
Elea membuka kedua bola matanya ketika ia mendengar Alvin yang terus menggoyahkan tubuhnya.
Elea menggeliat, malas sekali ia beranjak untuk bangun apalagi tubuhnya sudah menempel di atas kasur empuk miliknya.
" El, bangun...."
Alvin terus berusaha, baru saja ia ingin mengambil segelas air untuk menyiram wajah Elea, akan tetapi Elea sudah berusaha membuka kedua bola matanya.
" Ada apa sih kak!" ucap Elea sambil mengucek kedua bola mata nya.
" Kamu harus tanggung jawab , gara- gara kamu Rangga yang jadi sasaran daddy, padahal ini semua ulah kamu!"
Alvin merasa kesal dengan Elea karena berulang kali elea nekat untuk mendekati Juno.
elea tidak menjawab ucapan Alvin, ia merasa mual , Elea langsung bergegas ke toilet yang berada di dalam kamarnya
Oe....Oe.....
" Elea, kamu kenapa?" Alvin mengejar Elea dan menunggu di depan pintu toilet, ia bahkan merasa aneh dengan sikap elea karena tiba-tiba saja ia mual.
" Elea jangan sesekali kamu berani membohongi kakak, apalagi untuk kencan dengan cowok seperti juno!"
Alvin terus mengoceh, ia ingin waktu di percepat agar bisa memberi pelajaran untuk Juno, ia tidak akan membiarkan Elea dekat dengan cowok playboy seperti Juno.
" Kak.... " ucap Elea dengan wajah pucatnya, ia keluar dari toilet dan menatap ke arah Alvin.
" Ada apa!"
" Siapa juga yang kencan sama kak juno." ucap Elea sambil melipatkan kedua lengan nya di atas perut.
" Nggak usah bohong, aku sudah mengetahui semuanya dari Rangga... "
" Dasar manusia serangga, maunya dia apa sih, sampai bilang ke kak alvin..."
Elea mendengus kesal, ia bahkan membaringkan tubuhnya kembali.
Alvin menarik tangan Elea, agar ia terbangun karena suasana sudah semakin genting, apalagi Alvin merasa tidak enak hati kepada Rangga karena ulah Elea.
" bangun dan jelaskan itu semua kepada momy dan daddy ataupun keluarga Rangga, aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman.."
" Tidak mau.... "
Alvin sudah semakin kesal, ia menarik lengan Elea dan memaksa elea untuk turun ke bawah menemui Rangga dan juga keluarganya.
" lepasin kak.... el nggak mau!"
" kali ini kamu keterlaluan el!"
" Kak alvin.... "
Alvin dan Elea pun bertengkar di atas tangga sampai membuat kedua keluarga yang sedang berbincang serius pun menghentikan obrolannya. mereka menatap ke arah Alvin maupun elea yang sedang bertengkar di tangga.
" Elea, alvin.... " Adnan memanggil kedua anak kembar nya, hati dan perasaan Elea nampak tidak tenang, apalagi ia melihat raut wajah Daddy yang tidak seperti biasanya.
" Iya dad!" ujar mereka secara bersamaan
" Katakan yang sejujurnya kepada daddy dan juga om fandy" bisik Rangga sambil mengarahkan tubuh Elea ke arah ruang tamu
Elea semakin merasa takut, tapi ia selalu mempunyai akal untuk menutupi kesalahan nya, ia sama sekali tidak ingin daddy menghukum nya kalau sampai daddy mengetahui elea sudah berkencan dengan cowok yang bahkan daddy belum mengenali nya.
" Elea sini duduk!" ucap Adnan yang menyuruh elea duduk di sampingnya.
" El, apa yang terjadi sebenarnya?" ucap Reyna yang merasa penasaran, begitupun juga Aleyna yang sibuk mengelus rambut panjang elea.
" gimana nih? jujur atau jangan?"
Elea merasa bingung, ia ada didalam perasaan yang sulit namun, Elea menatap ke arah wajah Rangga yang sedang duduk di depan nya bersama kak Alvin, ada ketenangan yang didapat dari mimik wajah Rangga bahkan ia sama sekali tidak merasa tegang dengan semua pembicaraan orang dewasa ini, elea juga tidak mengetahui rencana yang akan di lakukan ke depanya.
" ini semua gara-gara Rangga, kalau saja dia tidak datang dan menjemputku.... Ah sudahlah, aku akan memberikan dia pelajaran!"
Elea menggerutu, ia mendapatkan ide cemerlang ketika menatap wajah Rangga dan Rangga mulai menyadari tatapan mata elea yang begitu tajam, namun Rangga tidak meresponnya sama sekali.
" Elea jelaskan apa yang terjadi? kenapa kamu baru pulang dan apa yang terjadi antara kamu dengan Rangga?"
Adnan masih mendesak elea untuk mendapatkan jawaban yang pasti, karena dari tadi elea hanya terdiam.
" Mas, elea baru bangun" ucap Aleyna sambil mengelus rambut elea.
Elea mulai melayangkan aksinya, ia menatap ke arah Rangga maupun ke arah tante reyna dan om fandy.
" Rangga mengajak el, untuk pergi kencan! namun el menolak nya... "
Semua orang yang mendengar ucapan elea merasa terkejut, apalagi Rangga yang tiba-tiba saja membulatkan kedua bola matanya.
" Katakan yang sebenarnya, itu semua tidak benar... " ucap Rangga sambil berdiri
" Tenang dulu ga... "
Reyna dan Alvin menenangkan Rangga, sementara Fandy merasa shock karena baru kali ini, ada perempuan yang berani menolak Rangga padahal selama di Australia, banyak sekali perempuan yang selalu datang ke rumahnya hanya untuk bertemu Rangga namun sayang, Rangga menolaknya.
" Elea apa yang Rangga lakukan kepada kamu?" ucap Fandy yang merasa penasaran.
" duh, apa yang harus aku katakan!"
Elea merasa gugup, namun ia selalu pintar mengambil hati orang lain dengan keusilan nya.
" Ya gitu om, Rangga berani banget pegang tangan ku, tapi sayangnya aku menolak.." ucap Elea sambil tertawa
Fandy dan Reyna pun saling menatap, mereka merasa malu dengan Adnan maupun Aleyna karena anak bujangnya, sudah berani menggoda elea.
" Kamu tuh gila yah?" ucap Rangga sambil menunjuk elea, sementara Alvin mencoba menenangkan Rangga.
" Kamu lebih gila!"
" Tukang bohong.... "
" Ngga usah ngada-ngada... "
Sampai tengah malam, rumah ini sangat ramai dengan keributan antara Rangga maupun elea keduanya sama-sama tidak
Sebenarnya, sampai kapan Rangga dan Elea harus bertengkar seperti ini, sementara keduanya sudah sama-sama dekat, apalagi Adnan melihat ketulusan Rangga.
" Kalau kalian bertengkar terus seperti ini, daddy tidak segan menikahkan kalian berdua!" ucap Adnan yang membuat semua nya begitu tercengang.
Elea membulatkan kedua bola matanya, ia mencoba mencerna semua omongan yang di lontarkan oleh daddy nya, tidak mungkin elea menikah dengan Rangga sementara setiap bertemu mereka tidak pernah akur.
" Mas .... "
Aleyna mendekat ke arah Adnan, ia tidak ingin elea menikah begitu cepat apalagi mereka masih sekolah.
" Ya, kalau kalian ribut terus seperti ini, Papa dan juga om Adnan berencana akan menikahkan kalian secepat mungkin... "
Ucap Fandy yang sudah tidak kuat dengan kebisingan di pertengahan malam seperti ini
" Ogah.... " ucap Elea maupun Rangga secara berbarengan.
" Daddy, elea masih kecil begitupun juga Rangga, Alvin tidak ingin mereka menikah dini..." ucap Alvin yang protes dengan keputusan daddynya.
" Iya dad, el nggak mau nikah apalagi sama manusia seperti rangga... "
" Aku juga tidak ingin menikah dengan elea!"
" Aku nggak mau nikah... "
Elea merasa menyesal telah mengakui kebohongan yang bahkan malah menyudutkan dirinya, Elea pikir bisa memuaskan hati karena melihat Rangga akan menderita ketika ia berani mengajak elea keluar tapi sayangnya, semua itu malah menjadi bencana bagi elea.
" Omg... Aku tidak ingin menikah dengan Rangga... "
" Lebih baik kalian tidur, Alvin dan juga elea besok kalian sekolah... " Ucap Adnan yang tidak ingin membahas masalah seperti ini lagi.
" Kalau el tidur, daddy masih mau menikahkan el dengan rangga?"
" Keputusan daddy tidak bisa di ganggu!"
Ucap Adnan yang membuat semuanya begitu panik.
" Ah momy, el nggak mau nikah..." ucap elea sambil merengek dan memeluk aleyna.
" Daddy tidak serius sayang, momy juga tidak akan membiarkan kamu menikah muda. " ucap Aleyna.
" Kalau dalam satu semester nilai kamu jelek, daddy pastikan kamu akan segera menikah dengan Rangga.. "
" Begitu juga dengan Rangga, kalau sampai tidak bisa membanggakan Papa, terpaksa Papa harus menikahkan kamu dengan elea..."
Ada kesenangan di hati Rangga karena ia tidak perlu susah untuk mendekati elea karena ujung-ujungnya, Rangga akan menikah dengan elea namun, Rangga menyukai tantangan bagaimanapun mencintai elea adalah tantangan besar bagi dirinya.
malam sudah semakin larut, Fandy dan juga Reyna beserta Rangga pun pamit untuk pulang ke rumah, sementara masalah nya belum selesai.
sementara Elea dan Alvin sudah terkurung di dalam kamar, meski masih membuka kedua bola matanya, elea merasa bersalah.
" Senjata makan tuan!"
Niat hati ingin mengerjai Rangga, tapi malah kena batunya sendiri, elea juga tidak akan bisa mendapatkan nilai sempurna seperti kak Alvin karena otak dan kemampuan yang elea miliki tidak seluas kak alvin.
" Kak, aku harus bagaimana? aku nggak mau nikah apalagi sama rangga!" Ujar Elea sambil menghampiri kamar tidur Alvin yang terletak di sebelah kamarnya.
" Masih mending daddy menyuruhmu menikahi Rangga, coba saja kalau sampai daddy tahu, kamu dekat dengan Juno bisa jadi kamu akan menikah dengan juno dan aku tidak akan membiarkan hal buruk itu terjadi.".
Ucap Alvin dengan nada bicara yang tinggi. terlihat kemarahan di wajah alvin ketika ia mendengar nama juno.
" Kak, bantuin aku... " ucap Elea sambil merengek
" Bantu untuk apa el?"
" Bantu aku untuk mendapatkan nilai yang bagus, agar daddy tidak menikahiku dengan Rangga... "
" Aku bisa saja membantu kamu el, tapi apa kamu bisa menjauhi juno?"
Elea tiba-tiba saja terdiam, ia merasa bingung apalagi harus menjauhi Juno karena elea terlanjur mencintai juno.
" kamu nggak bisa kan menjauhi juno? Jadi jangan harap kamu bisa mendapatkan nilai bagus... "
Elea pun kembali menuju kamarnya, ia merebahkan tubuhnya sambil membuang semua pikiran nya tentang menikah dini, bahkan jam sudah menunjukan pukul 02.30 wib, sementara Elea masih memejamkan kedua bola matanya.
" Diantara dua pilihan yang sulit, apa aku harus merelakan perasaan ku untuk kak juno, atau menikah dengan Rangga?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Alhamdulillah doa dari kalian, author bisa kembali aktif update cerita.
Jangan lupa like dan komen serta vote, sebenarnya aku sudah siapkan beberapa bab cuma masih belum aku edit, kalau sudah selesai aku update langsung.