My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Nikahi Reyna



" Dasar beruang kutub, Masih bisa pura pura tidur " Ucap Reyna sambil tersipu malu


" kalau kamu lelah, lebih baik kita pulang saja " Ucap Reyna


" aku mau nya pulang ke Rumah mu, dan tidur bersama mu " Ucap Fandy begitu nakal


" kalau gitu, Nikahi aku " Ucap Reyna


Ucapan nya membuat Fandy terkejut. Dan ia menatap dalam wajah Reyna. Baru kali ini Reyna meminta nya untuk menikahi nya.


Karena ia tidak tega melihat Fandy yang begitu lelah, Akhir nya Reyna dan Fandy memutuskan untuk pulang lebih dulu, Sementara Susan dan Aleyna beserta Daniel pergi ke Tempat makan.


Segera Reyna merangkul Fandy sambil berjalan menuju parkiran mobil yang terletak di lantai bawah mall tersebut, Fandy nampak tak sadarkan diri, Ia seperti orang mabuk


mana mungkin seorang dokter seperti fandy minum alkohol yang justru merusak kesehatan dan citra nya sebagai seorang dokter, Mungkin Fandy sangat lelah dan terlalu cape sehingga ia tidak bisa menahan rasa kantuk nya.


" Beruang kutub .... kamu berat banget sih " Ucap Reyna sambil terus berusaha merangkul tubuh fandy, yang sangat berat sedangkan Tubuh Reyna yang amat mungil bahkan tinggi nya saja hanya 155 cm, dengan berat badan 45 kg. Justru berbeda jauh dengan Fandy yang justru tinggi dan berisi


Reyna masih terus berusaha merangkul tubuh fandy sampai ke lantai bawah, Segera ia mencari arah mobil fandy, semoga saja ia tidak salah menapaki lahan parkir di mall ini karena terlalu luas, meskipun sudah terbiasa ia mengunjungi mall ini. Namun tetap saja sering lupa memarkirkan mobil nya.


" Kelinci ku " Ucap Fandy begitu lemah ketika Reyna melepaskan Rangkulan nya, Karena ia hendak membuka pintu mobil untuk nya.


Akhirnya ia tidak salah memilih tempat parkir yang begitu mudah, Dan memang tidak terlalu ramai, Segera ia mendorong tubuh fandy untuk masuk ke dalam mobil nya, sementara Reyna kembali yang membawa mobil dr. Fandy karena kondisi fandy yang tidak memungkinkan, ia sama sekali lemah dan manja tidak seperti apa yang ada di pikiran Reyna dulu, Dia bahkan dingin melebihi es maka nya Reyna memanggilnya dengan sebutan manusia kutub, tapi sekarang Ia malah keras kepala dan Manja sungguh di luar dugaan Reyna.


" Sekarang kau istirahat lah .. Aku yang akan mengantarmu pulang " Ucap Reyna lalu memakaikan belt untuk Fandy


" Kelinci ku " Sahut fandy lalu memegang lengan Reyna


" Tidurlah, Aku tidak mau kamu terlalu cape" Ucap Reyna lalu ia memasuki mobil fandy dan langsung menancapkan gas untuk kembali ke rumah


Di tengah perjalanan, Reyna sangat merasa bersalah karena mengajak Fandy dengan keadaan lelah untuk mengunjungi mall bersama sahabat nya, Reyna menggerutu tadi saja ia pergi sendiri tanpa mengajak fandy namun semua itu sudah terlanjur, toh Ia senang bisa berdua dengan fandy.


" maafkan aku beruang kutub, Aku telah memaksamu pergi dengan keadaan lelah" Ucap Reyna sambil menatap fandy


Namun, Fandy hanya mengeluarkan suara nafas nya karena ia kini tertidur dengan lelap, dan wajah nya memang tampan, bukan ketika ia membuka mata namun ketika ia tertidur pun wajah nya memang terlahir sangat tampan, Tidak salah Reyna menyukai Fandy ketika pertama kali Fandy merawat nya di rumah sakit, mungkin dulu Reyna masih terbayang dengan wajah Dimas namun, Seiring berjalan nya waktu semua itu bisa berubah, Ketika Fandy merawat Reyna dengan perhatian yang ia berikan, mampu membuat hati Reyna begitu luluh, memang dia sangat dingin namun ketika ia sedang bekerja dan mengenakan jas putih khas dokter, Kedinginan nya berubah drastis apa mungkin hanya untuk Reyna atau Untuk Pasien lain, Karena tuntutan kerja mungkin, Ia harus ramah kepada semua pasien, Ntah Reyna merasa seperti Ratu ketika Fandy dengan detail merawat nya . Ternyata ini yang di rasakan oleh Aleyna kalau mempunyai seorang suami berprofesi Dokter . Ada rasa takut dalam diri, Ketika banyak Pasien yang mulai mencari celah untuk mendekati seorang dokter . Reyna harus bisa menahan rasa cemburu ketika Fandy sedang bekerja dan ia harus membiasakan diri untuk tidak menganggu nya ketika bekerja, karena perjuangan seorang dokter tidak mudah .Banyak yang harus ia lewati .


" Aku mencintai mu beruang kutub " Ucap Reyna , Namun tanpa sengaja Fandy membalas ucapan nya meskipun dalam keadaan tidur


"Aku mencintai mu Reyna " Ucap lirih Fandy padahal ia sedang tertidur akan tetapi otak nya masih mampu merespon semua perkataan Reyna, Ia memang sangat mirip Lee Jong Yoon di Drama korea itu.


Ah, sudah lah Reyna malah semakin mengagumi dr. Fandy, Bahkan ia tidak ingin jauh dari nya.


Reyna memang dalam keadaan menyetir namun pikiran nya tetap fokus kepada satu orang di samping nya, Sampai ia melupakan arah menuju Apartement Fandy, Ia malah membawa mobil nya menuju Rumah nya sendiri, Memang Cinta itu mampu merubah semua nya, Sampai Reyna menjadi amat pelupa .


Akhir nya mobil sport itu parkir di pekarangan Rumah Reyna, Memang tidak terlalu besar namun Nyaman menurut Reyna. Ia menatap ke Arah Fandy dan tangan Reyna mulai membelai rambut fandy.


" Aku boleh tahu, kapan kamu mencintai aku " Ucap Reyna


" Karena aku mencintai mu, ketika Aku sering berkonsultasi dengan ibu mu, Dan disitu lah aku melihat sisi baik mu, dari sikap dingin yang kau tunjukkan kepada ku, mungkin orang lain menilaimu buruk tapi aku menilai mu orang yang sangat baik" Sambung nya


Sampai Fandy pun terbangun, Dan menatap ke Arah Reyna. Ia sendiri bingung mengapa ia bisa sampai di rumah Reyna.


" Aku Ada di mana ?" Ucap Fandy sambil menggeliatkan badan nya yang terasa pegal


" Di rumah ku, Aku lupa alamat Apartement mu" Ucap Reyna sambil tersenyum


"Kalau gitu,Ayo kita masuk, Aku sudah merindukan rumah ini " Ucap Fandy segera ia membuka belt nya dan mengajak Reyna untuk memasuki rumah nya.


Apa benar merindukan Rumah nya, Atau memang penghuni rumah nya. Dasar fandy, mengapa bibir nya sangat berat untuk mengucapkan kalau ia merindukan penghuni rumah ini, Yaitu Reyna.


Dengan langkah yang penuh semangat, Fandy menarik lengan Reyna memasuki rumah ini, Namun ada hal janggal, karena Rumah ini tidak terkunci sama sekali.


"Apa kau lupa mengunci pintu rumah mu" Ucap Fandy ketika membuka pintu yang tidak terkunci. Reyna hanya menggaruk kepala nya bahkan ia melupakan hal sepele, yaitu mengunci pintu rumah nya .


"Kemungkinan aku lupa, dan aku tidak ingat"Ucap Reyna sambil cengengesan.


Akhirnya, mereka pun masuk ke dalam rumah, Fandy tanpa rasa canggung langsung membantingkan tubuh nya ke Sofa mungil milik Reyna, ntah ia merasa nyaman berada di Rumah ini, sementara Reyna duduk di sofa sebelah sambil memainkan jari jari nya.


Ia merasa takut, ntah apa yang Reyna takuti toh ia berdua dengan Fandy, bukan dengan orang lain


" Aku merindukan mu" Ucap Fandy ketika menatap wajah Reyna yang kini kian memerah, dan Ia masih memainkan jari jari nya, ntah apa karena ia merasa nervous berada dekat dengan Fandy, padahal ia Sudah terbiasa berada di dekatnya.


" Mengapa kau semakin cantik setiap hari" Ucap Fandy sambil merayu Reyna


" memang aku cantik " Ucap Reyna yang terus berusaha melepaskan tubuh nya dari pangkuan Fandy namun, Ia gagal karena Fandy menahan tubuh Reyna untuk tetap berada di pangkuan nya.


Kini, Fandy pun mulai mendekatkan wajah nya dengan wajah Reyna, Bahkan ia memejamkan mata nya, dan kini bibir nya sudah menempel di bibir Reyna. Ia menyukai kehangatan Reyna yang kini berada di pangkuan nya. Ia terus mencium Reyna sampai bibir nya pun basah dan terbuka, ini memang bukan kali pertama Fandy mencium nya, Namun Tetap saja Reyna merasa Gugup dan jantung nya kian berdetak


" Aku tidak bisa bernafas "


Ucap Reyna ketika Fandy dengan sangat liar menciumi bibir Reyna. Tak bisa di pungkiri, Reyna memang menyukai nya.


Reyna pun melingkarkan tangan nya ke leher Fandy , Agar Fandy lebih leluasa mencium nya.


Namun, di tengah rasa panas dan liar yang membara, Tiba tiba saja ada suara orang berjalan ke Arah ruang tamu, dan Orang itu menyala kan lampu ruang tamu karena sangat gelap, Dan orang itu Adalah Martha , Ibu dari Reyna yang kini kembali ke rumah nya, semenjak delapan bulan yang lalu meninggalkan rumah ini, bahkan ia kembali tidak dengan suami baru nya melainkan sendiri, Martha datang ke Jakarta sekitar siang hari, waktu itu Rumah ini sepi karena Reyna pergi ke Mall, dan Martha sendiri mempunyai kunci ganda rumah ini, ia tidak perlu menunggu Reyna untuk memasuki rumah ini .


Ketika Ia menyalakan lampu, Ia begitu terkejut ketika melihat Reyna sedang berada di pangkuan cowok dan cowok itu sedang mencium nya.


" Reyna !!! " Teriak Martha karena terkejut melihat Reyna sedang berciuman dengan cowok di ruang tamu.


Reyna dan Fandy pun terkejut dan melepaskan ciuman nya, segera Fandy mendorong tubuh Reyna ke sofa di samping nya . Karena ia sendiri merasa terkejut dengan kehadiran Martha.


Martha langsung menghampiri Reyna dan menarik tubuh Reyna menjauhi Fandy.


" Apa yang kamu lakukan dengan pria itu ?" Ucap Martha yang begitu terkejut


Reyna hanya terdiam bahkan ia tidak berani berkata apapun, dan ia merasa takut dan malu kepada Bunda martha


" Jadi selama ini, Kamu melakukan hal yang tidak wajar ketika Bunda tidak di rumah Rey " Ucap Bunda martha yang naik pitam


" Jawab Rey Jawab " Ucap Bunda martha yang memaksa Reyna untuk menjelaskan semua nya.


" Reyna .. mmm .. Reyna .. itu semua tidak seperti apa yang Bunda bayangkan " Ucap Reyna dengan terbata bata


Fandy pun berdiri dan menghampiri Bunda martha, ntah ia sendiri merasa malu karena kepergok telah mencium Reyna.


" Tante, Saya minta maaf karena telah mencintai anak tante " Ucap Fandy dengan berani nya ia mengatakan kalau ia mencintai Reyna . Sementara Reyna membulatkan mata nya dan nampak heran dengan ucapan Fandy


" seperti nya saya pernah melihatmu ?" Ucap Martha sambil menatap Fandy


" Saya dokter yang merawat Reyna dulu" Ucap Fandy sambil tersenyum.


Martha pun menarik tubuh Fandy dan tersenyum ramah


" Aku sudah tahu,kau akan menjadi menantu ku dokter tampan " ucap Bunda Ratih .


" Bunda" Sahut Reyna karena merasa malu


Bunda Martha pun mengajak Fandy dan Reyna duduk di Sofa itu sambil mengintrogasi kedekatan Reyna dengan Fandy . Sejak kapan mereka mulai dekat seperti ini


" Karena kau telah berani mencium anak ku di depan ku sendiri, Jadi kapan kau akan menikahi anak ku " Ucap Martha dengan tegas


" Secepatnya Tante .. " Balas Fandy


" Bunda ... " Sahut Reyna karena merasa tak enak hati.


" Kalau kau memang serius dengan anak saya, Kau harus menjawab kapan kau akan menikahi anak ku " Ucap Bunda Martha


" Secepatnya tante saya akan menikahi anak tante " Ucap Fandy


" Itu bukan jawaban yang tepat " Ucap Bunda Martha dengan sangat tegas, Reyna pun masih menggenggam erat lengan Bunda Martha


Fandy pun menghela nafas, dan dengan yakin ia menjawab pertanyaan Bunda Martha


" Minggu depan, Saya akan menikahi Reyna" Ucap Fandy dengan penuh keyakinan, Dan membuat Reyna begitu terkejut ketika mendengarnya.


PARA READERS, JANGAN LUPA VOTE CERITA INI KALAU KALIAN SUKA. 😁BANTU AUTHOR AGAR TETAP SEMANGAT MENULIS