My Doctor Is My Husband

My Doctor Is My Husband
Suami Posesif



hayoo ketahuan ?


Tolong jangan di tatap terus, suami author 😛



kalau ini wajah Aleyna yang natural ☺️



Hari ini Aleyna akan kembali seperti biasa lagi yaitu ke kampus, sebenarnya ia ingin sekali mengambil kuliah di hari sabtu atau minggu, namun Adnan tidak mengijinkan nya karena dua hari itu, hari libur yang harus nya dia nikmati untuk di rumah.


Aleyna bangun dari tidur nya dan melihat Adnan sedang tertidur pulas, ia bahkan melihat baju nya sendiri yang sudah di ganti oleh Adnan, Aleyna semakin merasa kagum dengan Adnan karena ia begitu sabar mengurus Aleyna yang memang, kadang rasa pemalas nya muncul begitu saja.


Aku tidak ingin menyakiti mu, sayang


kau terlalu baik untukku ...


Aleyna langsung bergegas untuk mandi dan bersiap siap, tak lama ia mengunjungi kamar bayi kembar nya karena mereka sudah dari tadi bangun.


" Halo anak momy, sudah bangun ternyata." Ucap Aleyna sambil melayangkan senyuman ke arah dua bayi kembarnya


Alvin dan Elea pun melemparkan senyum dan tawa nya kepada Aleyna, ntah mereka memang sudah mengenal wajah Aleyna karena ia adalah ibu nya.


" Sayang .. " Ucap Adnan yang baru saja bangun dari tidur nya


" Mas, sudah bangun ternyata." ucap Aleyna


Adnan pun mencium pipi Aleyna dan ciuman nya beralih ke anak kembar nya, dengan wajah yang masih mengantuk dan tubuh yang masih lemas, namun Adnan memaksakan diri untuk mengantar Aleyna pergi ke kampus nya, karena Adnan ada jadwal kerja di siang hari, dan sekalin ia memang ingin bertemu dengan teman nya yang menjadi dosen di kampus Aleyna.


" Sayang aku antar kamu nanti!" Ucap Adnan sambil duduk di kasur kecil anak bayi nya


" iya mas, mandi dulu saja.Soalnya aku mau memandikan anak kita " Ucap Aleyna


Adnan pun hendak bergegas pergi namun, Aleyna memanggil nya


" Mas, jagain El dulu. Aku mau memandikan Alvin" ucap nya


Adnan pun kembali duduk di kasur kecil sambil bercanda dengan Elea, karena dari tadi Elea berisik dengan tawa nya sendiri.


" Kenapa sayang, daddy ganteng kan?" Ucap Adnan, Elea malah semakin kencang tertawa


" ba-ba-ba-ba" sahut Elea dengan gemas nya ia bahkan terus tertawa


" daddy beliin kamu baju panda, nanti di pake sayang ya" Ucap Adnan


" Ba...ba.."


" Iya baju nya lucu kok, sama kayak elea anak daddy yang lucu " Ucap Adnan sambil mencium perut Elea dan dia pun tertawa.


tak lama Aleyna pun selesai memandikan Alvin dan memakaikan baju semangka untuk Alvin, dia nampak menggemaskan. sekarang giliran Elea yang mandi, seperti biasa elea memang sering menangis kalau mandi, jangan sampai mirip dengan Aleyna yang sering malas untuk mandi, karena Elea begitu mirip dari segi wajah hanya saja dia memiliki hidung yang lebih mancung dan dagu yang panjang, memang Elea tidak seperti bayi chinese namun seperti bayi dari keturuna Eropa, namun tetap saja darah tiongkok mengalir di dalam diri Elea.


*


Setelah selesai sarapan dan mengurus kedua buah hati nya, Aleyna pun menitipkan El dan Al ke asisten rumah tangga nya yang sudah bekerja di keluarga Irawan selama sepuluh tahun, Bi Nani begitu di percaya oleh Adnan maupun Aleyna karena dia begitu baik.


" Bi, jangan keluar rumah ya, aku khawatir ada orang yang sengaja melukai anak kembar ku"


bi Nani pun menganggukan kepala nya dan menyetujui amanat dari Aleyna, karena memang ia tidak ingin hal buruk terjadi dengan kedua anak kembar nya.


Tak lama, Aleyna pun memasuki mobil Adnan bahkan ia belum sempat mengoleskan bedak atau lipstik di wajah dan di bibir nya karena sibuk mengurus buah hati nya.


Setelah memasuki mobil, Aleyna pun membongkar tas kecil yang berisi serum dan pelembab wajah serta bedak dan lipstik untuk ia pakai, baru saja Aleyna mengoleskan bedak di pipi nya, Adnan sudah menatap nya dengan tatapan sinis.


" Kamu dandan seperti itu? untuk siapa?" Ucap Adnan dengan wajah dingin nya


" biar lebih fresh sayang." Jawab Aleyna


" Aku tidak menyukai nya, kalau saja kau dandan sama saja kau mengundang pria lain untuk menggoda mu." ucap Adnan yang tiba tiba saja membuat Aleyna begitu heran.


Sebenarnya, apa yang terjadi dengan suami ku? tidak seperti biasa nya dia seperti itu?


Aleyna hanya diam dan menuruti keinginan Adnan, terpaksa ia menaruh bedak nya lagi ke dalam tas, lalu ia mengambil lip balm untuk ia oleskan ke bibir nya biar tidak kering.


" Apalagi itu?" ucap Adnan sambil menunjuk lip balm yang di pake Aleyna


" pelembab bibir saja, biar tidak kering? apa kau mau melarang nya juga ?" Ucap Aleyna sambil memberikan lip balm itu ke Adnan


" Lain kali, kalau mau pergi ke kampus kau tidak usah memaki make up atau sejenisnya, cukup seperti ini saja !" Ucap Adnan, yang membuat Aleyna begitu tertegun apalagi ketika Adnan membuang lipbalm milik Aleyna.


" Ayo lah, aku tidak menyukai wajah pucat ku yang seperti orang sakit saja" Bantah Aleyna yang terus memaksa .


" Untuk apa memakai itu semua? agar kamu terlihat cantik di depan pria lain? untuk menarik perhatian pria lain?" Ucap Adnan dengan sangat serius mengatakan itu kepada Aleyna, karena ia terus merengek seperti anak kecil


Huh! seperti nya memang Mas Adnan sedang Pms ? bisa bisa nya memarahi ku !


Aleyna pun hanya terdiam ketika Adnan mulai membentaknya, ntah Adnan memang tidak menyukai Aleyna berdandan untuk pria lain, ia hanya di perbolehkan berdandan hanya untuk nya saja, sebenarnya Aleyna tidak mengerti dengan maksud Adnan? bukan kah wanita di takdirkan untuk mempercantik diri, Aleyna nampak kesal dengan sikap posesif Adnan yang sudah hilang dan sekarang muncul kembali.


" kali ini saja kalau di bilangin ngga usah ngeyel, aku ngga mau kamu jadi bahan incaran cowok lain di kampus karena aku tahu bagaimana dunia kampus " Ucap Adnan dengan tegas, sementara Aleyna tidak menjawab sepatah kata pun ia hanya menundukkan kepala nya sambil mengikat rambut nya dengan karet rambut.


tak lama mobil Adnan pun sudah sampai di kampus Aleyna, ia malah masuk menuju parkiran mobil khusus mahasiwa padahal Adnan bukan lah mahasiswa di kampus ini, ntah apa maksud Adnan , memarkirkan mobil nya di area kampus kalau saja security tahu, dia pasti akan melarang nya.


Sebenarnya, apa yang akan di lakukan mas Adnan ?


Aleyna masih bingung dengan sikap Adnan yang berlebihan, ntah ada angin apa sampai ia mau mengantarkan Aleyna ke kelas nya padahal Aleyna bukan anak Tk atau paud yang perlu diantar sampai di depan pintu kelas.


" Mas, aku bukan anak kecil yang harus kamu awasi, ada hal yang lebih penting yang harus kamu urus daripada harus mengantrakan aku sampai di depan pintu kelas!" Ucap Aleyna sambil mendengus kesal


" Aku juga harus mengetahui siapa teman teman kamu sekarang ?" ucap Adnan lagi


" Mas, ngga usah lebay deh !" Ucap Aleyna


" Berhenti mengelak, karena aku akan melakukan itu sekarang juga." Ucap Adnan, ia mengambil masker wajah untuk menutupi wajah tampan nya, agar tidak menjadi pusat perhatian di kampus ini.


Aleyna mengehela nafas, bahkan ia sangat aneh dengan sikap suami nya yang posesif dan berlebihan menurut Aleyna, terpaksa Aleyna menuruti saja keinginan Adnan kalau saja Aleyna berani menolak nya, Adnan bisa marah dan akan menjadi perang besar lagi. Aleyna tidak menyukai keributan bahkan ia membenci perpisahan. makanya Aleyna selalu waspada kejadian yang dulu tidak ingin terulang lagi.


" Aku akan mengikuti mu dari belakang" Ucap Adnan yang membuntuti Aleyna dari belakang dengan mengenakan masker penutup wajah


Aleyna pun berjalan dengan cara perlahan,ia menatap ke arah kiri dan kanan. ia memang nampak takut karena diawasi oleh Adnan, namun ada keuntungan bagi Aleyna karena ia pasti akan di jaga oleh Adnan, namun ketakutan terbesar nya adalah kalau sampai Bima datang dan menggoda nya pasti akan jadi perang besar antara dia dan Adnan, semoga saja itu tidak terjadi.


dengan langkah ragu, Aleyna berjalan menuju kelas yang pertama di fakultas teknik, memang semenjak pertama kali masuk di kampus ini, nama Aleyna Irawan sudah sangat terkenal karena wajah nya yang cantik dan memikat semua mahasiswa di kampus ini, bahkan tidak segan ketika Aleyna nampak ragu melewati jalan yang berisi kumpulan anak teknik , Aleyna menoleh ke belakang untuk melihat ke arah Adnan, namun Adnan menyuruh Aleyna untuk melanjutkan perjalanan nya. di depan kelas fakultas teknik elektro memang ramai dan rata rata mahasiswa nya cowok, Aleyna melewati kelas tersebut dengan langkah ragu. tiba tiba saja mahasiswa itu bersiul memanggil nama Aleyna, dan beberapa mahasiswa lain nya mencoba menggoda nya. Mereka memang tidak mengetahui gerak gerik Adnan karena mereka menganggap Adnan juga mahasiswa di kampus ini karena banyak mahasiswa lain yang mengenakan masker penutup wajah jad tidak ada rasa curiga sama sekali.


" Aleyna .. " sahut segerombolan penghuni fakultas teknik elektro


" Sendiri aja ley , mau abang temenin nggak ?"


" Aleyna .. "


Aleyna pun mempercepat langkah nya, untuk menjauhi segerombolan mahasiswa centil itu, kedua tangan Adnan sudah mengepal ia emosi melihat tingkah konyol mahasiswa yang menggoda istri nya, ingin sekali Adnan menonjok mereka, namun Adnan tidak ingin membuat keributan di kampus ini.


" Mas ?" Sahut Aleyna sambil menoleh ke belakang, akan tetapi Adnan membuang muka dari alih pandangan Aleyna.


Ia pun kembali melanjutkan perjalanan nya, menuju kelas , Namun tiba tiba saja Sinta menghampiri nya .


" Ley, kamu tahu nggak! kemarin aku sudah susah payah menjelaskan semua tentang dirimu ke Kak Bima, kalau kamu sudah menikah, tapi Kak Bima sama sekali tidak mempercayai nya, ia malah berambisi ingin mendapatkan mu !" Celoteh Sinta tanpa menghiraukan orang yang ada di belakang Aleyna. Jantung Aleyna terus berdetak karena Adnan mulai menatap sinis wajah Aleyna. Ia merasa tidak enak hati dan tidak jujur kalau saja ada cowok lain yang menyukai nya.


" Aleyna, kamu kenapa diam saja ?" Ucap Sinta yang nampak penasaran


Aleyna pun menarik lengan sinta menuju kelas, namun Adnan masih mengikuti Aleyna, dengan hati yang panas karena di bakar rasa cemburu, sebenarnya apa yang di lakukan Aleyna selama ini .


Setelah Aleyna dan Sinta sampai di depan kelas, mereka terkejut dengan kehadiran Bima bersama gitar nya, ia menyanyikan lagu lagu yang membuat Aleyna begitu risih apalagi ada Adnan yang membuntuti nya.


mampus, apa yang akan dia lakukan? jangan sampai menjadi boomerang di dalam rumah tangga nya.


" selamat pagi Aleyna ku ?" Ucap nya sambil memetik gitar


Adnan hanya memperhatikan saja, ia bahkan menunggu waktu yang tepat untuk memberikan pria itu sebuah pelajaran agar tidak menggoda istri nya.


-


Bilakah dia tahu


Apa yang telah terjadi


Semenjak hari itu


Hati ini miliknya


Mungkinkah dia jatuh hati


Seperti apa yang kurasa


Mungkinkah dia jatuh cinta


Seperti apa yang kudamba


lantunan lirik yang di nyanyikan oleh Bima dengan sangat sendu, bahkan ia memberikan seuntai bunga mawar untuk Aleyna namun, Aleyna tidak menerima nya.


Adnan menunggu momen yang tepat, untuk memberikan pelajaran kepada pria yang berani mendekati istri nya itu, dan momen yang tepat ketika Bima selesai bernyanyi lalu hendak memberikan bunga kepada Aleyna, disitulah Adnan pun menghampiri Aleyna dan merangkul tubuh Aleyna dengan mesra nya.


Sinta nampak terkejut dengan kehadiran pria yang misterius tiba tiba saja merangkul tubuh Aleyna, namun Aleyna tidak menolaknya padahal sinta tahu betul dengan sikap jutek Aleyna.


" Terimakasih bunga nya." Ucap Adnan yang menerima bunga dari Bima


" tolong jangan mencampuri urusan aku dengan aleyna " Ucap Bima dengan tegas memperingati Adnan


Adnan hanya tertawa, bahkan ia melepas masker yang menutupi wajah nya.


" Kau salah menyukai seseorang, karena wanita yang kau sukai adalah istri ku " Ucap Adnan sambil merangkul tubuh Aleyna .


" Tampan sekali, jadi ini beneran suami kamu?" Ucap Sinta yang nampak terpukau dengan pesona Adnan.


" Apa benar? dia suami kamu ?" Ucap Bima dengan penuh rasa kecewa


" benar, dia suami aku. mulai detik ini kau jangan menganggu ku, karena aku sudah menikah " ucap aleyna dengan tegas sampai membuat Bima merasa sangat kecewa, bahkan ia pergi tanpa berkata kata, hati nya bagai di cabik cabik dengan sayat, ia bahkan amat terluka dengan semua pengakuan Aleyna.


" kau ikut aku !" Ucap Adnan menarik tangan Aleyna, bahkan ia sangat kencang menarik lengan Aleyna.


Sebenarnya apa yang akan Adnan lakukan dalam keadaan emosi seperti ini ?


Guys, ayo semangat buat Vote nya yah karena vote dari kalian membuat author begitu semangat ♥️