
Dokter Pram mengajak Elea untuk masuk ke rumah nya, meski sedikit ragu dengan langkah pelan Elea mulai menampakkan kaki nya, namun kepala nya terasa sangat pusing, mata nya pun kunang-kunang Elea terlalu lemah untuk berjalan, baru melangkahkan satu kaki saja tubuh Elea lemas.
Brrrrrrughh......
Elea terjatuh, dan membuat Dokter Pram terkejut, ia langsung membawa Elea masuk ke dalam rumah nya. Sebagai dokter, Dokter pram tidak nampak panik hanya saja ia terkejut karena tiba-tiba Elea terjatuh.
" Ayah, ada apa?" ucap Saka, anak tunggal dari dokter Pram.
" Siapkan kamar untuk Elea!" ucap Dokter Pram, Saka menaikkan alis nya, ia curiga dengan wanita muda yang di bawa oleh Ayah nya, Saka berpikir kalau Elea adalah wanita simpanan atau memang selingkuhan Ayah nya.
Dokter pram membaringkan tubuh Elea di kamar tamu, ia melepas sepatu Elea dan memberikan Elea sedikit minyak beraroma mint untuk menghangatkan pernafasan nya.
Saka memperhatikan dengan sangat detail bahkan rasa curiga dan penasaran itu muncul begitu saja.
" Jangan bilang kalau wanita ini simpanan ayah!" ucap Saka tanpa basa basi.
" Halah, ndas mu..." ucap Dokter Pram sambil menarik rambut Saka yang memang panjang nya sebahu, ntah Saka sangat menyukai rambut panjang nya itu, padahal Ayah nya sudah geram ingin memotong rambut nya itu.
" Wanita ini, nama nya Elea. Dia anak dari dokter Adnan, dan Dokter Adnan sendiri pemilik rumah sakit swasta tempat ayah bekerja." ucap Dokter Pram.
Saka memperhatikan Elea yang tengah berbaring di kasur, dan melihat baju dan rambut elea yang basah dan kusut.
" Sepertinya wanita ini bermasalah, kalau tidak untuk apa, Ayah membawa nya ke rumah!" ucap Saka sambil menatap heran.
Dokter Pram menarik lengan baju Saka untuk segera keluar dari kamar, agar Elea bisa mengganti pakaian dan beristirahat dengan tenang.
" Biarkan Elea beristirahat, Ayah juga berpikir kalau Elea memang sedang ada masalah, nanti Mama yang akan mengurus Elea, dan Ayah akan segera menghubungi orang tua nya..." ucap Dokter Pram sambil meninggalkan Saka yang masih penasaran dengan Elea.
" Sebenarnya, siapa wanita itu dan apa yang ia lakukan, apa jangan-jangan dia memiliki keterbatasan mental?"
Pikiran Saka mulai ngaco, sebagai mahasiswa di jurusan psikologi, Saka Ardya Pramono memang sering sekali menjadi tempat curahan teman wanita nya, tapi Saka sendiri terjebak dan larut dalam suasana.
Setelah memperhatikan Elea, memang Elea sedang memiliki banyak masalah, bukan berarti Saka bisa membaca pikiran seseorang, tapi Saka bisa melihat dari gestur nya.
" Ah sudahlah, bukan urusan ku..."
Saka kembali duduk di ruang tamu dengan laptop yang masih menyala, sebagai mahasiswa akhir semester, ia memang sedang sibuk mengurus skripsi, jadi sedari tadi banyak sekali gangguan dari orang rumah,sampai ia menunda nya.
" Rangga....."
" kamu jangan pergi Rangga..."
" Rangga...."
" jangan tinggalkan aku..."
" Rangga..."
Elea terus menyebut nama Rangga, bahkan saat istri dari Dokter Pram selesai menggantikan pakaian nya, Bu dewi selaku istri dokter Pram merasa terkejut ketika Elea terus berteriak memanggil nama seseorang bahkan ia nampak menjerit dan histeris sampai Bu dewi tidak bisa mengontrol tubuh Elea.
" Ayah...."
" Saka, tolong!"
Mendengar suara mama yang meminta tolong,Saka langsung menutup laptop dan segera berlari menuju kamar tamu, sedangkan ayah tidak mendengar karena ia sedang membersihkan diri di kamar mandi.
" Ada apa Ma..." ucap Saka, ia langsung berlari dan melihat Elea yang menjerit sambil menjambak rambut nya sendiri.
" Saka tolong wanita ini, sedari tadi ia menjerit, bahkan menolak makanan yang hendak mama kasih!" ucap nya.
" Kamu tenang ya, apa yang kamu rasakan saat ini..." ucap Saka dengan sangat lembut,meski penampilan nya sangar dan tubuh nya yang kekar.
" Aku nggak mau putus, aku nggak mau...." ucap Elea sambil menangis terisak bahkan melempar bantal yang ada di kasur, sampai membuat istri dokter Pram ketakutan.
" Lebih baik mama pergi dan beritahu Ayah..." ucap Saka, lalu Dewi pun pergi untuk menemui Dokter pram.
Saka mencoba menenangkan Elea, ia memegang erat kedua tangan elea namun Elea menggibas nya bahkan menolak nya.
" kalau kamu tidak ingin menceritakan semua nya, tidak apa-apa aku tidak ingin memaksamu, tapi tenang lah..."
ucap Saka dalam kehangatan dan kelembutan.
Elea tidak bisa berhenti menangis, bahkan sudah banyak tissu yang ia habiskan untuk mengusap air mata nya, bahkan Saka masih ada di samping Elea.
" Menangis sesuka kamu, kalau memang itu yang kamu ingin lakukan, tapi jangan pernah menyimpan semua masalah sendirian, karena semua masalah pasti ada jalan keluar nya..." ucap Saka.
" Kamu siapa? kamu tidak pernah tahu apa yang aku alami sekarang?" ucap Elea sambil terisak.
" Aku Saka Ardya Pramono, kalau di rumah aku biasa di panggil Saka tapi kalau di kampus, teman teman memanggil ku Ardy..." ucap nya dengan senyum tipis nya itu.
" Aku benci kamu..." ucap Elea begitu saja sampai membuat Saka begitu terkejut.
" Apa alasan kamu membenci ku, bahkan kita tidak saling kenal?" ucap Saka begitu heran.
Elea beranjak dari tidur nya, ia menatap sinis wajah Saka yang tengah berdiri di hadapan nya.
" Karena semua lelaki itu pengecut, semua lelaki itu penghianat, semua lelaki itu sama saja...." ucap Elea lalu beranjak pergi dari kamar.
Saka nampak bingung dengan ucapan Elea, apalagi setelah Elea mengucapkan kata benci.
" Apa jangan-jangan wanita itu sedang patah hati? lalu dia depresi dengan keadaan sekarang, seolah dia merasa orang yang paling terkhianati?"
Saka menghela nafas lalu hendak menyusul Elea , ia takut hal buruk akan terjadi kalau saja Elea di tinggal sendirian dalam keadaan depresi. Ia takut akan kejadian yang tengah menimpa teman nya.
.
.
.
.
.
Saka Ardya Pramono

Seorang mahasiswa akhir, Jurusan Ilmu Psikologi, jadi author munculin Saka atau Mas Ardy di season ini untuk membantu Elea dalam menghadapi hari hari tanpa Rangga, Selain karakter nya unik dan dewasa serta tidak mudah marah, Mungkin Mas saka atau mas Ardya ini bisa jadi cocok dengan Elea,
eiittts,,,
pasti kalian nggak ikhlas ya, tenang saja. semakin banyak kejutan.
btw Vote dan komen author juga bakal munculin Rangga dan Alvin versi Glow up nanti.
Pasti bikin meleleh.