
Cemburu ...
Wajar jika seseorang cemburu dengan mu, apalagi ia cemburu jika melihat orang yang di sayangi bahagia dengan orang lain.
Tapi ..
masih pantaskah seorang Alvaro cemburu ?
Bukan kah, Aleyna dan Alvaro sudah tidak memiliki hubungan , Bisa di sebut MANTAN .
Apalagi di saat, Alvaro tengah bermesraan dengan pacar baru nya, di saat itu lah Hati aleyna Remuk, dan Hancur .
Masih pantaskah, Alvaro memendam rasa cemburu ?
" Ternyata sakit , bila harus melihat orang yang pernah kita cintai , Bahagia dengan orang lain "
" Maafkan aku Aleyna, aku menyesal melakukan Hal bodoh seperti itu, Aku benar benar menyesal , Ini aku lakukan hanya karena aku sangat kecewa dengan kekalahan ku di Arena Balapan, Dan kamu menjadi pelampiasan atas kemarahan ku " Batin Alvaro
Tidak lama kemudian, Alvaro meninggalkan Restoran itu, Ia tidak kuat dengan kebersamaan mantan kekasih nya dengan cowok lain
" Kamu kenapa sih, Kamu cemburu sama Aleyna ? " Ucap Dea sambil menahan langkah Alvaro
" Alvaro Jawab aku " ucap Dea lagi
"Kalo memang iya kenapa ? " Ucap Alvaro
" Dasar tidak tahu diri, masih bisa nya kamu mengingat Aleyna ketika sedang bersama ku " Ucap Dea
mereka pun bertengakar hebat di luar restoran, karena Alvaro yang begitu egois sementara Dea, ia bahkan sakit hati ketika tahu Alvaro masih mencintai Aleyna. memang keterlaluan, Tapi bukan Dea nama nya, jika ia tidak bisa mengalihkan perhatian Alvaro, karena hidup Alvaro ada di tangan Dea, bagaimana pun itu ia bisa saja jatuh miskin karena perusahaan orang tua Alvaro
sedang bangkrut, terpaksa ia meminta bantuan ayah nya Dea. dengan mudah Dea bisa mendapatkan cinta dari Alvaro.
" Kamu lupa dengan perkataan Ayah mu?" bahkan kau tega menyakiti aku ! " Ucap Dea sambil memukul dada bidang Alvaro .
" Sudah Cukup Dea ! Aku mau hubungan kita berakhir di sini, Dan tidak ada yang bisa menggantikan Aleyna di hati ku " Ucap Alvaro lalu pergi meninggalkan dea yang menangis .
" Alvaro tungguin "
" Dasar pengecut, Aku ngga akan bisa maafin kamu Alvaro !" Ucap Dea sambil terisak lalu ia mengambil telepon dari dalam tas nya untuk meminta ayah nya menjemput Dea karena Alvaro meninggalkan nya begitu saja. Dea benar-benar tidak bisa menerima sikap Alvaro kepada nya.
" Lihat saja, apa yang akan terjadi dengan mu" tegas Dea.
***
Selesai makan Aleyna dan calon suami nya pun langsung bergegas pulang, Ntah hari ini sangat melelahkan .
" Kamu kenapa sih hari ini, tiba tiba datang ke Rumah sakit " Ucap dr. Adnan sedikit penasaran
" Kamu mau tau nggak ?" Ucap Aleyna
" Sejak pertama bertemu, waktu kamu nabrak aku tuh, feeling aku udah kuat banget "
" memang nya tidak boleh yah, aku hanya berkunjung saja ke rumah sakit" Ucap Aleyna merasa gengsi kalau saja ia mengakui rasa rindu nya
" boleh saja, aku kira kamu sedang sakit ? " Ucap dr. Adnan yang menatap Aleyna
" Harus ya, aku menjelaskan semua nya " Ucap Aleyna yang begitu kesal
" Katakan saja, Aleyna." Ucap Adnan
dasar tidak peka, aku merindukan kamu dokter tampan ku .
" Aku sudah mulai menyukai mu, semenjak aku bertemu dengan mu "
" Tidak ada yang perlu aku katakan, kalau begitu aku masuk yah." Ucap aleyna mencari alesan untuk menghindar dari ucapan Adnan
" Tunggu !" Ucap dr. Adnan
Ia pun membukakan, pintu nya dari arah dalam, dan kini wajah dr. Adnan pun sangat dekat dengan wajah Aleyna, Jantung Aleyna berdetak tidak karuan, pipi nya pun merona karena ia sangat dekat bisa menatap wajah Adnan.
yatuhan, mengapa dia tampan sekali.
kini mereka saling menatap, mulai ada rasa cinta dari kedua nya, karena mereka sama sama gengsi untuk mengakui perasaan nya satu sama lain
" Ya tuhan, apa yang ia lakukan "
Aleyna mulai memejamkan mata nya untuk menghindar dari tatapan Adnan.
tiba tiba terdengar suara pintu mobil telah terbuka
" Aku takut kamu tidak bisa membuka nya " Ucap dr Adnan sambil memalingkan wajah nya.
" menyebalkan! " Ucap Aleyna mendorong tubuh Kekar Adnan yang kini dekat dengan pundak nya.
Ia hanya tertawa melihat tingkah laku aneh Calon istri nya itu . dan langsung melajukan mobil nya begitu cepat .
" Cihhh ! Bisa -bisa nya aku berpikir kalau dr. Adnan mau mencium ku,mau taruh di mana wajah ku, dasar dr. Adnan menyebalkan " Batin Aleyna .
ia bermaksud untuk menyelesaikan masalah hubungan nya dengan Aleyna, Yang harus segera di perbaiki .
Aleyna pura pura tidak melihat . dan Berjalan menuju Pintu gerbang nya .
" Ley, tunggu " Ucap Alvaro .
Aleyna berhenti sejenak .
" Ada yang ingin aku bicarakan "
"Apalagi sih Varo , Belum cukup kamu nyakitin perasaan aku " Ucap Aleyna
" Ley aku bisa jelaskan " Ucap Alvaro
" Sudah cukup varo, aku tidak ingin bicara apapun dengan mu " Ucap Aleyna sambil bergegas pergi meninggalkan Alvaro sendiri dan tidak menghiraukan nya.
Sementara Alvaro merenung, melihat sikap aleyna yang sekarang acuh tak acuh terhadap nya. Namun, Bukan Alvaro nama nya Jika tidak bisa menaklukan hati Aleyna lagi .
Ini nih si alvaro .
Visual dari : Federico Alvaro Mackenzie
***
Akhir nya Aleyna berhasil tidak meneteskan Air mata ketika Bertemu alvaro, Bahkan tadi sempat menunggu nya di depan gerbang .
" Jangan harap aku bisa kembali dengan mu begitu saja ! " Ucap nya .
***
kemudian bunyi telpon pun membuyarkan Lamunan Aleyna .
ia menghela nafas nya.
" Halo " Ucap nya
" Ini siapa? " sahut Aleyna
" Aku dr. Adnan " Sahut nya
" Aku kira siapa ? dari mana kau mengetahui nomor ku ? "
" tidak perlu tahu,pulang sekolah nanti, Aku akan menjemput kamu, bunda menyuruhku untuk mengajak kamu membeli cincin Tunangan " Ucap nya
apa? cincin tunangan ?
" Iya aku tunggu " Ucap aleyna lalu menutup telpon nya .
***
Reyna dan susan pun mencari keberadaan Aleyna, sedari tadi ia mencari , namun tidak kelihatan batang hidung nya .
Tak lama kemudian, Alvaro pun datang mencari aleyna .
" Kalian lihat Aleyna " Ucap nya
" mau apa nyari Aleyna , Bukan nya kamu udah punya pacar baru " Celetuk reyna
" Ya varo, Kalau niat kamu untuk menyakiti Aleyna mending kamu menjauh deh " Ucap susan
" lagian Aleyna pun sudah di jodohkan dengan seorang dokter tampan " Ucap Reyna
" Yang pasti lebih tampan dari kamu " Ucap Susan
" Diem deh kalian ! " ketus alvaro
Tiba tiba Aleyna datang menghampiri mereka .
" Ada apa sih pagi pagi udah rame " Ucap nya
Alvaro langsung menarik tangan Aleyna menuju ruang Uks
Karena tempat nya sepi , ia tidak menyerah ingin mendapatkan ruang di hati Aleyna kembali.
" alvaro lepasin nggak! " Teriak aleyna
" alvaro, kamu mau bawa Aleyna kemana " ucap reyna dan susan .
Reyna dan Susan pun mengejar Aleyna namun Alvaro mengancam akan melukai Aleyna jika mereka menyusul nya.
" Kalian tidak usah ikut campur ! " Ucap Alvaro dengan tatapan Tajam .