My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Janji



Setelah selesai melihat keadaan Bangunan " Rumah peduli sehat " yang sudah mulai berdiri , dr. adnan pun beranjak pulang sekitar pukul 18.30 wib . Ia terus menghubungi kekasih nya itu, lalu tidak ada respon, Handphone Aleyna Tidak aktif, ia sangat khawatir dengan keadaan sang kekasih .


Semenjak sore tadi, Aleyna bilang akan menginap di rumah salah satu sahabat nya itu, bahkan ia tidak pernah menonaktifkan handphone nya, Adnan semakin cemas .


Ia ingin segera sampai di Jakarta, Agar bisa melihat senyum yang terukir dari kekasih nya, Ia amat merindukan Aleyna .


Sesakali ia melihat wajah Aleyna yang terpampang jelas di walpaper depan milik Handphone Adnan, Semakin tak sabar ingin bertemu .


Tiba tiba saja Jalanan macet, ketika hendak melewati arah rumah Pak. Adnan .


Banyak segerombolan Anak Motor di sekitar Jalan danau sunter, Sehingga Macet .


Mata Adnan terus mencari Aleyna, Ia khawatir mengikuti Acara balap liar ini . Bagaimana tidak ?


Kedua mata adnan terbelakak ketika melihat Kekasih nya itu sedang bersorak ria di atas motor ,ntah atas dasar apa ?


Adnan menghampiri dan berdesak desakan dengan orang yang menonton balap liar ini . Ingin sekali ia, mendorong agar semua nya minggir dari kerumunan ini .


Adnan berdiri paling depan sambil melipatkan tangan nya, Tanda kemarahan pun muncul di mata Adnan . Ia kecewa dengan sikap aleyna yang ternyata tidak berubah . Ia masih tetap Aleyna yang nakal .


Mata adnan terus fokus, sampai Aleyna tersadar ketika reyna menarik jaket Hitam nya dan menyadarkan Aleyna akan kehadiran Adnan. Mata Aleyna membulat ketika mengetahui Kehadiran Adnan di tengah keramaian Orang dengan wajah yang amat marah. Tidak sedikit pun senyum terlihat di wajah nya.


Aleyna langsung turun dari motor lalu mengejar Adnan yang sudah pergi meninggalkan aleyna.


" Mas adnan " Ucap aleyna terkejut lalu berlari mengejar Adnan


" Mas tunggu mas " ucap Aleyna langsung berlari. Namun Adnan telah pergi meninggalkan dia .


Rasa kecewa Adnan begitu besar, mengingat Calon istri nya begitu nakal . yang bahkan ia sendiri tidak bisa merubah nya menjadi lebih baik lagi, padahal ia baru saja meninggalkan nya dalam waktu dua hari, akan tetapi Aleyna sudah tidak bisa terkontrol . Mobil sport Itu pun sudah sangat jauh melaju.


Dan Aleyna terkulai lemas .


Badan nya tersungkur setelah melihat dr.adnan dengan wajah dingin nya.


Semua penonton pun berhamburan pergi karena acara balapnya sudah selesai . Jalanan kembali sepi dan hanya ada Aleyna , reyna dan susan .


" Kamu baik baik aja kan ley " Ucap Susan sambil membangunkan Aleyna


" Aku nyesel sama diriku sendiri " Ucap Aleyna sambil menangis.


" Mas adnan pasti marah besar sama aku, Dia sendiri yang bilang kalau aku ngga boleh balap motor lagi, tapi aku sendiri yang nekat " Ucap nya lagi


" Sabar ley .Besok kamu jelasin semua nya . aku yakin, Dr. Adnan ngerti kok . Ini semua kamu lakukan buat bebas dari Kesombongan Dea " Ucap Reyna


" sekarang kita pulang yuk "Rayu susan


Pikiran Dr. adnan pun kacau, tatkala melihat orang yang ia sayang bersorak ria di atas motor sambil menikmati kemenangan .


dan melupakan janji nya dulu, kalau ia tidak boleh balap motor lagi .


Mobil sport itu pun berbalik arah ke tempat Tadi aleyna balapan, Benar saja Aleyna masih di sana dengan wajah yang murung dan terkulai lemas . Aleyna nampak menyesal .


Dr. adnan menghampiri nya lalu menyuruh nya pulang dan di antar oleh dr. Adnan .


Dr. adnan berdiri di hadapan Aleyna . dengan wajah yang masih dingin


" Sekarang pulang . Akan aku antar kalian pulang . Biar motor kalian akan Pak Rio selaku supir saya yang urus " Ucap dr . adnan dengan wajah dingin nya.


mereka pun masuk lalu di antarkan pulang ke rumah masing masing.


di dalam mobil tampak sunyi, tidak ada sedikit obrolan apapun dr. Adnan nampak kecewa berat terlihat dari wajah nya


Dan Aleyna masih terus murung


Sementara Reyna dan susan yang duduk di bangku belakang pun merasa canggung dan bersalah.


" Rey, aku jadi ngga enak nih sama dr. adnan " bisik Susan di telinga Reyna


" Kayak nya dr Adnan marah banget sama Aleyna " bisik reyna


Aleyna masih berusaha untuk menjelaskan, akan tetapi ini bukan waktu yang tepat, Ia tahu bagaimana dr. adnan, ia orang yang sangat tenang . Akan tetapi , sekarang Aleyna susah menebak hati Dr. Adnan ia masih tetap terdiam sambil fokus mengendarai mobilnya .


" Aku harap kejadian ini tidak berpengaruh untuk hubungan aku ke depan nya.


aku benar benar menyesal telah melakukan hal bodoh yang jelas jelas tidak di sukai oleh nya " Batin Aleyna


Setelah sampai rumah Reyna . Mereka turun dan Dr. adnan menahan aleyna agar aleyna pulang ke rumah nya, Ia khawatir akan melakukan hal yang bodoh lagi .


di mobil hanya ada mereka berdua .


dengan keadaan hening.


setiba nya di rumah Aleyna . Aleyna tidak bisa terus seperti ini, Aleyna langsung memeluk Tubuh kekar dr. adnan dan sambil menangis


" Mas, Jangan diamkan aku seperti ini .


Aku benar benar menyesal . Dan aku tahu mas adnan marah besar sama aku. Aku rela mas Adnan mau menghukum ku, atau menamparku . aku rela mas " Ucap Aleyna sambil terisak.


" Kenapa kamu membohongi aku . Aku benar benar kecewa ley " Ucap dr. Adnan sambil melepaskan pelukan aleyna


" Mas adnan aku benar benar menyesal " Ucap Aleyna sambil terus menangis


Dr. adnan menghapus air mata aleyna dengan kedua tangan nya Ia tidak tega melihat aleyna menangis akan tetapi dr. adnan butuh waktu untuk menerima ini semua .


" sekarang kamu istirahat . Ini udah malem " Ucap dr. Adnan sambil menghapus air mata Aleyna


" Tapi mas, aku ngga bisa istirahat kalau kamu marah kaya gini " Ucap Aleyna


" Janji untuk tidak mengulangi nya lagi, kalau kamu nekat seperti ini lagi, aku tidak tahu bisa bertahan atau tidak " Ucap adnan


" Aku janji Mas " Ucap aleyna sambil menunjukan jari kelingking nya, menandakan perjanjian


"masuk gih , sekarang kamu istirahat " Ucap dr. Adnan


Aleyna masih terdiam dan menyesali perbuatan nya .


dr. Adnan langsung memeluk aleyna dengan erat . Ia pun tidak bisa marah terlalu lama dengan calon istri nya itu, Akan tetapi jika ia dengan mudah memaafkan kesalahan Aleyna mungkin saja aleyna akan melakukan nya terus menerus ini ia lakukan agar Aleyna tidak nakal lagi, Bagaimana pun ini tanggung jawab nya karena Aleyna adalah calon istri nya.


*sebesar apapun kesalahan mu, akan aku maafkan . Akan tetapi, Aku butuh waktu untuk menerima nya ( Dr. Adnan )


Mamas adnan kalo lagi marah, Muka dingin nya keluar*