My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
season 3 - Cerita Saka



dokter langsung melakukan tindakan operasi, karena Elea bukan saja menderita usus buntu melainkan infeksi pada saluran pencernaan nya, ada benjolan besar berupa tumor di usus nya, yang harus dokter bedah angkat, dokter Adnan hanya bisa berdoa dan memastikan keadaan Elea baik-baik saja setelah usai operasi, ia bahkan mempercayai dr. Thomas Tan sebagai dokter bedah penggantinya. Dokter Adnan sudah cukup usia , ia bahkan memakai kacamata karena matanya sudah tidak bisa melihat dengan jelas.


Elea sudah memakai baju hijau untuk masuk ruang anestesi, agar Elea tidak tegang dan tidak takut. Aleyna hanya bisa menangis karena tidak tega melihat anak tercinta nya. Alvin juga ikut menemani Elea dan memberi semangat kepada Elea, agar bisa santai dan tidak tegang di dalam meja operasi. Meski bukan dokter Adnan yang melakukan tindakan akan tetapi dokter Adnan ikut masuk menemani Elea, ia tidak ingin ada kesalahan dalam tindakan operasi.


Elea sudah tidak sadar setelah jarum suntik itu menusuk kulit tubuh nya.


" Anakku sayang, tidak usah takut, Kamu anak yang kuat!"


****


Setelah hampir dua jam proses operasi usus buntu dan tumor usus yang diderita oleh Elea, Elea pun dipindahkan ke ruangan rawat dan menunggu pemulihan.


Aleyna sudah menunggu dan juga Alvin namun Elea belum sadarkan diri


" Mom, biarkan Elea beristirahat karena ia baru saja di bius total!" ucap Alvin.


" Momy merasa bersalah dengan Elea, begitu ia menderita dan terpuruk, momy selalu sibuk dengan bisnis." ucap Aleyna.


Memang selama beberapa tahun belakangan, setelah putus dari Rangga Elea bahkan tidak pernah makan dan dia selalu minum-minuman beralkohol, namun semenjak kedatangan Saka sebagai dokter psikiater, Aleyna merasa beruntung semenjak Saka datang di kehidupan Elea, Elea kembali ceria, ia bahkan melanjutkan kuliah nya di bidang perguruan, bahkan sampai sekarang Elea sudah menjadi guru dan pebisnis terkenal.


" Begitu berat mom, perjuangan Elea dan disitu aku sebagai kakak tidak ada di sampingnya!" ucap Alvin yang merasa bersedih ketika melihat Elea terbaring sakit dan lemah.


" untuk itu, Alvin memutuskan untuk melanjutkan S2 di sini saja mom!" ucap Alvin yang bersikap keras.


" Kenapa? "


" Mom, waktu itu hanya sebentar aku bahkan ingin menghabiskan waktu itu bersama Dady, Momy dan juga Aleyna" ucap Alvin sambil memeluk mamah nya.


Memang, selama beberapa tahun lamanya di London, Alvin tidak merasakan kebahagiaan dan kehangatan rumah, seperti sekarang. Dulu Alvin sangat menyesal tidak mendengar curahan hati Elea, padahal saat itu Elea sedang membutuhkan pertolongannya.


tak lama Saka datang dengan membawa tugas-tugas sekolahan yang harus di tanda tangani oleh Elea, namun setelah hendak masuk didepan pintu sudah ada momy Aleyna dan juga Alvin yang sedang mengusap air mata nya.


apa yang terjadi dengan Elea?


Mengapa mereka begitu bersedih?


Saka datang sambil mengucapkan salam.


" Saka?" ucap Alvin yang terkejut ketika Saka datang.


" Alvin, apa yang terjadi dengan Elea? Aku baru saja dapat telepon dadi sekolah untuk membawa tugas murid yang akan di tandatangani oleh Elea!" ucap Saka.


tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, Saka langsung mengikuti Alvin menuju taman. karena Alvin ingin menanyakan sesuatu dengan Saka.


" Elea baru saja selesai operasi, dan ternyata bukan usus buntu melainkan ada tumor besar di usus besar nya, sekarang Elea sedang beristirahat!" ucap Alvin nampak berkaca-kaca.


" Maaf, aku tidak mengetahui kalau jadwal operasi nya dipercepat..." Jawab Saka.


" Kamu menyukai Elea?" ucap Alvin sambil menatap wajah Saka, Saka bahkan terkejut ketika Alvin mengatakan hal itu.


Saka tidak bisa menjawab satu katapun, ia hanya tersenyum.


" Aku tahu jawabannya, di balik senyummu itu.." ucap Alvin.


Sampai membuat Saka menghela nafas.


" Aku berterimakasih karena kamu telah menjaga Elea selama elea dalam keadaan terpuruk, bahkan aku berhutang budi denganmu. "


" Tidak perlu berterimakasih. itu sudah kewajiban. " ucap Saka sambil tersenyum.


" Bagaimana bisa kamu mengenal Elea?" ucap Alvin nampak penasaran.


Saka menceritakan bagaimana pengalaman mereka bertemu dulu.


Dulu, Saka pulang dari kampus karena ada tugas yang ia berikan kepada dosen malam itu juga, Saka melihat Elea sedang berjalan sendiri di pinggir jalan , bahkan dengan tangisan , Elea menangis bahkan tangisan itu membasahi wajah nya, hujan turun dengan lebat nya untung saja ada Saka yang menolong Elea.


Elea hampir gila, bahkan sudah gila . Ia ingin mengakhiri hidup nya karena lelaki sialan yang meninggalkan nya.


Elea hampir ingin menabrakan diri ke mobil Saka, namun Saka dengan tepat menekan rem mobil nya. Saka terkejut dan berlari keluar mobil untuk memastikan kalau Elea tidak apa- apa.


" Memang, Rangga begitu bajingan!" ucap Alvin.


" Aku bercerita ini, bahkan Aku pernah menemani Elea ke club malam karena ia ingin mabuk, karena menurutnya dengan mabuk alkohol, semuanya hilang. "


" Aku bahkan yang menggendong Elea pulang ke rumah nya, tidak ada satu teman pun yang menemani Elea di saat Elea terpuruk!"


" Aku bahkan tidak ada niat untuk menyentuh Elea bahkan melukai nya, mungkin lelaki diluar sana bisa saja menyetubuhi Elea apalagi disaat Elea sedang larut dalam minuman beralkohol."


" lalu?"


" Aku bisa saja khilaf, apalagi Elea begitu cantik, namun ntah dalam hati tidak ada niat ku untuk menyakiti Elea,bahkan aku ingin melindungi nya!"