My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Kesalahan Fatal



Tak terasa hari sudah semakin siang, mereka tidur terlalu lama, sampai mereka di kelilingi oleh semua orang yang nampak khawatir dan mencari tahu siapa orang yang sedang memarkirkan mobil nya di pinggir jalan, Tak banyak juga kaum hawa yang berani menatap tiga dokter muda yang sedang tertidur namun, masih menggunakan penutup wajah nya, Banyak wanita yang mengelilingi mereka, Karena merasa penasaran, Akhir nya karena terlalu banyak suara dan kebisingan mereka pun terbangun dan nampak terkejut ketika melihat semua orang berkumpul di dekat mobil mereka, karena jalanan sangatlah ramai .


" Ternyata kalian masih hidup .. " Ucap salah satu warga dan Adnan pun terbangun dan memohon maaf karena merasa bersalah memarkirkan mobil nya di tempat ramai


" Mohon maaf semua nya, telah mengganggu perjalanan kalian, saya dan teman teman saya sangat lelah karena perjalanan sangat jauh, Sekali lagi saya minta maaf .. " Sahut nya


Namun, Fandy dan Daniel masih tertidur pulas sampai mereka tidak mengetahui kalau mereka sedang di kerumuni oleh banyak orang, memang kalau sudah tidur mereka tidak akan bisa di ganggu .


Kemudian Adnan pun melanjutkan perjalanan nya menuju Jakarta untuk kembali ke Rumah, Ia sangat merindukan Aleyna dan dua anak kembar nya , Ia merasa bersalah karena telah meninggalkan mereka untuk melakukan misi ini, Namun Misi nya tidak sia sia karena mereka berhasil menaklukan hati seorang Josephine yang sekeras baja.


Adnan pun menatap foto Aleyna yang terpampang di dalam dompet, ia mencium foto itu dan melintaskan senyuman kecil di sudut bibir nya .


" Aku merindukan mu, istri kecil ku .. "


Dan ia pun kembali mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena ia sudah tidak sabar ingin segera sampai ke rumah, Ia pun mengarahkan mobil nya ke arah Rumah sakit Raden Cipto karena Ia tidak mungkin mengantarkan Fandy dan Daniel pulang ke rumah masing masing, karena mereka juga membawa mobil yang di titipkan di parkiran rumah sakit sejak kemarin sore.


Akhirnya Daniel dan Fandy pun terbangun ketika Adnan membunyikan musik metal yang amat kerasa sampai membuat gendang telinga mereka rasa nya ingin pecah, ini kebiasaan Adnan untuk membangunkan mereka ketika di masa masa Koas dulu, kalau bukan dengan cara ini, mereka tidak akan bangun .


" Berisik ... " Ucap Fandy dengan suara serak khas bangun tidur nya


" kita dimana .. ? " ucap Daniel yang terkejut ketika ia terbangun dari tidur nya


" di surga .. " Ucap Adnan sambil tertawa


Akhirnya mereka pun beranjak dari mobil dengan wajah kusut dan rambut yang berantakan namun ketampanan mereka tetap saja menjadi sorotan di Rumah Sakit Raden Cipto, mengingat mereka dokter tampan idola para pasien dan pengunjung rumah sakit ini .


" Kalian turun dari mobil ku .. " Ucap Adnan karena sudah tidak sabar ingin segera pulang


" sabar dong.. Nyawa ku belum terkumpul semua, yang ada aura ketampanan ku berkurang nanti " Ucap Daniel karena ia baru saja bangun


Setelah mereka selesai cuci muka dan membersihkan diri, akhir nya mereka pun kembali pulang ke rumah masing masing dengan rasa rindu yang amat besar untuk permaisuri mereka, Yang semalam di tinggal pergi dan ijin, Terkecuali Fandy ia memang ada tugas di Rumah sakit jadi ia memang langsung bekerja , karena ia tidak ingin mengabaikan pekerjaan mulia nya.


Daniel pun membeli bucket bunga untuk Susan karena ia memang tidak ingin Susan marah dengan nya, Toh ini cara Jitu seorang Daniel untuk meluluhkan Susan agar ia tidak marah karena pulang terlalu lama dan tidak pamit kepada nya, Ia membeli Boucket bunga mawar berwarna merah tidak terlalu besar namun cocok untuk seorang Susan yang notaben nya feminim dan girly banget . Ia memang sudah sampai duluan ke rumah di banding Adnan. Karena Rumah Daniel memang tidak terlalu jauh dari rumah sakit hanya sekitar limabelas menit saja untuk sampai ke rumah nya . Ia pun memasuki mobil nya ke Area perkarangann rumah nya yang nampak sepi , segera dengan langkah pasti ia mengetuk pintu rumah nya dengan kencang, dan ia terkejut ketika ada seseorang berdiri di hadapan nya . Ia melontarkan senyum kecil nya ke Susan


" Ini untuk mu sayang ... " Ucap Daniel yang memberi Boucket bunga tersebut ke Tangan Susan dan ia tersenyum ke Arah Susan


" Kamu kira kekhawatiran aku bisa di beli pakai bunga ! "


" Kemana saja kamu! Semalam tidak pulang, atau jangan jangan kamu mempunyai wanita lain ! "


" Ambil bunga kamu,Aku ngga butuh bunga ini !"


" Kalau memang kamu tidak mencintai aku lagi, Lebih baik aku pergi dari rumah ini "


" Sayang ... Dengarkan penjelasan aku !"


" Aku kecewa sama kamu !" Ucap Susan yang langsung membanting pintu rumah nya dan mengembalikan boucket bunga itu ke Daniel karena ia merasa sangat kecewa .


Daniel berusaha mengejar Susan agar ia mendengarkan penjelasan Daniel terlebih dahulu, namun tetap saja Susan menghiraukan Daniel, ia sudah teramat kesal .


Sementara Adnan baru lah sampai di depan gerbang rumah nya, ia menunggu Security rumah untuk membuka kan pintu gerbang dan mobil sport itu melaju ke Area perkarangan rumah nya, ntah baru saja ia tinggal semalam, ia sudah merindukan suasana rumah nya, Rumah yang ia beli dengan hasil jerih payah nya selama bekerja. Tak terasa sudah hampir satu tahun ia dan Aleyna menghuni rumah ini .


" Baru pulang pak ... " Sapa Security yang tadi membukakan gerbang rumah nya


" Iya .. Ibu Ada di dalam .. ?" Ucap Adnan sambil membenarkan kerah baju nya , Yang ia maksud Adalah Aleyna .


" Ada pak .. " Jawab Security itu dan langsung tersenyum ramah kepada Adnan .


dengan langkah pasti, Adnan memasuki rumah nya dan menekan bel pintu rumah nya, Tak lama Bi Nani pun membukakan pintu rumah nya dan ia pun melontarkan senyum kepada Adnan , Dan dengan sangat sopan ia sama saja bertanya seperti Pak Yanto security rumah tadi , Adnan pun menanyakan keberadaan Aleyna dan Bi Nani pun memberitahu kalau Aleyna ada di kamar Alvin dan Elea. Lantas segera Adnan menaiki anak tangga satu persatu untuk sampai ke kamar anak nya, ia sudah sangat merindukan anak nya .


Adnan pun membuka kan pintu kamar Elea dan Alvin, benar saja Aleyna berada di sana sambil menggendong Elea yang sudah tertidur sementara Alvin sudah tertidur di kasur nya, Adnan mendekati Aleyna . Aleyna menatap tajam wajah Adnan ketika Adnan membuka kan pintu kamar Alvin dan Elea, ntah kamar ini berasa horor karena tidak ada suara sedikit pun dari kamar ini . kemudian Adnan mendekati Aleyna


" Sayang ... " Sahut Adnan ia hendak mencium Aleyna namun Aleyna menolak nya, ia pun memundurkan langkah nya .


Adnan pun merasa bersalah, ia tahu kode yang Aleyna berikan . Bahkan ia tahu kalau Aleyna sedang memendam amarah


" Daddy sangat merindukan Elea


dan Alvin .. " Ucap Adnan lalu mencium Elela yang sedang di gendong oleh Aleyna namun Elea tertidur, Alih alih ingin mencium Aleyna namun Aleyna menolak, Akhir nya Adnan melayangkan kecupan di pipi Alvin dan Elea.


" Sayang .. Elea kening nya hangat ?" Ucap Adnan ketika mengecup pipi dan kening Elea yang di rasa hangat menyengat .


Namun Aleyna hanya terdiam tidak menjawab satu persatu perkataan Adnan, Ia langsung memindahkan Elea ke kasur nya dan menyelimuti tubuh Elea dengan selimut tipis karena memang Elea sedang demam, bahkan Aleyna semalaman bergadang karena Elea terus menerus menangis ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, Karena ini pertama kali Elea demam, sedangkan Aleyna belum mengerti apa apa, wajar saja di usia nya yang baru menginjak delapan belas tahun ia harus mengurus dua anak bayi nya, bahkan ia sendiri tidak memakai jasa perawat, Aleyna ingin merawat Kedua anak nya sendiri tanpa perawat meski Adnan menawarkan nya namun Aleyna selalu menolak, ia di bantu oleh Bi Nani semalam karena Bi Nani cukup berpengalaman mengurus bayi, Ia hendak menghubungi orang tua nya namun, Orang tua nya sedang berada di luar kota sementara ia merasa canggung bila harus menelpon mertua nya. Namun, Sejak pagi tadi Tubuh Elea sudah mulai membaik dan sudah tidak panas seperti semalam, Tak henti nya Aleyna menangis karena di saat ia membutuhkan Adnan, namun ia tidak berada di samping nya bahkan ia tidak mengabari Aleyna sedikit pun itu mungkin yang membuat Aleyna kecewa dan malas berbicara sedikit pun kepada Adnan .


Aleyna pun menghiraukan ucapan Adnan yang terus bertanya, dan meninggalkan Adnan sendiri di kamar anak nya, Aleyna pun beralih menuju kamar nya kemudian Adnan mengikuti Aleyna memasuki kamar milik nya, Ia melihat Aleyna yang tengah berdiri di balkon kamar nya menatap langit cerah di siang hari, namun tidak terlalu panas . Adnan pun mulai mendekati dan memeluk Aleyna dari belakang .


namun Aleyna sempat meronta ingin melepaskan pelukan dari Adnan, namun tetap saja Adnan memeluk nya dengan sangat erat sampai Aleyna tak mampu untuk melepaskan pelukan itu, Adnan pun menyandarkan kepala nya di bahu Aleyna dan ia tidak ingin melepaskan pelukan nya itu.


" Maafkan aku .. ! "


Segelintir kata yang Adnan ucapkan namun terasa sangat sendu, Aleyna tak kuasa menahan tangis nya, Karena ia memang lelah semalaman tidak tidur bahkan pikiran nya terganggu karena semalaman juga memikirkan Adnan yang belum pulang, Itu yang membuat ia menangis . karena rasa cemas dan khawatir menjadi satu .


Adnan pun melepaskan pelukan nya dan mulai menatap wajah Aleyna yang sedang marah ,namun ia menghapus air mata nya yang menetes. Adnan semakin merasa bersalah .


" kamu masih ingat pulang !" Ucap ketus Aleyna


" Jangan berbicara seperti itu sayang !"


ucap Adnan yang hendak menggenggam tangan Aleyna namun, Ia menepis nya


" Kamu itu egois mas, Di saat aku dan anak anak sedang membutuhkan pertolongan mu, kamu sama sekali tidak ada di dekat aku ! " Ucap Aleyna


" Maaf sayang, karena Semalam mas .. " Ucapan nya terhenti ketika Aleyna mulai berbicara lagi


" Alasan apa lagi yang mau kamu ucapkan, Aku benar benar kecewa .. ! "


" Aku benci sama kamu ! "


" Sayang .. "


" Dengarkan penjelasan ku baik baik, Kamu jangan pergi gitu aja !" Ucap Adnan yang mengejar Aleyna yang tengah membereskan bantal serta selimut.


" Sayang kamu mau kemana .. "


" Aku atau kamu yang pergi dari kamar ini "


" Sayang .. jangan berbicara seperti itu, Aku ini suami kamu tidak sepantas nya kamu berbicara seperti itu !"


" apa! kamu bilang suami ? Suami macam apa! di saat Elea demam dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, kamu kemana ? kamu sibuk bahkan, kamu menonaktifkan nomor mu, kamu sengaja tidak memberi ku kabar , masih pantas di bilang suami !"


" Sayang .. aku tidak akan mau pergi dari kamar ini "


" Yasudah biar aku yang tidur di kamar tamu ! "


Adnan pun menarik lengan Aleyna agar Aleyna tidak keluar dari kamar ini, namun tetap saja Aleyna nekat .


" Kamu jangan pergi dari kamar ini, biar aku saja yang tidur di kamar tamu " Ucap Adnan yang mencoba mengalah , Untuk menjelaskan saja rasa nya ia tidak akan bisa karena Aleyna dalam keadaan emosi ia tidak ingin memaksa Aleyna untuk mendengarkan kejadian sebenarnya, karena kalau sudah emosi, Aleyna susah untuk di taklukan.


Dan Aleyna pun kembali menaruh selimut itu di atas kasur, ia membereskan nya . Namun ia pun mengambil kunci motor nya yang terletak di nakas dekat kasur nya, ia sudah lama tidak menggunakan motor kesayangan nya itu, hari ini ia ingin kembali mengendarai motor nya itu, dalam keadaan kalut nya, ia memang tidak bisa mengendalikan emosi , Dulu kalau Aleyna sedang di terpa masalah ia selalu mengendarai motor kesayangan nya agar mood nya bisa kembali. dan hari ini ia akan mengendarai nya .


" kamu mau kemana !" Ucap Adnan


" Kemana pun aku mau, aku akan pergi toh kamu juga seenak kamu pergi tanpa memberitahu aku !"


" Sayang jangan aneh aneh ! " Ucap Adnan yang mengejar Aleyna menuruni anak tangga


" Aku mau mengendarai motor ku, dan kamu tidak usah khawatir dan tidak perlu menanyakan kemana aku akan pergi !"


Adnan pun menarik tangan Aleyna namun Aleyna selalu menepis nya, Dan sampai di depan rumah Aleyna hendak mengeluarkan motor gede nya, memang dari dulu Adnan tidak menyukai kalau Aleyna membawa motor gede nya itu, karena ia takut membahayakan Aleyna . Dan memang Aleyna sangat susah di atur sampai Adnan kehabisan kesabaran untuk mengatasi Aleyna yang kekanak kanakan, Wajar saja ia menikahi gadis berusia delapan belas tahun, Baru kali ini Adnan kehabisan kesabaran untuk menghadapi Aleyna.


" Aleyna !!! " Ucap Adnan yang berdiri mencegah Aleyna untuk keluar, Kini wajah Adnan berubah dengan sangat dingin ,Bahkan ia memanggil istri nya dengan panggilan nama bukan lagi panggilan sayang.


" Aku suami kamu, Kamu tidak bisa pergi sesuka kamu, karena aku tidak mengijinkann kamu untuk pergi !" bentak Adnan


" Aku sudah sangat sabar menghadapi kamu ! "


" Dan kalau kamu nekat ingin pergi dan berpisah dari aku, silahkan kamu pergi ! Tapi, Jangan pernah temui aku lagi !"


Aleyna terdiam ketika melihat wajah Adnan yang nampak memendam rasa marah, ia bahkan membentak Aleyna dengan wajah sangar nya itu, Aleyna tidak bisa berkutik ia pun kembali menaruh motor kesayangan nya itu. Dalam lubuk hati , Aleyna tidak ingin kehilangan Adnan karena ia sangat mencintai Adnan, dan baru kali ini Adnan berani membentak Aleyna sampai Aleyna merasa luluh. Apalagi kalau sudah melihat kemarahan yang terlintas di wajah nya . membuat Aleyna merasa takut dan enggan untuk pergi, ia pun memasuk kan kembali motor kesayangan nya.


Dan ia kembali masuk menuju rumah dan mengunci kamar nya rapat rapat. Sementara Adnan mengunci motor Aleyna dan menaruh nya di garasi agar Aleyna tidak bisa mengambil nya lagi .Ini demi keselamatan Aleyna karena sedikit pun Adnan tidak ingin kehilangan Aleyna. Ia pun langsung memasuki rumah nya dan terdiam di tepi kolam renang, yang amat rindang dan sejuk ia memikirkan kembali bagaimana cara nya menghadapi sikap Aleyna, namun ia sendiri tidak bermaksud berbicara seperti itu, ia hanya terbawa emosi karena Aleyna sangat nekat ingin keluar mengendarai motor gede nya itu .


Guys... Author nulis nya degdegan ini :(


Gimana kalau sampai Aleyna dan Adnan bercerai ????