My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
tertangkap basah



Rumah Adnan nampak sepi ketika ia pulang, wajar saja karena Adnan pulang tengah malam, tepat disaat semua penghuni rumah sudah tertidur.


sudah berapa kali Adnan menekan tombol klakson mobil nya tapi tetap saja Security penghuni rumah nya malah tertidur dengan sangat nyenyak, sama saja seperti makan gaji buta, padahal Adnan menyuruh mereka untuk menjaga ketat rumah nya, tapi mereka malah tertidur, bahkan Adnan mencoba mengetuk pintu gerbang tapi tetap saja tidak ada respon sama sekali.


Adnan kembali masuk ke dalam mobil untuk menelpon rumah nya, tapi tetap saja tidak ada yang mengangkat telepon dari nya.


Keterlaluan, tidak ada satupun yang menyambut kepulangan ku.


Adnan menggerutu kesal, ia melempar batu kerikil tersebut ke arah ruangan security, dan apa yang di dapat hanyalah penyesalan, security tersebut nampak tidur dengan lelap.


mungkin kah aku memecat mereka ?


Adnan pun memarkirkan mobil nya tepat di depan jalan rumah nya, ia mencari ide untuk memanjat rumah nya, padahal Adnan ingin masuk ke dalam rumah nya sendiri tapi, ia seperti pencuri saja yang harus mengendap masuk ke dalam rumah.


Sebenarnya aku yang mempunyai rumah atau memang pencuri yang ingin mencoba masuk!


Ide berlian tercetus begitu saja di dalam otak nya, di tatap nya kamar di lantai dua tepat nya di balkon, tempat di mana Adnan dan Aleyna selalu bertukar pikiran, biasanya jendela kamar atas selalu terbuka dan tidak terkunci, mudah bagi Adnan untuk mencoba masuk ke dalam rumah nya, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Aleyna dan kedua anak nya.


Adnan pun melompat ke atas tembok besar yang membatasi perkarangan rumah nya dengan rumah tetangga sebelah kanan nya, ia berjalan sambil mengendap masuk ke dalam lantai atas.


Dengan gerakan yang sangat cepat, kebetulan Adnan memang dalam keadaan panik ia takut ada warga komplek yang melihat nya memanjat rumah milik nya sendiri.


" Aman" ucap Adnan setelah sampai di balkon atas kamar nya, namun ternyata Aleyna mengunci jendela yang terbuat dari kaca tersebut, Adnan nampak kesusahan untuk mencoba masuk ke dalam nya.


" Aleyna..... " ucap Adnan sambil mengetuk


jendela tersebut.


Sialan, bukan sambutan hangat tetapi penyesalan.


Namun, Satpam komplek memang sedang mengadakan ronda malam , dan selalu mengelilingi perumahan elit tersebut, karena sering sekali terjadi pencurian di tengah malam, sudah beberapa bulan ini satpam komplek selalu bergantian untuk mengelilingi perumahan elit tersebut dan memastikan semua nya aman.


Satpam komplek tersebut sudah sampai di depan rumah Adnan, ia menyoroti mobil yang parkir sembarangan di depan rumah besar milik keluarga dokter Adnan. Namun, mobil itu tampak kosong.


" Ini kan mobil dokter Adnan?" ucap salah satu satpam komplek tersebut.


" Tapi kok dokter Adnan tidak ada di dalam mobil nya? atau jangan-jangan ada pencuri yang masuk dan berani menyulik dokter Adnan?" ucap salah seorang satpam lagi


" Ngawur, pastikan dulu sebelum menuduh seseorang, bukan kah rumah dokter Adnan di lengkapi tiga security?" ucap nya


Satpam itu pun menyorot ke arah ruang security tersebut dan melihat ketiga security tersebut sedang tertidur dengan sangat nyenyak.


" Buset, itu mereka makan gaji buta?" ucap satpam komplek tersebut


" kalau gitu bahaya, jangan-jangan benar kata ku, ada pencuri masuk ke dalam rumah ini?" ucap nya


Sementara Adnan dengan kuat mencoba membuka jendela tersebut, dengan konci mobil nya perlahan namun pasti jendela itu nampak terbuka dan ia melihat sosok Aleyna yang sedang tertidur dengan di tutupi selimut, ingin sekali Adnan memeluk istri kecil nya tersebut karena ia sudah merindukan nya.


Namun, ketika Adnan hendak masuk ke dalam kamar nya, melalui jendela tiba-tiba saja satpam komplek tersebut mengetahui keberadaan nya, satpam komplek tersebut menyoroti Adnan yang mengendap masuk ke dalam rumah nya.


" Bahaya, ada pencuri masuk ke dalam lantai atas rumah Dokter Adnan ." ucap satpam tersebut


" Kerahkan semua satpam komplek yang sedang berkeliling, dan kita lapor komandan " ucap nya, lalu satpam komplek tersebut menghubungi komandan nya untuk segera datang ke rumah besar milik Adnan karena sudah ada beberapa bukti yang terduga ada pencuri masuk ke lantai atas rumah besar milik keluarga dokter Adnan.


" Siap laporan di terima!" ucap nya.


-


Adnan berhasil memasuki kamar nya, segera ia menutup kembali jendela tersebut, kamar nya nampak gelap karena Aleyna memang sengaja mematikan lampu kalau sedang tidur, dilihat nya sosok istri kecil nya yang sedang tertidur dengan memeluk bantal guling, membuat Adnan ingin sekali menggantikan bantal guling tersebut dan memeluk Aleyna.


Aku sangat merindukan mu istri ku....


Adnan pun mencopot jaket nya yang berwarna hitam, serta mencopot topi nya dan menaruh nya di tempat gantungan baju tak lupa ia mencopot sepatu dan jam tangan nya setelah selesai, ia menghampiri Aleyna yang tengah tertidur pulas.


Adnan mengambil bantal guling tersebut dan melemparkan nya sampai terjatuh ke lantai, dengan perlahan Adnan merangkul Aleyna ia mengelus rambut Aleyna dan mengecup kening nya.


*Salah satu alasan kenapa aku ingin cepat pulang, adalah ingin bertemu dengan mu, memeluk mu seperti ini.


kamu nampak cantik sayang,


meskipun sedang tertidur*.


Adnan terus mengelus pucuk rambut Aleyna, bahkan ia terus menggoda Aleyna dengan mencubit hidung nya.


Gadis kecilku,


apa kamu merindukan aku?


kalau aku tidak usah kamu tanyakan kembali, setiap jam setiap menit setiap detik kamu selalu membius pikiran ku, ntah kamu memang jago nya membuat aku selalu memikirkan kamu.


Adnan mulai mendekat kan wajah nya ke wajah Aleyna, di tatap nya bibir mungil milik Aleyna yang mampu menaikkan gairah erotisme Adnan, ia bahkan tidak bisa menahan nya, hembusan nafas Aleyna terasa di wajah nya, hangat dan menenangkan.


Adnan mengecup bibir Aleyna dengan sangat pelan takut Aleyna akan bangun dari tidur nya.


Namun, tanpa Adnan duga Aleyna membuka kedua mata nya, ia menatap seseorang yang kini sedang memeluk nya dan tubuh nya terasa hangat karena pelukan tersebut, dengan mata yang masih samar-samar Aleyna berteriak dan memukul lelaki yang kini sedang memeluk nya, ia takut ada orang lain yang mencoba masuk ke dalam kamar nya, karena Adnan tidak bilang sama sekali kalau ia akan pulang ke rumah malam ini juga.


" Siapa kamu?" ucap Aleyna yang mendorong tubuh Adnan hingga terjatuh ke lantai, Aleyna segera menghidupkan lampu nya.


dan menatap seseorang di balik kasur nya, ia menghampiri lelaki tersebut yang sedang kesakitan karena Aleyna mendorong tubuh nya dengan sangat keras sampai terjatuh ke lantai.


" Aw.... " rintih nya


" Mas Adnan?" ucap Aleyna nampak terkejut dan membulatkan kedua bola mata nya.


Ia menghampiri Adnan yang sedang menahan sakit


" Kamu tega sama Mas, memang nya kamu tidak mengenal pelukan hangat yang biasa Mas berikan ke kamu?" ucap Adnan sambil cemberut


" Mas, aku minta maaf. Aku bahkan takut orang lain yang masuk ke dalam kamar aku, lagi pula Mas Adnan tidak bilang kalau akan pulang malam ini juga" ucap Aleyna yang mengelus lengan Adnan


" Kan kejutan, gimana sih ?" ucap Adnan nampak kesal.


" Mas Adnan apa nya yang sakit?" ucap Aleyna meraba tubuh Adnan


" Hati ku yang sakit" ucap Adnan begitu kesal


" Mas, aku minta maaf" ucap Aleyna yang terus mengelus tubuh Adnan.


" Cium dulu, baru Mas maafin kamu" ucap nya


" Yang sebelah mana?" ucap Aleyna yang menggoda Adnan


" Berhenti menggoda ku, istri kecilku" ucap Adnan yang mengangkat tubuh Aleyna ke atas kasur.


Adnan memang sudah sangat merindukan Aleyna, ia bahkan tidak bisa menahan hasrat nya, ia menatap wajah Aleyna, mata mereka saling bertemu satu sama lain, di cium nya bibir mungil nan manis milik Aleyna.


" aku merindukan mu, sudah sebulan kita tidak bertemu, tapi kamu semakin cantik dan mempesona membuat ku ingin selalu berada di dekatmu" rayu Adnan dengan jari jemari yang mengelilingi leher Aleyna.


" Aku juga merindukan kamu, sayang" ucap Aleyna yang merangkul bahu Adnan.


-


Namun, di luar rumah Adnan nampak begitu ramai banyak sekali satpam yang berdatangan sambil menggedor pintu gerbang milik rumah dokter Adnan, mereka mengira ada maling yang masuk ke dalam rumah tersebut.


ketiga security rumah dokter Adnan pun terbangun dan segera mengecek keadaan di luar, mereka nampak terkejut ketika mendapati satpam komplek yang sedang ramai dan kumpul di depan rumah nya.


" Maaf pak, kami mendapati ada pencuri masuk ke dalam kediaman dokter Adnan" ucap Salah satu satpam tersebut yang melaporkan kejadian nya.


" tunggu, bukan kah ini mobil milik tuan Adnan?" ucap security tersebut


" kalau begitu lebih baik kita geledah saja rumah ini, sebelum pencuri nya kabur" ucap komandan


" Baik, kami takut ada pencuri yang masuk karena kelalaian kami" ucap security tersebut


Akhirnya mereka pun masuk ke dalam rumah besar milik dokter Adnan, dan rumah tersebut nampak ramai.


Security tersebut mengetuk pintu rumah Adnan, Bunda Widya pun mendengar keramaian tersebut, serta bi Nani dan Mirna yang memang tidur di kamar bawah, mereka mencari tahu dimana suara keributan tersebut.


" Ada apa Bi?" tanya Widya yang terbangun


" Saya juga tidak tahu Nyonya, seperti nya dari arah luar" ucap Bi Nani


" Itu Bu, suara dari arah pintu?" ucap Mirna sambil menunjuk ke arah pintu.


Mereka langsung menghampiri keributan tersebut dan ketika pintu rumah nya terbuka, mereka nampak terkejut karena satpam komplek sudah berkumpul di depan nya.


" Ada apa ini? mengapa ramai sekali?" tanya Widya yang nampak kebingungan


" Begini Bu, tadi saya melihat ada seseorang yang memanjat lantai atas rumah dokter Adnan, saya kira itu pencuri" ucap nya.


" Mana bisa ada pencuri masuk ke dalam rumah ini, bukan kah ada security yang menjaga?" ucap Bunda Widya


" Maafkan kami Nyonya besar, tadi kami ketiduran" ucap security tersebut


" Benar-benar keterlaluan, kalau sampai Adnan tahu rumah nya ada yang mencuri, kalian bisa di pecat!" ucap Widya tegas


" Nyonya, di lantai atas tepat di kamar non Aleyna, bibi takut terjadi apa-apa dengan nya" ucap Bi Nani nampak tergesa-gesa.


" Kalau begitu, bibi ke kamar Aleyna, pastikan dia baik-baik saja" ucap Widya


" Sekarang, biarlah security kami yang masuk dan memastikan kalau tidak ada pencuri di rumah ini" ucap Widya


" Baik, kami akan menjaga di luar " ucap salah satu satpam kompleks.


Widya dan Bi Nani serta Mirna pun berlari menaiki anak tangga satu persatu, mereka takut terjadi apa-apa dengan Aleyna, dan khawatir pencuri tersebut menyakiti Aleyna atau membunuh nya.


" Saya tidak akan tinggal diam kalau sesuatu yang buruk terjadi kepada Aleyna" ucap Widya dengan rasa cemas yang amat dalam


" Semoga saja Non Aleyna tidak apa-apa bu?" ucap Bi Nani


Setelah sampai di depan kamar Aleyna, mereka mendengar suara Aleyna dengan orang lain.


" Berhenti di situ, jangan mendekat. Aku mohon" ucap Aleyna ketika Adnan hendak memberikan cicak mainan yang ia temukan di dekat kamar kedua anak kembar nya. Aleyna mengira itu cicak asli, karena ia geli melihat nya.


Widya dan Bi Nani pun mendorong pintu kamar tersebut, hingga terbuka karena Aleyna lupa mengunci pintu kamar nya, ketahuilah itu salah satu kebiasaan Aleyna dari dulu.


Widya dan Nani nampak terkejut ketika melihat Adnan berada di kamar Aleyna, apalagi Adnan hanya menggunakan celana pendek saja, dan telanjang dada.


" Adnan?" ucap Widya nampak terkejut


" Bunda... " ucap Adnan dan Aleyna secara bersamaan


Aleyna langsung melemparkan selimut ke arah Adnan, untuk menutupi tubuh nya.


" Sejak kapan kamu pulang Nak, kamu tidak tahu di luar rumah terjadi keributan, katanya sih ada pencuri yang masuk ke rumah ini" ucap Widya


" Pencuri? apa benar ada pencuri bunda?" tanya Aleyna merasa terkejut


" Mereka mengatakan kalau pencuri tersebut berjalan mengendap ke arah balkon atas" ucap Widya


" Mas, apa kamu melihat pencuri tadi?" ucap Aleyna nampak ketakutan


" Adnan lah yang berjalan mengendap ke arah balkon karena security di rumah ini hanya makan gaji buta saja, Adnan sudah berapa kali membangunkan mereka, tetapi mereka malah tidur" ucap Adnan dengan menuangkan kekesalan nya.


" Jadi, satpam komplek tadi mengira Tuan adnan adalah pencuri? " ucap Bi Nani


" Lebih baik kamu jelaskan saja apa yang sebenarnya terjadi, karena di luar sudah terjadi kegaduhan" ucap Widya.


" Mas Adnan, kenapa sih nekat kayak gini, kan jadi salah paham semua nya" bisik Aleyna di telinga Adnan.


" itu karena aku sangat merindukan kamu!" bisik Adnan lagi, Namun Aleyna mencubit nya hingga Adnan merintih kesakitan.


" Sakit, sayang" ucap Adnan sambil merintih


" Rasain deh, lagian kamu pulang nggak bilang dulu sama aku, jadi nya kayak gini kan!" celoteh Aleyna


" Kalau bilang dulu, nanti kamu malah tidak bisa tidur" ucap Adnan


" Loh memang kenapa?" tanya Aleyna


" Pasti kamu akan mempersiapkan dirimu untuk menyambut kepulangan ku" ucap Adnan sambil tersenyum


" Ih sok tau banget" jawab Aleyna yang langsung bergegas pergi dan melempar baju ke arah Adnan.


Adnan pun meraih nya dan segera memakai baju tersebut lalu Adnan dan Aleyna ikut turun dan menjelaskan kejadian sebenarnya.


" Mohon maaf atas kesalahpahaman ini, Sebenarnya tadi, saya sendiri lah yang mengendap untuk masuk ke dalam rumah, karena security saya kerja nya hanya tidur saja" ucap Adnan dengan tegas menjelaskan semua nya.


Security itu pun merasa bersalah, mereka hanya menundukkan kepala nya dan menerima resiko yang akan Adnan berikan.


" Yasudah dokter Adnan, kami cuma khawatir terjadi pencurian karena beberapa hari ini, kami sedang menyelidik seseorang. Maaf telah mengganggu waktu nya" ucap Komandan satpam tersebut


" Tidak apa-apa, saya juga bersalah" ujar Adnan


" kalau begitu permisi dokter " ucap nya.


Mereka pun kembali dengan tugas nya masing-masing sementara Adnan memanggil ketiga security nya tersebut dan memberinya peringatan agar tidak bekerja sembarangan apalagi sampai ketiduran. Adnan tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali, kalau sampai terulang, Adnan tidak akan segan memecat ketiga security tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Guys, mohon dukungan nya dong Di Vote biar peringkat nya naik


Nanti author bakalan rajin update :)


Jangan lupa like, komen dan Vote