, Tidak usah jauh jauh .Di daerah Jakarta atau Bogor aja . Aku mau Camping di Outdoor sama Sahabat Aku mas " Ucap Aleyna ia kali ini memaksa Adnan untuk menyetujui keinginan nya.
" Tapi sayang, Cuaca di luar itu ngga baik buat kesehatan kamu dan calon bayi kita " Ucap Adnan lagi, Dan sekarang Aleyna terus memaksa nya.
" Kamu ngga mau ngikutin keinginan Aku ?" Ucap Aleyna menatap sinis Wajah Adnan
" Nanti deh, Aku nanya Fandy dulu . Dia punya Villa di Dekat Puncak bogor . nanti kita kesana aja, Tapi Jangan tidur di Tenda kita Nyewa Villa aja " Ucap adnan
" Tapi Cuma 3 hari aja ya Sayang,Soalnya Mas kan Kerja " Ucap Adnan, Istri nya hanya menurut Saja .
************
Pagi sekali Reyna pamit pulang dari Rumah Aleyna, Ia memang sengaja pulang karena Tidak ingin mendengar keributan Aleyna dan Suami nya, Semenjak kedatangan Marcel . Ia benar benar tidak ingin ikut Campur, Seperti biasa Ia mengemudikan mobil matic warna marron dan meninggalkan perkarangan Rumah sahabat nya itu, Ntah ia sedikit lega perasaan nya kalau sudah bersama Aleyna . Berbeda dengan Susan yang Seenak nya merebut Gebetan nya . Persetan dengan itu, Padahal Susan mengetahui Kalau Reyna sangat menyukai dr. Fandy, Mengapa ia Menerima Ajakan Bunda Ratih untuk menemani fandy Makan malam .
Keterlaluan, Untung Saja Reyna tidak terjerumus ke dalam Dunia Club malam, Karena Kalau sudah terjerumus bisa bahaya, Apalagi tidak Ada yang mendampingi nya, Ia akan menjadi Mainan lelaki bajingan .
Untuk malam ini Saja, Reyna sengaja memblock nomor Susan dari Kontak Whatsapp nya, Entah ia benar benar Ingin marah ketika melihat Susan, Dia memang Sahabat Reyna, Tapi Tidak memikirkan Reyna sama sekali .
Mungkin Perdebatan ini tidak akan selesai, Jika kedua nya Tidak di pertemukan, Akankah mereka bisa berhubungan baik seperti dulu ?
Apakah Ujian persahabatan mereka hanya sampai disini ?
Ujian persahabatan memang Akan selalu Ada, Bagaimana pun Mereka mempunyai Watak dan sifat yang berbeda, Memang Rasa kecewa Reyna begitu besar ketika mendengar Bunda Ratih yang Terus menjodohkan Susan dan Fandy, Apa daya Reyna yang hanya menyukai Fandy secara diam diam, Dan mengagumi Fandy secara sepihak saja .
Bagaimana perasaan nya, Ketika Melihat lelaki yang ia cintai, Kencan dengan Sahabat nya sendiri.
Hancur memang , Tapi Apa boleh buat ?
toh Reyna bukan Pacar nya Fandy .
Reyna masih terus memikirkan kejadian semalam, Di saat Fandy menarik Tangan nya , Dan di Saat Fandy menatap dalam Wajah nya, Di saat itu lah Reyna semakin berat untuk Merelakan Fandy begitu saja .
Memang nya Apa salah Reyna ?
Apa kurang nya Reyna, Dulu Saja Bunda Ratih Sering membanggakan dan Amat dekat dengan Reyna, Dan setelah Bertemu Susan Justru perhatian Bunda Ratih jatuh ke Tangan Susan.
Reyna mengakui kalau dirinya kalah telak oleh Sahabat nya sendiri .
Mungkin ini yang di Namakan Pagar makan Tanaman,mungkin istilah ini cocok untuk menggambarkan Kejadian yang di Alami oleh Reyna .
Tiba tiba Saja mobil yang di Kendarai Reyna mati begitu Saja, Ntah ia kelupaan isi Bensin Atau memang Ada mesin nya yang kebakar, Reyna tidak paham dengan ini semua, Dan jalan ini benar benar sepi, Paling hanya Ada satu atau dua kendaraan saja yang lewat, Reyna pun keluar dari mobil untuk memastikan kalau Semua nya baik baik saja .
" Apes banget sih " Ucap Reyna sambil membuka pintu Bagasi depan mobil nya
Ia pun menoleh ke arah Jalan, Tiba tiba saja Ada mobil Hitam Lambhorgini lewat, ia langsung melambaikan Tangan nya, Untuk meminta Tolong .
Seketika mobil Lambhorgini itu berhenti, Dan seseorang dalam mobil itu keluar menghampiri Reyna, Mata Reyna nampak membulat ketika melihat seseorang dalam balutan Jaket hitam, Ia sangat Tampan, Siapa lagi kalau bukan dr. Fandy, Ia menghampiri Reyna .
" Nyesel Banget berhentiin mobil Manusia Kutub " Batin Reyna ia memalingkan wajah nya Ia tidak ingin Terpesona dengan Wajah Tampan dr. Fandy, Yang hanya akan membuat Reyna Patah hati.
" Mobil kamu kenapa ?" Ucap dr. Fandy sambil memeriksa mobil Reyna
" Tidak Apa apa " Ucap ketus Reyna .
" Kamu yakin Tidak Apa apa ?" Ucap fandy lagi
Sambil memeriksa mesin mobil Reyna
" Kamu mau Ngapain ?" Ucap Reyna ia melarang Fandy buat nyentuh Mobil nya .
" Yasudah kalau kamu tidak ingin saya membantu mu "Ucap Fandy lalu hendak bergegas pergi begitu Saja ,Namun Reyna menahan nya.
" Kamu mau kemana ?" Ucap Reyna
" Mau pulang, Aku malas Sama orang yanh tidak tau terimakasih " Ucap Fandy sambil menekan kata demi kata nya .
" Aku ikut " Ucap Reyna, Tanpa di suruh masuk Mobil Fandy pun Reyna langsung memasuki mobil itu, Dan duduk di sebelah Fandy.
Fandy hanya Geleng geleng kepala memperhatikan Sikap Reyna, Yang seperti Anak kecil Saja,Namun Fandy tidak keberatan kalau pun Reyna menyuruh nya Untuk mengantarkan pulang . Malah ia senang bisa berdua dengan wanita yang ia sukai .
" Aw .. "
Ucap Reyna ketika Kepala nya Berbenturan dengan kepala Fandy.
Mata mereka saling Tertuju, Dan Bibir Fandy pun semakin mendekat ke wajah Reyna .
Oh tidak !!! Apa Yang akan dia lakukan !!!!
Maaf Guys, Baru Up lagi 🤗🤗🤗
Like dan Komen dong, Author mau Up beberapa episode, Agar semangat😍