
Setelah beberapa hari meninggal nya Ryan, Susan sudah jarang keluar kamar, Ia selalu mengurung diri di Kamar, Bahkan untuk sekedar mengobrol dan bertegur sapa dengan sang Ibunda pun dia enggan .
Mamah Santi memang sangat khawatir, mengingat Susan baru saja kehilangan seseorang yang amat ia Cintai .
Mamah santi Sudah berulang kali Membujuk Susan agar keluar dari Kamar nya, Namun Tidak di Gubris sama sekali oleh nya.
Sore ini,Reyna berencana akan ke Rumah Mamah Ratih, Sebagai Psikolog . Mungkin mamah Ratih bisa membantu Susan untuk Bangkit kembali, Mengingat Reyna dulu pernah Frustasi Akibat Perbuatan Dimas. Namun, kali ini Kasus nya berbeda, Kasus seseorang yang di Tinggal Mati oleh Kekasih nya, Sungguh mengharukan .
Semenjak Kemarin sore Mamah Santi meminta Reyna untuk menghubungi Psikolog, Agar Susan mempunyai semangat Hidup, Dan mampu menerima kenyataan kalau Ryan sudah tidak ada, Mamah Santi khawatir, Susan akan kehilangan Akal dan pikiran nya, Akibat Rasa Sedih yang begitu mendalam .
Sebenarnya Reyna ingin mengajak Aleyna untuk kerumah Mamah Ratih, Namun Reyna bilang ia akan langsung ke rumah Susan . Untuk membujuk Susan, Agar ia mau sekedar mengobrol atau makan dengan nya.
Dengan menggunakan Mobil matic berwarna merah milik nya, Reyna pun langsung melaju ke Rumah mamah Ratih, Setelah sampai perkarangan Besar milik mamah Ratih, Reyna pun Turun dan mendapati dr. Fandy sedang menyiram Tanaman, dengan menggunakan Celana pendek saja . Ia seperti bukan Dokter, Kini dalam penglihatan Reyna, Ia malah seperti tukang kebun, Namun Ketampanan nya Tidak akan hilang .
Reyna pun mengintip dari semak semak Tinggi, Ia Penasaran dengan Pribadi si Manusia Kutub itu, Yang sangat dingin Tanpa Senyum yang terlintas di bibir nya.
Sambil bernyanyi dengan Santai ,dr. Fandy pun menyiram Tanaman yang ia rawat sendiri. Aleyna merasa heran dengan sikap dr. Fandy, Ia termasuk orang yang Narsis juga, Bernyanyi sambil menyiram Tanaman, Bahkan menirukan Gaya menari Michael Jackson .
Sungguh di Luar Pikiran Reyna .
" Tapi, Di balik sifat dingin nya, dr. Fandy mempunyai segudang kasih sayang terhadap hal hal yang dia sukai, Aku semakin kagum dengan manusia Kutub itu, Tapi ihhh . . Apa sih Rey . Apa bagus nya, Cowok dingin pecinta Tanaman " Batin Reyna, Ia masih tetap mengintip dr. Fandy di semak semak belukar .
Tak lama, dr. Fandy pun menyiram Semak semak yang ada di Pinggir Tanaman Hias nya, Tiba tiba saja ia terkejut ketika Ada perempuan Yang menjerit karena Terkena Percikan Air
" Ihh Basah Tau " Ucap Reyna sambil meloncat loncat
"Jadi sejak kapan kamu mengintip ku " Ucap dr. Fandy sambil bergegas mematikan selang Air itu dan menghampiri Reyna
" Geer Banget sih!! siapa yang Ngintip, Jangan Asal nuduh Ya " Ucap Reyna, Padahal ia malu karena ketahuan mengintip
" Terus ngapain kamu, Ngumpet di Semak semak . Jangan jangan kamu sengaja Mau memandangi ku ?" Ucap Fandy, kini ia semakin menggoda.
" Aku kesini cuma mau bertemu dengan Bunda Ratih, Bukan sama kamu . Jadi ngga Usah terlalu percaya diri " Ucap Reyna sambil melipatkan kedua Tangan nya
" Sudah ketahuan ngintip, ngga mau Ngaku . Dasar Cewek Ganjen " Ucap dr. Fandy lalu menyemprotkan Air dari selang itu ke arah Reyna.
Reyna pun menjerit tatkala mendapat percikan Air yang dr. Fandy siramkan ke Reyna, Ia mengejar fandy karena ingin membalas dendam, Namun Badan nya Terpeleset lalu Reyna pun Terjatuh, Tak lama Fandy menangkap Tubuh Reyna .
Kini Mata mereka saling menatap, Tiba tiba saja Jantung Reyna ingin segera berhenti berdetak, Getaran nya semakin kuat .
Air dari Rambut Fandy pun menetes ke pipi Reyna dan menyadarkan nya lalu Fandy pun bergegas Bangun .
Baju Reyna sangat, Kotor dan Basah . Begitu Juga dengan Baju dr. Fandy
" Kan Baju aku jadi Basah dan Kotor kaya gini, Itu semua gara Gara kamu . kamu harus tanggung jawab " ucap Reyna sambil memarahi Fandy
" Bodo amat,Emang Aku pikirin " ucap Fandy yang berlalu pergi begitu Saja .
" Dasar Manusia Kutub, Menyebalkan " Ucap Reyna sambil berteriak .
Tak lama Bunda Ratih pun datang dengan membawa Handuk , dan menyuruh Reyna untuk mandi serta ganti pakaian . Namun, Semua Baju Bunda Ratih pun kebesaran di Tubuh Reyna, Terpaksa Ia harus memakai Baju dr. Fandy Kaos polos dengan warna Hitam, Dan Pendek .
" Aku masih dendam sama kamu " Ucap Reyna menatap Sinis ke Arah Fandy yang sedang mentertawakan Reyna
" Bisa ngga kalau ketawa ngga usah bikin Aku hampir diabetes, Gara gara ketawa kamu manis banget, Yampun Rey " Batin Reyna .
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Setelah bangun dari tidur nya, Aleyna pun terus bolak balik ke kamar mandi, Ia tidak tahan karena mencium bau yang menyengat, Yang ia tidak sangat sukai . karena indra penciuman wanita Hamil itu sangat sensitif . Ketika Adnan mendekatinya, Ia langsung mual . Ntah, Adnan yang bau, Apa memang bawaan bayi ya?
" Huekk .. Huek .. "
" Sayang kamu mual lagi ?" Ucap dr. Adnan sambil menghampiri Aleyna
" Mas Adnan, Pergi jangan deketin Aku,Kamu bau mas, Aku ngga Suka sama Bau nya kamu bikin Aku mual " Ucap Aleyna yang menghentikan Adnan untuk menghampiri nya .
" Masa sih, Aku Bau . Mas udah mandi, Sayang " Ucap dr. Adnan
" Pokok nya jangan deketin Aku, Aku Ga suka sama Bau nya Mas Adnan . Aku ngga suka, Mas Adnan pergi jangan di kamar " Ucap Aleyna yang mendorong Tubuh Adnan keluar .
" Sayang, Jangan Gitu dong " Ucap Adnan . Ia menghela nafas, Dan mencoba mengerti keadaan Aleyna yang sedang Hamil muda .
Aleyna pun mengunci pintu kamar, Dan Menutup Rapat Jendela, Ntah hari ini ia tidak suka dengan Bau di Tubuh Adnan, Ia bahkan menyemprotkan Parfum milik nya di seluruh Ruangan Kamar.
Adnan pun menuruni Tangga, Lalu memanggil Bi Nani, dan Pak. Yanto untuk menemui nya di Ruang tamu, Ada hal yang ingin ia Bicarakan dengan Mereka .
Bi nani dan Pak. Yanto pun datang menghampiri Majikan nya yang tengah duduk sambil menikmati segelas susu di Ruang Tamu .
" Permisi, Tuan Ada apa ?" Tanya Pak. Yanto
" Bi Nani dan Pak. Yanto, silahkan duduk " Ucap dr. Adnan
lalu mereka pun duduk dan sangat tegang, mereka sangat takut menghadapi Tuan Besar, Karena tiba tiba saja Tuan besar memanggil mereka .
Bi nani dan Pak Yanto pun mencium Aroma Tubuh dr. Adnan, Tubuh Adnan sangat lah wangi . Karena ia termasuk orang yang wangi . Namun, Aleyna bilang kalau dia bau ? dr. Adnan sempat terkejut mendengar perkataan Aleyna.
" Bagaimana ?" Ucap dr. Adnan
" Tuan wangi banget malah " Ucap Pak yanto dan Bi nani berbarengan .
" Aleyna bilang Saya Bau, Dan dia Tidak ingin Saya dekati " Ucap dr. Adnan merasa heran dengan istri nya itu.
Apakah seperti itu di namakan Ngidam ?
Ahh, Masa iya sampai menjauhi Adnan ?
" Tuan, Itu biasa nya bawaan Bayi, Karena nyonya lagi Hamil muda "Ucap Bi nani sambil Tertawa
" Jadi Aleyna Mual mencium tubuh saya ?" Ucap dr. Adnan lagi
" Iya tuan, kadang kalau di kampung saya itu, Kalau Nyonya Aleyna mencium tubuh suami nya di rasa bau, Kemungkinan besar Anak yang di kandung Nyonya Aley sangat mirip sama Ayah nya " Ucap Bi Nani
" Masa mau mirip saya bi, Atuh Bapak nya Tuan dokter " Celetuk Pak. Yanto
" Ya sudah . . Terimakasih , Kalian Boleh melanjuti pekerjaan kalian " Ucap Adnan
Tak lama Aleyna pun keluar, Ntah Ada angin Apa Aleyna menggunakan Make up sangat Tebal sekali, padahal dulu ia paling males kalau bermakeup, Karena Adnan sendiri menyukai Aleyna yang natural, Cantik dari hati nya.
" Mas, Kita ke rumah Susan yuk" Ucap Aleyna sangat manja .
adnan menatap Aleyna dari Atas sampe bawah .
" Ayo mas Adnan " Ucap Aleyna lagi
" Kemu tumben Make up ? " Ucap Adnab sangat heran
" Emang kenapa ? mas Adnan Tidak suka ya ? Atau Aku jelek ? " Ucap Aleyna
" Cantik sayang " Ucap Adnan ia tidak ingin berdebat dengan istri nya itu,Anggap saja itu bawaan bayi .
" Aku pake masker dulu mas, Habis mas Adnan bau " Ucap Aleyna lagi sambil mengenakan masker
Adnan hanya menggelengkan kepala nya, lalu mencium Kening Aleyna.
" Kalau kamu menjauh terus seperti ini, Aku mana tahan sayang " Ucap Adnan lagi
Aleyna malah sibuk memakan Ice cream yang ia beli tadi.
" Awas jangan Banyak banyak makan Ice Cream nya " Ucap Adnan
" Enak mas .Aku suka " Ucap Aleyna sambil menjilat Es cream milik nya .
" Dasar anak kecil " Ucap dr. Adnan sambil mengelus rambut istri nya itu, ia tidak sabar ingin menjadi seorang Ayah .
Setelah Sampai pekarangan Rumah Susan, Adnan dan Aleyna pun bergegas masuk, Dan rumah itu sangat lah sepi, Ia pun menanyakan Keberadaan Susan kepada ART nya, Dan Membawa mereka ke atas menuju Kamar Susan.
Di sana Susan sedang konsultasi dengan Bunda Ratih, Dan Reyna yang Berada Di samping nya, Segera Reyna keluar dari kamar itu, Dan mendapati Reyna Seperti Tukang Becak yang hanya mengenakan Kaos polos dengan Celana Kolor pendek milik dr. Fandy .
" Reyna, Ini kamu kan, Bukan tukang Becak ?" Ucap Aleyna merasa heran, Karena selama ini Reyna selalu memaki baju yang Feminim
" Sialan, Ini semua gara gara dokter sialan itu " Ucap Reyna yang terus ngedumel
" Saya Juga dokter loh " Sahut Adnan
" maaf dr. adnan, ini semua kerjaan dr. Fandy " Ucap Reyna merasa tak Enak hati .
" Susan Bagaimana ?" Ucap Aleyna yang membuka masker nya, Tiba tiba saja Reyna tertawa
" Tunggu dulu, Ini Aleyna Apa Biduan ?" Ucap Reyna sambil tertawa
" Ngga usah ketawa deh, Mas Aku di ketawain sama Reyna, Emang Ada yang lucu ya ?" Ucap Aleyna manja
" Ngga sayang, Hari ini kamu Cantik " Ucap dr. Adnan
" Iya aku sampai pangling " Ucap Reyna ia sangat mengerti mungkin ini yang di namakan bawaan Bayi.
***************
Tadi author bikin Nangis, Kali ini Author bikin Senyum senyum aja ya ππ
Terimakasih Karena Popularitas Cerita ini Sudah mencapai 1 M pembaca β€ Author jadi semangat buat nulis nya .
Love youβ€β€
Like dan Komen nya Ya para Readers β€