
Rangga dan tim lainnya sudah berkumpul di area lapangan dekat sungai, Rangga menoleh ke arah belakang, namun ia tidak menemukan wajah cantik nan manis dari Eleanor, bahkan perasaannya nampak tidak tenang karena ia tahu Elea dan kedua sahabatnya sangat ceroboh bahkan melakukan tindakan tanpa berpikir terlebih dahulu.
Rangga berniat ingin menyusul Elea, ia melangkahkan kaki nya, namun tiba-tiba saja Nadine menarik lengan Rangga dan menyuruh Rangga untuk kembali ke barisan awal.
" Rangga, kamu mau kemana?" Ucap Nadine yang menahan Rangga untuk pergi
" Bukan urusan kamu!" Jawab Rangga dengan wajah yang sangat dingin.
" Tapi, sebentar lagi kita berangkat menuju garis terakhir!" Ucap Nadine yang terus menarik lengan Rangga
" Lepaskan tanganku! Kamu tidak berhak untuk memaksaku..." Ucap Rangga yang menepis lengan Nadine, dan membuat Nadine begitu terkejut dengan sikap Rangga, karena baru kali ini Nadine mendapatkan sikap yang kurang enak di hati, apalagi Rangga cowok yang dia suka.
Karena merasa malu dan kesal akhirnya Nadine kembali ke barisan menyusul kedua temannya meski hatinya menggerutu karena mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Rangga, tapi Nadine tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Rangga.
Dan tanpa sengaja Dylan menghampiri Rangga karena ia juga tidak melihat pujaan hatinya yang ia cari, padahal tadi Eleanor dan kedua temannya berada dibelakang Dylan, memang tim NGF itu berada di urutan paling belakang namun mereka didampingi anggota osis.
" kamu melihat Karin?" Tanya Dylan sambil menengok kearah kiri dan kanan, untuk memastikan keberadaan Karin.
" Aku bahkan sedang mencarinya!" Ucap Rangga yang nampak cemas.
" Sejak kapan kamu mencari Karin? Atau diam-diam kamu menyukai Karin?" Ucap Dylan sambil menunjuk ke arah Rangga.
" omong kosong!" Ucap Rangga yang langsung bergegas pergi, namun Dylan tidak mengetahui kemana Rangga akan pergi, akan tetapi Rangga begitu cemas dan nampak pucat.
" Dimana dirimu Karin?"
Dylan kembali menuju barisan dan ia bertemu dengan Alvin, tanpa di sengaja karena tim Alvin baru saja sampai melewati sungai dan melintasi jembatan kecil untuk sampai di lapangan dekat perkemahan mereka.
" Elea kemana?" Tanya Alvin, yang ia tanyakan adalag keberadaan Elea
" Mungkin belum sampai, namanya cewek pasti lama kalau jalan!" Jawab Dylan dengan santai nya.
" Kau yakin! elea tidak kenapa-napa?" Tanya Alvin lagi yang mulai merasa curiga.
" Tadi aku melihat Elea ada di belakangku!" Jawab Dylan
" Rangga kemana?" Tanya Alvin lagi
" Aku tidak tahu, tiba-tiba saja Rangga pergi dan balik lagi ke tempat tadi, memang aneh! Untuk apa kembali ke tempat terjal tadi, padahal sudah sore!" celoteh Dylan karena ia tidak tahu, keberadaan Rangga.
" Apa yang terjadi dengan Elea dan juga Rangga"
Alvin nampak tidak tenang, ia melihat jam yang menempel di pergelangan tangannya, tentu saja sudah menunjukkan pukul 17.00 Wib, langit semakin gelap, sementara Elea belum kembali, perasaan Alvin berkecamuk, ia takut terjadi hal buruk dengan Elea. Akhirnya, ia meminta ijin kepada ketua pembina untuk kembali lagi ke tempat terjal tadi, dan memohon akan tetapi Pak Krisna melarangnya dengan keras , meski Alvin terus memaksa ingin pergi mencari Elea.
" Apa bapak bisa bertanggung jawab dengan keberadaan adik saya?" Ucap Alvin dengan segala amarahnya.
" Alvin, bagaimana bisa kamu mencari Elea sedangkan hari sudah semakin gelap, kamu tahu? Di seberang sana ada hutan yang tidak boleh di lintasi karena banyak sekali hewan buas di sana!" Ucap Pak Krisna.
" Apa bapak tidak peduli, elea itu adik saya Pak! Bagaimana kalau dia kenapa-napa, dia tanggung jawab saya!" Ucap Alvin yang tetap keras kepala ingin mencari Elea sendirian.
Lapangan didepan tenda perkemahan itu ramai, karena terjadi perdebatan antara Alvin dan juga Pak Krisna, Alvin keras kepala ingin mencari Elea sendirian akan tetapi Pak Krisna tidak mengijinkannya. karena Pak Krisna takut terjadi apa-apa dengan Alvin kalau saja ia pergi sendiri, Pak Krisna dan juga anggota osis yang lain siap membantu untuk mencari keberadaan Elea.
Di tengah keributan, tiba-tiba saja hujan turun dengan deras nya, perasaan Alvin semakin tidak karuan, ia nekat ingin mencari Elea sendiri namun tubuhnya terhalang oleh anggota osis yang menahan nya untuk pergi sendirian.
" Jangan cegah saya, saya bisa pergi sendiri mencari adik saya!" Ucap alvin sambil berteriak, sementara beberapa anggota osis menahan tubuhnya untuk tetap tidak pergi.
" alvin, kali ini ikuti aturan pembina, saya dan pembina lainnya akan mencari adik kamu!" Ucap tegas Pak Krisna.
Memang Elea adalah segalanya bagi Alvin, tidak ada yang lebih penting selain Elea dibandingkan dirinya, betapa sayangnya Alvin terhadap Elea, karena kedua orangtuanya begitu mempercayai Alvin untuk menjaga Elea, semenjak kecil memang alvin selalu melindungi Elea bahkan saat Elea terjatuh, Alvin dengan sigap membantu Elea bahkan mengobati Elea.
Namun sekarang, Elea hilang entah kemana, Alvin merasa gagal menjadi seorang kakak, bagaimana mungkin Alvin membiarkan Elea dan kedua sahabatnya pergi sendiri, apalagi anggota osis lalai dalam menjaga peserta, Emosi alvin semakin meluap. ia tidak bisa menahan amarahnya.
Nadine dan kedua sahabatnya nampak senang dengan hilangnya Elea dan kedua temannya, karena ia lebih leluasa untuk mendekati Rangga, tidak ada penganggu bagi Nadine karena Elea adalah penganggu terbesar bagi Nadine untuk mendekati Rangga.
" Kalau perlu hilang saja sampai selamanya!" ucap Nadine sambil tertawa puas.
" Hahaha, jadi tidak ada yang menganggu hubungan kamu dan Rangga!" ucap Maya sahabat dari Nadine.
" makanya, lebih cepat lebih baik! kita harus segera berdoa supaya Elea tidak ditemukan !" ucap Nadine dengan puas tertawa
" itu keinginanku!" ucap Eva lagi yang menyetujui ucapan Nadine.
Dylan pergi ke tenda untuk menenangkan Alvin, karena di luar masih hujan dan tidak memungkinkan mereka untuk pergi keluar mencari Elea dan teman-temannya. mereka menunggu sampai hujan begitu reda.
" Aku minta maaf, karena aku tidak menjaga Elea..." ucap Dylan, ia merasa bersalah padahal ia berniat ingin menjaga Elea dan teman-temannya.
" Dimana Rangga?" Tanya Alvin lagi karena ia tidak melihat Rangga sama sekali.
" Aku tidak tahu, dimana keberadaan Rangga! terakhir aku melihatnya, dia ingin menanyakan keberadaan Karin!" ucap Dylan sambil menjelaskan kepada Alvin.
" Aku yakin Rangga pergi untuk mencari Elea!" ucap Alvin yang nampak sudah lebih tenang dari tadi, ia memang memberikan Rangga sepenuhnya untuk menjaga Elea.
" Aku tidak yakin Rangga pergi mencari Elea, karena yang aku tahu mereka tidak pernah akur!" Timpal Dylan, karena selama ini yang Dylan tahu, Elea dan Rangga tidak akan pernah akur.
" Bagaimana pun Rangga begitu menyayangi Elea, ia tidak akan pernah melihat Elea menderita!" ucap Alvin , Dylan nampak terkejut dengan ucapan Alvin, karena ia tidak mengetahui apa-apa.
" Apa kau gila! mana mungkin?" ucap Dylan yang nampak tidak percaya ucapan Alvin
" Rangga sudah menceritakan semuanya, kalau ia dan Elea sudah berpacaran, hanya saja aku pura-pura tidak mengetahui didepan Elea...." ucap Alvin
" mengapa kamu merahasiakan ini? lama-lama aku bisa gila? bagaimana mungkin!" ucap Dylan yang sulit untuk percaya , bahkan Rangga berani menyatakan perasaannya kepada Elea sedangkan waktu kecil Elea pernah menolak Dylan.
Alvin memang menceritakan niat Rangga yang ingin serius kepada Elea, bahkan setiap hobi dan kesukaan Eleanor, Rangga selalu meminta pendapat kepada Alvin , karena Alvin turut membantu Rangga.
Bahkan, Alvin meminta Rangga untuk menjaga Elea, dan terbukti rasa sayang Rangga begitu besar bahkan ia rela kembali ke tempat penjelajahan yang begitu terjal , sendirian hanya untuk mencari Elea.
" Aku tidak menyangka! dibalik sikap elea yang jutek dan Rangga yang begitu dingin tersimpan perasaan sayang!" ucap Dylan
" Tapi, aku akan mencari Elea setelah hujan reda, aku sendiri ingin memastikan kalau Elea baik-baik saja...." ucap Alvin yang mulai beranjak bangun, dan melihat hujan yang sudah reda.
" kalau gitu, aku ikut!" Timpal Dylan yang segera beranjak bangun menyusul Alvin.
Pak Krisna dan juga anggota osis lain mulai mencari keberadaan Elea dan teman-temannya, diikuti oleh Alvin dan Dylan yang membawa senter karena mereka mencari ke dalam hutan dan perkebunan di malam hari, cuaca yang gelap tanpa adanya lampu.
Mereka berharap, Elea dan kedua sahabatnya bisa bertemu.
.
.
.
.
.
.
.
Bang Alvin
Guys nya kira-kira Elea sama Rangga ketemu nggak yah?
Apa yang terjadi sih sama Elea dan kedua sahabatnya?
Kalau saja mereka bertemu, kira-kira apa reaksi kak Alvin?
Mau tahu kan, kelanjutannya jangan lupa untuk vote sebanyak mungkin, karena author akan usahakan update tiap hari sesuai keinginan kalian!