
Visual dr. Daniel Chandra Yen Sp.P
Dia Adalah seorang Dokter spesialis paru paru, Dia keturunan Tiong Hoa, Usia nya baru menginjak 28 tahun, Ia memang Sahabat dr. Fandy semasa kuliah dulu, Dan dr. Chandra sekarang single, Ia memang tidak sedingin dr. Fandy, dan juga tidak seramah dr. Adnan . Hanya saja, dr Chandra lebih Periang walaupun masalah hidup nya benar benar Rumit, Ia sendiri selalu menutup pintu hati nya untuk wanita lain, Ia rasa mungkin belum cocok dengan pilihan nya saja, Atau ia memang belum melupakan Lin Yu shen, Atau Yu shen mantan kekasih nya yang meninggal Akibat penyakit Leukimia .
Hari ini Daniel di Ajak oleh Fandy ke Puncak Bogor, Menuju Villa yang dekat dengan perkebunan Teh. Memang Villa ini sangat sederhana, Namun kerapihan nya Patut di Acungi Jempol, Villa ini sangat bagus dan Nyaman serta Asri karena Di kelilingi Pohon yang Hijau, Serta jauh dari Keramaian kota Jakarta .
dr. Fandy memang duluan berangkat ke Villa untuk memastikan bahwa Villa punya Almarhum Ayah nya masih Ramai atau tidak, Ternyata hanya Ada satu villa yang berisi dua kamar saja yang kosong, sementara Villa yang sebelah Barat masih Ramai di Kunjungi .
Sementara dr. Adnan baru berangkat dari Rumah, Ia bersama Istri dan kedua sahabatnya itu, Aleyna sangat senang ketika Dua sahabat nya mau ikut dalam Acara Baby moon nya.
Dan Fandy pun menghubungi Adnan kalau kamar di Villa mawar itu Hanya Ada 2 kamar yang kosong . Mau tidak mau sudah terlanjur, itu bisa di atur nanti, Tak hanya Ada acara Babymoon Saja, Mungkin Pihak resort Villa mawar telah menyusun beberapa Acara agar lebih terkesan .
Sementara Susan dan Reyna yang tengah duduk di kursi belakang hanya saling terdiam bahkan tidak Ada satu kata pun yang terucap dari mulut mereka, Suasana benar benar Sunyi, Tidak seperti biasa nya. Aleyna memaklumi Keadaan nya sekarang, Ia tidak bisa Ada di pihak manapun, Bagaimana pun mereka Adalah kedua sahabat Aleyna .
Sampai di Tengah perjalanan Aleyna memutar lagu Rnb Lagu yang biasa kedua sahabat nya dengarkan, Biasa nya mereka akan bergoyang di mobil, Namun kedua nya saling Acuh tak Acuh .
" Mas Adnan Masih jauh nggak " Ucap Aleyna karena merasa kikuk dengan Suasana ini
" 20 menit lagi sayang, Di depan juga macet " Ucap Adnan sambil fokus melihat Gps Lokasi yang Fandy kirim kepada nya .
" Reyna Susan kalian kok diem aja " Ucap Aleyna menengok ke Arah dua sahabat nya .
" Ngga Ley, Aku lagi Ngantuk aja " Ucap Susan yang pura pura mengantuk sementara Reyna memalingkan muka sambil memasang Headshet di telinga nya.
" Kalian Tidak bahagia ya Ikut Babymoon Aku " Ucap Aleyna
" Bahagia lah Ley, Kok kamu jadi Nethink gitu " Ucap Susan sambil menenangkan Hati Aleyna .
**************
Setelah hampir 20 menit Adnan dan Aleyna pun sampai di Villa Mawar puncak milik Fandy, Di sana sudah ada fandy dan daniel yang sedang menunggu kedatangan nya, Villa ini memang Tidak besar , dan Cukup untuk mereka .
Pemandangan yang Sangat Indah, Di Hiasi pohon hijau dan kebun Teh yang berbaris di sana .
Aleyna sangat menyukai suasana seperti ini, Dan ini baik untuk perkembangan Calon Bayi kembar milik Aleyna .
Ia sangat senang datang ke Tempat ini, Dan Adnan sendiri senang jika melihat istri nya senang .
Ia langsung di Sambut oleh Petugas Villa untuk membawa beberapa barang barang yang Ada di bagasi belakang milik Mobil Adnan .
Tak lama Fandy dan Daniel pun menghampiri mereka yang Baru datang .
Reyna membulatkan mata nya ketika ia menemukan sosok manusia kutub nya itu, Jadi ternyata Fandy ikut dalam Acara babymoon ini .
" Selamat datang di Villa mawar " Ucap fandy langsung memeluk Adnan .
" Tempat nya bagus dan Nyaman " Ucap Adnan sembari menatap Arah Villa ini .
" Gimana kabarmu dr. Adnan ?" Ucap dr. Daniel yang memeluk Adnan karena sudah lama tidak bertemu
" Baik daniel, Kamu sejak kapan di Jakarta " Ucap Adnan .
" Baru 2 hari, Maaf tidak datang ke Pestamu " Ucap dr. Daniel
" Kenalkan ini Istri ku, Nama nya Aleyna " Ucap dr. Adnan
" Hallo, Aku Aleyna istri sah dr. Adnan " Ucap Aleyna sambil menggandeng Tangan Adnan .
" Cantik sekali, Pantas saja kau tergila gila " Ucap dr. daniel sambil Tertawa
Sementara Reyna dan dr. Fandy pun hanya main mata saja, Mata Tajam fandy tak henti nya menatap Wajah cantik Reyna dan sesekali ia mengedipkan mata sebelah kanan nya, untuk menggoda Reyna, Dan benar saja Reyna mendengus kesal namun Senang juga.
" Aku rasa dr. Fandy mulai Cacingan " Batin Reyna ia mendengus kesal sambil memalingkan wajah nya Agar jauh dari tatapan Fandy .
Sementara Daniel sempat shock ketika melihat susan, Ia benar benar mengucek mata terus menerus karena merasa Heran melihat Susan yang sangat mirip dengan Wajah Yu Shen, Wajah kekasih nya yang meninggal .
" Yu shen ?" Ucap Daniel ketika menatap wajah Susan
" Maaf Aku Susan" Ucap Susan sambil menjabatkan Tangan nya
" Maaf, Aku salah orang . Nama ku Daniel " Ucap nya.
Akhir nya Mereka pun masuk ke dalam Villa itu dan mengatur Tempat tidur mereka. Terpaksa Adnan harus tidur dengan kedua teman nya yaitu Fandy dan Daniel. Dan di kamar satu lagi Ada barisan para cewek yaitu Aleyna , Reyna dan Susan .
Aleyna pun merebahkan Tubuh nya yang sudah lelah karena perjalanan tadi cukup lama .
Sementara Reyna membersihkan Tubuh nya ke kamar mandi, Dan susan membereskan semua Pakaian nya ke Lemari .
" San, Kaki aku pegel " Ucap Aleyna
" Mau Aku pijit ? Tapi ngga gratis " ucap Susan sambil tertawa .
" Aku mau Mas Adnan yang mijit Aku " Ucap manja Aleyna
" Jadi Aku harus panggil dr. Adnan gitu ?" Ucap Susan
" Iya sekalian Pedekate sama dr. Daniel juga boleh " ucap Aleyna sambil tertawa menggoda Susan
" Sialan !!! mentang mentang Aku jomblo " Ucap Susan sambil mendengus
" Siapa tau kan jodoh " Ucap Aleyna lagi
" ih Nyebelin Banget " Ucap Susan sambil membantingkan Tubuh nya ke kasur .
" Rey " Ucap Aleyna
" Kalian jangan marahan kaya gini lagi dong, Aku jadi pengen nangis, Kalian tahu kan . Ibu hamil sangat sensitif . Kalian bisa ngga sekali ini Aja bikin Babymoon aku ini berkesan " Ucap Aleyna merasa sangat sedih melihat kedua Sahabat nya saling Acuh tak Acuh .
" Rey Aku minta maaf kalau Aku salah selama ini, Aku harap aku masih punya kesempatan untuk bisa bersama seperti ini, Karena Aku Takut Esok atau lusa Umur ku tidak panjang lagi, Sementara Aku masih punya beban di hidupku " Ucap Susan sambil menghampiri Reyna , Susan memang dewasa pemikiran nya di Banding Reyna, Karena Reyna Termasuk orang
yang keras kepala .
Reyna pun langsung memeluk Susan dan menangis
" Aku juga salah San, Aku benar benar Egois hanya mementingkan Diriku saja " Ucap Reyna sambil memeluk Susan
Aleyna pun menghampiri Mereka yang sedang berpelukan,Ia amat terharu melihat kedua sahabat nya bisa Akur kembali . Pemandangan yang sangat menyejukkan hati.
" Aku senang melihat kalian seperti ini lagi, Aku sangat sayang kalian " Ucap Aleyna kemudian Mereka beralih memeluk Aleyna
" Aku sayang kamu juga Ley sama calon bayi kembar kita " Ucap Reyna
" Udah ah kita jangan Melow kaya gini, Kan kita mau Have a Fun di sini " Ucap Susan .
Sementara Adnan memasuki kamar Aleyna dan memijit kaki istri nya itu, Ia benar benar merawat istri nya dengan baik . Adnan tahu apa yang di Rasakan istri nya itu, Karena mengandung bayi kembar itu tidak lah mudah, Banyak Rintangan Yang harus di hadapi .
Reyna pun mencari signal ke luar Villa karena ia ingin menghubungi mamah nya, yang sedang sibuk bekerja di luar kota, Ia rencana akan pulang hari ini,Namun Reyna tidak berada di Rumah, Ia terus sibuk memperhatikan layar ponsel sampai tidak sadar ia menabrak seseorang lalu badan nya Terjatuh ke pelukan orang itu,Tak lain adalah Daniel .
" Maaf dr. Daniel Aku benar benar Tidak melihat mu " Ucap Reyna lalu mata nya tertuju ke Mata Daniel .
" Tidak apa apa . Saya permisi " Ucap Daniel lalu beranjak pergi .
Sementara Fandy hanya menyaksikan nya dari kejauhan, Ia ingin sekali menarik tangan Reyna karena sudah kecentilan dengan Daniel .
Setelah Daniel pergi ia langsung Menarik Tangan Reyna, Ia benar benar kesal menyaksikan kejadian tadi. Ketika Reyna jatuh di pelukan Daniel .
" Aw .. Lepasin nggak " Ucap Reyna merintih kesakitan ketika Fandy menarik Tangan nya .
Fandy menyenderkan Reyna ke batang Pohon dan mendekati Tubuh Reyna.
Kedua mata nya Fokus menatap Reyna dengan sangat Tajam.
" Kamu Ganjen banget jadi cewek " Ucap Fandy begitu Emosi
" Aku Ganjen ? Apa sih " Ucap Reyna merasa Risih dengan Perkataan Fandy
" Ganjen dan Kecentilan. Suka banget ya Nempel ke cowok lain " Ucap Fandy kini Emosi nya sangat Naik .
" Aku ngga ngerti sama Kamu Manusia Kutub . Kenapa sih menilai seseorang itu Hanya dengan Satu mata saja, Dasar menyebalkan " Ucap Reyna yang ingin beranjak Pergi namun tertahan Karena Fandy menahan nya.
" Lain kali ngga Usah kaya gitu " Ucap Fandy sambil meredamkan emosi nya.
" Terserah Aku dong, Mau Sama siapa kek, Mau pelukan sama siapa juga Toh ngga Ada hubungan nya sama kamu kan ? Kan Aku jomblo . Kamu ngga Ada Hak buat ngatur Aku " Ucap Reyna sangat Membuat Fandy menjadi Kikuk .
" Ya Aku ngga suka aja sama cewek Ganjen . Apalagi kamu mau berjinah Di Villa ku " Ucap Fandy terbata bata, Ia menyembunyikan Rasa cemburu nya . Kini Keringat Nya keluar dari Pori pori wajah nya. Padahal suasana disini sangat Sejuk
Memang nya Aku Siapa nya dia .
Bisa bisa nya Aku tidak bisa mengontrol diri .
" Bodo Amat!!! Aku ngga perduli " Ucap Reyna sambil mendorong tubuh kekar fandy .
" Kamu mau kemana ?" Ucap Fandy
" Bukan Urusan mu " Ucap Reyna lalu bergegas pergi meninggalkan Fandy sendiri .
Reyna langsung berlari dan masuk ke dalam Villa itu , Ia benar benar Tidak paham dengan sikap Fandy yang seolah mengekang nya, Padahal dia siapa nya Reyna ?
Bisa bisa nya Fandy bersikap seperti itu .
Namun, Disisi lain Jantung Reyna tidak bisa berhenti berdetak, Ia masih gemeteran dengan sikap Fandy seperti itu .
Apa benar dr. Fandy cemburu dengan kejadian tadi ?
Ahh,Tidak mungkin . Reyna tidak ingin Halu, Ia masih mempunyai Harga diri, Tapi Harga diri macam apa, karena setiap Fandy dekat dengan nya , Reyna tidak perduli dengan Harga diri . Tapi, Sikap Fandy itu sangat berlebihan, Bisa bisa nya menuduh Reyna Cewek Ganjen, Padahal dia tidak tau Kejadian nya seperti Apa .
" Kamu dari mana Rey ?" Ucap Susan sedari tadi mencari Reyna
" Aku Habis nyari signal cuma , Jaringan nya Susah di sini " Ucap Reyna .
" Aku jadi Nyamuk disini " Ucap Susan sambil menunjuk Aleyna yang sedang di pijit oleh suami nya dengan sangat mesra .
" Aku capek, Aku mau kawin aja " Ucap Reyna ketika melihat ke Arah Aleyna
" Anjiirrr. . Kawin sama kebo sana " Ucap Susan sambil tertawa.
" Nasib nasib Jadi Jomblo wati " Ucap Reyna sambil menepuk Jidat.
" Nasib nasib Ngga jadi Kawin " Ucap Susan Sambil melipat kan kedua Tangan nya.
Aleyna dan Adnan hanya Tertawa melihat Tingkah kedua sahabat nya itu. Ia sangat senang melihat kedua sahabat nya Akur kembali, Dan ia ingin Kedua sahabat nya seperti ini Terus .
Like dan Komen dong😁
makin seru loh 👍
Jangan Lupa VOTE DAN SHARE ke Teman teman kalian yak ❤